;

Dunia Desak Deeskalasi di Timur Tengah

Yoga 15 Apr 2024 Kompas (H)

Meskipun tidak ada serangan lanjutan, situasi di kawasan Timur Tengah masih ”panas”. Seiring saling klaim keberhasilan baik Iran maupun Israel, kedua belah pihak masih bersemuka, saling ancam. PBB mendesak semua pihak yang berkepentingan untuk menahan diri. Sekjen PBB António Guterres dan Presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis, Sabtu (13/4) di Markas PBB di New York, AS, menegaskan, semua pihak harus menahan diri. Kawasan Timur Tengah serta dunia, menurut mereka, tidak lagi mampu menghadapi peperangan baru.

”Saya mendesak penghentian kekerasan segera,” kata Guterres, Sabtu petang, beberapa saat setelah Iran melancarkan serangan ratusan drone dan rudal ke Israel. DK PBB pun segera mengagendakan Rapat Darurat untuk membahas perkembangan terakhir di Timur Tengah. ”Tanggapan Iran membuat rentan situasi yang sudah tegang di Timur Tengah,” kata Francis. Untuk itu, dia mendesak semua pihak menahan diri untuk mencegah eskalasi. Sejumlah negara juga menyerukan agar para pihak menahan diri. Kemenlu Rusia pada Minggu (14/4) pagi mendesak semua pihak mengambil pendekatan diplomatik.

”Kami berharap negara-negara di kawasan menyelesaikan persoalan secara politis melalui jalur diplomatik. Kami sangat prihatin dengan ekskalasi kekerasan yang sangat berbahaya di Timur Tengah,” demikian Kemenlu Rusia. Minimnya penyelesaian masalah dalam berbagai krisis di Timur Tengah dengan pusat masalah konflik Israel-Palestina dapat menimbulkan gangguan stabilitas. Menlu Rusia Sergey Lavrov menggarisbawahi kecaman terhadap serangan Israel di Suriah yang menewaskan jenderal Iran sebagai pangkal masalah. Rusia menilai, serangan Iran sejatinya adalah bentuk pembelaan diri setelah konsulat mereka di Damaskus diserang Israel, 1 April lalu.

Sebagaimana Rusia, Kemenlu China menyatakan keprihatinan atas eskalasi konflik Israel-Iran menyusul serangan balasan Iran ke Israel. China mendesak para pihak menahan diri dan mencegah eskalasi berlanjut. Kemenlu China dalam keterangan tertulis menyatakan, masyarakat internasional terutama negara berpengaruh untuk menjalankan peran konstruksif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Timur Tengah. ”Ini adalah lanjutan dari konflik di Jalur Gaza sehingga resolusi DK PBB No 2728 harus segera dilaksanakan dan konflik diakhiri sekarang juga,” demikian keterangan Kemenlu China. Resolusi DK PBB Nomor 2728 adalah gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. (Yoga)

Mudik Gratis, Balik Kembang Kempis

Yoga 15 Apr 2024 Kompas (H)

Anis Julaicha (39), pemudik di Brebes, Jateng mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan   perusahaan otomotif. Bersama suami dan dua anak, mereka berangkat dari Bekasi, Jabar, pada 5 April 2024. Perusahaan otomotif tersebut begitu murah hati. Para peserta mudik gratis tersebut sebelum berangkat dihadiahi bingkisan. Isinya kaus dan makanan. Fasilitas kendaraan yang mereka tumpangi pun prima. Suspensi bus nyaman, pendingin udara pas, ruang duduk luas, dan selimut untuk tidur pulas. Bahkan, di atas semua hadiah itu, setiap pemudik diberi uang saku Rp 250.000. ”Total, keluarga saya mendapat Rp 1 juta,” kata Anis melalui telepon, Sabtu (13/4). Setelah menikmati liburan dan Lebaran di kampung halaman, Anis dan keluarga menyadari mereka belum menyiapkan cara kembali ke perantauan. Program mudik gratis yang keluarganya ikuti ternyata tidak menyediakan balik gratis.

Anis pun rutin membuka media sosial Facebook dan mencari informasi, tetapi, berbagai program balik gratis yang ia temukan titik keberangkatannya tidak ada yang dari kampungnya di Bumiayu. Semua dari wilayah yang berjarak 40-70 km dari kampungnya. Tiket bus Bumiayu-Bekasi yang semula Rp 170.000 per orang, saat arus balik Lebaran melonjak menjadi Rp 380.000 hingga Rp 400.000 per orang. Dibandingkan uang saku yang ia dapat dari program mudik gratis, Anis menombok Rp 500.000 untuk ongkos balik ke Bekasi. ”Sementara ini, saya menunggu ada tiket bus murah. Tahu sendiri kalau pulang kampung, entek-entekan (habis-habisan mengeluarkan uang),” kata Anis.

Ia menarget balik ke Bekasi sebelum anaknya masuk sekolah pada 22 April. Ia masih mencari tiket bus yang harganya lebih terjangkau agar keluarganya masih memiliki uang simpanan saat kembali ke Bekasi. Pada mudik kali ini, lanjut Anis, dirinya sudah mengeluarkan uang banyak untuk liburan di kampung halaman. Uangnya juga dipakai untuk membagi salam tempel kepada kemenakan, membeli kebutuhan makanan Lebaran, hingga memberi uang kepada orangtua.

Lika-liku perantau di Jakarta dan wilayah aglomerasinya adalah persoalan pelik. Kebingungan para pemudik mencari moda untuk kembali ke tanah rantau bisa jadi karena tidak terpusatnya program mudik gratis di dalam satu pintu. Akibatnya, tidak ada standar pelayanan dalam pelaksanaan program tersebut, misalnya mensyaratkan sponsor mudik gratis turut menyertakan program balik gratis. Di sisi lain, fenomena itu menyiratkan bahwa Jabodetabek masih jadi magnet untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kualitas kehidupan bagi orang-orang dari luar daerah. Mereka merantau untuk turut mencoba peruntungan supaya sukses secara karier dan ekonomi seperti saudara atau tetangga di kampung yang sudah merantau lebih dulu. (Yoga)

Antisipasi Dampak Rupiah dan Minyak

Yoga 15 Apr 2024 Kompas

Perekonomian dalam negeri kembali menghadapi tekanan akibat terus melemahnya nilai tukar rupiah, menembus Rp 16.000 per USD, dan naiknya harga minyak mentah. Pelemahan nilai tukar juga dialami mata uang banyak negara lain, hal ini terkait erat dengan kebijakan suku bunga ditingkat global. Langkah bank sentral AS, The Fed, mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50 %, sejalan dengan kondisi ekonominya. Komite Pasar Terbuka Federal menyatakan pihaknya akan melakukan tiga kali penurunan bunga acuan tahun ini, masing-masing 25 basis poin dalam rangka menekan inflasi ke 2 %. Ketua The Fed tak menutup kemungkinan bunga acuan akan dipertahankan selama mungkin. Ketidakpastian kapan The Fed memangkas bunga acuan membuat tekanan pelemahan rupiah belum berakhir

Melemahnya rupiah juga dipicu meningkatnya kebutuhan Dollar AS, untuk pembayaran dividen maupun impor BBM dan pangan, yang sifatnya musiman. Dibanding negara Asia lain, pelemahan rupiah relatif terkendali. Kurs rupiah saat ini juga dinilai sesuai nilai fundamentalnya. Cadangan devisa 140 miliar USD cukup solid, memadai untuk menutup 6,4 bulan impor. Namun, pelemahan rupiah yang menembus level psikologis baru bisa memicu sentimen negatif yang dapat kian menekan rupiah. Pelemahan rupiah membuat beban utang dalam dollar AS pun meningkat. Kurs rupiah juga memengaruhi inflasi dalam negeri melalui barang yang diimpor sehingga berdampak ke daya beli masyarakat, fiskal, dan perekonomian secara keseluruhan.

Karena itu, kalangan pengamat mengingatkan pentingnya mengantisipasi dampak ini. Apalagi, melemahnya rupiah terjadi berbarengan dengan terus naiknya harga minyak mentah dan masih tingginya harga pangan dunia. Ini pukulan ganda  bagi Indonesia sebagai importir neto minyak dan negara yangmasih sangat tergantung pada energi fosil dan pangan impor. Harga Brent dan WTI mendekati 100 dollar AS per barel, dan bukan tidak mungkin kembali menyentuh 120-130 dollar AS per barel jika eskalasi konflik di Timur Tengah sampai mengganggu jalur logistik penting minyak. Pemerintah menyatakan harga BBM tak akan naik sampai Juni 2024.

Jika kenaikan harga minyak mentah global berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia dipaksa melakukan penyesuaian harga BBM dalam negeri, dengan konsekuensi pembengkakan subsidi energi apabila harga BBM bersubsidi dipertahankan. Pemerintah kemungkinan harus menambah belanja sosial guna melindungi kelompok rentan dari imbas kenaikan harga dan menerapkan kebijakan pengendalian konsumsi BBM. Mengakhiri ketergantungan yang terlalu besar pada komponen, barang jadi, dan pangan impor, serta mempercepat transisi energi fosil ke energi baru terbarukan yang potensinya melimpah di dalam negeri akan memperkuat resiliensi Indonesia menghadapi tekanan serupa di masa mendatang (Yoga)

Sia-sia Kewajiban Menulis Jurnal Ilmiah

Yuniati Turjandini 15 Apr 2024 Tempo (H)
Inilah buntut kewajiban menulis jurnal ilmiah bagi profesor. Kumba Digdowiseiso, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional, Jakarta, diduga mencatut nama banyak akademikus, termasuk dari Malaysia, sebagai mitra penulis di jurnal predator. Sepanjang tahun ini, yang baru berjalan 105 hari per kemarin, nama Kumba Digdowiseiso tercatat sebagai penulis di 160 jurnal di Google Scholar. Angka ini jelas di luar nalar.

Meski berbeda makna di berbagai negara, profesor mengacu pada gelar tertinggi di dunia akademis. Di Indonesia, profesor merupakan jabatan fungsional, bukan gelar akademis. Hanya dosen yang memenuhi syaratlah yang bisa menjadi profesor, yang meliputi jam mengajar, penelitian dan penerbitan publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat.

Ketentuan soal publikasi ilmiah di jurnal internasional tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 17 Tahun 2013 tentang Guru dan Dosen. Dalam enam tahun terakhir, produktivitas publikasi internasional dosen Indonesia melonjak enam kali lipat menjadi 50 ribuan per tahun. Angka ini seolah-olah menggambarkan bahwa orang-orang pintar di Indonesia makin banyak. Masalahnya, yang dikejar adalah kuantitas, bukan kualitas.

Pada praktiknya, banyak akademikus yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi kewajiban tersebut. Dari titip nama ke mahasiswa sampai dugaan pencatutan nama di jurnal predator seperti kasus di atas. Sepanjang namanya muncul di terbitan, integritas akademis menjadi urusan nomor sekian. Padahal keilmuan guru besar sejatinya diukur dari sumbangsih mereka lewat karya-karya yang memperbaiki kehidupan masyarakat. (Yetede)

Peremajaan Kapal Pelni

Yuniati Turjandini 15 Apr 2024 Tempo
Pelni menanti penyertaan modal negara (PMN) untuk meremajakan armada mereka. Sebab, 12 kapal sudah berusia lebih dari 30 tahun. PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) tengah menantikan penyertaan modal negara (PMN) untuk meremajakan armada mereka. Sebanyak 12 unit kapal perusahaan sudah berusia lebih dari 30 tahun, melebihi umur teknisnya. Dengan bantuan pemerintah, perusahaan berencana membeli lima unit kapal pada 2024 dan 2025. Tahun ini, Pelni mengusulkan suntikan modal negara Rp 3 triliun untuk membeli dua unit kapal pengangkut barang dan penumpang atau 2 in 1. Sedangkan tahun depan PMN yang diusulkan ke negara Rp 2,5 triliun untuk membeli tiga unit kapal yang terdiri atas satu unit kapal 2 in1 dan dua unit kapal roll on-roll off. (Yetede)

Kenapa Pelni Butuh Kapal Baru

Yuniati Turjandini 15 Apr 2024 Tempo (H)
BEBERAPA kali menumpang KM Umsini ketika mudik, Edi Sumardi puas atas layanan PT Pelni (Persero), dari kemudahan mengakses tiket, tarif yang terjangkau, hingga ketepatan waktu keberangkatan. Keluhannya cuma satu setiap kali ia berlayar ke kampung halamannya di Makassar ataupun saat kembali ke Surabaya. "Toiletnya cenderung kotor," katanya.

Edi bukan satu-satunya yang tidak merasa nyaman. Direktur Utama Pelni Tri Andayani banyak mendengar kritik soal kebersihan toilet di kapal-kapal milik perusahaan. Maklum, kebanyakan armada perusahaan pelayaran ini sudah tua. "Bayangkan, kapal kita ada yang berusia 38 tahun. Toiletnya mau dikasih cairan apa pun enggak bakal bersih," katanya saat dijumpai Tempo, Rabu, 3 April lalu.

Pelni mengoperasikan 26 unit kapal penumpang saat ini. Semuanya hasil pabrikan Jerman yang memiliki umur teknis 30 tahun. Tahun ini, sebanyak 12 unit di antaranya sudah melewati batas umur teknis tersebut. Dua unit lainnya akan melewati usia 30 tahun pada 2025. Untuk menyelesaikan keluhan ini, perusahaan berencana merenovasi toilet besar-besaran. Pada 4 Oktober 2023, Anda—panggilan Tri Andayani—menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose untuk merombak 614 toilet di 26 kapal penumpang Pelni secara bertahap mulai 2024 hingga 2026. Perusahaan memilih baja nirkarat sebagai material di toilet baru ini. 

Tapi, untuk armada yang tua, perusahaan berharap bisa segera menggantinya alih-alih merenovasi. Sayang, langkah ini bukan hal yang mudah buat Pelni. Kas perusahaan tidak mencukupi untuk mengganti seluruh armada sepuh sekaligus. Menurut Anda, tiap tahun perusahaan menyisihkan pendapatan buat belanja kapal. Namun, dengan harga kapal sekitar Rp 1,5 triliun, dananya baru bisa terkumpul setelah empat tahun. "Jadi, tiap empat tahun sekali baru bisa beli kapal. Enggak nguber. Tiap tahun saja ada dua yang lewat umur teknisnya," ujarnya. (Yetede)

Wahai Petani, Musim Tanam Sudah Bergeser Jauh

Yoga 15 Apr 2024 Kompas

Goris Takene (48) memetik satu per satu buah jagung di kebun miliknya di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, Senin (8/4) pagi. Jagung yang ia panen di lahan seluas 4.000 meter persegi itu lolos dari bencana gagal tanam yang menimpa ribuan petani di NTT. Jagung yang baru dipanen itu ditanam oleh Goris pada 16 Januari 2024 atau mundur jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat menanam, ia seperti berjudi sebab hanya memanfaatkan hari hujan yang tersisa. Setelah membeli benih Rp 95.000 per kg, ia coba menanam di tanah yang disesaki hamparan batu karang itu. Ia tak berharap banyak karena sudah banyak petani yang mengalami gagal tanam. Petani mulai menanam pada awal Desember ketika hujan hampir seminggu.

Mereka mengira musim hujan tiba. Sayangnya, setelah jagung atau padi mulai tumbuh beberapa sentimeter, hujan berhenti. Panas datang mematikan tanaman. Akhir Desember hujan kembali turun. Petani berpikir itu saat tepat menanam. Ketika tanaman mulai tumbuh, datang terik dan menyapu semua tanaman. Banyak petani putus asa, lalu meninggalkan kebun. Mereka merasa seakan dikecoh oleh alam yang tidak menurunkan hujan seperti dulu lagi. ”Biasanya, petani lahan tadah hujan itu sudah mulai menanam pada awal Desember. Sejak 20 tahun terakhir, terus mundur sampai Januari. Musim tanam sudah bergeser,” ucap Goris. Ia tak lagi berpatokan pada pola lama, tapi mengikuti perkembangan cuaca dan iklim dari BMKG.

”Saatnya petani menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang ternyata banyak membantu,” ujar Goris. Kelurahan Bello merupakan salah satu sentra pangan di Kota Kupang, khususnya untuk padi, jagung, dan hortikultura. Daerah itu punya cadangan air yang banyak. Belakangan, debit air terus menurun sehingga petani mengandalkan hujan. Tak jauh dari kebun Goris terdapat hamparan sawah yang kini baru mulai ditanam padi. Petani menunggu debit air bertambah setelah hujan satu bulan terakhir. Sekitar 20 tahun sebelumnya, sawah di Bello sudah panen pertama di awal April, kemudian persiapan untuk musim tanam berikutnya. ”Sekarang tanam padi pertama sudah bergeser ke April dan tidak mungkin tanam kedua karena musim hujan sudah selesai. Satu kali tanam saja sudah bersyukur,” ujar Rino (27), warga. (Yoga)

Pilu dan Tawa di Balik ”Wisata Macet”

Yoga 15 Apr 2024 Kompas

Daya Tarik kawasan wisata Puncak di Kabupaten Bogor hingga Kabupaten Cianjur, Jabar, tak pernah memudar. Wisatawan berbondong-bondong mengunjungi kawasan itu meski harus merasakan kemacetan dan tertahan karena aturan sistem satu arah. Di balik derita ”wisata kemacetan” di kawasan Puncak, ternyata membawa berkah bagi sejumlah warga setempat. Fania Oktaviani (27) menimang anaknya laki-lakinya yang gelisah dan menangis dan menyerahkannya kepada sang suami, Yudi (31). ”Kami sudah terjebak di sini sejak pukul 14.00. Sekarang sudah hampir pukul 22.00. Anak dari tadi siang sudah rewel karena one way enggak selesai-selesai,” ujar Yudi, warga Depok, Sabtu (13/4) malam. Yudi sudah mengingatkan istrinya agar tidak ke kawasan Puncak karena macet. Namun, Fania tetap ingin ke Puncak karena sudah janji dengan kakak, keponakan, dan ibunya. Sebuah vila telanjur disewa untuk menghabiskan waktu libur di akhir pekan.

Cornelis Galuh (34) dan adiknya, Vincent (31), warga Jakarta, tak bisa menutupi wajah letih karena tertahan sekitar delapan jam di sisi ruas Jalan Tol Jagorawi. ”Ini sudah di luar wajar. Biasanya paling lama tiga jam, belum lagi jalan ke atas pasti kejebak macet lagi,” kata Galuh kesal. ”Keluarga dari Bandung sudah tiba di vila (Sabtu) sore. Kami masih di sini sampai malam,” kata Vincent yang kapok berwisata ke Puncak di saat musim libur. Kekesalan serupa juga dirasakan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, salah satunya Risa (32). Ia dan keluarga berniat bersilaturahmi ke rumah kerabat di Cianjur. Namun, karena lalu lintas padat, Risa memilih di rumah saja.

Di balik kemacetan hingga tertahannya kendaraan karena sistem satu arah, ternyata mendatangkan berkah dan sumber rezeki bagi para pedagang kecil. Trisno (45) selama tiga hari terakhir, dagangan aneka makanan dan minuman di warung miliknya yang berukuran 2 x 3 meter, laris manis. Pengunjung silih berganti datang berbelanja. Pada hari biasa, omzet dagangan Trisno paling banyak Rp 150.000 per hari. Namun, melonjaknya kunjungan wisatawan di Puncak membuat omzetnya bisa mencapai Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per hari. ”Ada rezeki dari macet ini. Jarang-jarang dapat segini, malam biasa sepi yang beli. Ini ada saja yang datang beli. Bisa sampai lebih dari Rp 250.000,” ujarnya sambil tertawa.

