;
Tags

Bencana

( 266 )

Nestapa Hidup Berkelindan Banjir dan Rob di Semarang

KT3 15 May 2023 Kompas (H)

Bertahun-tahun, sebagian warga di Kota Semarang, Jateng, hidup berkelindan dengan bencana banjir dan rob. Para korban berharap ada solusi komprehensif agar bencana tak lagi membayangi  kehidupannya. Adennyar Wycaksono (33), warga Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, belum lupa dengan banjir bandang yang dialami pada 2010. Kala itu, 10 orang dilaporkan meninggal terseret arus. Seorang di antaranya ditemukan oleh Aden di sekitar rumahnya. Setidaknya sejak dua dekade terakhir, Aden dan ribuan orang yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Beringin, Kota Semarang, hidup dalam kondisi waswas. Sebab, wilayah itu rutin dilanda banjir bandang. Banjir terjadi akibat aliran sungai yang tidak lancar lantaran tingginya sedimentasi. Kondisi itu kian parah karena posisi Mangkang Wetan berada di tikungan sungai. ”Banjir bandang terakhir terjadi pada akhir tahun 2022, tetapi dampaknya tidak terlalu parah. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan pada bangunan rumah warga seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Aden, Kamis (4/5). Kondisi banjir di wilayah itu sedikit membaik lantaran adanya normalisasi Sungai Beringin. Belokan Sungai Beringin di Mangkang Wetan juga direkonstruksi agar tidak terlalu curam. Hasilnya, luapan air sungai bisa dikurangi.

Safira (26) Warga Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, menyebut, banjir paling parah di wilayahnya terjadi pada awal 2023. Banjir setinggi 30 cm merendam rumahnya selama dua hari. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, banjir hanya merendam jalan-jalan menuju ke rumahnya. ”Saluran air di sekitar rumah terlalu sempit. Sudah begitu, juga sering tersumbat sampah. Padahal, hujan awal tahun ini deras banget. Airnya tak bisa tertampung semua (di saluran air) dan malah masuk ke  rumah-rumah warga,” ucapnya. Semarang juga digerus rob yang dipicu peningkatan muka air laut dan penurunan muka tanah. Penelitian dalam jurnal Geophysical Research Letters yang dipublikasikan tahun 2022 menyebut, laju penurunan muka tanah di Semarang berkisar 0,9-6 cm per tahun. Hasil studi peneliti ITS Surabaya pada 2009-2011 tentang kenaikan muka air laut menunjukkan, laju kenaikan muka air laut di Semarang mencapai 12,83 milimeter per tahun. Salah satu wilayah terdampak rob adalah Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara. Amron (55), warga daerah itu, mengatakan, rob rutin melanda sejak 27 tahun lalu. Kondisinya kian parah 10 tahun terakhir. Puncaknya Januari 2023 saat 17 rumah rusak diterjang rob dan angin kencang.

Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi mengatasi banjir. Untuk wilayah atas, Pemkot Semarang akan menertibkan tata ruang melalui kerja sama dengan  Pemkab Semarang, karena mayoritas sungai di Kota Semarang berhulu di Kabupaten Semarang. ”Kami usul, inginnya dibangun waduk di bagian atas sehingga air dari atas tidak langsung ke bawah, tetapi transit dulu di waduk atau embung,” ujarnya. Untuk Semarang bagian timur, pompa dan pintu air akan ditambah,  kolam retensi seluas 250 hektar dibangun, serta pembangunan tanggul laut. Di wilayah Semarang bagian barat, pengendalian banjir dilakukan dengan menormalisasi Sungai Plumbon. Normalisasi akan dilakukan oleh Kementerian PUPR. Adapun Pemkot Semarang bertugas membebaskan lahan seluas 11,6 hektar untuk normalisasi. (Yoga)


Waspada Krisis Air Dampak El Nino

KT1 15 May 2023 Tempo

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca panas ekstrem bakal terjadi pada tahun ini. Hal ini dipengaruhi oleh potensi El Nino, yakni fenomena meningkatnya pemanasan suhu muka laut (SML) di atas normal yang diprediksi terjadi pada semester II 2023. Pada Maret ini, dinamika atmosfer laut diprediksi beralih ke fase netral dan bertahan hingga semester pertama 2023.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A. Fachri Radjab, mengatakan puncak kemarau diprediksi terjadi pada Juni dan Juli. Di beberapa wilayah, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada waktu berbeda. Dia mencontohkan, Pulau Jawa dan sekitarnya mengalami puncak kemarau pada Agustus, sedangkan Kalimantan pada Juli dan Agustus.

