;
Tags

Bencana

( 266 )

Kelaparan di Papua Berulang

KT3 25 Oct 2023 Kompas (H)

Sebanyak 23 orang meninggal akibat kelaparan di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tanpa solusi komprehensif yang menyentuh akar masalah, bencana kelaparan di Tanah Papua bakal terus berulang dan menelan korban. Bencana kelaparan di Yahukimo terjadi sejak Agustus 2023, dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan tanaman warga, seperti ubi dan petatas, gagal panen. Kondisi ini juga mengakibatkan warga kehilangan sumber makanan sehingga mengalami kelaparan. Kepala Distrik Amuma Zakeus Lagowan, dihubungi dari Jayapura, Selasa (24/10) menyebutkan, data korban meninggal dan warga terdampak terus diperbarui. Hingga kini, sekitar 12.000 warga di 13 kampung terdampak kelaparan.

Bencana kelaparan di Tanah Papua pertama kali diberitakan Kompas pada 3 November 1977, di sekitar Telaga Wissel, Kabupaten Paniai yang dipicu banjir dari luapan danau yang merendam kebun ubi milik warga. Bencana kelaparan yang menimbulkan korban jiwa di Tanah Papua pertama kali diberitakan Kompas pada 29 Agustus 1982. Saat itu, bencana kelaparan dirasakan 3.000 warga di Kecamatan Tiom, Kabupaten Jayawijaya. Tujuh warga dilaporkan meninggal akibat kelaparan. Bencana dipicu hujan salju selama beberapa hari yang menutup kebun-kebun warga hingga ubi yang ditanam membusuk.

Dua tahun berselang, bencana kelaparan kembali mendera Kecamatan Kurima, Kabupaten Jayawijaya. Dalam kurun waktu Agustus hingga November 1984, sebanyak 231 orang dilaporkan meninggal dan ribuan penduduk kekurangan pangan. Albert Dien, Bupati Jayawijaya kala itu, menyatakan, bencana disebabkan hama ulat yang menyerang tanaman ubi milik warga. Bencana kelaparan di Jayawijaya kembali terjadi pada 1992. Sebanyak 119 orang meninggal karena kelaparan. Pada 1997, bencana kelaparan dipicu kemarau panjang menewaskan 439 warga. Sedikitnya 50.000 warga terancam kelaparan. Asa bagi penyelesaian persoalan klasik bencana kelaparan di Tanah Papua muncul saat kebijakan otonomi khusus (otsus) sejak 2001. Tak kurang dari Rp 100 triliun anggaran otsus mengalir ke Papua selama dua dekade, tetapi masalah kelaparan warga masih terjadi. (Yoga)

BENCANA KELAPARAN, Ada 11 Warga Meninggal di Papua Pegunungan

KT3 18 Oct 2023 Kompas

Bencana kelaparan kembali melanda wilayah Papua Pegunungan, di sejumlah kampung di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo. Setidaknya 11 warga dilaporkan meninggal akibat kelaparan selama September-Oktober 2023. Kepala Distrik Amuma, Zakeus Lagowan, saat dihubungi dari Jayapura, Selasa (17/10) mengatakan, kelaparan tersebut merenggut sembilan nyawa bayi dan anak-anak serta dua orang dewasa. ”Sembilan yang meninggal, yakni bayi dan anak-anak, terjadi pada September. Pada awal  Oktober ini ada laporan lagi dua orang dewasa yang meninggal,” katanya.

