;
Tags

UMKM

( 686 )

Kopi Bintang Lima dari Tangan Kaki Lima

KT3 15 Nov 2023 Kompas

Empat gerobak kopi diparkir di sisi jalan kompleks perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Di dalam boks gerobak itu tersusun minuman kopi robusta racikan barista. Sungguh-sungguh ibarat di mal atau kedai kopi langganan penikmat kopi kalangan menengah ke atas. Senin (13/11) siang itu, suhu udara melampaui 32 derajat celsius. Sejak pagi, penjual kopi yang kebanyakan anak muda menunggu kehadiran pembeli. Ada pelanggan setia dan ada yang kebetulan melintas. Benny (23), pedagang kopi dari salah satu merek berjejaring, menuturkan, kurang dari tiga jam, ia berhasil menjual 100 gelas kopi. Harga per gelas Rp 8.000 untuk kopi susu biasa atau dicampur es. Mayoritas pembeli adalah pegawai kantoran setempat. Ada juga tamu dari luar daerah yang hendak mengikuti acara di sekitar tempat itu.  

“Ada pejabat, seperti anggota DPR, yang mau ke situ,” kata Benny menunjuk gedung berwarna merah putih, kantor KPK itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari tempat berjualannya. Benny pun bergurau, pejabat yang hendak ke kantor KPK memang butuh kopi agar lebih fokus ketika menjawab pertanyaan dari penyidik. Menurut Benny, tren menjual kopi premium di jalanan mulai ramai satu tahun belakangan. Metode tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran untuk mendekati pelanggan. Produsen minuman memilih keluar dari mal atau kedai kopi yang selama ini dirasakan eksklusif bagi kalangan menengah ke atas. ”Kita berusaha mendekati pelanggan. Pelanggan tidak perlu susah-susah menembus kemacetan hanya untuk menikmati kopi di mal atau kedai. Pelanggan tidak lagi bayar parkir. Harga kopi di sini juga jauh lebih murah dibandingkan di mal atau kedai kopi premium,” kata Benny.

Deni Hardimansyah (39), salah satu karyawan swasta yang bekerja di kawasan Kuningan, Jaksel, memilih kopi keliling premium sejak dua bulan yang lalu. Dalam sehari, ia bisa meminum kopi sebanyak dua sampai tiga gelas. Ia memilih kopi keliling premium lantaran kemasannya lebih mudah dibawa ke mana saja, seperti saat menongkrong ataupun ke kantor. Kemasannya yang menggunakan gelas plastik bertutup itu berbeda dengan kopi keliling biasa yang hanya menggunakan gelas plastik tanpa tutupan. Deni tidak mempersoalkan lingkungan tempat ia membeli kopi keliling premium. Ia tidak meminum kopinya di lokasi, tetapi menikmatinya di tempat yang nyaman. Dari sisi rasa, menurut Deni, kopi keliling premium tidak kalah dengan kopi yang dijual di gerai dengan harga yang lebih mahal. Begitu mudahnya penikmat kopi merasakan kopi bintang lima dari tangan para pedagang kaki lima. (Yoga)

UMKM MERAH PUTIH 2023 : Bank Mandiri & Jaringan Prima Targetkan 2.000 UMKM Go Digital Baru

