UMKM
( 688 )UMK Dominasi Investasi
Dua tahun terakhir ini, jumlah investasi di Indonesia naik
cukup signifikan. Sebagian besar, sampai 92 %, didominasi usaha skala mikro dan
kecil. Meski kalah dari segi nilai, investasi UMK ini dapat menyerap tenaga
kerja lebih banyak dari usaha menengah dan besar. Berdasarkan data Kementerian Investasi / BKPM, selama periode 4 Agustus
2021 sampai 27 November 2023, sejak diterapkan sistem perizinan usaha daring yang terintegrasi dan berbasis risiko
(online single submission risk based approach/OSS-RBA), total ada 12,71 juta
investasi yang terdaftar di Indonesia. Sebanyak 92 % merupakan investasi di UMK.
Jumlah itu terdiri dari 7,13 juta investasi UMK perseorangan (56,10 % dari
total investasi yang masuk) dan 4,54 juta investasi UMK berbadan usaha (35,78 %).
Adapun investasi oleh usaha skala menengah dan besar hanya 8,11 % dari total investasi
yang terdiri dari 50,18 juta usaha non-UMK perseorangan (0,39 %) dan 981.000
usaha non-UMK badan usaha (7,72 %).
Sejalan dengan itu, NIB yang diterbitkan pun didominasi UMK.
Dari total 6,59 juta NIB yang keluar pada periode yang sama, sebesar 98,96 %
adalah NIB untuk UMK. Mayoritas merupakan NIB usaha mikro (96,2 %) dan usaha kecil
(2,76 %). Mayoritas investasi UMK yang masuk bergerak di sector perdagangan
eceran yang risiko usahanya rendah, sector jasa lainnya, konstruksi, atau investasi
manufaktur kecil dan sederhana, seperti alas kaki dan tekstil rumahan. Direktur
Deregulasi Penanaman Modal Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal
BKPM Dendy Apriandi, Selasa (28/11) seusai diskusi bertema ”OSS-RBA Terkini:
Upaya Perbaikan dan Tantangan Implementasi di Daerah” yang diselenggarakan
Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD). di Jakarta, mengatakan,
investasi UMK hanya banyak dari segi jumlah, tetapi nilainya tidak terlalu
besar. (Yoga)
Tarif Pajak Normal bagi UMKM Berlaku Mulai 2024
Tarif Pajak Penghasilan final sebesar 0,5 % untuk sebagian
UMKM, yang berlaku sejak 2018, akan selesai masa berlakunya akhir Desember
2023. Pemerintah akan menerapkan tarif normal mulai awal 2024. Dirjen Pajak Suryo
Utomo mengatakan, pemerintah akan menerapkan tarif normal Pajak Penghasilan (PPh)
final bagi sebagian UMKM mulai 2024. Untuk itu, pemerintah mulai melakukan edukasi
dan sosialisasi. ”Kami berusaha konsisten menjalankan yang sudah diatur dalam
PP (peraturan pemerintah). Pada masanya, UMKM harus naik kelas mengikuti model
penghitungan pajak secara normal, dan ini yang sedang terus kami lakukan
edukasi dan penjelasannya,” kata Suryo, Minggu (26/11).
PP Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan
dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran
Bruto Tertentu, serta PP No 55 Tahun 2022, mengatur ketentuan tarif pajak final
terhadap UMKM berikut periodenya. Melalui kebijakan yang berlaku sejak 2018
ini, UMKM mendapat pengurangan tarif PPh final dari sebelumnya 1 % menjadi 0,5
%. Keringanan ini diberikan untuk wajib pajak UMKM yang memiliki omzet usaha di
bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun. Sejak 2022, UMKM yang omzet usahanya di
bawah Rp 500 juta dibebaskan sama sekali dari PPh. Adapun sebagian UMKM akan
kembali dikenai tarif PPh final normal mulai tahun depan, bisa berupa wajib
pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan, seperti koperasi, firma, CV, PT,
dan perseroan perseorangan. (Yoga)
Standardisasi Produk Impor Perlu Diperkuat
Pemerintah perlu memperkuat pengawasan pemberlakuan
ketentuan standardisasi produk impor yang akan dijual di dalam negeri, menyusul
penetapan harga minimum 100 USD barang impor yang boleh diperdagangkan di
platform e-dagang. Dalam jangka panjang, pemerintah juga perlu memiliki peta jalan
pengembangan industri dalam negeri agar
produk lokal bisa bersaing dengan produk impor. Menurut Dewan Pembina Asosiasi
E-Commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa, Jumat (24/11) di Jakarta, kebijakan
harga minimum 100 USD barang impor yang boleh diperdagangkan di platform
e-dagang sebenarnya bertujuan melindungi konsumen. Lantaran tujuannya positif,
pemerintah semestinya menguatkan pemberlakuan ketentuan standardisasi produk,
seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan ketentuan yang dikeluarkan Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, lanjut dia, pemerintah sebaiknya
mulai menyusun peta jalan memajukan industri dalam negeri untuk mengembangkan
produk-produk impor yang laku keras diperjualbelikan di platform e-dagang.
