Suka Duka Usaha Desa
Setelah tamat SMA, Nina Safitri bekerja di pabrik tapioka. Dua
tahun kemudian ia pindah ke pabrik pupuk organik, lalu berhenti karena menikah.
Terbiasa bekerja, Nina akhirnya memutuskan aktif dalam kelompok perempuan, melalui
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Program ini
bertujuan mengatasi kemiskinan di desa-desa dan memperluas lapangan kerja di
bawah naungan Kemendagri. Pada 2014 PNPM dibubarkan. Pemerintah Indonesia
membentuk Kemendes, PDTT untuk menangani masalah di perdesaan. ”Kami seperti
anak ayam kehilangan induk,” kata Nina, mengenang masa transisi itu. Ia lega
ketika Permendes PDTTi No 15/2021 menetapkan transformasi eks PNPM menjadi
badan usaha milik desa bersama atau disingkat bumdesma.
Nina kini Direktur Bumdesma Barokah Jaya di Kecamatan Baron,
Nganjuk, Jatim. Pada 2021, Bumdesma Barokah Jaya memperoleh bantuan modal dari
Kemendes PDTT untuk program peternakan terpadu.Ada hewan ternak, ada kebun.
Kotoran ternak diproduksi menjadi biogas dan kompos. Lingkungan akan terbebas
dari limbah. Lokasi peternakan diputuskan melalui musyawarah dengan 11 kepala
desa di Kecamatan Baron: di Agrowisata Onokabe, Dusun Kuniran, Desa Jekek. Luas
Onokabe empat hektar berada di tanah milik desa, yang disebut tanah bengkok.
Sebelas desa di Kecamatan Baron diminta pihak kementerian menyertakan modal
masing-masing Rp 100 juta dari dana desa untuk bumdesma. Program peternakan
diharapkan berjalan lancar dan desa-desa memperoleh manfaat. Tujuan
strategisnya adalah ketahanan pangan.
Usaha Bumdesma Barokah Jaya ada tiga, yaitu simpan pinjam,
yang praktiknya hanya meminjamkan, peternakan terpadu, dan kredit barang. Pengembalian
dana pinjaman tak memberatkan peminjam. Pemerintah memberi masyarakat modal tanpa
jaminan agar selamat dari jeratan bank kecil ataupun tengkulak. Ini tujuan
utama bantuan. Hal itu memengaruhi cara menagih, menurut Nina. ”Kalau menagih
pinjaman, tidak boleh kasar.” Bunga pinjaman dipatok 1,5 %. Bumdesma mengambil
1,2 %, sedangkan 0,3 % dikelola dan dikembalikan manfaatnya kepada kelompok
penerima pinjaman. Tantangan Bumdesma Barokah Jaya saat ini adalah membuka
lapangan kerja untuk warga. Meski UMKM cukup populer, penjualan terbanyak
didapat saat pameran produk saja. Sementara warga desa membutuhkan pekerjaan
yang hasilnya bisa didapat setiap hari. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023