Secara umum, fenomena El Nino berdampak pada berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia dan berpotensi menimbulkan kekeringan meteorologis. Menurut Fachri, kekeringan juga secara nyata berdampak pada sulitnya ketersediaan air bersih dan ancaman kerusakan di beberapa sektor, khususnya pertanian. “Krisis air diprediksi terjadi karena hujannya berkurang. Suplai air masuk ke tanah akan berkurang, yang otomatis menyebabkan ketersediaan air tanah berkurang,” ujar Fachri saat dihubungi pada Ahad, 14 Mei 2023. (Yetede)

Siasat Hadapi Efek El Nino

KT1 29 Apr 2023 Tempo (H)

JAKARTA — Pemerintah mewaspadai dampak fenomena alam El Nino terhadap kenaikan harga bahan pangan di dalam negeri. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim, mengatakan El Nino dapat menyebabkan beberapa risiko dan dampak negatif pada produksi pertanian karena berpotensi menyebabkan kekeringan ekstrem. Terlebih, kondisi ini terjadi di banyak wilayah di dunia, khususnya di Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Afrika Selatan.

“Yang perlu diwaspadai tidak hanya gagal panen dan produksi pertanian yang menurun di dalam negeri, tapi juga tekanan harga komoditas global,” ujar Isy kepada Tempo, Jumat, 28 April 2023. Risiko itu pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga pangan secara global karena penurunan produksi dan persediaan yang terbatas.Isy mencontohkan harga internasional untuk gula yang sudah naik lebih dari 30 persen dibanding harga pada tahun lalu, yang terutama disebabkan oleh proyeksi penurunan produksi di India akibat curah hujan yang berkurang. “Di dalam negeri, komoditas yang bergantung pada curah hujan perlu diantisipasi, seperti padi dan sawit sebagai makanan pokok dan komoditas ekspor utama,” kata dia. (Yetede)

Selama Ramadhan, Si Jago Merah Hanguskan Rp 38,6 Miliar di DKI

KT3 25 Apr 2023 Kompas

Ada 154 kebakaran selama bulan puasa 2023 di Jakarta. Nilai kerugian yang timbul mencapai Rp 38,6 miliar. Kadis Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, sejak 23 Maret 2023 sampai 22 April 2023 tercatat ada 154 kebakaran di Jakarta. Jumlah wilayah dengan frekuensi kebakaran tertinggi ada di Jaksel, yakni 38 kasus, diikuti Jaktim 35 kasus,  Jakbar30 kasus, Jakpus 28 kasus, dan Jakut 23 kasus. ”Penyebab kebakaran tertinggi selama Ramadhan 2023 oleh listrik. Presentasenya 62,99 %,” kata Satriadi, Senin (24/4). Satriadi menambahkan, tren kebakaran selama Ramadhan didominasi obyek bangunan permukiman, yakni 452 obyek atau 41,56 %. (Yoga)

Relokasi TBBM Plumpang Dinilai Sudah Tepat

KT1 09 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Keputusan merelokasi terminal bahan bakar minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta dinilai sudah tepat. Terlebih fasilitas pendistribusian BBM tersebut sudah berusia hampir setengah abad. Hanya saja pembangunan depo anyar baru dimulai pada akhir 2024. Artiannya dalam waktu satu tahun ke depan harus disiapkan zona aman (buffer zone) guna menjamin keselamatan dan keamanan bersama. Menurut data Kementerian ESDM, TBBM Plumpang mulai beroperasi pada tahun 1974, di atas lahan seluas 48 hektare, dengan kapasitas tangki sebesar 60 ribu kilo liter (KL). Di tahun 1978, kapasitas dinaikkan menjadi 80 ribu KL, dan meningkat menjadi 200 ribu KL pada 1987. Angka ini bertambah hingga kapasitas penyimpanan BBM di TBBM Plumpang saat ini mencapai 324.535 KL. Zona penyangga di sekitar TBBM Plumpang, atau buffer zone juga telah ditetapkan. Hingga tahun 1987 buffer zone TBBM Plumpang masih sangat aman, dengan lahan kosong yang luas di sekitarnya. Namun seiring berjalannya waktu dan hingga saat ini, area sekitar TBBM Plumpang menjadi padat penduduk. Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mengatakan depo Plumpang memerlukan perawatan dan perbaikan secara insentif lantaran sudah uzur. Diperlukan langkah mitigasi dalam mencegah terulangnya kembali insiden serupa. Menurutnya relokasi TBBM Plumpang merupakan solusi tepat. “Salah satu opsi solusi. Selain perbaikan sistem maintenance fasilitas dan manajemen resiko,” kata Mulyanto kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (8/3). (Yetede)

Awal Petaka di Depo Pertamina

KT1 06 Mar 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Petir yang datang pada Jumat, 3 Maret 2023, menjelang pukul 8 malam mengalihkan Arifin yang sibuk memperbaiki kipas. Pandangan pria beusia 38 tahun  itu lantas tertuju pada percikan api di dalam kawasan Terminal Integrated Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina Patra Niaga atau Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara. Percikan itu tampak jelas dari lantai dua rumah tempat Arifin berada. Jaraknya sekitar 10 meter dari tembok pembatas Depo Plumpang. Teringat kebakaran tangky yang pernah  terjadi di Depo Plumpang pada 2009, Arifin langsung memutuskan melarikan diri. Dia bergegas turun ke lantai pertama dan mengajak istri serta empat anaknya ke luar rumah. Saat itu tercium bau bensin disekitar rumah. Depo Pertamina Plumpang pernah terbakar pada 18 Januari 2009. Saat menyelamatkan diri, Arifin sempat memperingatkan tetangganya untuk mencari tempat aman. Namun awalnya tak banyak yang menggubris mengingat bau bensin lazim tercium di kawasan Jalan Tanah Merah, tersebut. Ketika bau bensin kian menyengat, banyak orang mulai panik dan menyelamatkan diri. Kebakaran di Depo Plumpang menelan 19 korban tewas. Mereka terdiri atas 14 orang dewasa dan lima anak-anak. (Yetede)

Tekanan Berlebih Diduga Picu Kebakaran Plumpang

KT3 05 Mar 2023 Kompas (H)

Polisi memiliki dugaan sementara penyebab kebakaran di Terminal Integrated BBM milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Kecamatan Koja, Jakut. Dari data dan keterangan sementara  yang dihimpun polisi, kebakaran terjadi saat pengisian atau penerimaan minyak jenis pertamax dari Balongan, Indramayu, Jabar, di Depo Pertamina Plumpang, yang memicu tekanan berlebih pada tangki. Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo saat meninjau lokasi kebakaran di Plumpang, Sabtu (4/3) mengatakan, dalam pengisian tangki itu terjadi gangguan teknis yang mengakibatkan tekanan berlebih dan setelah itu terjadi kebakaran. Polisi masih menyelidiki sumber api dalam kebakaran pada Jumat (3/3) malam itu.

Polisi mengumpulkan bukti di lapangan dan rekaman kamera pemantau. ”Saat ini kami mengumpulkan saksi, CCTV, dan hal-hal yang diperlukan yang sifatnya teknis sehingga nanti bisa kami jelaskan secara scientific crime investigation tentang peristiwa yang sebenarnya. Khususnya terkait sumber api yang mengakibatkan terjadinya kebakaran,” kata Listyo. Terkait penyebab kebakaran, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengungkapkan, Pertamina telah membentuk tim gabungan, fungsi terkait, dan aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi. (Yoga)


Terminal BBM Plumpang Terbakar, 17 Meninggal

KT3 04 Mar 2023 Kompas (H)

Terminal Integrated BBM milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Jakut, Jumat (3/3) malam, terbakar. Akibat peristiwa itu, 17 orang meninggal dan sedikitnya 50 orang terluka. Belum diketahui penyebab kebakaran. Kebakaran terjadi pada Jumat pukul 20.20. Kebakaran merembet ke permukiman padat penduduk di sekitarnya, dengan radius 1 kilometer. Warga mendengar dua kali ledakan saat kejadian. ”Ledakan pertama dan kedua berjarak 15 menit. Ledakan pertama lebih besar,” kata Saini, warga RT 007 RW 001, Rawabadak Selatan, Koja, Jakut, yang rumahnya berjarak 150 meter dari rumah terakhir yang terbakar. Lurah Rawabadak Selatan Suhaina mengatakan, ada lima RW yang sangat dekat dengan lokasi terminal BBM Pertamina, yaitu RW 001, 008, 009, 010, dan 011. Evakuasi warga dilakukan, dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran, TNI-Polri, dan satpolpp.

