Imbas Perang Iran-Israel terhadap Ekonomi Indonesia
Konflik di Timur Tengah mengancam pasokan energi dan neraca dagang Indonesia. Kurs rupiah juga berpotensi terus tertekan. Serangan balasan Iran terhadap Israel pada Ahad, 14 April 2024, menambah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan ini dipastikan bakal berdampak negatif terhadap perekonomian global dan domestik. Merespons masalah itu, Presiden Joko Widodo menggelar rapat koordinasi dengan beberapa menteri, kemarin, 16 April 2024.
Dalam rapat itu dibahas sikap Indonesia dan antisipasi dampak perang bagi perekonomian. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sepakat Indonesia akan mendorong deeskalasi konflik. “Indonesia meminta semua pihak menahan diri dan menghindari tensi geopolitik,” ujar Airlangga di kantornya.
Menurut dia, saat ini ekonomi dunia masih terguncang akibat invasi Rusia ke Ukraina dan agresi Israel ke Jalur Gaza di Palestina yang belum usai, ditambah situasi yang memanas di Laut Merah. Semua ketegangan tersebut menyebabkan kenaikan harga berbagai jenis barang.
Ia menuturkan, kawasan Timur Tengah memiliki peran penting bagi distribusi logistik, terutama minyak dunia. Naiknya ongkos logistik tentu membebani perekonomian negara. Meski demikian, Airlangga mengatakan pemerintah masih menunggu perkembangan perang Israel versus Iran sebelum menentukan langkah selanjutnya. (Yetede)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023