;

CUAN DARI BISNIS KULINER DI KOTA MEDAN

Ekonomi Yoga 10 Nov 2023 Kompas
CUAN DARI BISNIS KULINER DI KOTA MEDAN

Budaya kuliner masyarakat urban di Kota Medan menjadi peluang bisnis bagi orang-orang yang jeli. Usaha makanan dan minuman menjamur di mana-mana di kota ini, mulai dari mi balap, lontong, kedai kopi, hingga warung teh susu telur. Hari masih gelap, Irsan Lubis (40) sibuk memasak mi balap di Jalan Willem Iskandar, Medan, Sumu, Rabu (8/11) pukul 05.00. Ia buka lebih awal menyasar pedagang di Pasar Raya MMTC. ”Harus pandai-pandai cari celah agar usaha bisa jalan. Persaingan usaha kuliner di Medan itu sangat ketat,” kata Irsan. Sudah lebih dari tiga tahun Irsan jualan mi balap. Dia berjualan di Jalan Willem Iskandar, atau Jalan Pancing, karena di sana banyak pekerja, mahasiswa, dan pedagang pasar. Tak kurang dari 15 pedagang mi balap berjejer di 3 kilometer Jalan Willem Iskandar, rasanya juga enak-enak. Tapi, Irsan optimistis bisa bersaing. Dia berfokus untuk menang di rasa. Setelah mencoba beberapa resep dan melakukan perbaikan-perbaikan, dia menemukan resep memasak yang lebih pas dilidah dan di kantong masyarakat urban Medan. Tiga tahun membuka usaha, dagangan Irsan kian diminati. Dalam sehari, tidak kurang dari enam baskom besar mi ludes dia jual. Menu paling laris adalah mi balap standar. Beberapa memilih tambahan telur dadar  dengan tambahan harga Rp 3.000.

Target pasar dan kawasan memang sangat menentukan menu dan harga mi balap. Mi balap seafood justru jadi favorit di warung Mi Balap Mail di Jalan Gunung Krakatau. Maklum, targetnya masyarakat kelas menengah. Warung itu berada di kawasan pusat bisnis. ”Salah satu menu favorit di warung kami ini adalah mi balap seafood, tetapi soal harga kami sebenarnya tetap bersaing,” kata Edu Gunanda (26), juru masak Mi Balap Mail. Mi Balap Mail adalah yang paling laris di Medan. Dua juru masaknya tak henti-henti memasak mi balap dari pagi sampai siang. Satu kuali besar mi bisa ludes dalam sekejap dan langsung lanjut memasak mi lagi. Sekali memasak bisa sampai 16 porsi. ”Salah satu keunggulan kami adalah telurnya yang banyak. Untuk sekali masak 16 porsi, kami buat hampir 40 butir telur. Jadi, satu porsi itu lebih dari dua butir telur orak-arik,” kata Edu. Satu porsi mi balap standar dijual Rp 10.000. Sementara mi balap sea food dijual Rp 22.000 per porsi. Namun, udang dan potongan cuminya terbilang banyak untuk ukuran harga itu. Antropolog Universitas Negeri Medan, Erond Litno Damanik, mengatakan, usaha kuliner memang tak pernah mati di tengah masyarakat Kota Medan. Kuliner berkembang sesuai budaya dan kondisi sosiologis masyarakat kota. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :