;

Darurat Sampah, TPA Tangerang Nyaris Penuh

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Tempat Pemrosesan Akhir Rawa Kucing, Kelurahan Kedaung Wetan, Tangerang, Banten, nyaris tidak mampu lagi menampung timbunan sampah. Tanpa pengelolaan terpadu dari hulu, darurat sampah ada di depan mata. Penerapan ekonomi sirkular untuk pengelolaan sampah juga mendesak dilakukan. Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing yang nyaris penuh terlihat dari sampah yang menggunung dengan ketinggian 25 meter. Volume timbunan sampah mencapai 1.600 ton per hari. Kondisi ini diperparah de- ngan bencana kebakaran TPA Rawa Kucing yang berulang.

Puncaknya terjadi pada 20 Oktober 2023 dengan luas area terbakar 27 hektar atau 80 persen total 34,8 hektar lahan TPA. Proses pemadaman berlangsung 12 hari. Selama itu pula Pemkota Tangerang memberlakukan status tanggap bencana darurat daerah. Koordinator Presidium Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Kota Tangerang Ade Yunus, Senin (15/4) menyatakan, Kota Tangerang sudah berstatus darurat sampah. Menurut dia, kebijakan terintegrasi diperlukan agar volume sampah yang sudah menggunung di TPA Rawa Kucing dapat dikurangi. Pengelolaan sampah harus berjalan terintegrasi mulai dari penegakan aturan, pengelolaan dengan teknologi yang tepat, hingga internalisasi budaya mengelola sampah dari hulu.

Berbagai aksi bersih-bersih hanya mampu merelokasi atau memindahkan sampah ke TPA. Untuk mengelola sampah di TPA, diperlukan langkah konkret yang lebih ekstrem dan tepat guna, salah satunya melalui program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). ”Sampah yang dapat didaur ulang memiliki potensi ekonomi sirkular. Bank sampah membantu mengelola sampah yang dapat didaur ulang dan masih memiliki nilai ekonomis. Komposter mengelola sampah rumah tangga dan sampah organik lain yang dapat dijadikan kompos,” kata Ade. (Yoga) 

Rengkuh Banyu Mahandaru ”Plepah” untuk Merawat Alam

Yoga 16 Apr 2024 Kompas (H)

Di Jaipur, India, Rengkuh Banyu Mahandaru (32) meraih inspirasi penggunaan piring dan mangkuk kecil dari dedaunan tanaman endemik seperti jati yang dikeringkan. Sekembalinya ke Tanah Air, Rengkuh mengimplementasikan seluruh pengalamannya untuk mendirikan ”Plepah”. Rengkuh memilih mengolah pelepah pinang menjadi kemasan makanan sekali pakai. Dia memilih pelepah pinang karena ketersediaan material tersebut melimpah, tetapi masih dianggap limbah. Data terkini sebaran jenis tumbuhan pinang di Sumatera mencakup area 150.000 hektar. Pelepah pinang yang digunakan Rengkuh baru dari wilayah Jambi dan Sumsel. Kemasan pelepah, ditujukan sebagai pengganti penggunaan kantong plastik dan styrofoam sebagai kemasan makanan sekali pakai.

Atas dukungan dana BRI Ventures serta BRIN pada tahun 2022 Rengkuh mendirikan unit produksi kemasan makanan dari pelepah pinang di Cibinong, Jabar. Kapasitas produksinya 160.000 kemasan per bulan dengan pasar utama ekspor hingga 80 %. Selebihnya, 18-20 persen untuk memenuhi pasar dalam negeri. Di dalam negeri, harga satu kemasan pelepah pinang Rp 2.500 sampai Rp 4.500. Produk kemasan pelepah pinang itu diberi jenama Plepah. Pada April 2023, ia diminta ikut pameran di Jerman. Di sana banyak permintaan dari luar negeri. Namun, regulasi dalam negeri tentang kandungan kimia, bakteri, dan bukan hasil deforestasi belum dianggap sebagai patokan global.

