;

Kiat Hemat Pemudik dari Program Mudik dan Balik Gratis

Ekonomi Yoga 17 Apr 2024 Kompas
Kiat Hemat Pemudik dari Program Mudik dan Balik Gratis

Program mudik dan balik gratis diandalkan pemudik kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pasalnya, mereka memperoleh layanan perjalanan optimal tanpa keluar biaya. Martini (39), pemudik asal Surakarta, bersandar di muka bus berwarna biru, di Terminal Tirtonadi, Kota Surakarta, Jateng, Senin (15/4). Ibu dua anak itu adalah satu dari sekitar 1.000 peserta balik gratis yang difasilitasi Kemenhub. Bus akan berangkat dari terminal itu. Ia sudah bebrapa kali mengikuti program serupa dari lembaga lain. ”Untuk yang Kemenhub, saya baru ikut pertama kali. Rasanya aman dan nyaman. Apalagi tidak perlu keluar uang sama sekali,” ujar Martini. Keikutsertaan Martini pada program semacam itu didasari alasan ekonomi. Uang yang perlu dikeluarkan untuk tiket bus Rp 500.000 per orang. Padahal, setiap kali mudik ia berangkat bersama suami dan dua anaknya.

Artinya, biaya yang dikeluarkan Rp 2 juta untuk sekali berangkat.Demi berhemat, Martini berusaha mencari program angkutan gratis menjelang masa mudik sejak tiga tahun terakhir. Terlebih lagi, bagi dia, mudik adalah suatu keharusan. ”Masih ada orangtua di sini (Surakarta). Kasihan kalau tidak didatangi Lebaran. Jadi, kami sangat terbantu dengan adanya mudik maupun balik gratis semacam ini,” kata Martini, yang sehari-hari bermukim di Jakarta. Alasan serupa mendorong Wijiyati (53), pemudik asal Wonogiri. Ia mengikuti program mudik gratis dari Kemenhub dua tahun berturut-turut. Selama mudik gratis, dia merasa puas.

”Saya selalu merasa aman dalam perjalanan. Kendaraan dicek dulu sebelum berangkat. Yang utama lagi, ini gratis,” ujar Wijiyati. Sebelum kenal program mudik gratis, Wijiyati jarang pulang. Ia hanya pulang tiga hingga lima tahun. Sementara tiket berangkat mahal semasa mudik Lebaran. Untuk naik bus dari Jakarta ke Wonogiri, tiketnya Rp 400.000 per orang. ”Keluarga saya empat orang, paling tidak, keluar Rp 1,6 juta,” tutur Wijiyati. Karena itu, Wijiyati enggan ketinggalan setiap kali ada pembukaan kesempatan mudik gratis. Ia mengaku kesulitan mendaftar program itu via daring. Ia pun dibantu anaknya yang lebih fasih menggunakan gawai guna proses pendaftarannya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :