Rengkuh Banyu Mahandaru ”Plepah” untuk Merawat Alam
Di Jaipur, India, Rengkuh Banyu Mahandaru (32) meraih
inspirasi penggunaan piring dan mangkuk kecil dari dedaunan tanaman endemik
seperti jati yang dikeringkan. Sekembalinya ke Tanah Air, Rengkuh mengimplementasikan
seluruh pengalamannya untuk mendirikan ”Plepah”. Rengkuh memilih mengolah
pelepah pinang menjadi kemasan makanan sekali pakai. Dia memilih pelepah pinang
karena ketersediaan material tersebut melimpah, tetapi masih dianggap limbah. Data
terkini sebaran jenis tumbuhan pinang di Sumatera mencakup area 150.000 hektar.
Pelepah pinang yang digunakan Rengkuh baru dari wilayah Jambi dan Sumsel. Kemasan
pelepah, ditujukan sebagai pengganti penggunaan kantong plastik dan styrofoam
sebagai kemasan makanan sekali pakai.
Atas dukungan dana BRI Ventures serta BRIN pada tahun 2022
Rengkuh mendirikan unit produksi kemasan makanan dari pelepah pinang di
Cibinong, Jabar. Kapasitas produksinya 160.000 kemasan per bulan dengan pasar
utama ekspor hingga 80 %. Selebihnya, 18-20 persen untuk memenuhi pasar dalam negeri.
Di dalam negeri, harga satu kemasan pelepah pinang Rp 2.500 sampai Rp 4.500. Produk
kemasan pelepah pinang itu diberi jenama Plepah. Pada April 2023, ia diminta
ikut pameran di Jerman. Di sana banyak permintaan dari luar negeri. Namun,
regulasi dalam negeri tentang kandungan kimia, bakteri, dan bukan hasil
deforestasi belum dianggap sebagai patokan global.
Hanya dari Australia yang bisa dipenuhi. Itu pun melalui perantara
pengusaha Dubai yang datang ke Jakarta pada November 2023. Baru-baru ini
terkirim satu kontainer berisi 150.000 kemasan. Selanjutnya, Australia minta
dikirim bahan mentahnya. Rengkuh tak berhenti pada usaha produksi kemasan
pelepah pinang. Ia mengembangkan produksi sumber energi biomassa di Kabupaten
Kubu Raya, Kalbar, dengan biomaterial, di antaranya tandan sawit kosong, ampas
tebu, kayu, dan kulit beras. ”Pada Oktober 2023 sudah terkirim beberapa ton
biomassa untuk bahan bakar pembangkit listrik di Jateng,” ujar Rengkuh saat
dihubungi Kompas, Rabu (27/3). (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023