;

Indonesia Amankan Komitmen Minyak Rusia di Tengah Krisis Timur Tengah

Sayaka 30 Apr 2026 Tim Labirin

Pemerintah Indonesia disebut telah memperoleh komitmen pasokan minyak mentah dari Rusia hingga 150 juta barel di tengah tekanan harga minyak global dan meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh sejumlah laporan media internasional. Channel NewsAsia, mengutip AFP dan kantor berita Antara, melaporkan bahwa Rusia telah menyetujui pasokan minyak untuk Indonesia setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow dan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyebut Indonesia memperoleh komitmen 100 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus, serta tambahan 50 juta barel bila dibutuhkan. [1]

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengamankan pasokan energi nasional. Indonesia, sebagai negara pengimpor bersih minyak, menghadapi tekanan besar karena sebagian impor minyak mentahnya masih berasal dari kawasan Timur Tengah. CNA mencatat sekitar 20–25% impor crude Indonesia berasal dari Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Risiko terhadap jalur tersebut meningkat setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas. Reuters melaporkan harga minyak dunia naik pada 24 April 2026 setelah muncul kekhawatiran baru mengenai eskalasi militer di kawasan itu. Dalam laporan yang sama, Brent tercatat naik ke US$106,30 per barel, sementara WTI mencapai US$96,92 per barel. Selat Hormuz menjadi sorotan karena sekitar 20% aliran minyak dan gas global biasanya melewati jalur tersebut. [2]

Sebelum muncul kabar komitmen 150 juta barel dari Rusia, Reuters sudah melaporkan pada Maret 2026 bahwa Indonesia sedang menjajaki pembelian minyak dari Rusia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat itu menekankan bahwa yang terpenting bagi Indonesia adalah memastikan pasokan energi. Reuters juga mencatat impor minyak mentah Indonesia dari Arab Saudi turun tajam menjadi 23.000 barel per hari pada Maret, dari 104.000 barel per hari pada Februari, berdasarkan data Kpler.

Masuknya Rusia sebagai calon pemasok besar menandai perubahan penting dalam strategi impor minyak Indonesia. Selama ini Indonesia mencari pasokan dari berbagai sumber, termasuk Timur Tengah, Afrika, dan kawasan lain. Namun perang Timur Tengah memaksa pemerintah mempercepat diversifikasi sumber impor agar tidak terlalu bergantung pada jalur yang rentan terganggu.

Meski demikian, rencana impor minyak Rusia tidak bebas risiko. Sanksi Barat terhadap Rusia masih menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam pembelian, pembiayaan, asuransi, pengangkutan, hingga pembayaran. Reuters pada 2025 melaporkan Pertamina sebenarnya telah memasukkan crude Rusia dalam tender pembelian sejak tahun sebelumnya, tetapi saat itu belum ada impor aktual dan Pertamina menyatakan tetap mematuhi sanksi AS. [3]

Risiko tersebut juga ditegaskan oleh Institute for Essential Services Reform atau IESR. CEO IESR Fabby Tumiwa menilai pasokan dari Rusia bisa dipahami sebagai respons darurat untuk menjaga keamanan energi Indonesia. Namun ia mengingatkan bahwa jika kelonggaran sementara dari Amerika Serikat tidak diperpanjang, proses pembelian, pembiayaan, dan pengangkutan minyak Rusia dapat menjadi lebih kompleks. [4]

Di sisi lain, Uni Eropa juga memperketat rezim sanksinya terhadap Rusia. Reuters melaporkan paket sanksi ke-20 Uni Eropa mencakup dasar hukum untuk kemungkinan larangan layanan maritim bagi pembeli crude dan produk minyak Rusia sebagai pengganti mekanisme pembatasan harga G7. Paket tersebut juga mencantumkan pembatasan terkait armada bayangan Rusia dan sejumlah layanan energi. [5]

Dengan demikian, kabar Indonesia mendapatkan minyak mentah dari Rusia dapat dinilai benar, tetapi masih berada pada tahap komitmen pasokan dan rencana realisasi, bukan bukti bahwa seluruh 150 juta barel sudah diterima. Pemerintah tampaknya sedang mengamankan opsi pasokan alternatif untuk menutup risiko kekurangan crude akibat perang Timur Tengah, lonjakan harga minyak, dan potensi gangguan Selat Hormuz.

Bagi Indonesia, keputusan ini bersifat strategis sekaligus sensitif. Dari sisi energi, pasokan Rusia dapat membantu menjaga stok nasional dan mengurangi tekanan akibat mahalnya minyak dunia. Namun dari sisi geopolitik dan perdagangan internasional, transaksi dengan Rusia harus dikelola hati-hati agar tidak menimbulkan hambatan akibat sanksi, asuransi kapal, pembiayaan, dan kepatuhan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam rantai pasok minyak global.

 

Dolar AS Ngamuk Lagi Dekati Rp 17.400!

Andhika Arman 30 Apr 2026 Detik
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah, mendekati level Rp 17.400 pagi ini. Dikutip dari data Bloomberg, dolar AS bergerak naik dan tetap berada di level Rp 17.300-an. Meskipun demikian, dolar AS cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya seperti yen Jepang, dolar Australia, dan dolar Singapura. Sementara itu, terpantau menguat terhadap euro. Hal ini menandakan situasi yang belum stabil dan perlu diawasi dengan seksama untuk mengantisipasi perubahan lebih lanjut.

Putin dan Trump Teleponan Sampai 90 Menit, Bahas Perang di Ukraina dan Iran

Andhika Arman 30 Apr 2026 Detik
Jadi, Putin dan Trump baru-baru ini melakukan panggilan telepon yang berlangsung selama lebih dari 90 menit. Mereka membahas perang di Ukraina dan Iran, dengan Putin mengapresiasi keputusan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Namun, Putin juga menyoroti dampak negatif perang AS dengan Iran terhadap komunitas internasional. Mereka berkomitmen untuk memberikan bantuan diplomatik terkait perang di Timur Tengah. Trump mengatakan percakapan itu lebih berfokus pada Ukraina daripada Iran. Ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara kedua negara dalam menangani masalah internasional.

Harga Emas Antam Anjlok Lagi!

Andhika Arman 30 Apr 2026 Detik
Harga emas Antam kembali turun hari ini, dengan harga emas Antam 24 karat turun Rp 15.000 per gram menjadi Rp 2.769.000 per gram. Harga emas terkecil 0,5 gram dijual seharga Rp 1.434.500, sementara emas 10 gram dijual dengan harga Rp 27.185.000 dan emas 1 kg dibandrol Rp 2.709.600.000. Harga emas Antam juga turun dalam sepekan terakhir, dengan rentang harga Rp 2.805.000 - Rp 2.769.000 per gram. Buyback harga emas juga turun Rp 24.000 per gram menjadi Rp 2.549.000 per gram.

BRI Cetak Laba Rp 15,5 T di Kuartal I-2026

Andhika Arman 30 Apr 2026 Detik
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun pada kuartal I-2026, naik 13,7% dari periode sebelumnya. Laba ini didorong oleh pertumbuhan fungsi intermediasi dan pendapatan. Selain itu, BRI juga berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1.562 triliun, dengan penyaluran KUR mencapai Rp 47,09 triliun dan FLPP Rp 17,13 triliun. DPK juga tumbuh 9,4% menjadi Rp 1.555 triliun, dengan CASA mencapai 68,1%. Total aset BRI juga tumbuh 7,2% menjadi Rp 2.250 triliun.

IHSG Pagi Ini Kebakaran, Saham-saham Big Bank Rontok!

Andhika Arman 30 Apr 2026 Detik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka melemah, bergerak di zona merah di bawah 7.100. Saham-saham Big Bank turun, seperti BBCA turun 2,09% dan BBNI turun 1,05%. IHSG juga melemah secara harian, mingguan, bulanan, tiga bulanan, dan enam bulanan, tetapi masih menguat secara tahunan. Total transaksi pagi ini mencapai Rp 1,83 triliun dengan 211 saham menguat, 331 saham melemah, dan 154 saham stagnan.

Purbaya Rilis Aturan Baru Anggaran OJK, Klaim Independensi Tetap Jalan

Andhika Arman 30 Apr 2026 Detik
Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini merilis aturan baru terkait anggaran OJK, namun mengklaim bahwa independensi lembaga tersebut tetap terjaga. Aturan tersebut menyentuh aspek administratif pengelolaan anggaran OJK, termasuk perencanaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban. Aturan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 27 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 24 April 2026. Meskipun demikian, aturan tersebut disebut tidak akan mengganggu independensi OJK dalam menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Menurut Plt Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, aturan tersebut bertujuan untuk memperkuat penerapan prinsip tata kelola yang baik dalam pengelolaan keuangan sektor jasa keuangan.

Menakar Dampak Formula Baru HPM Nikel Terhadap Ekosistem Hulu dan Hilir

Zain 30 Apr 2026 Tim Labirin

Jakarta. Wajah industri nikel tanah air resmi mengalami perubahan per 15 April 2026. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memberlakukan Keputusan Menteri Nomor 144.K/2026 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara. Aturan ini mengubah formula Harga Patokan Mineral (HPM) yang selama ini menjadi acuan transaksi bijih nikel di Indonesia. Namun, perubahan ini membawa dampak yang berbeda, perubahan ini seperti angin segar bagi penambang sekaligus awan mendung bagi para pengelola smelter.

