Kurs Terus Melemah, Intervensi Pasar Jadi Pilihan
Merujuk data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor),
nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (17/4) ditutup Rp 16.240 USD atau
melemah 0,39 % dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan rupiah ini telah
menembus titik terdalamnya selama periode 2023 sekaligus mendekati puncak
depresiasi periode 2020. Untuk meredam kejatuhan rupiah yang lebih dalam, terdapat
dua skenario kebijakan moneter yang bisa dilakukan bank sentral, yakni
menaikkan suku bunga acuan dan intervensi pasar. Untuk menguatkan rupiah kembali
ke level Rp 15.000-an per USD, dibutuhkan biaya intervensi pasar 1 miliar USD dari
cadangan devisa.
Senior Economist PT Samuel Sekuritas Indonesia Fithra Faisal
Hastiadi menjelaskan, menaikkan suku bunga acuan menjadi salah satu opsi untuk
meredam pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, opsi ini perlu kajian yang lebih
kompleks untuk dilakukan. Pilihan lain yang dapat ditempuh oleh bank sentral
untuk menstabilkan nilai tukar, yakni lewat kebijakan intervensi pasar, setidaknya
sampai Juni 2024 dengan mengandalkan cadangan devisa yang dimiliki. ”Berdasarkan
simulasi, dengan 500 juta USD per bulan, minimal bisa membawa rupiah dari Rp
16.200 ke level Rp 16.000. Kalau mau lebih kuat, 1 miliar USD selama sebulan
itu bisa mengembalikan rupiah ke level Rp 15.900. Hal ini bisa dilakukan selama
tiga bulan hingga Juni 2024,” ujar Fithra yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UI. (Yoga)
Sebanyak 11.916 ASN Pindah ke IKN pada September 2024
Sebanyak 11.916 aparatur sipil negara (ASN( dari 38 kementerian/lembaga masuk dalam prioritas pertama untuk dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemindahan aparatur, yang semula direncanakan Juli mendatang, mundur ke bulan September karena rencana upacara peringatan hari kemerdekaan ke-79 RI, di ibu kota baru itu, pada Agustus. Jumlah aparatur yang nantinya dipindahkan pun disesuaikan dengan ketersediaan hunian dan infrastruktur di IKN. Selain prioritas pertama, sebanyak 6.774 ASN dari 29 kementerian/lembaga masuk dalam prioritas kedua dan 14.237 ASN di 59 kementerian/lembaga masuk prioritas ketiga.
Skenario pemindahan ASN ke IKN tersebut dipaparkan oleh Menpan dan RB Abdullah Azwar Anas, di Kantor Kemenpan dan RB, Jakarta, Rabu (17/4). ”Tadinya Juli akan pindah ke IKN. Sebagian menteri sudah pindah, termasuk Pak Basuki (Menteri PUPR). Untuk ASN karena Agustus nanti akan ada upacara di IKN dan untuk upacara, supporting-nya sangat besar. Ribuan orang bermalam. Maka, mendapat arahan dari Istana, pemindahan bertahap ASN setelah Agustus. Insya Allah, September,” ujarnya. Namun, pemindahan ASN berbasiskan pada tiga prioritas yang telah dibuat tetap akan menyesuaikan dengan progres pembangunan di IKN. ”Prioritas disesuaikan kesiapan hunian dan fungsi minimal dari pemerintah,” katanya.
Berdasarkan informasi Kementerian PUPR, tahun ini, ditargetkan tuntas pembangunan 47 menara untuk hunian. Setiap menara diisi 60 unit (98 meter persegi per unit) dengan 29 menara akan diisi ASN dan 18 menara bagi TNI-Polri. ASN memperoleh 1.240 unit dari total 2.820 unit, sisanya untuk personel TNI-Polri. Setiap ASN nantinya akan memperoleh satu unit. Biaya pemindahan ASN bersama keluarga juga akan ditanggung, termasuk jika ASN itu memiliki asisten rumah tangga. Biaya pengepakan barang, biaya tunggu (penginapan transit di Balikpapan), dan biaya transportasi termasuk pula sebagai komponen biaya yang ditanggung oleh pemerintah nantinya. Selain itu, menurut Azwar Anas, mereka yang pindah ke IKN pada tahap awal bakal memperoleh tunjangan pionir yang besarannya belum diputuskan. (Yoga)
Indikasi TPPU via Kripto Capai Rp 139 Triliun
Presiden Jokowi mengungkap adanya indikasi pencucian uang melalui aset kripto mencapai 8,6 miliar USD pada tahun 2022 atau Rp 139 triliun. Adanya indikasi ini, menurut Presiden, mendorong penanganan tindak pidana pencucian uang atau TPPU harus komprehensif. ”Ini (indikasi pencucian uang lewat aset kripto) besar sekali, artinya pelaku TPPU terus mencari cara-cara baru,” ucap Presiden, Rabu (17/4). Presiden menyampaikan hal itu ketika memberikan pengarahan pada Peringatan 22 Tahun Gerakan Nasional Anti pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT), Rabu, di Istana Negara, Jakarta.
