;

Timteng Memanas, Ekonomi Rawan Terguncang

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily (H)
Konflik di Timur Tengah (Timteng) memanas, menyusul serangan ratusan drone Iran ke Israel. Sabtu (13/4/2024) sebagai bentuk balasan atas serangan Israel yang telah menghancurkan gedung Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, awal April. Selain memicu ketegangan regional hingga ke tingkat global, eskalasi konflik ini akan berdampak kepada perekonomian global serta meningkatkan resiko makro ekonomi Indonesia. Dengan kata lain, ekonomi Indonesia rawan terguncang  dan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa di bawah 5% atau 4,6-4,8%, dibandingkan 2023 sebesar 5,05%. Merespons situasi tersebut dan guna mengambil langkah-langkah antisipasif, menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyelenggarakan rapat terbatas dengan seluruh unsur kedeputian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan sejumlah duta besar, Senin (16/4/2024). (Yetede)

Penurunan Tingkat Bunga Ganggu Kerja Fintech

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Penurunan tingkat suku bunga jasa Layanan fintech peer-to-peer lending (P2P lending)  yang dilakukan  secara bertahap sejak Januari 2024 berpotensi memengaruhi kinerja industri fintech ke depan. Pasalnya, penurunan tingkat bunga tersebut ditengarai bakal diikuti berkurangnya jumlah penyaluran dana ke fintech. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, penurunan tingkat suku bunga  fintech  akan berdampak pada sikap lender, yang lebih mementingkan unsur safety dan mengejar keuntungan yang lebih tinggi. "Kalau secara hipotesa saya sebenarnya penyalurannya akan terkendala, karena dari sisi lender akan bereaksi terhadap penurunan tersebut. Dengan bunga turun sebenarnya menguntungkan sisi borower, tapi merugikan lender secara proposional, yang akhirnya mendapatkan manfaat bunga yang lebih sedikit dibandingkan kemarin (sebelumnya)," kata Nailul kepada Investor Daily. (Yetede)

Pasar Ponsel Global Rebound, Samsung Rebut Posisi Apple

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daiky
Lembaga riset International Data Corporation (IDC) melaporkan, pengiriman (shipment) telepon seluler (ponsel) secara global kembali mengalami peningkatan (rebound) pada kuartal I-2024,  yaitu mencapai 289,4 juta unit. Jumlah ini naik sebesar 7,8% dibandingkan kuartal I-2023 yang sebanyaj 268,5 juta unit. Sedangkan dari sisi brand, Samsung kembali merebut posisi puncak dengan jumlah shipment sebanyak 60,1 juta unit, setelah pada akhir 2023 lalu, Apple bertengger di posisi puncak. Worldwide Mobility and Consumer Device Trackers IDC Ryan Reith mengatakan, meskipun industri smartphone  belum sepenuhnya pulih, karena tantangan ekonomi makro yang masih menghantui pasar, industri smarphone memberikan sinyal positif, berada dalam tren pemulihan. (Yetede)

Riset : Konsumen RI Belum Bisa Tinggalkan Belanja Offline

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Perusahaan data dan insights, Populix, melakukan riset dan menggali lebih lanjut terkait  pola belanja konsumen di Indonesia melalui laporan riset bertajuk "Preferensi Konsumen dalam Belanja Online dan Offline". Riset ini mengulas tren belanja offline dan online, serta situasi pascapandemi yang turut mempengaruhi perilaku belanja konsumen. Berdasarkan riset tersebut, diakui bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun lalu mengakselerasi adopsi belanja online secara signifikan. Meskipun demikian, konsumen Indonesia tetap tidak meninggalkan kebiasaan belanja offline. Head of Research Populix Indah Tanip mengatakan, pascapandemi, terjadi transformasi yang menarik dalam perilaku belanja online secara signifikan, temuan Populix menunjukkan bahwa belanja offline tetap menjadi pilihan yang  melengkapi pengalaman belanja konsumen dan bahkan terus bertumbuh setelah pandemi. (Yetede)

Para Pengembang Properti Kumpulkan Pendapatan Rp 97,46 Triliun

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Banyak kalangan menganggap bahwa bisnis properti tetap menggeliat pada 2024. Optimisme itu mencuat tak semata karena kebutuhan hunian yang masih tinggi, tapi juga dipicu oleh sejumlah faktor, seperti pertumbuhan ekonomi nasional dan insentif terhadap sektor properti. Optimisme itu juga tak lepas dari pertumbuhan pendapatan para emiten properti pada 2023. Mengutip laporan keuangan 76 emiten properti pada 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni dari  Rp91,25 triliun menjadi Rp 97,46 triliun. PT Lippo Karawaci Tbk menjadi emiten properti yang mencetak  pendapatan terbesar pada 2023. Bahkan emiten berkode saham LPKR ini mampu mendongkrak pendapatan sebesar 15% menjadi sekitar Rp 17 triliun. "Kami dengan bangga menyajikan hasil  keuangan tahun 2023, yang menunjukkan kinerja yang kuat dia seluruh segmen bisnis serta pengelolaan keuangan yang hati-hati di tingkat holding company," ujar Group CEO PT Lippo Karawaci Tbk, John Riadi. (Yetede)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Segmen Perumahan Menjadi Otot Penjualan Gapuraorima