Pengembangan itu mulai dari proses manufaktur, desain produk,
hingga pelibatan UMKM atau dengan industri kecil menengah (IKM). ”Para
pengelola platform e-dagang, seperti lokapasar, biasanya memiliki data produk apa
saja yang paling banyak laku dibeli konsumen. Pemerintah semestinya bisa menggandeng
mereka untuk menyusun peta jalan tersebut,” ujar Daniel. Hal senada disampaikan
Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose
Rizal Damuri. Menurut dia, pemerintah sebaiknya sibuk meningkatkan kapasitas
industri dalam negeri, seperti memfasilitasi produk-produk yang diproduksi
industri besar ataupun UMKM/IKM bisa mendapatkan sertifikasi nasional dan
internasional. Ia meyakini bahwa belum banyak perusahaan dalam negeri mengantongi
sertifikasi produk bertaraf internasional. (Yoga)
Kemkop UKM Usulkan Syarat Hapus Tagih UMKM
Pemerintah terus menggodok aturan hapus tagih kredit UMKM. Terbaru, Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan tambahan potensi nilai hapus tagih mencapai Rp 10,96 triliun dari yang terdampak bencana.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berujar, nilai ini dihitung berdasarkan debitur yang mengalami bencana gempa bumi 2006 dan pandemi Covid-19. Hanya saja, hal ini belum dibahas lebih lanjut dalam rapat kabinet. Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Teten merinci, potensi dari bencana gempa bumi 2006 senilai Rp 30,22 miliar dengan 11 debitur. Nah, debitur tersisa ini berharap 100% kreditnya dihapus tagih. Teten menambahkan, pihaknya telah mengusulkan beberapa kriteria untuk memilih debitur yang bisa dilakukan hapus tagih UMKM. Di antaranya, piutang telah macet dengan masuk dalam golongan lima dan sudah dilakukan hapus buku. Minimal usia hapus buku sekitar 10 tahun.
Usul lainnya, debitur sudah membayar angsuran pertama dengan batas maksimal pinjaman Rp 500 juta. Dan, tidak ada agunan bernilai uang untuk dijual. Kriteria lain, debitur sudah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris.
Sebelumnya, Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo mengaku belum bisa memproyeksikan berapa nilai kredit BTN yang bisa dihapus tagih. Per September 2023, BTN telah melakukan hapus buku kredit Rp 2,7 triliun. Sekitar Rp 300 miliar di antaranya kredit UMKM.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menimpali, implementasi hapus tagih perlu peraturan pelaksana. Ini untuk menentukan kriteria nasabah yang bisa dihapustagih.
Program Populis Pemutihan Utang UMKM
Kredit UMKM Bakal Dipacu
Industri perbankan berkomitmen mengoptimalkan penyaluran kredit
kepada sektor UMKM. Hal ini dilakukan melalui pengembangan infrastruktur
digital dan kebijakan pemerintah. Dirut PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) Henoch
Munandar mengatakan, pihaknya akan terus mendorong penyaluran kredit kepada
segmen UMKM yang saat ini cenderung melambat. Meski ruang gerak yang dimiliki
tidak seleluasa bank pemerintah, BTPN optimistis dapat mendorong penyaluran kredit
UMKM, salah satunya dengan mengembangkan infrastruktur digital. ”Menurunnya
penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) ini mencerminkan kegiatan usaha di segmen
tertentu terbatas. Namun, pembiayaan mikro kami tahun ini justru meningkat
hampir 60 %. Kami akan terus meningkatkan penyaluran kredit UMKM dengan
berbasis infrastruktur digital (digital mikro) sebagai strategi mengatasi
kekurangan infrastruktur masing-masing bank,” katanya seusai acara BTPN
Economic Outlook 2024, di Jakarta, Rabu (22/11).
