Dunia Desak Deeskalasi di Timur Tengah
Meskipun tidak ada serangan lanjutan, situasi di kawasan
Timur Tengah masih ”panas”. Seiring saling klaim keberhasilan baik Iran maupun
Israel, kedua belah pihak masih bersemuka, saling ancam. PBB mendesak semua
pihak yang berkepentingan untuk menahan diri. Sekjen PBB António Guterres dan Presiden
Majelis Umum PBB Dennis Francis, Sabtu (13/4) di Markas PBB di New York, AS,
menegaskan, semua pihak harus menahan diri. Kawasan Timur Tengah serta dunia,
menurut mereka, tidak lagi mampu menghadapi peperangan baru.
”Saya mendesak penghentian kekerasan segera,” kata Guterres,
Sabtu petang, beberapa saat setelah Iran melancarkan serangan ratusan drone dan
rudal ke Israel. DK PBB pun segera mengagendakan Rapat Darurat untuk membahas
perkembangan terakhir di Timur Tengah. ”Tanggapan Iran membuat rentan situasi
yang sudah tegang di Timur Tengah,” kata Francis. Untuk itu, dia mendesak semua
pihak menahan diri untuk mencegah eskalasi. Sejumlah negara juga menyerukan
agar para pihak menahan diri. Kemenlu Rusia pada Minggu (14/4) pagi mendesak
semua pihak mengambil pendekatan diplomatik.
”Kami berharap negara-negara di kawasan menyelesaikan persoalan
secara politis melalui jalur diplomatik. Kami sangat prihatin dengan ekskalasi
kekerasan yang sangat berbahaya di Timur Tengah,” demikian Kemenlu Rusia. Minimnya
penyelesaian masalah dalam berbagai krisis di Timur Tengah dengan pusat masalah
konflik Israel-Palestina dapat menimbulkan gangguan stabilitas. Menlu Rusia
Sergey Lavrov menggarisbawahi kecaman terhadap serangan Israel di Suriah yang menewaskan
jenderal Iran sebagai pangkal masalah. Rusia menilai, serangan Iran sejatinya
adalah bentuk pembelaan diri setelah konsulat mereka di Damaskus diserang
Israel, 1 April lalu.
Sebagaimana Rusia, Kemenlu China menyatakan keprihatinan atas
eskalasi konflik Israel-Iran menyusul serangan balasan Iran ke Israel. China
mendesak para pihak menahan diri dan mencegah eskalasi berlanjut. Kemenlu China
dalam keterangan tertulis menyatakan, masyarakat internasional terutama negara
berpengaruh untuk menjalankan peran konstruksif untuk menjaga perdamaian dan
stabilitas Timur Tengah. ”Ini adalah lanjutan dari konflik di Jalur Gaza
sehingga resolusi DK PBB No 2728 harus segera dilaksanakan dan konflik diakhiri
sekarang juga,” demikian keterangan Kemenlu China. Resolusi DK PBB Nomor 2728 adalah
gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023