;

Rupiah Kena Pukulan Ganda

Yuniati Turjandini 17 Apr 2024 Investor Daily (H)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot tajam hingga 328 poin atau 2,07% di akhir perdagangan Selasa (16/04/2024) menjadi Rp16.176 dibandingkan perdagangan sebelumnya pada 5 April 2025 yang masih di level Rp 15.848. Kemerosotan itu imbas dari pukulan ganda yakni tensi geopolitik yang meningkat akibat serangan bersenjata balasan Iran ke Israel serta inflasi AS yang  naik menjadi 3,5% pada Maret 2024. Berdasarkan data Informasi Jakarta Interbank Spot Dolllar Rate (Jisdor), kurs Rp16.176 per dolar AS  tersebut merupakan level terlemah rupiah sejak sekitar empat tahun lalu, tepatnya sejak penutupan perdagangan pada 9 April  2020, yang berada di level Rp 16.241. Seminggu sebelumnya, kurs rupiah bahkan sempat di level Rp 16.741 per dolar AS. Kala itu, pelemahan kurs rupiah dipicu oleh mulai merebaknya virus Covid-19 di Tanah Air. 

Faktor Pemicu Pelemahan Kurs Rupiah

Yuniati Turjandini 17 Apr 2024 Tempo
POTENSI eskalasi konfik Iran-Israel hingga pelemahan nilai tukar rupiah dipastikan berdampak pada perekonomian Indonesia. Berdasarkan kurs Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) kemarin, nilai tukar rupiah merosot dari level 15.873 pada 5 April ke level 16.176 per dolar AS. Kurs rupiah saat ini mendekati nilai  terendah pada 6 April 2020 yang sebesar 16.556 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan melemahnya kurs rupiah dipengaruhi oleh pergerakan inflasi Amerika Serikat dan kebijakan moneter ketat bank sentral negara itu alias The Fed. Sejak pengetatan moneter pertama pada Maret 2022, suku bunga The Fed sudah naik 11 kali dengan total kenaikan 525 basis point.

Josua mengimbuhkan, perang Iran-Israel diperkirakan semakin merontokkan rupiah. “Rupiah bakal terus terdepresiasi jika konflik Timur Tengah memanas dan berlanjut,” katanya kepada Tempo. Berikut ini data pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS, dinamika suku bunga The Fed dan Bank Indonesia, surplus neraca dagang Indonesia yang terus menipis, serta nilai cadangan devisa yang sebagian dipakai untuk menstabilkan rupiah. (Yetede)

Populasi Usia Kerja Tumbuh Melambat

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Sejak 2008, sesuai laporan analisis Dana Moneter Internasional atau IMF, pertumbuhan populasi usia kerja yang berada dalam rentang usia 15-64 tahun telah melambat. Hal ini dikhawatirkan memicu ketidak seimbangan pasokan tenaga kerja dunia dan menghambat pertumbuhan ekonomi global. Laporan analisis bertajuk ”Slowdown in Global Medium-Term: What Will It Take toTurn the Tide?” dirilis dalam blog IMF pada Rabu (10/4). Dalam laporan itu disebutkan, ketika suatu negara mengalami transisi demografi yang ditandai dengan menurunnya tingkat kesuburan dan populasi yang menua, maka jumlah penduduk usia kerja mulai menyusut. Sejak 2008, pertumbuhan populasi usia kerja yang berada dalam rentang 15–64 tahun telah melambat 92 % terhadap perekonomian global. Perlambatan ini terlihat di sebagian besar negara maju dan berkembang.

Adapun negara-negara berpendapatan rendah masih menikmati bonus demografi. Pergeseran demografis ini berdampak langsung pada pasokan tenaga kerja global. Pada 2030, dalam laporan analisis yang sama, IMF memperkirakan, kontribusi tahunan pasokan tenaga kerja terhadap pertumbuhan produk domestic bruto (PDB) global diperkirakan akan menurun menjadi 0,2 %, atau hanya seperempat rata-rata kontribusi tahunan pasokan tenaga kerja terhadap PDB global pada tahun 2000-2019. Hal ini mencerminkan proyeksi pertumbuhan pasokan tenaga kerja potensial secara global hanya akan sebesar 0,3 % pada 2030. Namun, tren pasokan tenaga kerja akan bervariasi menurut wilayah. Negara-negara berpendapatan rendah diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pasokan tenaga kerja yang kuat sebesar 2,1 %.

