;

Data Industri Tekstil dan Pakaian Bekas Impor

Yuniati Turjandini 13 Apr 2024 Tempo
MESKI sudah lama dilarang, kegiatan impor pakaian bekas masih terus berjalan. Buktinya, sepanjang 2023, Kementerian Perdagangan telah memusnahkan pakaian bekas impor senilai Rp 174,8 miliar. Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Hermawati Setyoriny mengatakan bahwa masuknya pakaian bekas dari luar negeri menghambat pertumbuhan industri tekstil dalam negeri. Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan, selama periode 2018-2023, volume ekspor produk tekstil pakaian jadi Indonesia hanya meningkat 0,84 persen per tahun.

Barang impor menjadi keluhan utama para pelaku usaha berbagai kelas dan sektor. Tak hanya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang pasar luring, para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menuding barang-barang dari luar negeri itu menjadi biang keladi turunnya pendapatan mereka. Beberapa asosiasi pengusaha pun bersurat kepada Presiden Joko Widodo mengeluhkan banjirnya produk impor. Perkara itu lantas menjadi isu yang diangkat dalam rapat terbatas bersama para menteri. Hasilnya, pemerintah sepakat bakal memperketat importasi untuk delapan kelompok produk, seperti pakaian jadi, mainan anak, barang elektronik, alas kaki, kosmetik, barang tekstil sudah jadi, obat tradisional dan suplemen kesehatan, dan produk tas. (Yetede)


Mengapa Penjualan Pakaian Bekas Impor Tetap Marak

Yuniati Turjandini 13 Apr 2024 Tempo
PAKAIAN bekas beraneka jenis dan warna berjejer di badan jalan Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 7 April lalu. Tiga hari menjelang perayaan Idul Fitri, kawasan tersebut dipadati warga yang hendak berbelanja. Saat Tempo berkunjung ke sana pada pukul 23.06, pembeli masih tampak berdesakan memilih pakaian. Parulian, salah seorang pedagang, menjual sehelai kemeja bekas berbahan flanel dengan harga Rp 85 ribu. “Masih bisa ditawar,” kata dia. Parulian mengaku mematok harga demikian karena jenis  baju tersebut merupakan pakaian bekas impor yang  sudah dipilih. Ada pula pakaian bekas impor yang dijual lebih murah karena kualitas jelek atau terdapat cacat. menurut dia, peminat pakaian bekas impor mash tinggi. Biasanya meningkat saat lebaran," kata Parulian. (Yetede)

Kuota Wisata untuk Perairan Konservasi

Yoga 13 Apr 2024 Kompas

Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP akan memberlakukan pembatasan pada kegiatan pariwisata alam perairan di kawasan konservasi nasional, untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya ekosistem di dalam kawasan konservasi. Namun, penerapannya dinilai perlu mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi. Salah satu kawasan konservasi prioritas yang direncanakan akan menerapkan pembatasan atau sistem kuota adalah kawasan konservasi Pulau Gili Matra di NTB yang merupakan konservasi perairan nasional. Penerapan kuota bertujuan untuk menghindari wisatawan berlebih yang mengakibatkan tekanan terhadap sumber daya alam sebagai nilai jual pariwisata.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Luky Adrianto berpendapat, penetapan sebuah kawasan sebagai kawasan konservasi berimplikasi pada tujuan pengelolaan kawasan tersebut, yaitu konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Karena itu, pembatasan jumlah wisatawan atau kegiatan wisata di kawasan konservasi merupakan salah satu instrumen untuk menjaga ekosistem, sumber daya hayati, dan keberlanjutan kawasan konservasi.

Meski demikian, penetapan kuota wisata dalam kawasan konservasi perlu mempertimbangkan daya dukung sosial dan ekologis (sosial-ekologis) dalam satu kesatuan kawasan, meliputi faktor ekologis, sosial ekonomi, dan manajemen sebagai parameter untuk menentukan kuota wisata. ”Secara ekonomi, pembatasan kuota wisata di kawasan konservasi dapat diukur dengan pemberlakuan wisata premium sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Luky, Jumat (12/4). (Yoga) 

Berburu Kuliner di Hari Raya

Yoga 13 Apr 2024 Kompas

Suasana lebaran tak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Di Kota Bandung, Jabar, masyarakat hingga pengunjung dari luar kota berburu kuliner memanjakan lidah dalam kebersamaan. Hujan yang mengguyur Bandung tidak menyurutkan niat Isna (50) bersama lima temannya menikmati Bakso Tjap Haji di Jalan Burangrang, Jumat (12/4) siang. Mereka rela mengantre lebih dari 45 menit agar bisa menyantap bakso yang menggugah selera. Ratusan orang tampak sabar menanti giliran. Sebagian terpaksa menunggu di bawah payung di depan restoran. Sebagian lagi berlindung menghindari tempias hujan.