HR1 15 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Bank Mandiri terus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat terus berkembang, memberikan nilai tambah, serta mampu untuk bersaing di pasar. Salah satunya upaya Bank Mandiri agar UMKM naik kelas yakni dengan menggelar kembali program UMKM Merah Putih 2023 bertajuk “Accelerate Growth Through Digital Innovation” hasil kolaborasi antara Bank Mandiri dengan PT Rintis Sejahtera (Jaringan Prima).Kegiatantersebut berlangsung pada 14—17 November 2023 di Assembly Hall, Menara Mandiri Lantai 9, Jakarta Selatan, dengan fokus pada peningkatan kemampuan adaptasi serta perkembangan bisnis terhadap ekosistem digital.Senior Executive Vice President Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso menjelaskan bahwa tren belanja masyarakat telah beralih dari offline ke online sehingga para pelaku UMKM harus bisa menyesuaikan diri dengan tren baru supaya bisa menjual produk unggulan mereka kepada lebih banyak orang. “Rangkaian acara UMKM Merah Putih merupakan wadah bagi para pelaku UMKM agar terus berkembang dan bertransformasi. Inisiatif ini juga selaras dengan program Pemerintah yang aktif untuk menyukseskan UMKM naik kelas dan Go Digital,” ujar Josephus dalam seremoni pembukaan di Jakarta, Selasa (14/11).Hadir pada seremoni pembukaan tersebut antara lain Staf Khusus III Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi UKM Siti Azizah, Penasihat Utama IIKBM Henny Darmawan, dan Advisor Marketing PT Rintis Sejahtera Hariyanto Djumali.Dalam program UMKM Merah Putih tahun ini diharapkan lebih dari 2.000 pelaku UMKM bisa Go Digital dan memaksimalkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan bisnis ke depan yang mampu berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Adapun UMKM yang terlibat antara lain puluhan UMKM Rumah Binaan (RB) Bank Mandiri dan Kementerian BUMN, mitra binaan Ikatan Istri Karyawan Bank Mandiri (IIKBM) dan Johnny Andrean Group serta alumni program Mandiri Sahabatku (MS) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Bank Mandiri juga berkolaborasi dengan mitra e-commerceTokopedia untuk mendukung transformasi digital para pelaku UMKM yang tergabung dalam UMKM Merah Putih agar bisa berjualan secara daring di Tokopedia.

Tuntaskan Program Sertifikasi Halal UMKM

KT3 14 Nov 2023 Kompas
Baru 5 % pelaku UMKM bidang kuliner binaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengantongi sertifikat halal. Pemprov DKI didesak segera memfasilitasi pelaku usaha bidang kuliner mendapatkan sertifikat halal minimal satu tahun ke  depan. Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM DKI Jakarta, pelaku usaha peserta JakPreneur mencapai 370.000 orang, 220.000 di antaranya  pelaku usaha di bidang kuliner. ”Dari data itu hanya 5 % yang mengantongi sertifikat halal,” ujar Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail, Senin (13/11). Ia meminta Pemprov DKI memfasilitasi pelaku usaha kuliner mendapatkan sertifikat halal. (Yoga)

”Laga” Seru Pelaku UMKM di Luar Stadion Piala Dunia U-17

KT3 11 Nov 2023 Kompas (H)

Tidak hanya pemain muda dari beberapa negara yang berlaga di Piala Dunia U-17, pelaku UMKM dari berbagai daerah tak kalah semangat ikut unjuk gigi. Pasangan suami-istri, Pratama Anggi Wibowo (30) dan Intan Ratnawati, percaya diri memasuki toko Bandung Kunafe di Soreang, Bandung, Jabar, Jumat (10/11) siang. Mereka membawa ratusan bungkus camilan stik keju dengan tiga varian rasa untuk dititipkan di toko oleh-oleh di samping Gedung Budaya Sabilulungan (GBS) itu. GBS vital selama Piala Dunia U-17 di Bandung pada 11-21 November. Keberadaannya menjadi pusat bus pengumpan atau shuttle penonton menuju Stadion Si Jalak Harupat, tempat laga digelar. ”Rencananya kami akan memasok hingga 5.000 bungkus aneka produk camilan selama Piala Dunia U-17,” kata Pratama, produsen berbagai produk camilan dan beragam kerajinan tangan itu.

Agus Asmara (52), produsen kopi luwak di Kabupaten Bandung, juga tak mau kehilangan peluang mencetak cuan. Ayah tiga anak ini berencana berjualan di tenda yang disiapkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung di GBS. Selama dua hari, Agus dan lima karyawannya menyiapkan 100 kemasan produk kopi luwak dan arabika buatannya. Ia menempelkan merek Kopi Lembah Cimanong, merujuk perkebunan kopi milik sendiri seluas satu hektar di Ciwidey. Agus menjual kopi dalam bentuk biji sangrai dan bubuk siap seduh. Ia juga turut menjual minuman kop ”Kami menargetkan keuntungan hingga Rp 10 juta se- lama perhelatan Piala Dunia U-17. Jumlah itu tiga  kali lipat dari penjualan daring dan ikut bazar,” tuturnya.

Di Surabaya, Jatim, penjualan jersei sepak bola tim Indonesia untuk Piala Dunia U-17 tak kalah menggeliat. Penjualan jersei tiruan tersebut berjarak 6-7 kilometer dari Stadion Gelora Bung Tomo. Stadion ini satu dari empat venue Piala Dunia U-17. ”Aduh, berat kalau lokasi jualan jauh begini. Semoga saja bisa banyak laku,” harap Deden Firmansah, penjual jersey Indonesia dari Bandung, Jumat petang, di Surabaya. Jersei tiruan tersebut dijual Rp 100.000-Rp 200.000. Kepala UPTD PLUT Kabupaten Bandung Dewi Windiani memaparkan, selama Piala Dunia U-17, UMKM akan difokuskan di area GBS. Pihaknya menyediakan 8 tenda yang bisa menampung 16 pelaku usaha. Bupati Bandung Dadang Supriatna menambahkan, penonton di Piala Dunia U-17 di Jalak Harupat diperkirakaan 10.000 orang tiap laga. Ia yakin ajang ini akan memberi manfaat bagi ekonomi warga. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, di penjualan pernak-pernik Piala Dunia U-17, ada keterlibatan UMKM Surabaya. (Yoga)

Suka Duka Usaha Desa

KT3 11 Nov 2023 Kompas (H)

Setelah tamat SMA, Nina Safitri bekerja di pabrik tapioka. Dua tahun kemudian ia pindah ke pabrik pupuk organik, lalu berhenti karena menikah. Terbiasa bekerja, Nina akhirnya memutuskan aktif dalam kelompok perempuan, melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Program ini bertujuan mengatasi kemiskinan di desa-desa dan memperluas lapangan kerja di bawah naungan Kemendagri. Pada 2014 PNPM dibubarkan. Pemerintah Indonesia membentuk Kemendes, PDTT untuk menangani masalah di perdesaan. ”Kami seperti anak ayam kehilangan induk,” kata Nina, mengenang masa transisi itu. Ia lega ketika Permendes PDTTi No 15/2021 menetapkan transformasi eks PNPM menjadi badan usaha milik desa bersama atau disingkat bumdesma.

Nina kini Direktur Bumdesma Barokah Jaya di Kecamatan Baron, Nganjuk, Jatim. Pada 2021, Bumdesma Barokah Jaya memperoleh bantuan modal dari Kemendes PDTT untuk program peternakan terpadu.Ada hewan ternak, ada kebun. Kotoran ternak diproduksi menjadi biogas dan kompos. Lingkungan akan terbebas dari limbah. Lokasi peternakan diputuskan melalui musyawarah dengan 11 kepala desa di Kecamatan Baron: di Agrowisata Onokabe, Dusun Kuniran, Desa Jekek. Luas Onokabe empat hektar berada di tanah milik desa, yang disebut tanah bengkok. Sebelas desa di Kecamatan Baron diminta pihak kementerian menyertakan modal masing-masing Rp 100 juta dari dana desa untuk bumdesma. Program peternakan diharapkan berjalan lancar dan desa-desa memperoleh manfaat. Tujuan strategisnya adalah ketahanan pangan.

Usaha Bumdesma Barokah Jaya ada tiga, yaitu simpan pinjam, yang praktiknya hanya meminjamkan, peternakan terpadu, dan kredit barang. Pengembalian dana pinjaman tak memberatkan peminjam. Pemerintah memberi masyarakat modal tanpa jaminan agar selamat dari jeratan bank kecil ataupun tengkulak. Ini tujuan utama bantuan. Hal itu memengaruhi cara menagih, menurut Nina. ”Kalau menagih pinjaman, tidak boleh kasar.” Bunga pinjaman dipatok 1,5 %. Bumdesma mengambil 1,2 %, sedangkan 0,3 % dikelola dan dikembalikan manfaatnya kepada kelompok penerima pinjaman. Tantangan Bumdesma Barokah Jaya saat ini adalah membuka lapangan kerja untuk warga. Meski UMKM cukup populer, penjualan terbanyak didapat saat pameran produk saja. Sementara warga desa membutuhkan pekerjaan yang hasilnya bisa didapat setiap hari. (Yoga)

CUAN DARI BISNIS KULINER DI KOTA MEDAN

KT3 10 Nov 2023 Kompas

Budaya kuliner masyarakat urban di Kota Medan menjadi peluang bisnis bagi orang-orang yang jeli. Usaha makanan dan minuman menjamur di mana-mana di kota ini, mulai dari mi balap, lontong, kedai kopi, hingga warung teh susu telur. Hari masih gelap, Irsan Lubis (40) sibuk memasak mi balap di Jalan Willem Iskandar, Medan, Sumu, Rabu (8/11) pukul 05.00. Ia buka lebih awal menyasar pedagang di Pasar Raya MMTC. ”Harus pandai-pandai cari celah agar usaha bisa jalan. Persaingan usaha kuliner di Medan itu sangat ketat,” kata Irsan. Sudah lebih dari tiga tahun Irsan jualan mi balap. Dia berjualan di Jalan Willem Iskandar, atau Jalan Pancing, karena di sana banyak pekerja, mahasiswa, dan pedagang pasar. Tak kurang dari 15 pedagang mi balap berjejer di 3 kilometer Jalan Willem Iskandar, rasanya juga enak-enak. Tapi, Irsan optimistis bisa bersaing. Dia berfokus untuk menang di rasa. Setelah mencoba beberapa resep dan melakukan perbaikan-perbaikan, dia menemukan resep memasak yang lebih pas dilidah dan di kantong masyarakat urban Medan. Tiga tahun membuka usaha, dagangan Irsan kian diminati. Dalam sehari, tidak kurang dari enam baskom besar mi ludes dia jual. Menu paling laris adalah mi balap standar. Beberapa memilih tambahan telur dadar  dengan tambahan harga Rp 3.000.

Target pasar dan kawasan memang sangat menentukan menu dan harga mi balap. Mi balap seafood justru jadi favorit di warung Mi Balap Mail di Jalan Gunung Krakatau. Maklum, targetnya masyarakat kelas menengah. Warung itu berada di kawasan pusat bisnis. ”Salah satu menu favorit di warung kami ini adalah mi balap seafood, tetapi soal harga kami sebenarnya tetap bersaing,” kata Edu Gunanda (26), juru masak Mi Balap Mail. Mi Balap Mail adalah yang paling laris di Medan. Dua juru masaknya tak henti-henti memasak mi balap dari pagi sampai siang. Satu kuali besar mi bisa ludes dalam sekejap dan langsung lanjut memasak mi lagi. Sekali memasak bisa sampai 16 porsi. ”Salah satu keunggulan kami adalah telurnya yang banyak. Untuk sekali masak 16 porsi, kami buat hampir 40 butir telur. Jadi, satu porsi itu lebih dari dua butir telur orak-arik,” kata Edu. Satu porsi mi balap standar dijual Rp 10.000. Sementara mi balap sea food dijual Rp 22.000 per porsi. Namun, udang dan potongan cuminya terbilang banyak untuk ukuran harga itu. Antropolog Universitas Negeri Medan, Erond Litno Damanik, mengatakan, usaha kuliner memang tak pernah mati di tengah masyarakat Kota Medan. Kuliner berkembang sesuai budaya dan kondisi sosiologis masyarakat kota. (Yoga)

Gultik, dari Konsumen Kelas Bawah sampai ”Blink-blink”

KT3 05 Nov 2023 Kompas (H)

Gulai tikungan atau gultik tak Cuma terkonsentrasi di Blok M, Jakarta. Sudut-sudut lain turut dirambahi, hingga kota yang jauh dari asal-usulnya. Murah meriah. Gultik bergeming dari gerusan zaman. Konsumennya kelas jelata sampai perlente alias blink-blink. Mudah saja berkunjung ke Blok M, Jakarta. Bisa dengan MRT, Transjakarta, atau ojek dan taksi daring. Pensiunan ASN, Tuti Meindarwati (60), bersama lima temannya memilih naik Transjakarta dari SCBD, Rabu (1/11), lalu berjalan kaki sebentar, tibalah di persimpangan Jalan Mahakam dan Jalan Bulungan. Pusat gultik itu tak ubahnya jejeran pedagang kaki lima yang mengokupasi trotoar. Puluhan pedagang mulai menggelar lapaknya pada pukul 15.00 dan 16.00, tapi ada pula yang baru berjualan sekitar pukul 21.00. Gultik mulai dijual pada tahun 1990-an. Suatu masa, pedagang di Blok M mengajak pedagang lain ikut berjualan. Ramailah pedagang gultik di sana hingga sekarang.

Sepiring gultik biasanya berisi sedikit nasi, yang disiram kuah gulai dengan beberapa potong daging. Beberapa pedagang juga menyertakan gajih sapi. Setelahnya, nasi gultik dilengkapi segenggam kerupuk dan taburan bawang goreng. Kuah santan yang dimasak bersama bumbu-bumbu halus, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, dan daun jeruk, itu terasa gurih. Dagingnya pun empuk. Dengan beberapa suapan saja, sepiring gultik porsi minimalis tandas.”Rasanya enak dan yang penting, harganya pas untuk kantong pensiunan,” kata Tuti. Selain nikmat, makan gultik di pinggir jalan juga punya sensasi tersendiri. Pelanggan bisa makan sambil mengamati dinamika kota: kendaraan yang tak henti berlalu lalang, deru mesin, bising tukang tahu bulat, pengemis dan pemulung yang hilir mudik, hingga suara bel sepeda penjual kopi keliling alias starling.

Gultik pun jadi makanan favorit muda-mudi yang habis jalan-jalan di akhir pekan atau setelah menjejakkan kaki tempat hiburan malam. Maklum, gultik biasanya buka hingga dini hari atau pukul 03.00-04.00. Pada hari biasa, gultik mulai ramai pukul 20.00-21.00. Konsumen gultik datang dari beragam lapisan masyarakat. Ada mahasiswa, pekerja kantoran, anak tongkrongan, artis, pejabat, hingga atlet. Ada yang dating dengan pakaian kasual, ada pula yang makan gultik sambil menenteng tas Dior dan Louis Vuitton. Walakin, semuanya melebur ketika duduk di kursi plastik pedagang gultik. ”Food vlogger, artis, sampai atlet timnas (sepak bola) yang lagi libur pernah makan di sini,” kata Bebek (27), salah satu pedagang gultik di Blok M. Muhammad Gunawan alias Gugun, gitaris Gugun Blues Shelter (GBS), misalnya, sudah memfavoritkan sentra gultik itu untuk nongkrong. Sejak masih kuliah, awal 1990-an, sampai saat Gugun berpacaran dengan Rohmah Dianingkarti alias Ansi, istrinya sekarang. Kebiasaan jajan gultik berlanjut sampai Gugun Blues Shelter terkenal. (Yoga)

Jakarta dalam Sepiring Gultik

KT3 05 Nov 2023 Kompas

Sepiring gulai tikungan alias gultik di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, telah merekam rupa-rupa wajah Jakarta dalam tiga dekade terakhir. Ia melalui krisis ekonomi, pandemi Covid-19, dan meniti pemulihan pasca-krisis sambil jadi ”media darling”. Dapur Budi Nugroho (34) mulai menunjukkan tanda kehidupan pukul 10.00 pagi, Jumat (3/11). Ada yang memasak nasi, menggoreng kerupuk, menyiapkan 400 tusuk sate telur puyuh, kulit ayam, bakso, dan ampela. Ada yang merebus daging sapi sampai empuk selama sekitar 1 jam, lalu dipotong tipis-tipis dan ditumis dengan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, lengkuas, kemiri, ketumbar, dan kunyit. Setelah bumbu meresap di daging, santan dimasukkan dan dimasak hingga mendidih. Itulah pembuatan gulai khas Sukoharjo, Jateng. Walakin, Budi yang berasal dari Sukoharjo ini nyaris tak menemukan warung nasi gulai di sana.

Pegiat sekaligus penulis produktif buku-buku kuliner Nusantara, Kevindra Soemantri, menyebut gultik sebagai contoh sempurna kuliner urban sebuah kota besar seperti Jakarta. Kuliner urban biasanya hadir sejalan dengan proses migrasi. ”Mereka mengakui awalnya gultik dari seorang pedagang nasi gulai asal Sukoharjo yang berjualan di sekitar Jalan Lumandau, tak jauh daritempat gultik yang terkenal sampai sekarang,” ujar Kevindra. Budi sendiri pedagang gultik generasi ketiga di keluarganya. Ia mewarisi usaha ini dari bapak mertuanya sejak 2016. Gultiknya dijual di atas trotoar di persimpangan Jalan Mahakam-Bulungan, Blok M. Ia mulai berjualan mulai jam pukul 16.00 sore hingga sekitar pukul 03.00-04.00 pagi.

Dalam sehari, mereka tidur hanya lima jam demi melayani para warga Jakarta yang tak kunjung tidur. Jumlah porsi yang terjual pada hari biasa dan akhir pekan pun bisa selisih hingga ratusan porsi. ”Contoh  dari sate saja. Di hari biasa saya bawa 400 tusuk. Kalau malam Sabtu bisa 500-600 tusuk, dan kalau malam Minggu 750-800 tusuk,” ucap Budi. Walau jumlah konsumen gultik ratusan hingga ribuan orang, kondisi penjualan gultik di Blok M dinilai belum kembali normal. Menurut para pedagang, masa penjualan sebelum pandemi Covid-19 jauh lebih baik ketimbang sekarang. Sebelum pandemi, tidak akan ada kursi kosong selama jualan. Setelah tengah malam pun dagangan tetap diserbu konsumen. Adapun seporsi gultik dijual seharga Rp 10.000. (Yoga)

Pembangunan Pasar UMKM di Lampung

KT3 01 Nov 2023 Kompas
Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan 14 badan usaha mikro, kecil, dan menengah di bawah Kementerian BUMN memulai pembangunan pasar UMKM di kompleks Pusat Kegiatan Olahraga Way Halim, Bandar Lampung. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Selasa (31/10/2023), mengatakan, saat ini ada 273.457 unit usaha UMKM di provinsinya. Pembangunan pasar itu untuk memajukan para pengusaha UMKM itu. (Yoga)

Ekonomi Sirkular di Kampung Bandeng

KT3 01 Nov 2023 Kompas

Sejak pagi, sejumlah pedagang ikan bandeng hilir mudik di lingkungan RT 017 RW 004, di Desa Kalanganyar, Sidoarjo, Jatim. Mereka mengantarkan ikan-ikan segar kepada para ibu yang tengah berdiam di rumah masing-masing, Minggu (29/10).  Zulfa (40), salah satu ibu rumah tangga, mengatakan sehari bisa mengerjakan jasa cabut duri pada 25-30 ikan bandeng segar dengan upah Rp 1.500 per ekor. Jika dikalkulasi, penghasilannya Rp 45.000 per hari. Hampir setiap hari ada pedagang ikan yang memanfaatkan jasanya. ”Di sini ibu-ibu sudah punya pelanggan pedagang ikan. Lumayan buat nambah uang belanja kebutuhan rumah tangga,” ujar Zulfa yang sudah 13 tahun bekerja sebagai pencabut duri ikan di rumah.

Koordinator Kucari, akronim dari Kampung Cabut Duri Desa Kalanganyar, Ahmad Arif Wibowo  mengatakan, di lingkungan RT 017 RW 004 saja terdapat 36 usaha cabut duri dari total 40 keluarga.  Usaha itu dikelola para perempuanibu rumah tangga dengan bekerja di sela kesibukan mengurus suami, anak-anak, rumah, dan kehidupan sosial masyarakat. ”Para ibu rumah tangga ini bisa memiliki penghasilan sendiri dan menambah pendapatan keluarganya,” ucap Arif. Anggota BPD Kalanganyar ini menambahkan, selain di RT 017 RW 004, usaha cabut duri juga ditekuni sebagian besar ibu rumah tangga di desanya. Mereka tidak hanya melayani pedagang ikan, tetapi juga para pemancing ikan di wisata kolam pemancingan. Wisata pemancingan ikan jadi salah satu destinasi wisata unggulan di Desa Kalanganyar. Obyek wisata ini terintegrasi dengan wisata kuliner ikan bakar dan aneka makanan olahan bandeng, seperti otak-otak, bandeng presto, bandeng asap, sambal bandeng asap, serta kerupuk ikan bandeng. (Yoga)