DKI Kejar Target Bangun Pengendali Banjir
Jakarta sampai saat ini masih berupaya keras meningkatkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Dalam skema pengendalian banjir Jakarta oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, debit air yang masuk ke Ibu Kota mencapai 3.389 meter kubik per detik. Di sisi lain, kapasitas infrastruktur eksisting pengendalian banjir Jakarta kini baru 1.141 meter kubik per detik. Kapasitas infrastruktur eksisting itu bagian dari desain infrastruktur pengendalian banjir yang tengah dibangun dan ditargetkan mengelola 2.357 meter kubik per detik. ”Masih ada selisih 1.032 meter kubik per detik (dari target pembangunan infrastruktur dengan total air yang masuk) yang harus ditampung. Direncanakan ditampung lewat waduk atau embung. Lokasinya masih dikaji yang tepat di mana,” kata Kepala Seksi Perencanaan Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air Jakarta Maman Supratman, Jumat (3/2).
Merujuk pada skema pengendalian banjir Jakarta, area hulu hingga Manggarai dioptimalkan sebagai lokasi parkir air. Kemudian ada Kanal Banjir Timur dan Kanal Banjir Barat di area cekungan serta polder (tanah rendah untuk menampung air) di sekitar area hilir. Pengendalian secara menyeluruh dari hulu ke hilir ini sesuai kondisi geografis Jakarta. Agar tak terus berkejaran antara infrastruktur dan limpahan air, DKI mengembangkan peta jalan pengendalian banjir secara keseluruhan. Kini berlangsung evaluasi bagi seluruh infrastruktur untuk data kebutuhan atau kapasitas dan estimasi biaya. ”Harus seimbang, terintegrasi antara sungai dan parkir air,” ucap Maman. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023