;
Tags

UMKM

( 686 )

Buka UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Presiden Joko Widodo Apresiasi Keberpihakan BRI Majukan UMKM

HR1 08 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dalam mendorong pemberdayaan dan pendampingan pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM, memperoleh apresiasi tinggi dari Presiden Joko Widodo.Saat menghadiri pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-128 Bank Rakyat Indonesia (BRI), Presiden Jokowi menegaskan peran penting pelaku UMKM sebagai penopang ekonomi nasional. “61% PDB nasional disumbang oleh UMKM dan 97% tenaga kerja di Indonesia diserap oleh UMKM. Oleh karenanya, saya menghargai dan mengapresiasi event ini, karena produk yang ditampilkan dikurasi sangat baik. Kemasan dan branding serta yang paling penting BRI mempertemukan UMKM dengan para buyer,” kata Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan pen tingnya pelaku UMKM naik kelas, lebih terampil dalam pemanfaatan teknologi atau go digital, dan mampu menembus pasar internasional atau go internasional. “UMKM harus mampu menguasai pasar lokal namun tidak melupakan pasar global,” kata Presiden Joko Widodo.Senada dengan Presiden, Menteri BUMN RI Erick Thohir yang turut hadir pada acara tersebut mengungkapkan berbagai program yang telah diterapkan oleh BRI, termasuk program pemberdayaan seperti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, terbukti sukses memutar perekonomian. Melalui program tersebut diharapkan menum buh kembang kan pelaku UMKM dan meningkatkan ekspor nasional. BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-5 dengan mengambil tema “Crafting Global Connection” atau Merakit Koneksi Global.Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan program UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 menjadi langkah konkret perseroan sebagai lembaga keuangan yang turut bertanggung jawab memajukan UMKM Indonesia. Dalam UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, BRI mengajak 700 UMKM yang telah melewati proses terkurasi.Terdapat lima kategori UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR tahun ini yang dapat berpartisipasi yakni Home Decor & Craft, Food & Beverage, Accessories & Beauty, dan Fashion & Wastra, serta Healthcare/Wellness.

Buka UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Presiden Joko Widodo Apresiasi Keberpihakan BRI Majukan UMKM

KT1 08 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Presiden RI Joko Widodo menghadiri pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, rangkaian dari HUT ke-128 BRI, yang diselenggarakan di jakarta Convention center pada tanggal 7 s.d 10 Desember 2023. Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengapresiasi komitmen BRI untuk terus mendorong peberdayaan dan pendampingan UMKM di Indonesia. Dalam sambutannya, Presiden jokowi mengungkapkan bahwa UMKM merupakan penopang ekonomi nasional. "61% PDB nasional disumbangkan oleh UMKM dan 97% tenaga kerja di Indonesia diserap oleh UMKM. Oleh karenanya saya menghargai dan mengapresiasi event ini, karena produk yang ditampilkan dikurasi sangat baik. Kemasan dan branding serta yang paling penting BRI mempertemukan UMKM dengan para buyer, imbuhnya. (Yetede)

"KEUMAMAH” ACEH, MENGOLAH IKAN BUANGAN JADI BERKELAS

KT3 07 Dec 2023 Kompas

Pengolahan ikan menjadi keumamah atau disebut ikan kayu di Provinsi Aceh diwariskan secara turun-temurun. Memanfaatkan ikan ”buangan” dari pasar ekspor dan domestik, keumamah tetap tidak kalah pamor. Usaha ikan olahan yang diberi nama Puteh Meulu di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, ini telah berusia 45 tahun. Meski dianggap kuliner tradisional, keumamah Puteh Meulu laku keras di pasaran. Bahkan, pada momen tertentu tidak mampu memenuhi permintaan. ”Ikan-ikan yang tidak lewat ke pabrik karena kepalanya putus atau koyak kami beli untuk diolah menjadi keumamah,” ujar Mukhtar (42), pengelola usaha Puteh Meulu, Selasa (5/12). Pagi itu, Mukhtar menjemur ikan tongkol di atas jaring kawat, untuk bahan baku keumamah.