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Penjualan tahun 2023 PT Perdana Gapuraprima Tbk (Gapuraprima), bertumpu pada proyek perumahan, termasuk rumah toko (ruko). Segmen ini menyumbang sekitar 60% terhadap total penjualan emiten properti berkode saham GPRA itu. Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima Tbk Arvin F Iskandar menerangkan, penjualan Gapuraprima pada 2023 sebesar Rp459,53 miliar atau naik 24% bila dibandingkan dengan torehan 2022 yang senilai Rp370,37 miliar. "Kenaikan disebabkan oleh penjualan perumahan dan ruko," kata Arvin. Saat ini Gapuraprima mengembangkan sejumlah proyek perumahan yang tersebar  diberbagai lokasi, antara lain Bukit Cimanggu City, Bogor (Jawa Barat) dan Garden Ville, Pamoyanan, Bogor (Jawa Barat) 

Industri Manufaktur Berisiko Tekan Volume Produksi

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Pelemahan nilai tukar rupiah secara terus-menerus berisiko menyebabkan sebagian besar industri manufaktur menekan volume produksi. Beban biaya nonproduksi akan melonjak jika pelemahan rupiah berkelanjutan. Meski perdagangan spot rupiah selama sepekan terakhir atau selama periode Lebaran belum dibuka, berbagai pemberitaan menyebutkan, rupiah telah menembus Rp 16.000 per dollar AS. Berdasarkan data Google Finance, pelemahan rupiah menyentuh titik tertingginya pada level Rp 16.089 per dollar AS pada Jumat (12/4).  Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan, rupiah berada di level Rp 15.873 per dollar AS pada penutupan pasar Jumat (5/4).

Pelemahan rupiah sempat menyentuh level tertingginya sebesar Rp 15.923 per dollar AS atau terdepresiasi 2,9 % dibandingkan dengan awal tahun 2024. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, Senin (15/4) mengatakan, pelemahan rupiah dipastikan berdampak negatif, terutama terhadap industri manufaktur nasional. Sebab, industri manufaktur masih bergantung pada impor bahan baku, bahan penolong, serta barang modal.

”Terbuka kemungkinan kenaikan harga jual di pasar apabila pelemahan ini terjadi lebih dari sebulan. Imbasnya, inflasi harga pasar bisa menjadi lebih tinggi, pertumbuhan penjualan atau konsumsi pasar melambat dan memengaruhi inflasi apabila pemerintah tidak bisa menstabilkan penguatan nilai tukar. Kami sangat berharap pemerintah dapat menciptakan intervensi moneter yang dibutuhkan untuk menciptakan stabilitas atau penguatan nilai tukar,” katanya.

Sekitar 80 % total impor nasional merupakan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal industri. Ini mengakibatkan biaya nonproduksi (overhead cost) industri manufaktur seluruh subsektor melonjak dan sangat memberatkan. Apindo memperkirakan, sebagian besar industri manufaktur akan menekan volume produksi akibat kenaikan beban biaya nonproduksi yang disebabkan oleh pelemahan rupiah. (Yoga) 

Airlangga Janjikan Respons Terukur

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjanjikan langkah kombinasi terukur dalam merespons dampak ekonomi menyusul konflik Iran-Israel. Langkah yang dimaksud mencakup sektor perbankan dan pasar modal, pengendalian inflasi, serta rencana koordinasi bauran kebijakan fiskal-moneter guna pengendalian nilai tukar dan pengelolaan defisit anggaran pemerintah. ”Rambatan dampak (eskalasi konflik Iran-Israel) kepada pasar finansial Indonesia baru akan terlihat saat pembukaan pasar besok pagi (Selasa, 16/4). Namun, langkah-langkah antisipatif akan disiapkan untuk menjaga kepercayaan pasar atas dampak potensi semakin meningkatnya harga komoditas terutama minyak akibat terganggunya pasokan, serta kenaikan harga emas, sebagai aset safe haven, dan rambatan ke sektor lainnya,” katanya.  

Airlangga menyelenggarakan rapat terbatas dengan seluruh unsur kedeputian pada Kemenko Bidang Perekonomian dengan sejumlah Dubes di Jakarta, Senin (15/4), merespons eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan udara Iran ke Israel pada Minggu (14/4) yang diklaim sebagai balasan atas serangan Israel yang menghancurkan gedung Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, 1 April 2024. Rapat tersebut, membahas respons kebijakan terhadap dampak konflik di tingkat regional dan global, kinerja sektor perbankan dan pasar modal, pengendalian inflasi, serta rencana koordinasi bauran kebijakan fiskal moneter dengan otoritas terkait untuk strategi pengendalian nilai tukar dan pengelolaan defisit anggaran ke depan.