Sementara pasokan tenaga kerja di negara-negara berkembang, kecuali China, akan tumbuh sebesar 0,9 %, dan di AS sebesar 0,5 %. Adapun penurunan tajam dalam partisipasi kerja akan menyebabkan pasokan tenaga kerja terkontraksi sebesar 0,6 % di China dan sebesar 0,5 % di Uni Eropa. Potensi hambatan partisipasi kerja akibat penuaan terlihat di semua negara maju dan China, sedangkan hambatan pada tingkat lebih rendah ada di Amerika Latin. Akan tetapi, sejumlah negara maju, kecuali AS, mampu mengatasi dampak penuaan demografi terhadap pasokan tenaga kerja dengan cara meningkatkan partisipasi kerja perempuan dan pekerja berusia lebih tua. IMF, dalam laporan itu, juga menyebutkan, tingkat pertumbuhan ekonomi global, tanpa adanya siklus naik dan turun, terus melambat sejak krisis keuangan global tahun 2008–2009. (Yoga) 

Ekspor Hasil Kehutanan Tembus USD 3,5 Mikiar

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Ekspor produk hasil pertanian kehutanan Indonesia Januari-Maret 2024 mencapai US$ 3,5 miliar, atau naik 8,3% dari periode sama tahun 2023. Pertumbuhan yang rebound itu sinyal baik bagi bergairahnya industri kehutanan nasional sehingga kinerja ekspor sektor  tersebut disepanjang tahun ini bisa menyamai 2023 yang sebesar US$ 13,16 miliar. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, ekspor hasil hutan Indonesia pada tiga bulan pertama 2024 mencapai US$ 3,5 miliar. Produk pulp, kertas, dan panel kayu menjadi kontributor terbesar, masing-masing US$ 798,05 juta lalu, US$ 1,1 miliar, dan US$ 582,7 juta. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor sampai Maret itu tumbuh 8,3%. Hal ini menunjukkan kinerja ekspor yang rebound setelah hampir sepanjang 2023 misalnya, pertumbuhannya negatif atau minus 10,4%. Total ekspor produk  hasil hutan RI di 2023 tercatat US$ 13,16 miliar. Sedangkan KLHK mencanangkan target ekspor moderat tahun ini US$ 10 miliar. (Yetede)

Agar Dompet Tidak Tekor Seusai Perayaan Lebaran

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Setelah larut dalam euforia hari raya, realita kembali menyapa. Dompet menipis karena ”jorjoran” pengeluaran. Sementara tanggal gajian masih lama. Bagaimana cara bertahan hidup? Rully (27) masih ingat pengalaman pahitnya saat Lebaran tahun lalu. Terlena karena gaji bulanan masuk di tanggal yang sama dengan hari Idul Fitri, ia belanja sepuas hati. Membeli baju baru, makan-makan, mudik, membeli oleh-oleh, memberi ”salam tempel” untuk keponakan, dan masih banyak pengeluaran lainnya. ”Saya belanja jorjoran, mikir uang ada banyak, nih. Eh, hasilnya, setelah Lebaran tahun lalu itu, saya harus hemat banget sampai tanggal gajian. Bener-bener boros,” tutur pekerja swasta asal Bekasi itu, Jumat (12/4).

Akibat tekor, Rully terpaksa menjual tabungannya di saham Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta untuk menambal biaya hidup sampai menunggu tanggal gajian berikutnya. Belajar dari pengalaman tahun lalu, ia pun berstrategi mengelola keuangan pada Lebaran ini. Apalagi, ia sadar biaya kebutuhan hidup tahun ini sudah naik pesat dari tahun lalu. Sementara gaji dan THR masih sama. Salah satu siasatnya adalah tidak membeli baju baru saat Lebaran seperti tahun lalu. Ia bisa berhemat sampai sekitar Rp 1 juta. ”Jadi, kami sekeluarga tahun ini pakai baju Lebaran yang dari tahun-tahun lalu saja,” kata Rully.