Kemacetan di jalan akses menuju Puncak tak terelakkan akibat kepadatan kendaraan. Kepolisian memberlakukan sistem satu arah pada Minggu (14/3) pukul 11.00 untuk mengalirkan arus kendaraan dari Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Rekayasa lalu lintas masih dilakukan hingga Selasa (16/4). Berdasarkan data TMC Polres Bogor pada Minggu pukul 13.00, ada 28.866 kendaraan yang melintasi Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Sementara dari arah Gadog menuju Puncak mencapai 30.539 kendaraan. Total kendaraan yang melintas di jalur Puncak itu sebanyak 59.405 kendaraan. Sepeda motor mendominasi, yakni 44.782 kendaraan. Total mobil mencapai 13.723 kendaraan. Sisanya bus dan truk sebanyak 900 kendaraan. (Yoga)

Dari Nasi Bungkus hingga Snorkeling Laris Manis di Gili Trawangan

Yoga 15 Apr 2024 Kompas

Saat libur Lebaran dan awal musim ramai wisatawan mancanegara, kunjungan ke Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Lombok Utara, NTB, menggeliat. Semua kecipratan rezeki. Nasi bungkus, sepeda, dan paket snorkeling laris manis. ”Lauknya ada ikan dan ayam. Satu bungkus Rp 10.000 saja,” kata Maemunah (65) saat seorang pembeli menanyakan nasi bungkus yang dijualnya pada Sabtu (13/4). Sebagian besar pembelinya memilih duduk di area lapang di bawah rindang cemara laut. Kelezatan nasi hangat dengan lauk ikan tongkol atau ayam, sedikit mi goreng, dan potongan kacangan panjang berlipat dengan suguhan di depan mata mereka. Pasir putih nan lembut berpadu dengan ombak tenang, air laut sebening kaca menyambung dengan laut biru yang lebih gelap di tengah dan berakhir di deretan perbukitan di Lombok daratan.

Jika sarapan lebih pagi, di sisi timur terlihat jelas Gunung Rinjani, favorit para pendaki dalam dan luar negeri. Sebagian yang berlibur ke Gili juga ada yang baru turun dari Rinjani. ”Kemarin saya dapat Rp 1 juta dari hasil jualan nasi bungkus dan minuman. Alhamdulillah, meningkat dari sebelumnya, Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per hari,” kata Maemunah, yang selama bulan Ramadhan libur berjualan. ”Minat sepeda banyak sekali, terutama wisatawan lokal. Ada juga wisatawan mancanegara. Mereka menyewa sehari, ada juga dua hari,” kata Najamudin (46), yang menyewakan sepeda per hari Rp 50.000. Menurut Najamudin, seminggu terakhir rata-rata tempat penyewaan sepeda laris manis.

Hampir semua unit sepeda mereka habis disewa. ”Saya punya tujuh unit, tinggal satu unit lagi. Padahal, ini masih pagi,” kata Najamudin. Ia menambahkan, kondisi di Gili memang sudah semakin membaik dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Gili ikut terdampak pandemi Covid-19. Selain dari Pelabuhan Bangsal, wisatawan yang datang ke Gili juga bisa menggunakan kapal cepat dari sejumlah titik di Bali. Mereka biasanya menginap beberapa hari hingga lebih dari satu minggu. ”Rata-rata satu kapal cepat datang membawa 100 penumpang. Kalau ditotal, bisa lebih dari 1.500 wisatawan sehari. Jumlah wisatawan lokal dalam seminggu terakhir sekitar 500 orang per hari,” kata Najamudin.

Kondisi itu berdampak pada berbagai sektor usaha jasa pariwisata terkait. Tidak hanya akomodasi, tetapi juga aktivitas    perairan yang juga jadi daya tarik Gili, seperti snorkeling dan menyelam. ”Seluruh kamar kami penuh. Open trip snorkeling juga ramai,” kata Wahab (28), pegawai Gili Gili Hotel sekaligus penyedia paket snorkeling. Selain di area pantai dengan menyewa peralatan, tersedia juga layanan open trip snorkeling ke sejumlah tempat di kawasan Gili. Setiap orang dikenai tarif Rp 150.000, sudah termasuk peralatan dan pemandu, juga ke beberapa titik snorkeling favorit di kawasan Gili. Beberapa di antaranya area patung bawah laut dan titik penyu. Pada Sabtu siang terlihat para peserta open trip snorkeling begitu antusias, baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. (Yoga)