Hanya dari Australia yang bisa dipenuhi. Itu pun melalui perantara pengusaha Dubai yang datang ke Jakarta pada November 2023. Baru-baru ini terkirim satu kontainer berisi 150.000 kemasan. Selanjutnya, Australia minta dikirim bahan mentahnya. Rengkuh tak berhenti pada usaha produksi kemasan pelepah pinang. Ia mengembangkan produksi sumber energi biomassa di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, dengan biomaterial, di antaranya tandan sawit kosong, ampas tebu, kayu, dan kulit beras. ”Pada Oktober 2023 sudah terkirim beberapa ton biomassa untuk bahan bakar pembangkit listrik di Jateng,” ujar Rengkuh saat dihubungi Kompas, Rabu (27/3). (Yoga) 

Perputaran Uang Rp 386 T, Ekonomi Kuartal II Terdongkrak

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Perputaran uang selama periode 2024 diprediksi mencapai Rp 386 triliun, yang antara lain mengalir ke sektor pariwisata, kuliner, logistik, dan transportasi. Kondisi ini menggerakkan ekonomi di berbagai daerah di Tanah Air yang diyakini akan mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II mendatang hingga di atas 5%. Mengutip data Kementerian Perhubungan, tahun ini jumlah pemudik ada sekitar 193,7 juta jiwa atau setidaknya 48,4 juta keluarga. Jumlah itu lebih dari 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia yang pulang ke Kampung, atau yang terbesar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pemicunya adalah ketersediaan transportasi umum, infrastruktur yang mendukung seperti jalan tol, jembatan, serta menjadi puncak lonjakan mobilitas masyarakat pasca Covid-19.

Timteng Memanas, Ekonomi Rawan Terguncang

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily (H)
Konflik di Timur Tengah (Timteng) memanas, menyusul serangan ratusan drone Iran ke Israel. Sabtu (13/4/2024) sebagai bentuk balasan atas serangan Israel yang telah menghancurkan gedung Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, awal April. Selain memicu ketegangan regional hingga ke tingkat global, eskalasi konflik ini akan berdampak kepada perekonomian global serta meningkatkan resiko makro ekonomi Indonesia. Dengan kata lain, ekonomi Indonesia rawan terguncang  dan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa di bawah 5% atau 4,6-4,8%, dibandingkan 2023 sebesar 5,05%. Merespons situasi tersebut dan guna mengambil langkah-langkah antisipasif, menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyelenggarakan rapat terbatas dengan seluruh unsur kedeputian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan sejumlah duta besar, Senin (16/4/2024). (Yetede)

Penurunan Tingkat Bunga Ganggu Kerja Fintech

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Penurunan tingkat suku bunga jasa Layanan fintech peer-to-peer lending (P2P lending)  yang dilakukan  secara bertahap sejak Januari 2024 berpotensi memengaruhi kinerja industri fintech ke depan. Pasalnya, penurunan tingkat bunga tersebut ditengarai bakal diikuti berkurangnya jumlah penyaluran dana ke fintech. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, penurunan tingkat suku bunga  fintech  akan berdampak pada sikap lender, yang lebih mementingkan unsur safety dan mengejar keuntungan yang lebih tinggi. "Kalau secara hipotesa saya sebenarnya penyalurannya akan terkendala, karena dari sisi lender akan bereaksi terhadap penurunan tersebut. Dengan bunga turun sebenarnya menguntungkan sisi borower, tapi merugikan lender secara proposional, yang akhirnya mendapatkan manfaat bunga yang lebih sedikit dibandingkan kemarin (sebelumnya)," kata Nailul kepada Investor Daily. (Yetede)

Pasar Ponsel Global Rebound, Samsung Rebut Posisi Apple

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daiky
Lembaga riset International Data Corporation (IDC) melaporkan, pengiriman (shipment) telepon seluler (ponsel) secara global kembali mengalami peningkatan (rebound) pada kuartal I-2024,  yaitu mencapai 289,4 juta unit. Jumlah ini naik sebesar 7,8% dibandingkan kuartal I-2023 yang sebanyaj 268,5 juta unit. Sedangkan dari sisi brand, Samsung kembali merebut posisi puncak dengan jumlah shipment sebanyak 60,1 juta unit, setelah pada akhir 2023 lalu, Apple bertengger di posisi puncak. Worldwide Mobility and Consumer Device Trackers IDC Ryan Reith mengatakan, meskipun industri smartphone  belum sepenuhnya pulih, karena tantangan ekonomi makro yang masih menghantui pasar, industri smarphone memberikan sinyal positif, berada dalam tren pemulihan. (Yetede)

Riset : Konsumen RI Belum Bisa Tinggalkan Belanja Offline

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Perusahaan data dan insights, Populix, melakukan riset dan menggali lebih lanjut terkait  pola belanja konsumen di Indonesia melalui laporan riset bertajuk "Preferensi Konsumen dalam Belanja Online dan Offline". Riset ini mengulas tren belanja offline dan online, serta situasi pascapandemi yang turut mempengaruhi perilaku belanja konsumen. Berdasarkan riset tersebut, diakui bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun lalu mengakselerasi adopsi belanja online secara signifikan. Meskipun demikian, konsumen Indonesia tetap tidak meninggalkan kebiasaan belanja offline. Head of Research Populix Indah Tanip mengatakan, pascapandemi, terjadi transformasi yang menarik dalam perilaku belanja online secara signifikan, temuan Populix menunjukkan bahwa belanja offline tetap menjadi pilihan yang  melengkapi pengalaman belanja konsumen dan bahkan terus bertumbuh setelah pandemi. (Yetede)

