;

Pasar Modal dan Kurs Rupiah Terjerembap

Ekonomi Yoga 17 Apr 2024 Kompas
Pasar Modal
dan Kurs Rupiah
Terjerembap

Meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel telah berdampak pada pasar keuangan dalam negeri. Pada perdagangan perdana pascalibur Lebaran, Selasa (16/4) Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terkoreksi lebih dari 100 basis poin dan nilai tukar rupiah melanjutkan tren depresiasi. Tekanan pelemahan di pasar keuangan ini diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga sepekan ke depan. Dari lantai bursa, IHSG pada perdagangan perdana pascalibur Lebaran, Selasa, anjlok 1,68 %. Pada penutupan perdagangan, IHSG merosot 122,075 basis poin ke posisi 7.164,807 setelah pada pembukaan perdagangan berada pada level 7.286. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap dollarAS pada perdagangan Selasa ditutup pada level Rp 16.176. Rupiah melemah 303 basis poin atau 1,90 % dari perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran pada 5 April 2024 di level Rp 15.873. Selama 6 April-15 April tidak ada perdagangan Jisdor karena libur Lebaran.

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal UI Budi Frensidy menjelaskan, terkoreksinya IHSG dipicu berbagai sentimen negative yang membuat arus modal keluar dari lantai bursa. Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel menjadi pemicu timbulnya berbagai kekhawatiran yang menciptakan sentiment negatif. Dampaknya terhadap perekonomian Indonesia, menurut Budi, dipandang tidak menguntungkan investor asing. Akhirnya, investor asing pun mencabut modalnya dari lantai bursa untuk dialihkan ke aset yang punya risiko lebih kecil. Ia memperkirakan, setidaknya sampai sepekan ke depan IHSG masih akan dalam zona merah. IHSG diperkirakan bergerak di rentang 7.050-7.150 hingga sepekan ke depan. Tekanan di lantai bursa, lanjut Budi, akan terus berlanjut selama belum ada tanda-tanda meredanya konflik Iran dan Israel. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :