Krisis Iklim Ancam Pangan
Perubahan iklim yang terjadi secara global mengancam
ketahanan pangan dan ketahanan air, termasuk di Indonesia. Pemerintah mengambil
langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Hal itu diungkapkan Menteri PPN/Kepala
Bappenas, Suharso Monoarfa saat membuka Konferensi Tahunan Sustainable Development
Goals (SDGs) 2023 di Yogyakarta, Senin (6/11). ”Ancaman perubahan iklim berdampak
pada kelangkaan air serta penurunan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Indonesia mengalami penurunan curah hujan tahunan 1-4 % pada 2020-2034 dari kondisi
periode 1995-2010. Hal ini berimplikasi pada kejadian kekeringan, berkurangnya
ketersediaan air, bahkan bisa memicu konflik kebutuhan air.Produksi padi juga
berpotensi menurun.
Menurut Suharso, pergeseran musim dan puncak hujan menyebabkan
metode tanam berubah dan memengaruhi produksi. Berdasarkan data Bappenas, perubahan
iklim berpotensi menurunkan produksi padi Indonesia 1,13 juta-1,89 juta ton. Lahan
pertanian seluas 2.256 hektar sawah pun terancam kekeringan. Di sisi lain,
kondisi ketahanan pangan Indonesia, ditilik dari tingkat konsumsi pangan rumah
tangga, memburuk.Angka ketidakcukupan konsumsi pangan pada 2022 naik menjadi 10,21
% dari 8,49 % pada tahun 2021. Peningkatan ini terjadi pada kelompok penduduk
dengan tingkat pengeluaran 40 % terbawah, terutama kelompok rentan seperti warga
lanjut usia. Adapun prevalensi stunting atau tengkes menurun secara konstan
dalam 10 tahun. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023