;
Tags

UMKM

( 686 )

Pemilu Tak Berefek Besar ke Perekonomian

HR1 11 Jan 2024 Kontan
Dampak pemilihan umum terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2024 sepertinya akan lebih rendah dari ekspektasi. Pasalnya, banyak keluhan dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bahwa orderan atribut kampanye sangat minim. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop & UKM) menyatakan, ada partai politik yang membeli berbagai atribut kampanye seperti baliho, kaos, kemeja, jaket, dan topi dari luar negeri alias barang impor. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Yulius mengungkapkan, pemesanan atribut itu dilakukan melalui transaksi e-commerce. Kondisi ini menekan omzet UMKM. Dia bilang, UMKM biasanya mengalami lonjakan omzet dari penjualan alat peraga kampanye yang signifikan setiap pemilu. Pada Pemilu 2024, meski ada peningkatan, tak sebesar biasanya. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, memang sejak awal ada kekhawatiran belanja atribut parpol malah akan dikuasai dan dimiliki sendiri oleh calon legislatif (caleg) maupun tim sukses calon presiden. "Jadi enggak langsung ke pelaku usaha UMKM untuk cetak baliho dan atribut kampanyenya," tutur dia, kemarin. Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia berpendapat, wajar apabila pilpres tahun ini relatif lebih kecil dalam memberikan kontribusi terhadap PDB, mengingat terjadi penyesuaian terkait atribut yang digunakan dalam kampanye dibandingkan pemilu sebelumnya. Pola kampanye pemilu tahun ini mulai melibatkan beragam pihak dan menggelar panggung untuk diskusi.

65 Juta UMKM Didorong Menjadi Digital

KT1 10 Jan 2024 investor Daily
Kolaborasi berbagai pihak yang  berkepentingan diperlukan untuk mendorong 65 juta UMKM di Tanah Air mau mendigitalisasikan usahanya (go digital) dan menjadi 'bintang digital'. Terkini perusahaan teknologi 1ENGAGE dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)  Indonesia pun meneken nota kesepemahaman (MoU) untuk mendorong semua UMKM di tanah Air mendigitalisasikan bisnisnya.  Saat ini Indonesia memiliki total sekitar 65 juta UMKM  yang terus dibina agar naik kelas secara produk/skala bisnis serta memperluas jangkauan pasar ke kancah nasional dan global. Mereka terus didorong berkembang karena punya peran strategis  berkontribusi sekitar 61% terhadap PDB/Ekonomi dan menyerap tenaga kerja 97% secara nasional. Namun, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM serta Kemenko Perekonomian, total baru 27 jutaan UMKM yang sudah memasarkan produk/jasanya di platform digital hingga akhir 2023, naik 5 jutaan dari 22 jutaan pada akhir 2022. (Yetede)

INDUSTRI MEBEL DAN KERAJINAN : ARAL MENGADANG SEJAK AWAL

HR1 05 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Pelaku usaha mebel dan kerajinan nasional harus memulai warsa 2024 dengan kondisi yang menantang. Beragam persoalan, mulai dari ketersediaan bahan baku, daya saing produk, hingga perkara teknologi mesin yang tertinggal antre untuk segera diselesaikan. Industri mebel dan kerajinan melanjutkan penurunan performanya pada tahun lalu dengan mencatat kinerja ekspor yang anjlok hingga 28% dibandingkan dengan 2022. Penyebabnya pun beragam, mulai dari lesunya pesanan dari luar negeri akibat ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan, hingga lesunya perekonomian sejumlah negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mencatat nilai ekspor produk mebel dan kerajinan pada 2023 sebesar US$1,8 miliar, anjlok cukup dalam dari capaian pada tahun sebelumnya yang diketahui menyentuh US$2,5 miliar. Abdul Sobur, Ketua Umum HIMKI, mengatakan bahwa industri mebel dan kerajinan nasional sedang menghadapi tekanan berganda. Selain persoalan lesunya pesanan dari pasar global, lesunya ekspor juga disebabkan oleh harga mebel dan kerajinan nasional yang dianggap lebih tinggi dibandingkan dengan produk dari Malaysia, Vietnam, dan China. Hanya saja, pemerintah perlu ikut turun tangan agar pelaku industri mebel dan kerajinan nasional bisa menggapai target tersebut. Menurutnya, pelaku usaha memerlukan kepastian pasokan bahan baku utama dan penunjang untuk menjamin keberlangsungan produksi. Selain itu, pemerintah juga perlu membantu pengusaha dalam melakukan restrukturisasi mesin, serta mengurangi tarif pajak. Dia memperkirakan, target ekspor produk mebel dan kerajinan US$5 miliar pada tahun ini akan didominasi oleh produk berbahan baku kayu yang setara dengan 12 juta meter persegi kayu bulat dari berbagai jenis kayu dengan kualitas dan standar yang ditentukan pasar. Tak hanya kayu, kebutuhan bahan baku lainnya untuk menggenjot ekspor adalah 67.194 ton rotan siap pakai.

Pengusaha juga membutuhkan bahan penunjang seperti fitting atau aksesoris, pengemas, dan bahan finishing. Untuk restrukturisasi mesin, Sobur menilai bahwa program yang dijalankan oleh Kementerian Perindustrian telah berdampak positif terhadap efisiensi, produktivitas, dan standardisasi kualitas bagi sektor industri pengolahan kayu. Sobur pun meminta agar program tersebut dipertahankan, sekaligus ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya, termasuk menambah anggaran agar bisa memperluas cakupan jenis mesin untuk seluruh kategori industri mebel dan kerajinan. Di sisi lain, dia melihat peluang positif dari penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang dapat mendorong produk lokal memiliki kesempatan lebih besar dibandingkan dengan produk impor. Dalam kesempatan terpisah, pemerintah memastikan bakal memberikan perhatian khusus terhadap industri mebel dan kerajinan agar bisa meningkatkan daya saingnya. Sejumlah dukungan kebijakan pun disiapkan agar sektor tersebut mampu kembali menguasai pasar global. Pemerintah berupaya memanfaatkan keunggulan sumber daya alam sebagai bahan baku dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Indonesia. Pasalnya, ekspor mebel dan kerajinan Indonesia saat ini tercatat berada di posisi 17 secara global, di bawah Vietnam yang menempati posisi kedua, dan Malaysia di peringkat 12. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah mendorong agar produk-produk mebel dalam negeri dimasukkan ke dalam e-katalog.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo meminta para pengusaha furnitur untuk tidak terlambat mengambil momentum dalam pembangunan ibu kota baru tersebut. Dalam kesempatan berbeda, Kementerian Perindustrian telah menggulirkan beberapa kebijakan untuk mendukung pertumbuhan industri furnitur, seperti fasilitasi pusat logistik bahan baku industri furnitur untuk memperbaiki rantai pasok bahan baku industri furnitur, serta pendirian Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal, Jawa Tengah untuk mencetak SDM terbaik di industri tersebut. “Kementerian Perindustrian juga melaksanakan kebijakan program pengembangan desain furnitur, insentif perpajakan, penerapan SNI dan SKKNI, serta link and match IKM furnitur untuk platform SIPLah ,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Agus menjelaskan, industri furnitur sebagai salah satu subsektor industri agro yang memberikan kontribusi sebesar 1,30% terhadap PDB non-migas pada 2022. Selain itu pada tahun yang sama, industri furnitur memiliki kinerja ekspor senilai US$2,47 miliar.

Gandeng Tangan Salurkan Pembiayaan Rp 174 Miliar

KT1 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
Komitmen perusahaan peer-to-peer (P2) lending Gandengtangan untuk mendukung pertumbuhan UMKM lewat pembiayaan yang lebih mudah dan cepat terus terwujud. Hal ini dibuktikan dengan capaian positif GandengTangan yang mampu menyalurkan  pendanaan hingga Rp174 miliar kepada 25.792 penerima dana sepanjang 2023. CEO GandnegTangan Jezie Setiawan mengatakan, tahun lalu GandengTangan mencetak rekor baru pendanaan besar tahunan sejak awal berdiri. Sementara hingga penyaluran pinjaman total sudah mencapai Rp 270 miliar. "Sementara dari laporan laba rugi, pertumbuhan pendapatan di 2023 meningkat sebesar 33% dibandingkan 2022," kata Jezzie. Pada 2024, GandengTangan berencana untuk terus tumbuh melalui prinsip cepat, nyaman, mudah yang siap diberikan baik kepada para lender maupun borrower. (Yetede)

Penyaluran Kredit UMKM Menanjak

KT1 04 Jan 2024 Investor Daily
Penyaluran kredit kepada usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM)  mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sepanjang 2023. Utamanya kredit UMKM itu digunakan untuk modal kerja. Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi ditahun ini. Data uang beredar bank Indonesia (BI) menyebut, kredit yang tersalurkan  ke UMKM mengalami pertumbuhan sebesar 8,5% year on year (yoy) pada November 2023. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,3% yoy. Dimana total nilai kredit UMKM per November mencapai Rp1.354,8 triliun, naik dibandingkan bulan sebelumnya Rp 1.340,8 triliun. "Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM di November 2023 dipengaruhi oleh kredit investasi dan modal kerja, kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangannya, belum lama ini. (Yetede)

Parade Berkah Tahun Baru

KT3 30 Dec 2023 Kompas

Malam Muda Mudi Jakarta Kota Global jadi tema utama pesta malam Tahun Baru di Ibu Kota. Ada begitu banyak acara yang digelar untuk merayakan kegembiraan warga. Monas menjadi salah satu tempat perayaan tersebut, seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada Jumat (29/12) Kompas melihat persiapannya. Tenda-tenda sudah dibangun, kendaraan taktis aparat kepolisian pun ikut berbaris. Pesta itu disambut gembira oleh pembuat properti karnaval hingga pedagang kaki lima. Bagi mereka, pesta Tahun Baru kali ini berbeda karena tahun-tahun sebelumnya masih ada pembatasan pandemi Covid-19. Kebahagiaan itu, terpancar dari wajah Jukiyono (45) bersama puluhan pekerja tim artistik yang sedang berjibaku mendekorasi 11 mobil hias peserta parade dengan beragam karakter kekayaan intelektual karya anak bangsa. Beberapa di antaranya Sayuti Koboi Betawi, Maskot Jakarta-JeKaTe, Si Juki, Si Unyil, dan Sri Asih. Jukiyono cukup sering berkeliling Indonesia untuk mengerjakan dekorasi, tetapi baginya Jakarta memberikan upah paling besar, Rp 200.000-Rp 250.000 per hari. Jika pekerjaan lebih rumit, bayarannya ditambah menjadi Rp 150.000.

Umairoh (35), pedagang kaki lima di pusat kuliner Lenggang Jakarta, juga bersyukur karena kawasan Monas ramai pengunjung. Ia mengaku bisa mendapatkan uang Rp 1 juta dari hasil berjualan telur gulung di kawasan Monas. ”Alhamdulillah beberapa minggu ini pembelinya banyak. Monas sedang ramai pengunjung selama masa liburan,” ucapnya. Kegembiraan juga bisa jadi dirasakan para pelaku UMKM yang akan terlibat di Malam Muda Mudi. Sebanyak 84 UMKM akan ikut andil dalam bazar UMKM. Mereka akan berada dalam 42 tenant berbentuk warung listrik. Perayaan Tahun Baru juga digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Hari itu, gelaran cuci gudang Big Bang Festival memasuki hari ketujuh. Acar digelar sampai Tahun Baru usai, total 11 hari. ”Pecah banget! Menurut saya ini di luar prediksi, di luar ekspektasi sampai segede ini!” seru Okta Wibisono (26) pendiri Baper Store, toko busana bekas, sepatu, hingga kemeja beken di Aula B1 JIExpo, Kamis (28/12). Sebagian dijual dengan harga diskon besar dari normalnya Rp 350.000 menjadi Rp 200.000. Tak heran kiosnya ramai. (Yoga)

”Pesta Rasa” di Ujung Lidah Bersama RujakNatsepa dan Ikan Asar Pantai Maluku

KT3 24 Dec 2023 Kompas

Pantai Natsepa berada di kawasan Suli, Kabupaten Maluku Tengah, terkenal sebagai tujuan wisata. Sepanjang jalan dekat pantai ini, berdiri puluhan kios, menawarkan buah dan kudapan rujak Natsepa yang jadi kudapan wajib dinikmati di pinggir pantai. Rujak natsepa berisi potongan nanas, mangga, jambu diguyur saus kacang yang dicampur gula aren, tapi ada yang beda dengan rujak ini. Pada Rabu (20/12) Ellen Sitanala (42), salah satu penjual, mengatakan, pembeda utama rujak asal Maluku ini adalah buah tomi-tomi (Flacourtia inermis) atau lobi-lobi. Rasa kecut dari tomi-tomi menambah kekayaaan rasa rujak natsepa. Rasa manis mangga ditambah rasa asam tomi-tomi bikin mata ”merem melek”. Rujak Natsepa juga menggunakan pala dan cengkeh di dalam sambal. Ivona Tanlain (26), pengunjung Pantai Natsepa asal Langgur, Maluku Tenggara, menjelaskan, rujak natsepa menjadi salah satu kesukaanya karena berbeda dengan rujak lain yang hanya mengandalkan manis dan pedas saja. Harganya terjangkau di kisaran Rp 20.000-Rp 30.000 per porsi. Ke Pantai Natsepa, pelancong bisa menggunakan transportasi umum atau daring, dari Bandara Internasional Pattimura dapat ditempuh dalam 20-30 menit.

Selain mencicipi kudapan, Ikan asar jadi favorit di Ambon. Makanan berbahan dasar ikan cakalang atau tuna ini merupakan ikan yang diasap hingga kering di atas kayu bakar selama 2-3 jam. Lamanya proses pengasapan untuk menurunkan kadar air sehingga tekstur ikan menjadi kering tetapi tetap empuk di bagian dalam. Penjual ikan asar, Stela Sopacua (45), menyebut, kadar air yang hilang dari ikan membuat makanan ini bisa bertahan 3-4 hari atau bisa lebih lama apabila disimpan di lemari pendingin. Makanan ini lezat disantap langsung. Pengunjung juga bisa hanya membeli sambal atau bumbu lainnya. ”Dimakan langsung sudah enak, tanpa bahan pengawet,” ucap Stela yang berjualan di kawasan Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, Maluku. Harga ikan asar bervariasi sesuai ukuran dan harga beli ikan di pasar. Jika ikan sedang murah, satu ikan Asar dijual mulai Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per porsi, atau Rp 30.000 per potong. Wisatawan bisa membeli ikan asar di Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, ataupun di kawasan Batu Meja, Ambon. Jarak tempuh dari tengah Kota Ambon ke dua lokasi ini hanya 5-10 menit. Ikan ini jadi oleh-oleh karena bisa bertahan beberapa hari. (Yoga)

”Sek-sek”... Kami Hidup dan Berguru dari Tenun

KT3 24 Dec 2023 Kompas

Tenun tidak hanya menopang ekonomi, tetapi juga jadi pegangan hidup warga Pringgasela Selatan. Pada motif indahnya tersirat pesan kehidupan yang berharga. Tonggak budaya itu terus diwariskan secara turun-temurun dan dijaga bersama-sama. Kalimat ”Mun Ndek Ta Belajar Lekan Nengka, Punah Tenun Ta” (jika tidak belajar dari sekarang, punah tenun kita) tertulis pada spanduk di dinding rumah di Dusun Gubuk Lauk, Desa Pringgasela Selatan, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (17/12). Di bawahnya, Halwa (10) dan belasan anak perempuan antusias belajar menenun. Suara ”sek-sek” yang terdengar saat Halwa mengentakkan belida bercampur riuh suara anak-anak. Ada yang berdiskusi dengan teman, bertanya kepada guru, hingga mencoba berbagai proses menenun. Para guru yang juga petenun senior dengan sabar mendampingi, jika ada kesalahan, mereka memberi solusi dan menunjukkan teknik yang benar. Sekolah tenun itu diinisiasi oleh Kelompok Nina Penenun (perempuan petenun) sejak 2017.

”Tak mungkin orang-orang tua yang umurnya sudah 60-70 tahun terus kita harapkan untuk menenun. Jadi, kalau bukan dari kita yang regenerasi, tenun ini tidak ada yang meneruskan, pasti akan punah,” kata Sri Hartini (45), Kepala Sekolah sekaligus Ketua Kelompok Nina Penenun Pringgasela Selatan. Saat ini, sudah ada 25 siswa di Sekolah Tenun Kelompok Nina Penenun. Mereka adalah anak-anak Pringgasela Selatan yang rata-rata masih duduk di bangku SD hingga SMP. Sekolah tenun berlangsung dua kali seminggu dari pukul 14.00 sampai 17.00. Saat ini, ada 700 petenun di desa yang berada 40 km timur Mataram, ibu kota NTB, itu. ”Saya sedang menenun ragi (motif) Bayanan,” kata Raehan (48), warga Gubuk Lauk, Pringgasela Selatan, Selasa siang.

Selain menenun sendiri, petenun di Pringgasela Selatan mulai tergabung dalam Kelompok Nina Penenun yang dibentuk sejak 2017. Berkat kelompok ini, mereka semakin mendapat akses ke pasar sehingga produk mereka semakin bernilai. Sebelumnya, mereka harus melepas tenunnya dengan harga murah karena kebutuhan hidup. Bahkan sampai terjerat rentenir. Harga tenun bisa jatuh hingga Rp 150.000 per lembar. Kini, tenun mereka bernilai Rp 400.000 hingga jutaan rupiah per lembar. Pesan kehidupan yang tergambar di motif tenun Pringgasela Selatan adalah warisan berharga yang harus dijaga, sama seperti menjaga tenun itu sendiri. Ini adalah ikhtiar agar tenun Pringgasela Selatan yang menjadi sumber ekonomi dan pegangan hidup tidak punah. Dari tenun, mereka hidup dan berguru. (Yoga)

Racikan Kekinian demi Eksistensi Jamu

KT3 23 Dec 2023 Kompas

Beragam inovasi lahir dari para produsen jamu di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lewat kreativitas, mereka membuat jamu tradisional tetap relevan dengan zaman. Untuk mempertahankan eksistensi jamu tradisional, para pelaku usaha jamu di Desa Bokoharjo, Sleman, menginisiasi pemasaran secara daring dan meracik jamu kekinian yang menyasar anak muda. Inovasi antara lain dilakukan oleh Sri Slamet (68) yang merintis usaha jamu Bu Slamet sejak tahun 1971. Mengelola usaha jamu bersama lima anaknya, perempuan itu memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mengembangkan usahanya. Sejak tiga tahun lalu, ia membuat produk baru yang disebut   empon-empon anti-corona. Produk itu laku keras karena banyak warga yang mengonsumsi minuman berbahan empon-empon untuk menjaga kesehatan saat pandemi. Bahkan, pembelinya juga dari luar negeri.