Sudah Jatuh Tertimbun Beras

Yoga 15 Apr 2024 Kompas

Sore itu, Senin (8/4) Herianto (48) mengendarai sepeda motor menuju Balai Desa Belanti Siam, Pulang Pisau, Kalteng, untuk berbuka puasa bersama petani lain. Setelah berbuka, semua berencana tarawih bersama. Saat melihat sawahnya yang berisi jerami pascapanen berserakan, Herianto menghentikan sepeda motornya. Ia bahkan sujud syukur di pematang sawah atas hasil panen yang diberikan tahun ini. Sawah seluas 2 hektar miliknya itu mampu menghasilkan 10 ton gabah kering giling (GKG). Dari tiap hektar ia bisa mendapatkan 4 ton lebih GKG, dua kali lipat panen normalnya selama ini. Ungkapan syukur juga diutarakan petani-petani lain, termasuk Kelompok Tani Sido Mekar, tempat Herianto bernaung. Semuanya punya cerita sukses panen luar biasa.

Ada yang menghasilkan 5 ton per hektar, ada yang 5,5 ton per hektar, bahkan ada sawah yang dikunjungi para pejabat daerah untuk menjadi penanda kesuksesan mereka. Panen raya dihadiri Wagub Kalteng Edy Pratowo, Senin (1/4). Bangganya mereka, sawah yang berjarak 150 km dari Palangkaraya itu didatangi pejabat, tapi ada yang mengganjal di hati mereka. ”Sebenarnya kasihan petani, pas panen lagi bagus gini harga gabah malah anjlok,” ujar Herianto. Harga gabah anjlok, bahkan dua kali. Pertengahan Maret, harga gabah kering turun dari Rp 8.500 per kg menjadi Rp 7.200 per kg. Kini harga gabah tersungkur menjadi Rp 5.500 per kg. Sudah mendekati Lebaran, lanjut Herianto, harga gabah tak kunjung merangkak naik.

Bagi dia, hasil panen yang baik sudah cukup untuk menambah kegembiraan Ramadhan. ”Meski anjlok, gabahnya, ya, tetap saya jual, mau enggak mau. Berapa saja harganya, itu untuk kebutuhan hidup, sekolah, dan lain-lain. Kalau Lebaran, ya, gini-gini aja udah alhamdulillah,” kata Herianto. Pujiaman dari Kelompok Sido Mekar juga demikian. Ia tak marah, apalagi mengeluh, saat harga gabah anjlok. ”Pasti harganya enggak pernah stabil,” ucapnya. Pujiaman menyebutkan, ”Kalau belum rugi dan gagal panen, belum petani Indonesia.” Dengan harga yang anjlok kerugian tidak bisa dihindari. Apalagi Herianto dan Pujiaman tidak mendapat jatah pupuk bersubsidi. Mereka mengeluarkan uang Rp 340.000 per 100 kg pupuk.

Untuk 1 hektar lahan ia membutuhkan empat sampai enam kali pemupukan dengan total lima sampai enam karung pupuk berukuran 100 kg tersebut. Ia menghabiskan Rp 10 juta hanya untuk pupuk, belum termasuk biaya lain. Herianto dan Pujiaman bahkan harus meminjam uang di bank untuk bisa menanam padi dan menyiapkan lahan. Untuk membeli pupuk, obat-obatan, dan benih padi yang ia inginkan. ”Semoga bisa untuk nyaur utang dan nabung kuliah anak,” kata Pujiaman. Ironisnya, saat harga gabah anjlok, harga beras justru mahal. Di Pulang Pisau, beras berjenama Pangkoh dijual Rp 18.000 per liter dari yang sebelumnya Rp 13.000. Lalu, harga beras Mayang Super Rp 22.000 per liter naik pada awal Februari menjadi Rp 25.000 per liter sampai saat ini. (Yoga)

Pilihan Editor