Presiden mengatakan, pola baru berbasis teknologi dalam TPPU harus terus diwaspadai, seperti penggunaan crypto currency, aset virtual nonfungible token (NFT), aktivitas lokapasar, uang elektronik, dan teknologi kecerdasan artifisial yang digunakan untuk otomatisasi transaksi. ”Kita harus dua atau tiga langkah lebih maju dari para pelaku dalam membangun kerja sama internasional, dalam memperkuat regulasi dan transparansi dalam menegakkan hukum yang tanpa pandang bulu serta pemanfaatan teknologi. Ini yang penting,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan, pemerintah jangan sampai kalah dengan pelaku TPPU yang terus-menerus mencari cara baru. ”Kita tak boleh kalah, tak boleh kalah canggih, tak boleh jadul, tak boleh kalah melangkah, harus bergerak cepat, harus di depan mereka kalau ndak ya kita akan ketinggalan terus,” lanjut Presiden. Selain TPPU, Presiden juga mengingatkan jajarannya agar terus waspada terhadap ancaman pendanaan terorisme. Menurut Presiden, ancaman pendanaan terorisme harus terus dimonitor dan dicegah. PPATK dan kementerian/lembaga yang terkait diharapkan dapat terus meningkatkan sinergi dan inovasi. (Yoga)
Mengejar Rasio Pajak di Tengah Transformasi Struktural
Salah satu janji kampanye pasangan Prabowo Subianto-Gibran
Rakabuming Raka yang sebentar lagi akan mengambil alih takhta kepresidenan RI
adalah merealisasikan target rasio pajak (tax ratio) 23 %. Meski terkesan
ambisius, target ini cukup krusial karena rasio pajak merefleksi kan kapasitas
fiskal suatu negara. Semakin tinggi rasio pajak, semakin mampu suatu negara menyediakan
barang dan layanan publik tanpa bergantung pada utang. Artinya, peningkatan rasio
pajak patut diupayakan guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Bank
Dunia menetapkan batas bawah rasio pajak sebesar 15 %. Rekomendasi ini didukung
temuan empiris yang menunjukkan bahwa selama satu dekade penuh, negara-negara
dengan rasio pajak di atas 15 % dapat menikmati pendapatan per kapita 7,5 %
lebih tinggi dari target yang ditetapkan (Gaspar et al, 2016).
Namun, fakta di lapangan akan memaksa Prabowo-Gibran bekerja
lebih keras. Pasalnya, rasio pajak Indonesia di 2023 justru turun sekitar 18
basis poin, dari 10,39 % (2022) menjadi 10,21 % (2023). Jika kita tarik kebelakang,
rata-rata rasio pajak Indonesia dua dekade terakhir di kisaran 10 %. Membentuk
Badan Penerimaan Negara (BPN) sejatinya merupakan opsi kebijakan yang realistis,
tetapi tak serta-merta mengerek rasio pajak ke 23 %. Secara umum, rasio pajak
didefinisikan sebagai perbandingan antara penerimaan pajak dan PDB. Artinya,
peningkatan rasio pajak hanya berkutat pada besaran ”pembilang” (penerimaan
pajak) dan ”penyebut” (PDB).
Mengutak-atik komponen ”pembilang” menjadi jalan pintas
mendongkrak rasio pajak. Misalnya, dengan memperluas definisi penerimaan pajak
hingga mencakup pajak daerah dan penerimaan sumber daya alam yang sejalan
dengan model perhitungan IMF. Sayangnya, dengan model perhitungan itu pun,
kemungkinan hanya akan mampu mendongkrak rasio pajak menjadi 12 % Oleh karena
itu, tanpa adanya penyesuaian rezim perpajakan, transformasi struktural
disinyalir menjadi kendala bagi peningkatan rasio pajak. Kekhawatiran ini dapat
dimaklumi mengingat PPN menyumbang 40 % total penerimaan pajak. Studi empiris
juga menunjukkan, cakupan pembebasan PPN yang terlalu luas di sektor jasa tidak
hanya mengganggu sistem perpajakan, tetapi juga dapat mendistorsi perekonomian
secara agregat (De la Feria & Krever, 2013).
