Kiat Hemat Pemudik dari Program Mudik dan Balik Gratis
Program mudik dan balik gratis diandalkan pemudik kalangan
ekonomi menengah ke bawah. Pasalnya, mereka memperoleh layanan perjalanan
optimal tanpa keluar biaya. Martini (39), pemudik asal Surakarta, bersandar di
muka bus berwarna biru, di Terminal Tirtonadi, Kota Surakarta, Jateng, Senin
(15/4). Ibu dua anak itu adalah satu dari sekitar 1.000 peserta balik gratis
yang difasilitasi Kemenhub. Bus akan berangkat dari terminal itu. Ia sudah bebrapa
kali mengikuti program serupa dari lembaga lain. ”Untuk yang Kemenhub, saya
baru ikut pertama kali. Rasanya aman dan nyaman. Apalagi tidak perlu keluar
uang sama sekali,” ujar Martini. Keikutsertaan Martini pada program semacam itu
didasari alasan ekonomi. Uang yang perlu dikeluarkan untuk tiket bus Rp 500.000
per orang. Padahal, setiap kali mudik ia berangkat bersama suami dan dua
anaknya.
Artinya, biaya yang dikeluarkan Rp 2 juta untuk sekali
berangkat.Demi berhemat, Martini berusaha mencari program angkutan gratis
menjelang masa mudik sejak tiga tahun terakhir. Terlebih lagi, bagi dia, mudik
adalah suatu keharusan. ”Masih ada orangtua di sini (Surakarta). Kasihan kalau
tidak didatangi Lebaran. Jadi, kami sangat terbantu dengan adanya mudik maupun
balik gratis semacam ini,” kata Martini, yang sehari-hari bermukim di Jakarta. Alasan
serupa mendorong Wijiyati (53), pemudik asal Wonogiri. Ia mengikuti program
mudik gratis dari Kemenhub dua tahun berturut-turut. Selama mudik gratis, dia
merasa puas.
”Saya selalu merasa aman dalam perjalanan. Kendaraan dicek
dulu sebelum berangkat. Yang utama lagi, ini gratis,” ujar Wijiyati. Sebelum
kenal program mudik gratis, Wijiyati jarang pulang. Ia hanya pulang tiga hingga
lima tahun. Sementara tiket berangkat mahal semasa mudik Lebaran. Untuk naik
bus dari Jakarta ke Wonogiri, tiketnya Rp 400.000 per orang. ”Keluarga saya empat
orang, paling tidak, keluar Rp 1,6 juta,” tutur Wijiyati. Karena itu, Wijiyati enggan
ketinggalan setiap kali ada pembukaan kesempatan mudik gratis. Ia mengaku
kesulitan mendaftar program itu via daring. Ia pun dibantu anaknya yang lebih
fasih menggunakan gawai guna proses pendaftarannya. (Yoga)
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023