;

Suka Duka Usaha Desa

Ekonomi Yoga 11 Nov 2023 Kompas (H)
Suka Duka Usaha Desa

Setelah tamat SMA, Nina Safitri bekerja di pabrik tapioka. Dua tahun kemudian ia pindah ke pabrik pupuk organik, lalu berhenti karena menikah. Terbiasa bekerja, Nina akhirnya memutuskan aktif dalam kelompok perempuan, melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Program ini bertujuan mengatasi kemiskinan di desa-desa dan memperluas lapangan kerja di bawah naungan Kemendagri. Pada 2014 PNPM dibubarkan. Pemerintah Indonesia membentuk Kemendes, PDTT untuk menangani masalah di perdesaan. ”Kami seperti anak ayam kehilangan induk,” kata Nina, mengenang masa transisi itu. Ia lega ketika Permendes PDTTi No 15/2021 menetapkan transformasi eks PNPM menjadi badan usaha milik desa bersama atau disingkat bumdesma.

Nina kini Direktur Bumdesma Barokah Jaya di Kecamatan Baron, Nganjuk, Jatim. Pada 2021, Bumdesma Barokah Jaya memperoleh bantuan modal dari Kemendes PDTT untuk program peternakan terpadu.Ada hewan ternak, ada kebun. Kotoran ternak diproduksi menjadi biogas dan kompos. Lingkungan akan terbebas dari limbah. Lokasi peternakan diputuskan melalui musyawarah dengan 11 kepala desa di Kecamatan Baron: di Agrowisata Onokabe, Dusun Kuniran, Desa Jekek. Luas Onokabe empat hektar berada di tanah milik desa, yang disebut tanah bengkok. Sebelas desa di Kecamatan Baron diminta pihak kementerian menyertakan modal masing-masing Rp 100 juta dari dana desa untuk bumdesma. Program peternakan diharapkan berjalan lancar dan desa-desa memperoleh manfaat. Tujuan strategisnya adalah ketahanan pangan.

Usaha Bumdesma Barokah Jaya ada tiga, yaitu simpan pinjam, yang praktiknya hanya meminjamkan, peternakan terpadu, dan kredit barang. Pengembalian dana pinjaman tak memberatkan peminjam. Pemerintah memberi masyarakat modal tanpa jaminan agar selamat dari jeratan bank kecil ataupun tengkulak. Ini tujuan utama bantuan. Hal itu memengaruhi cara menagih, menurut Nina. ”Kalau menagih pinjaman, tidak boleh kasar.” Bunga pinjaman dipatok 1,5 %. Bumdesma mengambil 1,2 %, sedangkan 0,3 % dikelola dan dikembalikan manfaatnya kepada kelompok penerima pinjaman. Tantangan Bumdesma Barokah Jaya saat ini adalah membuka lapangan kerja untuk warga. Meski UMKM cukup populer, penjualan terbanyak didapat saat pameran produk saja. Sementara warga desa membutuhkan pekerjaan yang hasilnya bisa didapat setiap hari. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :