Dua Perusahaan Rintisan Inovator dari Indonesia Dapat Suntikan Dana
Dua perusahaan rintisan atau start up dari Indonesia mendapat
suntikan dana sebesar 250.000 dollar Singapura atau Rp 2,9 miliar di ajang
Konferensi Filantropi Asia atau Philanthropy Asia Summit 2024 di Singapura,
Senin (15/4). Keduanya dianggap sebagai inovator di bidang iklim dan alam karena
telah berinovasi dalam pengelolaan limbah. Mereka adalah, Mycotech Lab (MYCL) dan
Sampangan. MYCL adalah perusahaan bioteknologi bersertifikat B Corp, yang membuat
produk dari limbah tanaman pertanian yang diikat dengan miselium jamur. Bahan
serbaguna itu untuk berbagai keperuan, mulai dari alas kaki hingga interior
otomotif dan bahan bangunan. Adapun Sampangan menyediakan produk karbon negatif
melalui teknologi karbonisasi dengan mengubah semua jenis sampah yang tidak
disortir menjadi bahan baku serbaguna dan berkelanjutan.
Total ada lima perusahaan rintisan yang mendapat suntikan
dana. Tiga lainnya, Circ yang berbasis di AS, GRST di Hong Kong, dan MAYANI di
Filipina. ”Program amplifier yang berlangsung selama setahun ini bertujuan
membina start up yang berdampak menjadi layak secara komersial dan memberikan
dampak positif di Asia,” kata Chief Executive Officer (CEO) Center for Impact
Investing and Practices (CIIP) Dawn Chan. Menurut Chan, program ini menerima
139 pengajuan dari 35 negara. Temanya beragam, seperti energi dan listrik,
pangan berkelanjutan dan konservasi lahan, konservasi lautan, serta
sirkularitas dan limbah. Semuanya mencerminkan minat yang signifikan terhadap dampak
pasar serta keinginan pendiri dan inovator untuk mengatasi tantangan iklim juga
alam di Asia. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023