”Lebaran biasanya menunya santan dan ketupat. Sekarang saya mencari yang kuahnya segar seperti bakso. Di sini (Bakso Tjap Haji) lebih enak. Jadi, sengaja jauh-jauh datang, ngantre juga tidak apa-apa,” ujar Isna yang berasal dari Kecamatan Rancasari. Tidak hanya Isna, pesohor dari Jakarta pun rela mengantre demi semangkuk bakso. Gitaris band Maliq & D’Essentials Arya Aditya yang dipanggil Lale juga berbaur dengan pengunjung sambil menyantap bakso. Dia datang bersama istrinya, Fikha Effendi.

”Setiap momen lebaran pasti makan bakso. Kebetulan disini langganan, weekday juga pas ke Bandung pasti ke sini,” ujar Fikha. Manajer Operasional Bakso Tjap Haji Rati Kurniati menjelaskan, saat Lebaran, setiap hari mereka melayani lebih dari 2.000 pengunjung yang menghabiskan 2.500 porsi. Jumlah ini meningkat lima kali lipat di- bandingkan hari-hari biasa. ”Salah satu bakso kami sampai keluar lebih dari 20.000 butir. Menu Bakso Spesial 1 menjadi favorit. Biasanya keramaian seperti ini terjadi sampai cuti Lebaran beres,” ujarnya. Oleh-oleh makanan ringan di Kota Bandung juga diserbu para penggemar kuliner.

Putri (37), warga Ciputat, Tangsel, menunggu giliran makanan ringannya ditimbang di toko Sari Milo Shultoniah. Warung oleh-oleh di Jalan Kemuning, Kecamatan Sumur Bandung, ramai pada Jumat pagi. Neni Rosmawati (32), pengelola toko Sari Milo Shultoniah, menyebutkan, Kentang Manohara, keripik kentang renyah berwarna kuning keemasan menjadi salah satu favorit yang dijual di sana bersama Kentang Putih dan Cireng Ariel. Dalam sehari, dia menjual lebih dari 60 kg keripik Kentang Manohara. ”Kentang Putih dan Cireng Ariel juga rata-rata bisa habis 60 kg sehari. Ada belasan jenis makanan ringan, cuma yang sering dibeli tiga jenis itu setiap lebaran dan waktu libur,” paparnya. (Yoga) 

Mudik dan Pelesiran via Tol Trans-Sumatera

Yoga 13 Apr 2024 Kompas

Melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 lewat Jalan Tol Trans-Sumatera menjadi pengalaman menarik yang perlu dicoba. Tahun ini lonjakan harga tiket pesawat yang tak masuk akal membuat banyak warga memilih jalur darat. Apalagi testimoni warga Ibu Kota yang kerap bepergian ke wilayah Sumatera menggunakan jalur darat menyatakan kehadiran ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang saat ini sudah beroperasi dari Bakauheni, Lampung, hingga Prabumulih, Sumsel, telah mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan berkendara. Pernyataan mereka seragam, yaitu ” Sekarang, sejak ada jalan tol, dari Bakauheni ke Palembang cuma 5 jam.”

Agar terhindar dari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 6-7 April 2024, Kompas berangkat pada Kamis (4/4) pukul 04.00. Sekitar pukul 09.00, Kompas sudah memasuki Gerbang Tol (GT) Bakauheni. Kota Palembang menjadi destinasi persinggahan di malam pertama pada perjalanan menuju Bukittinggi, Sumbar. Untuk mencapai Palembang dari Bakauheni, terdapat tiga ruas jalan tol yang harus dilalui, yakni ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 km, lalu ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sejauh 189 km, dan yang terakhir ruas Tol Kayu Agung-Palembang yang berjarak 42,5 km. Di sepanjang jalan tol, terdapat sekitar 9 rest area permanen dan sejumlah rest area fungsional. Kendaraan siaga, seperti kendaraan patroli dan kendaraan derek juga terlihat siap bertugas.

Tarif jalan tol dari GT Bakauheni Selatan ke GT Tol Kayu Agung/Kayu Agung Utama untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 360.000. Sementara tarif tol dari GT Kayu Agung Utama menuju GT Palembang untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 75.000. Tiba di Palembang pada pukul 15.00, rombongan mudik punya waktu banyak untuk berpelesir di Jembatan Ampera dan berwisata kuliner menikmati sajian pempek dan pindang patin di waktu berbuka puasa. Sesuai rencana awal, mudik kali ini memang menjadi sebuah perjalanan wisata. Ternyata, banyak pula keluarga-keluarga yang berpelesir di kota-kota yang mereka lalui dalam perjalanan mudik.

Keberadaan jalan tol telah menciptakan potensi perekonomian baru di wilayah sekitar jalan tol. Dimulai dari daerah di sekitar pintu gerbang tol hingga di sejumlah area istirahat. Sejalan dengan berlanjutnya ruas JTTS di area selatan dan utara yang akan saling terhubung, potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah di sekitar pintu gerbang tol sebagai wilayah transit juga akan terus berkembang. Pemerintah daerah perlu memanfaatkan situasi ini, misalnya dengan membangun kawasan industri dan perdagangan yang dekat dengan akses jalan tol sehingga akan tercipta kawasan ekonomi baru. (Yoga) 

Tergiur Melihat Sukses Perantau

Yoga 13 Apr 2024 Kompas

Arus balik Lebaran menjadi momen bagi banyak orang untuk mulai merantau. Siapa yang tak tergiur melihat kilau kesuksesan mereka yang pulang ke kampung halaman. Kesuksesan perantau tergambar pada hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS (Susenas BPS). Pada kelompok 20 % keluarga paling sejahtera di Jabodetabek, 54,2 % adalah perantau. Bagi banyak orang, hidup merantau jauh dari kampung halaman merupakan pilihan demi harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Berdasarkan data mikro Susenas BPS Maret 2022, dari total 72,8 juta keluarga, 13,9 % atau 10,1 juta merupakan keluarga perantau. Kategori keluarga perantau diperoleh dari status setiap kepala dan anggota keluarga yang tidak lahir di provinsi tempat tinggalnya saat ini. Kategori ini termasuk dalam keluarga perantau lebih dari lima tahun. Ada juga kategori keluarga perantau kurang dari lima tahun karena baru pindah ke provinsi domisili sekarang. Dua kategori keluarga perantau itu membentuk kondisi kesejahteraan yang hampir sama. Dari 10 kelompok kesejahteraan, hanya 3,3 % keluarga perantau yang masuk dalam Desil 1. Angka tersebut terus meningkat di desil-desil di atasnya hingga di Desil 10 yang mencapai 20,9 %.

Ukuran kesejahteraan keluarga ini dilihat dari pengeluaran per kapita per bulan di setiap keluarga. Desil 5-8 masuk dalam 40 % keluarga dengan pengeluaran per kapita menengah di atas Desil 1-4. Desil 9-10 termasuk dalam 20 % keluarga dengan pengeluaran per kapita teratas atau dapat juga disebut keluarga paling sejahtera. Rentang pengeluaran per kapita Desil 1 hingga 4 berkisar Rp 427.000 hingga Rp 985.000 per bulan. Desil 5 hingga 8 di rentang Rp 986.000 hingga Rp 2,1 juta per bulan. Desil 9-10 lebih dari Rp 2,2 juta per bulan. Pengeluaran ini termasuk untuk kebutuhan sehari-hari, baik makanan maupun nonmakanan.

Bram (26), warga Rempoa, Tangsel, Banten, merupakan warga kelahiran Semarang dan merantau ke Jabodetabek sejak 2022. Pengeluaran per kapita rata-rata Bram, istri, dan seorang anak lebih dari Rp 2 juta per bulan, masuk Desil 9-10 atau keluarga sejahtera. Menurut Bram, kesempatan bekerja di kota perantauan selalu terbuka lebar. Modalnya pendidikan tinggi dan pengalaman bekerja. Bram mengaku tidak butuh waktu lama dari pekerjaan sebelumnya hingga mendapatkan pekerjaannya saat ini di Jakarta. Untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar, sudah banyak lamaran pekerjaan Bram yang ditolak. Ia tak patah arang dan terus berusaha hingga akhirnya mendapat pekerjaan yang layak di perantauan. (Yoga) 

Ketika Penilaian Dewan Pers Jadi Dasar Gugatan Perdata kepada Media

Yuniati Turjandini 13 Apr 2024 Tempo
SEJUMLAH organisasi yang bergabung dalam Koalisi Advokasi Jurnalis Sulawesi Selatan tengah mengawal perkara gugatan terhadap produk jurnalistik yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Para jurnalis khawatir gugatan itu biian ssa mengancam kebebasan pers di Sulawesi Selatan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar—salah satu organisasi yang bergabung dalam Koalisi Advokasi Jurnalis Sulawesi Selatan—menyesalkan adanya gugatan tersebut. Sebab, berdasarkan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, mekanisme penyelesaian sengketa pers seharusnya ada di Dewan Pers, bukan di pengadilan. Karena itu, perkara ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi iklim kebebasan pers.

Penggugat dalam perkara ini adalah lima mantan staf khusus Gubernur Sulawesi Selatan. Sedangkan tergugat adalah dua media daring, yaitu Inikata.co.id dan Herald.id serta dua jurnalisnya, Burhan dan Andi Anwar. Firmansyah, anggota tim hukum Herald.id, mengatakan sidang gugatan perkara nomor 03/PDT.G/2023 itu telah masuk tahap pengajuan alat bukti untuk para tergugat. Ia menilai gugatan yang diajukan penggugat adalah sebuah kekeliruan. Sebab, dalam perkara ini, jurnalis juga ikut tergugat. Apalagi status para penggugat ini juga tidak jelas. “Mereka merasa dirugikan mewakili siapa? Apakah pemerintah Sulawesi Selatan atau personal,” ujar Firmansah, pekan lalu. Seharusnya, kata Firman, perkara ini telah berakhir setelah kliennya menjalankan rekomendasi yang diputuskan Dewan Pers. Namun, alih-alih menerima putusan Dewan Pers, penggugat justru melanjutkan persoalan ini ke ranah perdata. (Yetede)

Arus Balik Dimulai Hari Ini

Yoga 13 Apr 2024 Kompas (H)

Rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dan lawan arah (contraflow) di Tol Trans-Jawa dari Gerbang Tol (GT) KM 414 Kalikangkung, Semarang, Jateng, sampai KM 72 GT Cikampek Utama belum diterapkan pada Jumat (12/4). Skema yang direncanakan mulai pukul 14.00 ini ditunda karena arus balik Lebaran belum terpantau padat. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Aan Suhanan menjelaskan, volume kendaraan dari arah timur yang masuk GT Kalikangkung sebanyak 1.178 kendaraan dalam rata-rata tiga jam, di bawah parameter kepadatan 2.800 kendaraan per jam. Selain itu, kendaraan yang masuk dari arah Pejagan dan pintu masuk lain setelah GT Kalikangkung juga masih berada di angka 881 kendaraan.

”Secara keseluruhan masih berada di bawah parameter sampai tadi jam 10.00. Trennya ada kenaikan di setiap traffic counting walau belum signifikan,” kata Aan. Puncak arus balik diprediksi terjadi Minggu (14/4) sampai Senin (15/4), mengingat waktu libur dan cuti bersama nasional akan berakhir dan masyarakat mulai kembali bekerja pada Selasa (16/4). Aan mengimbau pemudik kembali ke perantauan lebih awal guna menghindari puncak arus balik. Faktor keselamatan harus menjadi yang utama dengan tidak memaksa sopir menyetir lebih dari delapan jam dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. (Yoga) 

Salam Tempel Ajarkan Literasi Keuangan

Yoga 12 Apr 2024 Kompas (H)

Danik (14), siswi salah satu SMP swasta di Jaksel, sudah menyiapkan cara apabila sanak saudaranya ingin memberi salam tempel saat Lebaran, Rabu (10/4). Sistem pembayaran berbasis QR atau QRIS disiapkan dalam aplikasi pembayaran digitalnya untuk dipindai oleh keluarganya. Setelah QRIS-nya jadi, sekitar minggu kedua Ramadhan, dia menyampaikan kepada om dan tantenya untuk menyiapkan uang yang pada hari Idul Fitri ditransfer melalui QRIS tersebut agar tidak repot. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk jajan dan keperluan sehari-hari. ”Sekarang, kan, semua kios maunya transfer QRIS. Enggak ada lagi yang terima uang tunai. Kalaupun ada, jarang yang ada duit kembalian.