Kebetulan, ia hanya mudik ke Bandung, Jabar, sehingga ongkos yang diperlukan tidak terlalu mahal. Ia memilih membawa mobil sendiri sehingga total ongkos mudik empat orang bisa ditekan menjadi Rp 600.000 mencakup bensin, tol pulang-pergi, dan transportasi sehari-hari selama di Bandung. ”Untuk THR (ke saudara-saudara) juga enggak gede-gede banget, sekitar Rp 600.000 buat keponakan yang masih kecil-kecil aja. Pokoknya banyak belajar dari pengalaman tahun lalu,” kata Rully. Dengan strategi keuangan yang tepat masyarakat bisa lebih tenang mengakhiri libur Lebaran. (Yoga) 

Kapal Rampasan, antara Dilelang dan Dibagikan

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemanfaatan kapal ikan asing yang berasal dari barang rampasan negara untuk dibagikan ke kelompok nelayan. Saat ini, sebagian besar kapal ikan ilegal yang dirampas negara berujung dilelang atau dijual lagi. Data KKP, selama 2021-2023, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP telah menginisiasi pengajuan permohonan pemanfaatan 49 unit kapal perikanan hasil tindak pidana pada Kejaksaan RI. Namun, kapal rampasan yang bisa dimanfaatkan nelayan tergolong minim. Per tanggal 1 April 2024, dari 49 unit kapal perikanan rampasan negara itu, sebanyak 24 kapal di antaranya telah terjual dengan cara lelang oleh Kejaksaan di sejumlah daerah. Sementara 2 kapal masih dalam proses lelang, 4 kapal telah dimusnahkan, dan 3 kapal dalam kondisi rusak berat. Selebihnya, empat kapal telah diserahkan ke KKP, 1 kapal diserahkan ke Universitas Hasanuddin, dan 3 kapal dalam proses hibah. Selain itu, 5 kapal berpotensi dimanfaatkan dan 1 kapal dalam proses penerbitan status penggunaan barang rampasan dari Kemenkeu.

Akhir Maret lalu, 2 kapal sitaan negara diserahkan KKP kepada Pemkab Banyuwangi untuk diteruskan kepada kelompok usaha bersama nelayan/koperasi perikanan di Banyuwangi, Jatim, di Pantai Ancol Plengsengan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi. Dua kapal tersebut, KG 9464 TS berukuran 106,67 gros ton (GT) dan kapal ikan KG 9269 TS berbobot 60,05 GT, merupakan kapal asal Vietnam. Selain itu, masih ada tiga kapal ikan lain asal Vietnam, yakni TG 94916 TS (80 GT), BV 92602 TS (GT 107), dan BV 92601 TS (GT 62), yang kini dalam tahap perbaikan. Tiga kapal itu juga akan diserahkan kepada kelompok usaha bersama nelayan/koperasi perikanan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan mengemukakan, pemberian kapal perikanan hasil rampasan negara kepada kelompok nelayan merupakan langkah positif. ”Pemerintah juga perlu memfasilitasi kelompok nelayan penerima hibah kapal melalui akses terhadap permodalan dan perizinan,” ujar Dani, pekan lalu. Agar dapat mengatasi biaya operasional yang besar, lanjut dia, hibah kapal sebaiknya diberikan kepada nelayan-nelayan yang tergabung dalam koperasi. Dengan demikian, koperasi dapat ditugaskan untuk mengelola kapal, termasuk pembiayaan operasional melaut. (Yoga) 

Hiu Paus Teluk Saleh di Sumbawa Diminati Wisatawan

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Potensi wisata bahari NTB tak akan pernah habis dijelajahi. Salah satu yang tengah naik daun adalah wisata whale shark atau hiu paus di kawasan Teluk Saleh, Desa Labuan Jambu, Sumbawa. Wisata hiu paus (Rhincodon typus) di Teluk Saleh dibuka sejak 2018, bersamaan dengan acara Sail Moyo Tambora. Menurut Munawir Gazali (34), pemilik operator wisata Tukang Holiday, wisata hiu paus di Teluk Saleh semakin menggeliat dalam dua tahun terakhir. ”Pascapandemi Covid-19, open trip ke sana semakin ramai,” kata Munawir, di Mataram, Senin (15/4). Selain paket sehari ke hiu paus, ada juga yang memanfaatkan one trip Lombok-Komodo.

”Untuk paket sehari ke hiu paus, peminatnya banyak lokal dan domestik atau dari luar NTB. Terutama komunitas selam bebas (free dive). Sementara paket yang langsung ke Komodo didominasi turis mancanegara,” kata Munawir. Paket perjalanan Lombok-Komodo, awalnya dibuka dua tahun lalu. Kala itu, tamunya 150 orang per minggu. Kini, jumlahnya mencapai dua kali lipat, 90 % di antaranya wisatawan mancanegara. Untuk kunjungan sehari ke area hiu paus, sedikitnya 30 orang per bulan. ”Pada musim ramai kunjungan wisatawan seperti Mei-Agustus, peminatnya (wisata hiu paus) semakin meningkat. Bahkan, kami sampai tolak amu karena penuh. Kami alihkan ke teman operator wisata lain agar tamunya tidak kecewa,” kata Mulyadi(36) dari Best Komodo Island, operator wisata di Gili Trawangan.

Munawir menambahkan, untuk paket sehari ke hiu paus saja, ia mematok tariff Rp 500.000 per orang, sudah termasuk kapal, alat snorkeling, sarapan, dan dokumentasi. Sementara tarif untuk paket perjalanan Lombok-Komodo yang berlangsung empat hari tiga malam mulai dari Rp 3 juta per orang. Jika mengikuti paket perjalanan Lombok-Komodo, wisatawan berangkat dari Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Lalu, mereka dibawa menuju Teluk Saleh. Sementara kunjungan sehari harus menyeberang dulu dari Lombok menggunakan kapal. Setelah itu, baru melanjutkan perjalanan sekitar empat jam menuju Labuan Jambu. (Yoga) 

Darurat Sampah, TPA Tangerang Nyaris Penuh

Yoga 16 Apr 2024 Kompas

Tempat Pemrosesan Akhir Rawa Kucing, Kelurahan Kedaung Wetan, Tangerang, Banten, nyaris tidak mampu lagi menampung timbunan sampah. Tanpa pengelolaan terpadu dari hulu, darurat sampah ada di depan mata. Penerapan ekonomi sirkular untuk pengelolaan sampah juga mendesak dilakukan. Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing yang nyaris penuh terlihat dari sampah yang menggunung dengan ketinggian 25 meter. Volume timbunan sampah mencapai 1.600 ton per hari. Kondisi ini diperparah de- ngan bencana kebakaran TPA Rawa Kucing yang berulang.

Puncaknya terjadi pada 20 Oktober 2023 dengan luas area terbakar 27 hektar atau 80 persen total 34,8 hektar lahan TPA. Proses pemadaman berlangsung 12 hari. Selama itu pula Pemkota Tangerang memberlakukan status tanggap bencana darurat daerah. Koordinator Presidium Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Kota Tangerang Ade Yunus, Senin (15/4) menyatakan, Kota Tangerang sudah berstatus darurat sampah. Menurut dia, kebijakan terintegrasi diperlukan agar volume sampah yang sudah menggunung di TPA Rawa Kucing dapat dikurangi. Pengelolaan sampah harus berjalan terintegrasi mulai dari penegakan aturan, pengelolaan dengan teknologi yang tepat, hingga internalisasi budaya mengelola sampah dari hulu.

Berbagai aksi bersih-bersih hanya mampu merelokasi atau memindahkan sampah ke TPA. Untuk mengelola sampah di TPA, diperlukan langkah konkret yang lebih ekstrem dan tepat guna, salah satunya melalui program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). ”Sampah yang dapat didaur ulang memiliki potensi ekonomi sirkular. Bank sampah membantu mengelola sampah yang dapat didaur ulang dan masih memiliki nilai ekonomis. Komposter mengelola sampah rumah tangga dan sampah organik lain yang dapat dijadikan kompos,” kata Ade. (Yoga) 

Rengkuh Banyu Mahandaru ”Plepah” untuk Merawat Alam

Yoga 16 Apr 2024 Kompas (H)

Di Jaipur, India, Rengkuh Banyu Mahandaru (32) meraih inspirasi penggunaan piring dan mangkuk kecil dari dedaunan tanaman endemik seperti jati yang dikeringkan. Sekembalinya ke Tanah Air, Rengkuh mengimplementasikan seluruh pengalamannya untuk mendirikan ”Plepah”. Rengkuh memilih mengolah pelepah pinang menjadi kemasan makanan sekali pakai. Dia memilih pelepah pinang karena ketersediaan material tersebut melimpah, tetapi masih dianggap limbah. Data terkini sebaran jenis tumbuhan pinang di Sumatera mencakup area 150.000 hektar. Pelepah pinang yang digunakan Rengkuh baru dari wilayah Jambi dan Sumsel. Kemasan pelepah, ditujukan sebagai pengganti penggunaan kantong plastik dan styrofoam sebagai kemasan makanan sekali pakai.

Atas dukungan dana BRI Ventures serta BRIN pada tahun 2022 Rengkuh mendirikan unit produksi kemasan makanan dari pelepah pinang di Cibinong, Jabar. Kapasitas produksinya 160.000 kemasan per bulan dengan pasar utama ekspor hingga 80 %. Selebihnya, 18-20 persen untuk memenuhi pasar dalam negeri. Di dalam negeri, harga satu kemasan pelepah pinang Rp 2.500 sampai Rp 4.500. Produk kemasan pelepah pinang itu diberi jenama Plepah. Pada April 2023, ia diminta ikut pameran di Jerman. Di sana banyak permintaan dari luar negeri. Namun, regulasi dalam negeri tentang kandungan kimia, bakteri, dan bukan hasil deforestasi belum dianggap sebagai patokan global.

Hanya dari Australia yang bisa dipenuhi. Itu pun melalui perantara pengusaha Dubai yang datang ke Jakarta pada November 2023. Baru-baru ini terkirim satu kontainer berisi 150.000 kemasan. Selanjutnya, Australia minta dikirim bahan mentahnya. Rengkuh tak berhenti pada usaha produksi kemasan pelepah pinang. Ia mengembangkan produksi sumber energi biomassa di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, dengan biomaterial, di antaranya tandan sawit kosong, ampas tebu, kayu, dan kulit beras. ”Pada Oktober 2023 sudah terkirim beberapa ton biomassa untuk bahan bakar pembangkit listrik di Jateng,” ujar Rengkuh saat dihubungi Kompas, Rabu (27/3). (Yoga) 

Perputaran Uang Rp 386 T, Ekonomi Kuartal II Terdongkrak

Yuniati Turjandini 16 Apr 2024 Investor Daily
Perputaran uang selama periode 2024 diprediksi mencapai Rp 386 triliun, yang antara lain mengalir ke sektor pariwisata, kuliner, logistik, dan transportasi. Kondisi ini menggerakkan ekonomi di berbagai daerah di Tanah Air yang diyakini akan mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II mendatang hingga di atas 5%. Mengutip data Kementerian Perhubungan, tahun ini jumlah pemudik ada sekitar 193,7 juta jiwa atau setidaknya 48,4 juta keluarga. Jumlah itu lebih dari 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia yang pulang ke Kampung, atau yang terbesar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pemicunya adalah ketersediaan transportasi umum, infrastruktur yang mendukung seperti jalan tol, jembatan, serta menjadi puncak lonjakan mobilitas masyarakat pasca Covid-19.

Pilihan Editor