250 petugas dan 55 mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Areal yang terbakar mencapai 1,5 hektar. Upaya pemadaman terkendala sumber air, akses jalan yang terbatas, kerumunan warga, dan situasi gelap di lokasi. Pendataan korban hingga pukul 23.25, sebanyak 17 korban meninggal, dua di antaranya anak-anak, telah dievakuasi. Sebanyak 50 korban terluka dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain di RS Pelabuhan, RS Tugu, RS Mulyasari, RS Koja, RS Firdaus , dan RS Yarsi. Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyampaikan keprihatinan dan meminta maaf atas kejadian ini. ”Pertamina akan memberikan penanganan yang terbaik bagi masyarakat terdampak,” katanya. Dia juga memastikan pasokan BBM tetap aman. Kapolres Metro Jakut Kombes Gidion Arif Setyawan menyatakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih focus pada upaya pemadaman dan evakuasi korban. (Yoga)


Pasokan BBM Aman

KT1 04 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Sedikitnya 17 orang meninggal dan puluhan mengalami luka bakar akibat kebakaran pipa Pertamina yang menyalurkan Pertamax dari Kilang Balongan ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang di Jl Tanah Merah Bawah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (03/03/2023), pukul 20.00 WIB. Api dapat dipadamkan pukul 22.43 WIB, namun faktor penyebab kebakaran masih dalam proses investigas. “Api sudah bisa dipadamkan, pukul 22.43 WIB,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir lewat WhatsApp. Meski sempat terjadi kemacetan lalu lintas sejak terjadi kebakaran, tidak ada antrean di SPBU akibat panic buying. Pihak Pertamina pun belum mendapatkan informasi lengkap tentang faktor penyabab kebakaran. “Kami benar-benar prihatin dengan insiden ini dan meminta maaf kepada masyarakat,” kata Dirut Pertamina, Nicke Widyawati. Erick Thohir mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari Pertamina bahwa yang terbakar adalah pipa yang menyalurkan Pertamax dari Kilang Balongan ke TBBM Plumpang. Tidak ada tangki BBM yang terbakar. (Yetede)

DKI Kejar Target Bangun Pengendali Banjir

KT3 07 Feb 2023 Kompas (H)

Jakarta sampai saat ini masih berupaya keras meningkatkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Dalam skema pengendalian banjir Jakarta oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, debit air yang masuk ke Ibu Kota mencapai 3.389 meter kubik per detik. Di sisi lain, kapasitas infrastruktur eksisting pengendalian banjir Jakarta kini baru 1.141 meter kubik per detik. Kapasitas infrastruktur eksisting itu bagian dari desain infrastruktur pengendalian banjir yang tengah dibangun dan ditargetkan mengelola 2.357 meter kubik per detik. ”Masih ada selisih 1.032 meter kubik per detik (dari target pembangunan infrastruktur dengan total air yang masuk) yang harus ditampung. Direncanakan ditampung lewat waduk atau embung. Lokasinya masih dikaji yang tepat di mana,” kata Kepala Seksi Perencanaan Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air Jakarta Maman Supratman, Jumat (3/2).

Merujuk pada skema pengendalian banjir Jakarta, area hulu hingga Manggarai dioptimalkan sebagai lokasi parkir air. Kemudian ada Kanal Banjir Timur dan Kanal Banjir Barat di area cekungan serta polder (tanah rendah untuk menampung air) di sekitar area hilir. Pengendalian secara menyeluruh dari hulu ke hilir ini sesuai kondisi geografis Jakarta. Agar tak terus berkejaran antara infrastruktur dan limpahan air,  DKI mengembangkan peta jalan pengendalian banjir secara keseluruhan. Kini berlangsung evaluasi bagi seluruh infrastruktur untuk data kebutuhan atau kapasitas dan estimasi biaya. ”Harus seimbang, terintegrasi antara sungai dan parkir air,” ucap Maman. (Yoga)