Pasar Modal dan Kurs Rupiah Terjerembap
Meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel
telah berdampak pada pasar keuangan dalam negeri. Pada perdagangan perdana
pascalibur Lebaran, Selasa (16/4) Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terkoreksi
lebih dari 100 basis poin dan nilai tukar rupiah melanjutkan tren depresiasi. Tekanan
pelemahan di pasar keuangan ini diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga
sepekan ke depan. Dari lantai bursa, IHSG pada perdagangan perdana pascalibur
Lebaran, Selasa, anjlok 1,68 %. Pada penutupan perdagangan, IHSG merosot
122,075 basis poin ke posisi 7.164,807 setelah pada pembukaan perdagangan
berada pada level 7.286. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate
(Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap dollarAS pada perdagangan Selasa ditutup
pada level Rp 16.176. Rupiah melemah 303 basis poin atau 1,90 % dari perdagangan
terakhir sebelum libur Lebaran pada 5 April 2024 di level Rp 15.873. Selama 6
April-15 April tidak ada perdagangan Jisdor karena libur Lebaran.
Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal UI Budi Frensidy menjelaskan,
terkoreksinya IHSG dipicu berbagai sentimen negative yang membuat arus modal
keluar dari lantai bursa. Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel menjadi
pemicu timbulnya berbagai kekhawatiran yang menciptakan sentiment negatif.
Dampaknya terhadap perekonomian Indonesia, menurut Budi, dipandang tidak
menguntungkan investor asing. Akhirnya, investor asing pun mencabut modalnya
dari lantai bursa untuk dialihkan ke aset yang punya risiko lebih kecil. Ia
memperkirakan, setidaknya sampai sepekan ke depan IHSG masih akan dalam zona
merah. IHSG diperkirakan bergerak di rentang 7.050-7.150 hingga sepekan ke
depan. Tekanan di lantai bursa, lanjut Budi, akan terus berlanjut selama belum
ada tanda-tanda meredanya konflik Iran dan Israel. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023