MEWAKILI KASIH NATAL LEWAT ”GIFT BOX”
Di Manado, Natal tak hanya dirayakan pada 25 Desember,
tetapi juga sepanjang bulan itu. Jalanan yang semarak oleh kelap-kelip lampu
hias mendadak macet setiap hari, orang dari segala penjuru tumpah ruah untuk belanja,
dari baju, kue, hingga kado natal. Bersama ingar-bingar itu tumbuh tren memberi
semacam hamper atau kotak berisi aneka hadiah untuk saudara, teman, atau
kekasih. Peluang pasar ini segera ditangkap para pengusaha mikro yang merintis
bisnis kreatifnya dari rumah atau bahkan indekos. Ketiadaan toko fisik tak
menjadi masalah selama ada media sosial. Christy Natalia (29) salah satunya. Empat
tahun lalu, ia mulai merintis usaha cendera mata bernama Unboxingme.id. Produk
utamanya adalah plakat akrilik yang kian diminati sebagai bentuk ucapan selamat
atas ulang tahun, kelulusan, hingga kelanggengan hubungan asmara orang-orang
terkasih. Menariknya, bisnis tersebut dijalankan dari kamar kosnya di bilangan
Sario Kotabaru. Etalase Unboxingme.id sepenuhnya digital dalam bentuk akun
Instagram, Facebook, Tiktok, dan Whatsapp Business.
Siapa pun dapat melihat produknya langsung dari genggaman
tangan. ”Memang, selama ini banyak yang tanya, ’Ada tokonya enggak?’ Soalnya,
mereka mau lihat langsung. Tapi, memang enggak ada. Biasanya, saya langsung arahkan
ke Instagram karena semua (produk) ada fotonya,” kata lulusan Ilmu Manajemen Universitas
Klabat, Minahasa Utara, itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Desember ini
Christy membuka pesanan kotak hadiah (gift box) bertema Natal. Dengan harga
promosi Rp 95.000, setiap kotak umumnya berisi empat barang, misalnya boneka
beruang bertopi sinterklas, mug bertuliskan ”Merry Christmas”, serta dua
stoples kue kering. Ada pula paket yang berisi plakat akrilik bertuliskan ”Merry
Christmas” dan nama penerima, satu stoples kukis, sebuah termos, dan sekotak
alat makan. ”Tapi, bisa juga sesuai request (permintaan) customer (pelanggan).
Kalau mau tambah satu barang, harga mengikuti,” kata Christy. Dua pekan menjelang
25 Desember, pesanan datang bertubi-tubi. ”Dimasa biasa, (omzet) Rp 5 juta-Rp
10 juta per bulan. Kalau sekarang (Natal), sih, pasti lumayan, kisaran Rp 25
juta per bulan,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023