Perubahan paling fundamental dalam beleid baru ini adalah dimasukkannya nilai mineral ikutan seperti kobalt (Co) dan besi (Fe) ke dalam rumus perhitungan HPM. Selama ini, unsur-unsur bernilai ekonomi tinggi tersebut seolah menjadi bonus bagi pembeli karena belum dihargai secara optimal dalam formula lama yang hanya berbasis kadar nikel (Ni).

Keuntungan di Sektor Hulu

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Sudirman Widhy Hartono, melihat revisi ini sebagai kemenangan bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Dengan formula baru, harga jual bijih nikel, baik tipe saprolit maupun limonit, dipastikan terkerek naik.

Khusus untuk bijih nikel kadar rendah atau limonit, kenaikannya diprediksi sangat fantastis, bahkan bisa melampaui 100%. Penyebab utamanya adalah kandungan kobalt dalam limonit yang kini mulai diperhitungkan secara nyata, sehingga keuntungan yang diperoleh penambang akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Smelter Dalam Tekanan Besar

Namun, kegembiraan di hulu berbanding terbalik dengan kondisi di hilir. Bagi industri pengolahan (smelter), kenaikan HPM adalah tambahan beban biaya produksi (COGS) yang signifikan di tengah tren harga nikel global yang masih fluktuatif.

Smelter berbasis Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang menghasilkan Nickel Pig Iron (NPI) kini terjepit. Di satu sisi, mereka harus membayar bahan baku lebih mahal, sementara di sisi lain, mereka menghadapi lonjakan harga energi (batu bara dan BBM) serta kondisi pasar global yang mengalami overproduksi NPI.

Kondisi lebih kritis dialami oleh smelter berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang mengolah limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Industri ini sudah lebih dulu tertekan oleh lonjakan harga asam sulfat (bahan baku utama pelindian) yang naik tinggi dari di bawah US$ 100 per ton menjadi US$ 250 per ton dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan hitungan PERHAPI, kombinasi kenaikan harga limonit dan asam sulfat bisa mendorong biaya produksi MHP hingga menembus angka US$ 17.000 per ton. Angka ini sangat riskan karena sudah mendekati harga pasar nikel di London Metal Exchange (LME).

Dilema Penerimaan Negara dan Keberlanjutan

Pemerintah, melalui Dirjen Minerba Tri Winarno, menegaskan bahwa perubahan formula ini adalah langkah optimalisasi pendapatan negara dari sumber daya alam, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan harga acuan yang lebih tinggi, otomatis royalti yang masuk ke kas negara juga akan meningkat.

Meski demikian, PERHAPI mengingatkan pemerintah agar tidak menutup mata terhadap daya tahan industri hilir. Jika keekonomian pabrik pengolahan sudah tidak lagi menarik, ancaman penghentian operasi smelter bisa menjadi kenyataan. Jika ini terjadi, efek dominonya akan sangat panjang, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga target hilirisasi nasional yang terancam mandek.

Kini, bola panas ada di tangan para pelaku industri. Bagaimana mereka melakukan efisiensi operasional akan menjadi penentu: apakah formula baru ini menjadi momentum kejayaan mineral Indonesia, atau justru menjadi titik balik lesunya investasi di sektor hilir.(Zain)

Ramalan Permintaan Emas Dunia untuk Sisa 2026, Peluang ATH Baru

Andhika Arman 30 Apr 2026 Bisnis
Ringkasan Ramalan Permintaan Emas Dunia untuk Sisa 2026 menunjukkan peluang ATH baru. Tren investasi emas fisik masih kuat meskipun sedikit volatil. World Gold Council melaporkan pertumbuhan moderat pada kuartal pertama 2026. Investor terus membeli logam mulia. Bank sentral juga tetap aktif dalam pembelian emas. Bisnis Indonesia Premium menawarkan akses informasi eksklusif tentang pasar, investasi, dan jurnalisme data. Berlangganan dapat dilakukan melalui berbagai metode pembayaran dan dapat diakses melalui situs web dan aplikasi Bisnis Indonesia Premium.

Pesta Dividen Bank BUMN, Investor Panen di Tengah Risiko Makroekonomi

Andhika Arman 30 Apr 2026 Bisnis
Pesta dividen bank BUMN menjadi berita baik bagi investor di tengah risiko makroekonomi. Bank seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI membagikan dividen besar dari laba 2025, menunjukkan fundamental perbankan yang kuat. Investor dapat memanen hasil investasi di tengah risiko yang ada. Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, bisa mengakses Bisnis Indonesia Premium melalui website atau aplikasi Bisnis Indonesia setelah berlangganan. Dengan berlangganan, investor akan mendapatkan konten eksklusif meliputi market, investasi, hingga jurnalisme data dalam bahasa Inggris.