Peningkatan pembiayaan mikro yang cukup signifikan tersebut salah satunya karena dasar (base)
penyaluran kredit BTPN relatif lebih rendah ketimbang bank pemerintah lainnya.
Selain itu, transformasi digital melalui produk Jenius juga semakin mempermudah
korporasi dalam melakukan penetrasi terhadap segmen mikro. Henoch menambahkan, BTPN
optimistis pada 2024 dapat mencatatkan pertumbuhan produk digital mikro pada
level dua digit atau mencapai 40 %. Hal ini sejalan dengan ketentuan BI yang
mengamanatkan perbandingan kredit UMKM terhadap keseluruhan kredit perbankan sebesar
30 %. Saat ini rasio kredit UMKM BTPN tercatat 29 persen. Komitmen serupa turut
digaungkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Selama periode
Januari-Oktober 2023, BRI telah menyalurkan KUR Rp 123,51 triliun kepada 2,7
juta debitor atau 63 % dari target yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni Rp
194,4 triliun. (Yoga)
Penyaluran KUR 80 Persen dari Target
UMKM Malaysia Berkolaborasi di Indonesia
BOROBUDUR MARATHON, Pelari Antusias, Pelaku UMKM Dulang Rezeki
Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng bakal digelar
di kawasan Borobudur, Magelang, Minggu (19/11). Sejumlah pelaku UMKM bidang kuliner
pun turut mendulang rezeki dari ajang tersebut Jumlah peserta lomba lari 10.000
orang dan terbagi ke dalam tiga kategori, yakni 10 kilometer, separuh maraton,
dan maraton. Pada Jumat (17/11) dan Sabtu (18/11) digelar race pack collection
atau pengambilan perlengkapan lomba Borobudur Marathon di Hotel Artos,
Magelang. Dalam kesempatan yang sama, digelar acara race expo yang menawarkan
beragam produk, termasuk sejumlah kuliner khas Magelang. Sejumlah pelari yang
ditemui saat race pack collection mengaku antusias mengikuti Borobudur
Marathon. Bahkan, beberapa pelari yang sudah tergolong lanjut usia pun menyatakan
siap memeriahkan Borobudur Marathon. Triono (65), salah seorang peserta
Borobudur Marathon kategori separuh maraton, mengaku siap berkompetisi dalam lomba
tersebut. Tahun ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti Borobudur Marathon.
Tahun lalu, dia mengikuti kategori separuh maraton. Oleh karena itu, dia
menargetkan bisa finis dengan catatan waktu lebih baik pada tahun ini.
Sejumlah pelari memanfaatkan kesempatan mengikuti Borobudur
Marathon untuk berwisata. Arrahmana (27), pelari asal Tangerang Selatan, menyebut,
dirinya sempat berjalan-jalan dan menyantap sop senerek yang merupakan kuliner
khas Magelang. Sejumlah pelaku UMKM kuliner asal Magelang pun turut mendulang
rezeki dari antusiasme pelari yang mengikuti Borobudur Marathon 2023. Selama
berjualan di acara race expo Borobudur Marathon 2023, mereka mengaku mendapat pemasukan
yang lumayan. Salah satu UMKM asal Magelang yang ikut berjualan dalam acara itu
adalah Kupat Tahu Yu Nah. Pemilik usaha Kupat TahuYu Nah, KevinRivera (30),
mengatakan, antusiasme para pelari untuk membeli kuliner khas Magelang sangat
tinggi. ”Sampai saya enggak bisa duduk istirahat. Yang beli ada dari Lampung,
Banten, dan Kalimantan,” ujarnya. Kevin menuturkan, pada Jumat ada 74 porsi
kupat tahu terjual, dengan harga Rp 15.000 per porsi. Sementara pada Sabtu, ada
94 porsi terjual hingga siang. (Yoga)
Pemberdayaan UMKM Hadapi Sejumlah Tantangan
Pilihan Editor
-
BI Masih Kaji Penerbitan Uang Digital
21 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022









