;

Racikan Kekinian demi Eksistensi Jamu

Racikan Kekinian demi Eksistensi Jamu

Beragam inovasi lahir dari para produsen jamu di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lewat kreativitas, mereka membuat jamu tradisional tetap relevan dengan zaman. Untuk mempertahankan eksistensi jamu tradisional, para pelaku usaha jamu di Desa Bokoharjo, Sleman, menginisiasi pemasaran secara daring dan meracik jamu kekinian yang menyasar anak muda. Inovasi antara lain dilakukan oleh Sri Slamet (68) yang merintis usaha jamu Bu Slamet sejak tahun 1971. Mengelola usaha jamu bersama lima anaknya, perempuan itu memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mengembangkan usahanya. Sejak tiga tahun lalu, ia membuat produk baru yang disebut   empon-empon anti-corona. Produk itu laku keras karena banyak warga yang mengonsumsi minuman berbahan empon-empon untuk menjaga kesehatan saat pandemi. Bahkan, pembelinya juga dari luar negeri.

”Kami pun terkejut ketika menerima permintaan racikan empon-empon anti-corona dari Korea dan Malaysia,” ujar Drajat Wiranto (49), anak tertua Bu Slamet, ditemui di sela-sela Festival Sewu Bakul Jamu di kompleks Candi Banyunibo, Desa Bokoharjo, Selasa (19/12). Inovasi juga dilakukan dalam proses produksi lebih dari 20 jenis jamu, salah satunya penggunaan mesin penggiling mekanis berbahan batu sejak lima tahun silam. Mesin itu dibuat atas saran sejumlah mahasiswa yang menjalankan KKN di desanya. Meski begitu, Bu Slamet juga masih berjualan jamu di Pasar Prambanan. Bahkan, tidak jarang Bu Slamet diminta pembeli untuk mencekoki jamu ke anak yang susah makan. Produsen jamu lain di Desa Bokoharjo, Sri Sudaryanti (56), juga berinovasi dengan memproduksi jamu menggunakan mesin penggiling untuk menggiling rempah menjadi serat halus. Namun, untuk proses selanjutnya, masih secara tradisional, memakai wajan besar yang dipanaskan di atas tungku kayu bakar. ”Proses memasak dilakukan manual karena ada saatnya racikan rempah harus dimasak dengan api kecil dan adakalanya menggunakan api besar, tidak bisa tergantikan mesin,” katanya. Sejak tahun 2002 Sri memproduksi jamu berupa empon-empon bubuk yang siap dikonsumsi dengan diseduh air panas. Hingga kini dia memproduksi tujuh jenis empon-empon bubuk, misalnya jahe, temulawak, dan kunir putih. (Yoga)

Tags :
#Varia #UMKM
Download Aplikasi Labirin :