Konflik Iran-Israel, Airlangga menambahkan, juga akan menimbulkan gangguan pada rantai pasokan melalui Terusan Suez. Ini akan berdampak langsung setidaknya pada kenaikan biaya kargo. Produk yang terganggu antara lain gandum, minyak, dan komponen alat-alat produksi dari Eropa. Secara fundamental, perekonomian Indonesia relatif cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi masih terjaga di atas 5 % dengan inflasi terkendali. Sampai Februari 2024, neraca perdagangan Indonesia juga masih mengalami surplus dan menopang cadangan devisa yang pada posisi terakhir di Maret 2024 tercatat masih kuat. (Yoga) 

Sulitnya Transpuan Klaim Dana Kematian

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Harapan 163 transpuan dan warga miskin untuk mendapatkan klaim atas program jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan untuk kategori bukan penerima upah (BPU) lagi-lagi kandas. Kendati menjadi peserta aktif program tersebut, mereka tetap tidak bisa menikmati manfaat dari program itu. BPJS Ketenagakerjaan tetap menolak pengajuan klaim mereka atas program jaminan kematian kategori BPU meskipun sudah ada upaya mediasi antara Perkumpulan Suara Kita (perwakilan transpuan dan orang miskin) dan BPJS Ketenagakerjaan. Mediasi dengan mediator Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) hingga akhir Maret 2024 pun gagal. Dalam ”Risalah Gagal Mediasi oleh Mediator DJSN” yang ditandatangani Ketua DJSN Agus Suprapto dan mediator DJSN, Subiyanto, disebutkan sikap BPJS Ketenagakerjaan yang tidak dapat menjalankan anjuran DJSN.

Sebelumnya, DJSN menyampaikan dua anjuran kepada BPJS Ketenagakerjaan. Pertama, DJSN menganjurkan ketentuan Pasal 218 Ayat (5) Peraturan Direksi BPJS Ketenagakerjaan No 36 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM harus segera dicabut karena bertentangan dengan regulasi jamsostek. Kedua, DJSN menganjurkan BPJS Ketenagakerjaan agar membayar klaim JKM yang diajukan Perkumpulan Suara Kita yang menggunakan surat wasiat, baik surat wasiat di-waarmerking maupun tidak, berdasarkan regulasi yang berlaku dalam jamsostek. Waarmerking adalah tindakan notaris yang melakukan pembukuan atas akta bawah tangan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dengan memasukkannya ke dalam buku khusus. Namun, BPJS Ketenagakerjaan selaku terlapor menyatakan sikap tidak dapat menjalankan kedua anjuran yang disampaikan DJSN.

Atas penolakan BPJS Ketenagakerjaan tersebut, Perkumpulan Suara Kita dan Jaringan Komunitas untuk BPJS Ketenagakerjaan menyatakan sangat kecewa. ”BPJS Ketenagakerjaan bukan cuma tidak peka dan tidak sensitif, melainkan juga tidak bisa memahami maksud dan tujuan program jaminan sosial yang telah didesain negara,” ujar Hartoyo, mewakili Jaringan Komunitas untuk BPJS Ketenagakerjaan, Senin (15/4). Bagi para transpuan dan warga miskin, klaim dana kematian bagi peserta program jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan kategori BPU sangat berarti. Selain untuk membantu pengurusan saat mereka meninggal, dana tersebut bisa bermanfaat untuk solidaritas sosial bagi komunitas transpuan. (Yoga) 

Dua Perusahaan Rintisan Inovator dari Indonesia Dapat Suntikan Dana

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Dua perusahaan rintisan atau start up dari Indonesia mendapat suntikan dana sebesar 250.000 dollar Singapura atau Rp 2,9 miliar di ajang Konferensi Filantropi Asia atau Philanthropy Asia Summit 2024 di Singapura, Senin (15/4). Keduanya dianggap sebagai inovator di bidang iklim dan alam karena telah berinovasi dalam pengelolaan limbah. Mereka adalah, Mycotech Lab (MYCL) dan Sampangan. MYCL adalah perusahaan bioteknologi bersertifikat B Corp, yang membuat produk dari limbah tanaman pertanian yang diikat dengan miselium jamur. Bahan serbaguna itu untuk berbagai keperuan, mulai dari alas kaki hingga interior otomotif dan bahan bangunan. Adapun Sampangan menyediakan produk karbon negatif melalui teknologi karbonisasi dengan mengubah semua jenis sampah yang tidak disortir menjadi bahan baku serbaguna dan berkelanjutan.

Total ada lima perusahaan rintisan yang mendapat suntikan dana. Tiga lainnya, Circ yang berbasis di AS, GRST di Hong Kong, dan MAYANI di Filipina. ”Program amplifier yang berlangsung selama setahun ini bertujuan membina start up yang berdampak menjadi layak secara komersial dan memberikan dampak positif di Asia,” kata Chief Executive Officer (CEO) Center for Impact Investing and Practices (CIIP) Dawn Chan. Menurut Chan, program ini menerima 139 pengajuan dari 35 negara. Temanya beragam, seperti energi dan listrik, pangan berkelanjutan dan konservasi lahan, konservasi lautan, serta sirkularitas dan limbah. Semuanya mencerminkan minat yang signifikan terhadap dampak pasar serta keinginan pendiri dan inovator untuk mengatasi tantangan iklim juga alam di Asia. (Yoga) 

Pilihan Editor