Keumamah mampu bertahan hingga setahun. Ikan-ikan tersebut dibeli dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo yang berjarak 1 km dari lokasi usaha Puteh Meulu. Setiap pagi, Mukhtar memburu ikan segar ke pelabuhan. Meski dianggap ikan buangan, ikan tersebut masih segar karena baru dibongkar dari kapal. Untuk menghilangkan bau amis, ikan itu dilumuri garam dan jeruk nipis, lalu direbus 30 menit menggunakan kayu bakar. Saat perebusan, Mukhtar menambahkan rempah, seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih. Ada satu rempah khusus dalam keumamah Aceh, yakni asam sunti alias belimbing wuluh kering. Ikan yang sudah direbus lalu dibelah dan tulangnya dipisahkan. Kemudian ikan-ikan itu dijemur di bawah terik matahari langsung selama tiga hari. Setelahnya, ikan tersebut mengeras dan siap dipasarkan. Satu kg keumamah Puteh Meulu dijual Rp 35.000. Sekali produksi mencapai 35 kg. Namun, produksi tergantung ketersediaan ikan segar di pelabuhan. (Yoga)

Kredit Bermasalah UMKM Meningkat

KT3 06 Dec 2023 Kompas

Rasio kredit bermasalah pada segmen UMKM merangkak naik menjelang berakhirnya masa restrukturisasi kredit Covid-19. Kendati demikian, industri perbankan dinilai cukup tangguh dalam memitigasi potensi yang muncul tersebut.  Mengutip data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia Oktober 2023, penyaluran kredit UMKM oleh bank umum pada September 2023 tercatat tumbuh 8,33 % secara tahunan dengan outstanding mencapai Rp 1.426 triliun atau 20,65 % terhadap total kredit perbankan. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) kredit UMKM selama periode tahun kalender terlihat merangkak naik hingga berada di level 3,87 % pada September 2023.  

Pada akhir tahun 2022, NPL kredit UMKM berada pada level 3,41 %. Ekonom senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, Selasa (5/12) berpendapat, kenaikan NPL kredit UMKM tersebut diduga akibat kinerja sektor UMKM yang belum mampu beradaptasi dengan perubahan dunia bisnis, terutama digitalisasi. Selain itu, kualitas produk turut berpengaruh terhadap daya saing pelaku UMKM. ”Semua itu berujung pada ketidakmampuan debitor UMKM memenuhi kewajibannya dan terjadilah NPL yang harus ditanggung oleh bank. Maka, bank harus membimbing dan membina debitor UMKM-nya agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan sehingga pelaku usaha lebih tangguh dan mampu mencetak keuntungan,” tuturnya. (Yoga)

2024, Pemerintah Optimistis 30 Juta UMKM Lakukan Transformasi Digital

KT1 05 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah yakin bahwa 30 juta usaha UMKM dapat melakukan transformasi digital pada 2024. Upaya transformasi digital tersebut merupakan bagian dari pilar  strategi untuk mencapai  Visi Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut menunjukkan fokus terhadap pergeseran ekonomi menuju ekonomi digital yang berkelanjutan. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahudin mengatakan,  mutu produk akan meningkatkan daya saing UMKM di pasar global. "Menurut saya UMKM go digital  masih optimis ini akan tercapai (30 juta UMKM on boarding) karena sudah lebih dari 27 juta yang sudah go digital. Saya tekankan pada teman-teman di kementerian/lembaga yang terpenting bukan  hanya go digital tetapi bagaimana produk UMKM bisa terjual bahkan bisa menjadi global champion," kata Rudi. (Yetede)

Cerita Tali di Karama

KT3 03 Dec 2023 Kompas

Desa Karama di Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, punya kisah tentang tali. Ini tentang limbah tali yang diolah kembali menjadi tali baru dan sebagian besar dikerjakan kaum perempuan, yang sudah dilakoni sebagian warga selama puluhan tahun. Konon, penamaan Paotere, pelabuhan pendaratan ikan terbesar di Makassar, terinspirasi dari pekerja tali ini. ”Otere bahasa Makassar yang berarti tali. Paotere adalah pembuat tali. Ini merujuk pada pembuatan tali yang saat itu banyak dilakukan warga Tinambung di Paotere. Dulu, mereka mengerjakan tali di sana. Lama kelamaan dibawa pulang dan dikerjakan di kampung,” kata Ridwan Alimuddin, pegiat literasi yang juga kelahiran Tinambung. Limbah tali yang diolah umumnya tali bekas kapal yang berasal dari berbagai pelabuhan. Tali diurai untuk dipisahkan bagian yang rusak. Membuat tali baru dilakukan dengan memilin bagian yang masih bagus menjadi untaian tali kecil.

Selanjutnya tali kecil ini dipilin lagi dan disatukan hingga menjadi tali berukuran besar. Pengerjaan ataupun alat yang digunakan sederhana. Di Desa Karama, kaum perempuan berperan besar dalam usaha limbah tali ini. Mereka bekerja berkelompok dengan jumlah 6-8 orang per kelompok, sejak pagi hingga pukul 17.00, rata-rata setiap kelompok menyelesaikan belasan hingga puluhan rol tali per hari. Satu rol berukuran panjang antara 80-100 meter. Umumnya limbah tali didatangkan oleh juragan atau pemilik usaha tali. Mereka yang mengupah para pekerja dan kemudian memasarkan tali baru yang dihasilkan. Tali dari limbah ini dikirim ke berbagai daerah di Indonesia untuk kebutuhan rumpon serta peruntukan lain. Upah pekerja tali umumnya Rp 50.000-75.000 per hari, bergantung berapa rol yang diselesaikan. Bagi perempuan di Karama, upah ini sangat berharga untuk membantu keuangan keluarga terutama saat suami-suami mereka melaut berbulan-bulan ke pulau lain. (Yoga)

*Lampu Kuning” Menjamurnya Usaha Mikro

KT3 30 Nov 2023 Kompas

Ekonomi negara ini dimotori oleh usaha mikro yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Mereka ada di mana-mana di keseharian masyarakat. Ada warung andalan yang saban hari disambangi ketika stok telur dan minyak di rumah habis. Tukang pangkas rambut langganan yang sudah paham betul gaya dan kemauan kita. Penatu (laundry) kiloan yang dengan sigap mengantar-jemput tumpukan baju kita. Para pelaku usaha mikro ini, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM pada tahun 2021, mencapai 99,6 % dari total jumlah usaha di Indonesia yang sebanyak 64,2 juta unit. Jumlah usaha mikro mendominasi dengan 64 juta unit, sedangkan usaha kecil 193.959 unit, usaha menengah 44.728 unit, dan usaha besar hanya 5.550 unit. Kajian ”Bangkit dan Berjuang: Potret Kondisi UKM di Indonesia” oleh The SMERU Research Institute pada Juni 2023 mengibaratkan, untuk setiap 1.000 populasi Indonesia, terdapat sekitar 242 usaha mikro. Mereka memiliki asset atau modal di bawah Rp 1 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) serta omzet di bawah Rp 2 miliar per tahun.

Pada 2022, UMKM berkontribusi 61,9 persen terhadap total PDB nasional. Usaha mikro menjadi penyumbang terbesar kedua (37,4 %), mendekati kontribusi usaha besar (39,5 %). Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, selama periode 4 Agustus 2021-27 November 2023, muncul 11,67 juta investasi baru di skala mikro dan kecil (56,1 % dari total investasi. Sekilas, menjamurnya usaha mikro terkesan positif karena bisa membantu menciptakan lapangan kerja baru dan kerap dilihat sebagai solusi mengatasi problem pengangguran yang tinggi sekaligus pertanda bangkitnya kesadaran warga untuk menjadi wirausaha. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki telah berkali-kali mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berbangga diri ketika usaha mikro tumbuh pesat. Sebab, penambahan usaha mikro bukan indikator keberhasilan, melainkan pertanda gagalnya Indonesia membangun industri dan ekonomi formal untuk menciptakan lapangan kerja yang banyak dan layak. Mengutip laporan the SMERU Research Institute, negara-negara dengan pendapatan tinggi cenderung memiliki tingkat usaha mikro atau berusaha sendiri (self-employment) yang rendah karena pekerja sudah dapat terserap sebagai pegawai di lapangan usaha formal. (Yoga)

Peluang untuk UKM ASEAN

KT3 29 Nov 2023 Kompas

ASEAN dan AS mencatatkan neraca perdagangan 508 miliar USD per tahun. ASEAN juga menjadi tujuan investasi utama AS di Indo-Pasifik. Agar manfaatnya dirasakan lebih luas, perlu akses bagi usaha kecil dan menengah atau UKM di negara-negara ASEAN dalam hubungan ekonomi itu. Mengacu data pada edisi VI ASEAN Matters for America, America Matters for ASEAN, ada 71 juta UKM di seluruh ASEAN. Dari 650 juta warga ASEAN, 143 juta orang menjadi pegawai UKM. Ada ratusan juta orang lainnya yang mendapatkan pekerjaan dengan menjadi mitra dan pemasok UKM. ”Angka ini menunjukkan makna penting UKM bagi ASEAN,” kata Direktur Pengelola Regional Dewan Bisnis ASEAN-AS (US-ABC) Brian McFeeters di sela-sela peluncuran ASEAN Matters for America, America Matters for ASEAN, Senin (27/11) di Jakarta. US-ABC menggandeng East-WestCenter di Hawaii dan ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura untuk menyusun laporan itu. Laporan itu memaparkan interaksi dan dampak ekonomi, politik, dan budaya dari hubungan AS-ASEAN. Analisis dilakukan di tingkat nasional dan lokal di AS dan ASEAN.

Dalam kajian US-ABC, UKM ASEAN bisa berperan secara lokal di berbagai negara anggota ASEAN. Sayangnya, jika akan masuk ke pasar ekspor, UKM menghadapi aneka kendala. McFeeters mengatakan, salah satu solusi untuk membantu UKM ASEAN adalah mengintegrasikan dalam ekonomi digital. Kini, hanya 17 juta dari 64 juta UKM Indonesia terlibat dalam ekonomi digital. Padahal, Indonesia mempunyai potensi ekonomi digital bernilai puluhan miliar USD per tahun. Dalam jajak pendapat terhadap 1.500 pelaku UKM ASEAN, hanya 33 % yang memanfaatkan lokapasar. Padahal, 80 % responden mengaku sudah berusaha masuk ke ekonomi digital. Mereka memacu integrasi selama pandemi Covid-19. Karena itu, bersama sejumlah pihak lain, US-ABC berusaha membantu UKM ASEAN beradaptasi dengan lokapasar dan ekonomi digital. Wujudnya berupa Akademi UKM ASEAN dan US-ABC ikut mengelolanya. Sejauh ini, 4.200 pelaku UKM ASEAN memanfaatkan fasilitas itu. (Yoga)

UMK Dominasi Investasi

KT3 29 Nov 2023 Kompas

Dua tahun terakhir ini, jumlah investasi di Indonesia naik cukup signifikan. Sebagian besar, sampai 92 %, didominasi usaha skala mikro dan kecil. Meski kalah dari segi nilai, investasi UMK ini dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dari usaha menengah dan besar. Berdasarkan data Kementerian  Investasi / BKPM, selama periode 4 Agustus 2021 sampai 27 November 2023, sejak diterapkan sistem perizinan  usaha daring yang terintegrasi dan berbasis risiko (online single submission risk based approach/OSS-RBA), total ada 12,71 juta investasi yang terdaftar di Indonesia. Sebanyak 92 % merupakan investasi di UMK. Jumlah itu terdiri dari 7,13 juta investasi UMK perseorangan (56,10 % dari total investasi yang masuk) dan 4,54 juta investasi UMK berbadan usaha (35,78 %). Adapun investasi oleh usaha skala menengah dan besar hanya 8,11 % dari total investasi yang terdiri dari 50,18 juta usaha non-UMK perseorangan (0,39 %) dan 981.000 usaha non-UMK badan usaha (7,72 %).

Sejalan dengan itu, NIB yang diterbitkan pun didominasi UMK. Dari total 6,59 juta NIB yang keluar pada periode yang sama, sebesar 98,96 % adalah NIB untuk UMK. Mayoritas merupakan NIB usaha mikro (96,2 %) dan usaha kecil (2,76 %). Mayoritas investasi UMK yang masuk bergerak di sector perdagangan eceran yang risiko usahanya rendah, sector jasa lainnya, konstruksi, atau investasi manufaktur kecil dan sederhana, seperti alas kaki dan tekstil rumahan. Direktur Deregulasi Penanaman Modal Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Dendy Apriandi, Selasa (28/11) seusai diskusi bertema ”OSS-RBA Terkini: Upaya Perbaikan dan Tantangan Implementasi di Daerah” yang diselenggarakan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD). di Jakarta, mengatakan, investasi UMK hanya banyak dari segi jumlah, tetapi nilainya tidak terlalu besar. (Yoga)

Tarif Pajak Normal bagi UMKM Berlaku Mulai 2024

KT3 27 Nov 2023 Kompas

Tarif Pajak Penghasilan final sebesar 0,5 % untuk sebagian UMKM, yang berlaku sejak 2018, akan selesai masa berlakunya akhir Desember 2023. Pemerintah akan menerapkan tarif normal mulai awal 2024. Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan, pemerintah akan menerapkan tarif normal Pajak Penghasilan (PPh) final bagi sebagian UMKM mulai 2024. Untuk itu, pemerintah mulai melakukan edukasi dan sosialisasi. ”Kami berusaha konsisten menjalankan yang sudah diatur dalam PP (peraturan pemerintah). Pada masanya, UMKM harus naik kelas mengikuti model penghitungan pajak secara normal, dan ini yang sedang terus kami lakukan edukasi dan penjelasannya,” kata Suryo, Minggu (26/11).

PP Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, serta PP No 55 Tahun 2022, mengatur ketentuan tarif pajak final terhadap UMKM berikut periodenya. Melalui kebijakan yang berlaku sejak 2018 ini, UMKM mendapat pengurangan tarif PPh final dari sebelumnya 1 % menjadi 0,5 %. Keringanan ini diberikan untuk wajib pajak UMKM yang memiliki omzet usaha di bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun. Sejak 2022, UMKM yang omzet usahanya di bawah Rp 500 juta dibebaskan sama sekali dari PPh. Adapun sebagian UMKM akan kembali dikenai tarif PPh final normal mulai tahun depan, bisa berupa wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan, seperti koperasi, firma, CV, PT, dan perseroan perseorangan. (Yoga)