Makanya, nanti THR (tunjangan hari raya) ditransfer saja,” kata Danik. Menurut dia, praktik salam tempel digital ini lumrah bagi dirinya dan kalangan teman-teman sekolahnya. Bagi mereka, cara ini menghindari risiko ”investasi bodong”, yaitu ketika salam tempel berupa uang tunai harus disetor kepada orangtua. Setelah itu, anak tidak akan pernah melihat uang itu selamanya. Entah oleh orangtua memang ditabung untuk masa depan anak atau dipakai untuk berbelanja sayur. Tradisi salam tempel memang tak lepas dari tradisi silaturahmi hari raya. Orang yang sudah berpenghasilan biasanya akan memberikan uang kepada anak-anak atau orang yang membutuhkan saat mereka bertemu dalam momen tersebut. (Yoga)

Wastra Aceh Punya Cerita

Yoga 12 Apr 2024 Kompas (H)

Di tangan anak-anak muda, kain tradisional Aceh bertransformasi dan menggeliat bersama industri mode Wastra Aceh bukan sekadar simbol kebudayaan. Kain-kain tradisional Aceh menyimpan potensi ekonomi yang besar, apalagi jika dikembangkan sepe nuhnya dari hulu ke hilir. Bunyi ketukan alat tenun bukan mesin bersahut-sahutan dari lantai dua rumah produksi Tenun Kutaraja di Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/3). Pesanan 40 lembar kain dari BI Kantor Perwakilan Aceh harus segera rampung. ”Untuk sementara, kami fokus selesaikan pesanan BI. Pekerja kami hanya tiga orang, tak bisa terima banyak orderan,” kata Zulhelmi (29) pemilik usaha Tenun Kutaraja. Dia memulai usaha itu pada tahun 2022. Pada 2021, Helmi mengikuti program Muslim Fashion Collaboration (MFC) yang digulirkan BI Perwakilan Aceh. 

Seusai pelatihan, BI Perwakilan Aceh menawarkan kepada Helmi untuk belajar menenun, ia menerimanya. ”Saya tertarik, pertama untuk merawat  kebudayaan dan kedua ini peluang bisnis. Sebab, perajinnya sedikit,” katanya. Motivasi yang tinggi membuat dia tidak sulit menguasai tekniknya. Setelah pelatihan, Helmi diberi bantuan berupa alat produksi tenun oleh BI Perwakilan Aceh. Dari situ, ia membuat tenun motif sederhana, seperti pintu aceh reubong (rebung), dan awan berarak; hingga motif yang lebih rumit, seperti ornamen pada batu nisan kuno dan simbol-simbol perjalanan Kerajaan Aceh Darussalam. Dalam sebulan, Tenun Kutaraja hanya mampu memproduksi 40 lembar kain tenun. Padahal, pesanan jauh lebih banyak. Terkadang, pemesan harus menunggu sebulan baru pesanan rampung. Helmi masih kekurangan penenun. ”Aceh butuh banyak penenun. Kain tenun Aceh mulai diminati, bahkan oleh perancang busana nasional,” katanya.

Saat ini, jumlah penenun di provinsi itu bisa dihitung dengan jari. Generasi muda tidak tertarik belajar tenun. Padahal, tenun memiliki potensi bisnis yang besar. Harga per lembar kain tenun buatan Helmi berkisar Rp 700.000-Rp 1 juta. Terpaut 4 kilometer dari rumah produksi Tenun Kutaraja, di sebuah rumah di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Suryani Marzuki (27), istri Helmi, tengah memeriksa pakaian hasil jahitan dua karyawannya. Jika Helmi bermain di hulu, Suryani, yang berprofesi sebagai perancang dan penjahit pakaian, bermain di hilir. Tak jarang kain produksi Helmi menjadi bahan pembuatan pakaian bagi Suryani. Pada bulan Ramadhan, pemesanan pakaian mengalir deras. Tarif jasa membuat satu pakaian Rp 200.00 hingga Rp 300.000. Selama Ramadhan, dia mampu menyelesaikan 200 potong pakaian.

Perancang mode kenamaan Wignyo Rahadi menuturkan, wastra Aceh, baik tenun maupun songket, memiliki potensi untuk bersaing di panggung nasional, bahkan internasional. Pada 2022, kain songket Aceh pernah tampil di acara Paris Fashion Week. ”Motif wastra Aceh sangat menarik dan berkarakter kuat, seperti motif pintu aceh. Di daerah lain tidak ada motif pintu Aceh, bahkan yang mirip pun tidak ada,” kata Wignyo. Wignyo mendorong para pelaku usaha di bidang mode, penenun, perancang, hingga pembuat pakaian berkolaborasi untuk mengembangkan usaha mode dari hulu ke hilir. Kain tenun dan songket perlu didekatkan dengan warga Aceh dalam bentuk pakaian jadi siap pakai. (Yoga)

Pilihan Editor