”Kami pun terkejut ketika menerima permintaan racikan empon-empon anti-corona dari Korea dan Malaysia,” ujar Drajat Wiranto (49), anak tertua Bu Slamet, ditemui di sela-sela Festival Sewu Bakul Jamu di kompleks Candi Banyunibo, Desa Bokoharjo, Selasa (19/12). Inovasi juga dilakukan dalam proses produksi lebih dari 20 jenis jamu, salah satunya penggunaan mesin penggiling mekanis berbahan batu sejak lima tahun silam. Mesin itu dibuat atas saran sejumlah mahasiswa yang menjalankan KKN di desanya. Meski begitu, Bu Slamet juga masih berjualan jamu di Pasar Prambanan. Bahkan, tidak jarang Bu Slamet diminta pembeli untuk mencekoki jamu ke anak yang susah makan. Produsen jamu lain di Desa Bokoharjo, Sri Sudaryanti (56), juga berinovasi dengan memproduksi jamu menggunakan mesin penggiling untuk menggiling rempah menjadi serat halus. Namun, untuk proses selanjutnya, masih secara tradisional, memakai wajan besar yang dipanaskan di atas tungku kayu bakar. ”Proses memasak dilakukan manual karena ada saatnya racikan rempah harus dimasak dengan api kecil dan adakalanya menggunakan api besar, tidak bisa tergantikan mesin,” katanya. Sejak tahun 2002 Sri memproduksi jamu berupa empon-empon bubuk yang siap dikonsumsi dengan diseduh air panas. Hingga kini dia memproduksi tujuh jenis empon-empon bubuk, misalnya jahe, temulawak, dan kunir putih. (Yoga)

MEWAKILI KASIH NATAL LEWAT ”GIFT BOX”

KT3 23 Dec 2023 Kompas

Di Manado, Natal tak hanya dirayakan pada 25 Desember, tetapi juga sepanjang bulan itu. Jalanan yang semarak oleh kelap-kelip lampu hias mendadak macet setiap hari, orang dari segala penjuru tumpah ruah untuk belanja, dari baju, kue, hingga kado natal. Bersama ingar-bingar itu tumbuh tren memberi semacam hamper atau kotak berisi aneka hadiah untuk saudara, teman, atau kekasih. Peluang pasar ini segera ditangkap para pengusaha mikro yang merintis bisnis kreatifnya dari rumah atau bahkan indekos. Ketiadaan toko fisik tak menjadi masalah selama ada media sosial. Christy Natalia (29) salah satunya. Empat tahun lalu, ia mulai merintis usaha cendera mata bernama Unboxingme.id. Produk utamanya adalah plakat akrilik yang kian diminati sebagai bentuk ucapan selamat atas ulang tahun, kelulusan, hingga kelanggengan hubungan asmara orang-orang terkasih. Menariknya, bisnis tersebut dijalankan dari kamar kosnya di bilangan Sario Kotabaru. Etalase Unboxingme.id sepenuhnya digital dalam bentuk akun Instagram, Facebook, Tiktok, dan Whatsapp Business.

Siapa pun dapat melihat produknya langsung dari genggaman tangan. ”Memang, selama ini banyak yang tanya, ’Ada tokonya enggak?’ Soalnya, mereka mau lihat langsung. Tapi, memang enggak ada. Biasanya, saya langsung arahkan ke Instagram karena semua (produk) ada fotonya,” kata lulusan Ilmu Manajemen Universitas Klabat, Minahasa Utara, itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Desember ini Christy membuka pesanan kotak hadiah (gift box) bertema Natal. Dengan harga promosi Rp 95.000, setiap kotak umumnya berisi empat barang, misalnya boneka beruang bertopi sinterklas, mug bertuliskan ”Merry Christmas”, serta dua stoples kue kering. Ada pula paket yang berisi plakat akrilik bertuliskan ”Merry Christmas” dan nama penerima, satu stoples kukis, sebuah termos, dan sekotak alat makan. ”Tapi, bisa juga sesuai request (permintaan) customer (pelanggan). Kalau mau tambah satu barang, harga mengikuti,” kata Christy. Dua pekan menjelang 25 Desember, pesanan datang bertubi-tubi. ”Dimasa biasa, (omzet) Rp 5 juta-Rp 10 juta per bulan. Kalau sekarang (Natal), sih, pasti lumayan, kisaran Rp 25 juta per bulan,” ujarnya. (Yoga)