Para Pengembang Properti Kumpulkan Pendapatan Rp 97,46 Triliun

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Banyak kalangan menganggap bahwa bisnis properti tetap menggeliat pada 2024. Optimisme itu mencuat tak semata karena kebutuhan hunian yang masih tinggi, tapi juga dipicu oleh sejumlah faktor, seperti pertumbuhan ekonomi nasional dan insentif terhadap sektor properti. Optimisme itu juga tak lepas dari pertumbuhan pendapatan para emiten properti pada 2023. Mengutip laporan keuangan 76 emiten properti pada 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni dari  Rp91,25 triliun menjadi Rp 97,46 triliun. PT Lippo Karawaci Tbk menjadi emiten properti yang mencetak  pendapatan terbesar pada 2023. Bahkan emiten berkode saham LPKR ini mampu mendongkrak pendapatan sebesar 15% menjadi sekitar Rp 17 triliun. "Kami dengan bangga menyajikan hasil  keuangan tahun 2023, yang menunjukkan kinerja yang kuat dia seluruh segmen bisnis serta pengelolaan keuangan yang hati-hati di tingkat holding company," ujar Group CEO PT Lippo Karawaci Tbk, John Riadi. (Yetede)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Segmen Perumahan Menjadi Otot Penjualan Gapuraorima

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Penjualan tahun 2023 PT Perdana Gapuraprima Tbk (Gapuraprima), bertumpu pada proyek perumahan, termasuk rumah toko (ruko). Segmen ini menyumbang sekitar 60% terhadap total penjualan emiten properti berkode saham GPRA itu. Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima Tbk Arvin F Iskandar menerangkan, penjualan Gapuraprima pada 2023 sebesar Rp459,53 miliar atau naik 24% bila dibandingkan dengan torehan 2022 yang senilai Rp370,37 miliar. "Kenaikan disebabkan oleh penjualan perumahan dan ruko," kata Arvin. Saat ini Gapuraprima mengembangkan sejumlah proyek perumahan yang tersebar  diberbagai lokasi, antara lain Bukit Cimanggu City, Bogor (Jawa Barat) dan Garden Ville, Pamoyanan, Bogor (Jawa Barat) 

Industri Manufaktur Berisiko Tekan Volume Produksi

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Pelemahan nilai tukar rupiah secara terus-menerus berisiko menyebabkan sebagian besar industri manufaktur menekan volume produksi. Beban biaya nonproduksi akan melonjak jika pelemahan rupiah berkelanjutan. Meski perdagangan spot rupiah selama sepekan terakhir atau selama periode Lebaran belum dibuka, berbagai pemberitaan menyebutkan, rupiah telah menembus Rp 16.000 per dollar AS. Berdasarkan data Google Finance, pelemahan rupiah menyentuh titik tertingginya pada level Rp 16.089 per dollar AS pada Jumat (12/4).  Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan, rupiah berada di level Rp 15.873 per dollar AS pada penutupan pasar Jumat (5/4).

Pelemahan rupiah sempat menyentuh level tertingginya sebesar Rp 15.923 per dollar AS atau terdepresiasi 2,9 % dibandingkan dengan awal tahun 2024. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, Senin (15/4) mengatakan, pelemahan rupiah dipastikan berdampak negatif, terutama terhadap industri manufaktur nasional. Sebab, industri manufaktur masih bergantung pada impor bahan baku, bahan penolong, serta barang modal.

”Terbuka kemungkinan kenaikan harga jual di pasar apabila pelemahan ini terjadi lebih dari sebulan. Imbasnya, inflasi harga pasar bisa menjadi lebih tinggi, pertumbuhan penjualan atau konsumsi pasar melambat dan memengaruhi inflasi apabila pemerintah tidak bisa menstabilkan penguatan nilai tukar. Kami sangat berharap pemerintah dapat menciptakan intervensi moneter yang dibutuhkan untuk menciptakan stabilitas atau penguatan nilai tukar,” katanya.

Sekitar 80 % total impor nasional merupakan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal industri. Ini mengakibatkan biaya nonproduksi (overhead cost) industri manufaktur seluruh subsektor melonjak dan sangat memberatkan. Apindo memperkirakan, sebagian besar industri manufaktur akan menekan volume produksi akibat kenaikan beban biaya nonproduksi yang disebabkan oleh pelemahan rupiah. (Yoga) 

Pilihan Editor