Ekstensifikasi juga dapat ditempuh dengan mentransformasikan
ekonomi informal menjadi ekonomi riil sehingga bisa terjangkau pajak. Berdasarkan
estimasi Elgin and Öztunali (2014), ekonomi informal di Indonesia menyumbang 19,05
% terhadap PDB. Penyederhanaan proses pendaftaran wajib pajak melalui penerapan
core tax administration system ditengarai dapat memperkecil angka ini. Dengan
mempertimbangkan poin-poin di atas, ekstensifikasi pajak yang dibangun niscaya
akan mendorong rasio pajak secara konsisten. Meski demikian, tidak ada jaminan
bahwa target 23 % akan terkejar. (Yoga)
Apple Pertimbangkan Bangun Pabrik di RI
Apple Inc, perusahaan raksasa teknologi pemilik merek ponsel pintar
iPhone, akan mempertimbangkan permintaan Presiden Jokowi untuk membangun pabrik
manufaktur di Indonesia. Apple menilai Indonesia masih memiliki daya tarik tujuan
investasi di sektor industri manufaktur. Hal itu dikatakan CEO Apple Tim Cook
kepada media seusai bertemu dengan Presiden Jokowi, Rabu (17/4) di Istana
Merdeka, Jakarta. ”Kami berbicara tentang keinginan Presiden untuk melihat ada
manufaktur produk Apple di negara ini dan hal itu adalah sesuatu yang akan kami
pertimbangkan,” ujar Cook.
Ketika ditanya apakah berinvestasi di Indonesia akan
menguntungkan, Cook mengatakan, daya tarik berinvestasi di Indonesia tidak
terbatas. Menurut dia, ada banyak negara yang bagus untuk berinvestasi dan
Apple percaya Indonesia memiliki potensi sebagai tempat yang bagus untuk berinvestasi.
Cook menyampaikan bahwa dirinya menyukai Indonesia. ”Saya pikir, masa depannya (Indonesia)
sangat cerah,” kata Cook.
Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Cook menyebut bahwa
Apple Developer Academy Bali telah diresmikan. Apple Developer Academy pertama
di Indonesia dibuka di BSD City, Tangsel, pada tahun 2018. Setelah itu, Apple
membuka Apple Developer Academy di Surabaya dan Batam. Dia berharap, pembukaan
Apple Developer Academy Bali bisa meluluskan ribuan orang dan banyak aplikasi
untuk Apple Store. (Yoga)
Pengusaha Dukung Pengetatan Impor Barang Elektronik
Sejumlah pelaku usaha domestik mendukung kebijakan pemerintah
memperketat impor barang elektronik. Bahan baku dan bahan penolong yang selama ini
banyak diimpor menjadi pekerjaan rumah berikutnya agar lebih banyak dihasilkan di
dalam negeri. Pemerintah memperketat impor
produk elektronik. Kebijakan ini dituangkan dalam Permenperin No 6 Tahun 2024
tentang Tata Cara Penerbitan Pertimbangan Teknis Impor Produk Elektronik.
Aturan tersebut dimaksudkan untuk memacu produksi industri dalam negeri. Dalam
aturan itu, 78 barang elektronik dibatasi impornya. Di antaranya pompa air,
lemari pendingin, mesin cuci, pemanas air, pelantang suara dan penyangganya,
serta monitor dan proyektor. Sekjen Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel)
Daniel Suhardiman, Rabu (17/4) menyambut baik kehadiran peraturan ini.
Ia berharap, pengaturan masuknya barang impor elektronik bisa
mendorong serapan pasar produk elektronik dalam negeri. Selama ini, industri
elektronik dalam negeri belum jadi tuan rumah di negeri sendiri. Mengutip
Sistem Informasi Industri Nasional, kapasitas produksi AC dalam negeri, mencapai
2,7 juta unit pada 2023. Namun, realisasinya hanya 1,2 juta unit atau hanya 43 %.
Impor produk AC pada 2023 menembus 3,8 juta unit. Persoalan daya saing
industri, menurut Daniel, tidak bisa selesai hanya dengan tata niaga impor.
Masih ada masalah lain, seperti lemahnya industri hulu elektronik yang
menghasilkan bahan baku dan komponen inti industri hilir. Akibatnya, industri
elektronik masih harus mengimpor bahan baku produksi. Hal ini belum memberikan
efisiensi skala produksi bagi industri hilir elektronik. (Yoga)
Menjual Perhiasan Pascalibur Lebaran
Indonesia Rencanakan Impor 2,15 Juta Ekor Sapi Perah
Program Minum Susu Gratis menyebabkan kebutuhan susu nasional
melonjak drastis. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Kementan merencanakan mengimpor
2,15 juta sapi perah dari Australia, Selandia Baru, Brasil, dan AS. Minum Susu
Gratis merupakan program Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pasangan capres
dan cawapres peraih suara terbanyak pada Pemilu 2024. Program tersebut menyasar
82,9 juta pelajar, santri, dan ibu hamil, dengan total kebutuhan susu selama
setahun sekitar 4,1 juta ton. Kehadiran program itu menyebabkan rerata
kebutuhan susu tahunan bertambah dari 4,6 juta ton menjadi 8,7 juta ton. Dengan
rerata produksi susu tahunan sebanyak 0,9 juta ton, Indonesia akan mengalami defisit
susu sebanyak 7,8 juta ton per tahun atau setara 2 juta sapi perah.