Menurut Zakeus, curah hujan tinggi membuat hasil kebun warga gagal panen. ”Gagal panen ini terjadi di 13 kampung di Distrik Amuma, yang juga menjadi tempat tinggal warga yang meninggal. Masyarakat kehilangan sumber makanan,” katanya. Dia menyebut, selama ini warga di kampung-kampung Distrik Amuma mengandalkan pangan dari tanaman di kebun sendiri. Namun, saat musim hujan tiba, berbagai hama, seperti ulat, merusak umbi-umbian yang ditanam warga. Dedaunan juga menjadi rusak sehingga tidak dapat dikonsumsi. (Yoga)

Perang Memperlemah Prospek Ekonomi Global

KT1 13 Oct 2023 Investor Daily
MARRAKECH,ID-Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan bahwa perang antara Israel dan Hamas di jalur Gaza telah menimbulkan resiko-resiko tambahan terhadap prospek  ekonomi global yang sudah lemah. Yellen bersama para pemimpin keuangan  lainnya mengecam seranga besar-besaran Hamas di gaza ke Israel ada Sabtu (07/10/2023), dan menjanjikan dukungan kuat AS untuk Israel dengan segala cara yang diperlukan. Deklarasi perang Israel terhadap Hamas, dan gempurannya ke Gaza menyusul serangan dahsyat pada Sabtu membayangi  pertemuan IMF dan Bank Dunia di Marrakesh, Maroko. Meskipun para ahli keuangan terkemuka di dunia mengatakan, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan yang jelas. (Yetede)

Lemah Pencegahan, Meluas Kebakaran Hutan

KT1 11 Oct 2023 Tempo

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terus mengganas. Berdasarkan Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas area yang terbakar per Agustus lalu sudah mencapai 267 ribu hektare. Angka ini sudah melampaui luas area terbakar pada 2022, yang seluas 204.894 hektare. Menurut saya, area terbakar akan meluas, bahkan dapat melebihi angka pada 2021, yakni 358 ribu hektare, ataupun pada 2020, yang seluas 296 ribu hektare. Prediksi ini saya sampaikan karena sampai sekarang KLHK tak kunjung merilis data area terbakar per September 2023.

Yang membikin miris, kebakaran tahun ini juga marak terjadi di banyak kawasan konservasi. Padahal area tersebut penting untuk menjaga simpanan karbon di bumi; melestarikan manfaat ekosistem, seperti air bersih dan udara sejuk; serta menjaga keberagaman hayati kita. Parahnya, kebakaran tahun ini dipicu oleh fenomena cuaca El Nino yang mengakibatkan kemarau panjang. Namun kondisi tersebut bukanlah penyebab utama. Saya cenderung menyatakan kebakaran parah pada tahun ini lebih disebabkan oleh lemahnya sistem pengendalian kebakaran, khususnya sistem pencegahan, dari tingkat pusat sampai tingkat tapak. (Yetede)

Penjabat Gubernur Sumsel dan Forkopimda Bahas Karhutla

KT1 08 Oct 2023 Tempo

Palembang - Penjabat Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni, memberikan atensi khusus kepada penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Fatoni mengundang forum koordinasi pemerintah daerah (forkopimda) provinsi, bupati/wali kota se-Sumsel, forkopimda kabupaten/kota dan perusahaan terkait untuk membahas karhutla. Hadir pada pertemuan Rakor tersebut diantaranya Penjabat Gubernur Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, Wakil Ketua DPRD, Provinsi, Danlanal, Danlanud, Dandim, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri se-Sumsel.


"Hari ini kita kumpul untuk mencari solusi penanganan Karhutla. Ini bentuk komitmen bersama menyelesaikan kebakaran yang belakangan dirasakan masyarakat dampaknya," ujar Fatoni saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel di Auditorium Graha Bina Praja, Kamis, 5 Oktober 2023. Fatoni mengatakan kepala daerah dalam percepatan penanganan karhutla segera menyediakan anggaran penanganan. Dia menyebut sebenarnya anggaran belanja tidak terduga (BTT) bisa digunakan dalam keadaan darurat. (Yetede)


Kekurangan Sumber Air, Petani Gagal Panen

KT3 06 Oct 2023 Kompas

Kekeringan lahan pertanian akibat kemarau panjang di Sultra terus meluas. Sebanyak 1.177 hektar lahan mengalami gagal panen, lalu bertambah ratusan hektar dalam dua pekan. Ribuan hektar sawah lainnya masih terancam. Jumono (46), Ketua Kelompok Tani Ujung Bulu, Bombana, Sultra, mengungkapkan, kekeringan membuat belasan hektar sawah gagal panen. Hal itu menyebabkan petani kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. ”Dari 42 hektar lahan sawah di kelompok kami, 10 hektar itu betul-betul gagal panen. Selebihnya, kami panen dengan kondisi kurang air. Jadi, hasilnya jauh di bawah rata-rata,” kata Jumono, saat dihubungi, Kamis (5/10).

Ia menceritakan, biasanya satu hektar lahan sawah menghasilkan 5-6 ton gabah, tahun ini, mereka hanya menghasilkan 2 ton gabah, yang dijual setengahnya dan sebagian disimpan untuk keluarga. Padahal, modal menggarap satu hektar lahan berkisar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Meski harga gabah basah naik berkisar Rp 6.000 per kg, hasil panen masih jauh dari harapan. Gagal panen yang terjadi, kata Jumono, karena sulitnya mendapatkan sumber air. Kondisi persawahan yang mengandalkan curah hujan sangat terdampak dengan kekeringan panjang. Bantuan pompa dari pemerintah tidak berfungsi karena tidak ada sumber air. (Yoga) 

Saat Nadi Ekonomi Leuwiliang Terbakar

KT3 30 Sep 2023 Kompas

Rulan (54) bergegas setelah mendapat kabar Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jabar, terbakar, Rabu (27/9) sekitar pukul 20.00. Ia tidak bisa menyelamatkan barang dagangannya di kios Blok A. Ia dan pedagang lain tidak berdaya saat api cepat menyebar dan membesar. ”Habis semua, tidak ada satu pun dagangan pakaian terselamatkan. Saya datang sudah gede apinya. Hanya bisa pasrah,” kata Rulan, Jumat (29/9) di lokasi pasar. Akibat kebakaran itu, Rulan mengalami kerugian Rp 700 juta. ”Mungkin lebih. Yang pasti ini saya rugi besar,” katanya. Hingga Kamis (28/9) pukul 13.30, asap pekat masih menyelimuti gedung utama di Blok A dan B Pasar Leuwiliang. Sejumlah pedagang tampak mengais-ngais barang dagangannya di tengah hawa panas. Setidaknya 66 petugas dan 16 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Ujang (68), pedagang pakaian di Blok A, hanya bisa berdiri menatap lapaknya yang hangus terbakar. Tidak banyak barang yang bisa ia selamatkan karena api cepat menyebar. Ia hanya berharap, pascakebakaran bisa segera berjualan kembali sehingga tak terus merugi. Pemerintah diharapkan juga bisa memberikan bantuan ke pada pedagang yang terdampak agar bisa melanjutkan roda ekonomi. Akibat kebakaran itu, dari total 590 kios, sebanyak 550 kios terbakar. Selanjutnya, dari 641 los, 580 los terbakar. Sementara dari total 835 lapak tenda, yang terbakar sebanyak 450 lapak. Di luar itu, ada total 1.619 lapak yang terbakar dan 2.066 pedagang terdampak. Bupati Bogor Iwan Setiawan menyadari kebakaran Pasar Leuwiliang merugikan pedagang. Insiden itu juga berdampak pada warga yang hendak membeli barang untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Pasar yang berdiri tahun 2004 itu merupakan pasar terbesar di Kabupaten Bogor selatan. Karena dinilai penting dan roda ekonomi harus terus berputar, menurut Iwan, Pasar Leuwiliang perlu segera direvitalisasi. Pasar sementara juga perlu disiapkan agar para pedagang bisa segera berjualan. (Yoga) 

Ancaman Antraks di Luar Rumah Potong Hewan

KT1 26 Sep 2023 Tempo
Kasus penyebaran penyakit antraks (anthrax) pada hewan dan manusia di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, pada Mei-Juli lalu menyebabkan korban jiwa. Sejumlah sapi dan kambing mati mendadak. Lebih dari 90 orang terinfeksi bakteri antraks, tapi tanpa gejala.

Kasus ini sempat ramai diperbincangkan karena belakangan diketahui beberapa warga menggali kembali hewan ternak mati akibat antraks yang telah dikubur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul. Dari beberapa warga yang terkena dampak, tiga orang meninggal setelah mereka memotong hewan mati, membagikan daging, dan mengkonsumsi olahannya.

Selain menemukan kasus antraks pada manusia dan hewan, penyelidikan epidemiologi mendapati spora dari bakteri antraks di lingkungan pemotongan hewan. Selama pemotongan hewan di luar rumah potong hewan (RPH) masih marak, seperti kasus di Gunungkidul, ancaman antraks akan terus mengintai di daerah endemik. Sebuah riset menunjukkan pentingnya RPH untuk surveilans penyakit zoonotik dan kesehatan masyarakat, salah satunya guna mencegah dan mengendalikan antraks. (Yetede)

El Nino Hambat Laju Penurunan Inflasi

KT3 21 Sep 2023 Kompas

Bank Pembangunan Asia (ADB) merevisi turun inflasi tahunan kawasan Asia, termasuk Indonesia. Kendati begitu, dampak El Nino di wilayah Asia berpotensi menghambat laju penurunan inflasi karena memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama beras. Dalam Asian Development Outlook Edisi September 2023 yang dirilis Rabu (20/9) ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi dan inflasi kawasan Asia pada 2023 masing-masing 4,7 % dan 3,6 %. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi tersebut turun dari perkiraan ADB pada April 2023 yang masing-masing sebesar 4,8 % dan 4,2 %. Revisi itu mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti penurunan harga komoditas global, hambatan perdagangan, dan perlambatan ekonomi China.

Terkait hambatan perdagangan, faktor penyebabnya tidak hanya perang Rusia-Ukraina, tetapi juga larangan ekspor sejumlah negara untuk melindungi dan mencukupi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, El Nino yang menyebabkan kekeringan di sejumlah negara produsen pangan akan mengatrol kenaikan harga pangan, terutama beras. Kenaikan harga pangan akan berujung pada inflasi pangan. ”Risiko-risiko negatif itu semakin menguat. Setiap negara di  kawasan Asia juga perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan dampak El Nino tidak mengganggu pasokan dan ketahanan pangan,” kata Kepala Ekonom ADB Albert Park. (Yoga)


Polusi PLTU Suralaya Tak Hanya Momok Jakarta

KT1 15 Sep 2023 Tempo

EDI Suryana khawatir akan masa depan anak perempuannya yang berusia 6 tahun. Putrinya itu terserang tuberkulosis paru empat tahun lalu. Edi waswas kondisi kesehatan anaknya semakin parah akibat abu hasil pembakaran batu bara (fly ash) yang menyembur dari cerobong asap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya. "Penyakit ini membuat pertumbuhan paru-parunya tidak normal," kata Edi kepada Tempo, kemarin. "Di sekolah, dia harus selalu menggunakan masker. Tapi, namanya anak-anak, kadang tidak disiplin." Pria berusia 44 tahun itu masih ingat ketika membawa buah hatinya untuk mengikuti imunisasi pada 2019. Setelah imunisasi itu, putrinya mengalami gejala alergi sehingga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) merujuknya ke Rumah Sakit Cilegon. Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan paru-paru anak Edi terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. "Dia harus minum obat selama enam bulan, tidak boleh putus. Kalau putus, diulang lagi. Bayangkan, anak umur 3 tahun harus minum obat yang cukup keras," kata Edi, yang saban hari berprofesi sebagai nelayan. (Yetede)