Sekretaris Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan
Makmun, Rabu (17/4) mengatakan, dalam tujuh tahun terakhir, 2017-2023,
kebutuhan susu nasional meningkat 6 % per tahun, sedangkan produksinya hanya 1
% per tahun. Ini menunjukkan kebutuhan dan produksi susu nasional selalu tidak
imbang sehingga Indonesia harus mengimpor susu setiap tahun. Untuk memenuhi
kebutuhan nasional yang terus meningkat, sekaligus program Minum Susu Gratis,
Kementan telah merencanakan program Peningkatan Produksi Susu Nasional (PPSN).
Salah satunya dengan menambah populasi sapi perah, baik melalui impor maupun
inseminasi buatan.
”Setidaknya Indonesia memerlukan tambahan impor 2,15 juta
sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu regular ataupun program Minum Susu
Gratis. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 90 triliun,” ujar Makmun dalam webinar
”Kawal Produksi Susu Menuju Kemandirian Pangan dan Protein” yang digelar Sinar Tani
di Jakarta. Makmun menjelaskan, di luar kebutuhan reguler, program Minum Susu
Gratis bagi 24 juta siswa SD membutuhkan 1,18 juta ton susu segar. Untuk memenuhinya,
dibutuhkan 300.000 sapi perah impor dengan anggaran Rp 13,5 triliun. Sementara
untuk program Minum Susu Gratis bagi 82,9 juta pelajar (termasuk siswa SD),
santri, dan ibu hamil, dibutuhkan 4,1 juta ton susu segar. Untuk memenuhinya,
dibutuhkan 1,1 juta sapi perah impor dengan anggaran Rp 49,5 triliun. (Yoga)
Permintaan Layanan Penatu Meningkat
Kapal Asing Angkut 150 Ton BBM Subsidi
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Minggu (14/4) menangkap
kapal pengangkut ikan asal Indonesia yang melakukan alih muatan dengan dua
kapal ikan asing di Laut Arafura, Maluku. Kasus itu sekaligus menguak indikasi
kejahatan multidimensi, yakni pencurian ikan oleh kapal asing, penyelundupan
BBM bersubsidi, dan perdagangan manusia. Dari hasil pemeriksaan KKP, kapal ikan
Indonesia KM Mitra Utama Semesta (MUS) dengan bobot 289 gros ton (GT)
terindikasi menerima 100 ton ikan hasil alih muatan dari dua kapal asing
ilegal, yakni Run Zeng (RZ) 03 dan RZ 05. Sebanyak 100 ton ikan itu diduga merupakan
hasil pencurian ikan di perairan Indonesia selama lima hari, dengan jenis ikan
antara lain layur, kakap merah, dan kakap putih.
KM MUS juga diduga berperan memasok BBM jenis solar
bersubsidi ke dua kapal asing tersebut di tengah laut. Di kapal itu ditemukan
solar yang disimpan pada palka-palka ikan. Dari hasil pemeriksaan catatan buku
manual kapal di ruang kemudi, tercatat 870 drum atau 150 ton BBM solar diangkut
di palka, sebagian sudahdisuplai ke dua kapal asing itu dan beberapa kapal
mitranya sehingga tersisa 9 ton di palka KM MUS. ”Nakhoda sempat tidak mengakui
perbuatannya. Namun, petugas kami memeriksa beberapa ponsel dari anak buah
kapal dan ditemukan fo to-foto dan video hasil transshipment antara KM MUS dan kapal
ikan asing. Dari video tersebut, akhirnya nakhoda KM MUS mengakui perbuatannya
telah menerima muatan ikan dari kapal asing tersebut sejumlah 100 ton,” tutur Plt
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono
dalam keterangan tertulis.
Dalam keterangan pers di Tual, Maluku, Rabu (17/4), Pung,
yang memimpin operasi penangkapan kapal pengangkut ikan ilegal, menjelaskan, kasus
ini mengindikasikan ada kapal ikan Indonesia yang membantu kapal asing melakukan
kejahatan perikanan, penyelundupan BBM, hingga perbudakan. KKP masih terus
mengejar kapal ikan asing ilegal itu. ”Sindikat kejahatan ini melibatkan otak
pelaku di dalam negeri yang menjadi Penghubung ke kapal asing ilegal. Nama otak
pelaku sudah kami kantongi untuk pengusutan. Target kami menangkap otak pelaku
kapal dalam negeri dan pelaku kejahatan kapal asing ilegal,” ujar Pung saat
dihubungi dari Jakarta. (Yoga)









