Angkutan Umum Kian Diminati Pemudik
Moda transportasi umum menjadi pilihan banyak pemudik Lebaran
2024. Secara umum, mudik dengan kendaraan pribadi masih mendominasi, tetapi pamor
angkutan umum menaik. Jika dibandingkan Lebaran tahun lalu, angkanya mengalami
peningkatan cukup signifikan. Jumlah kendaraan pribadi melalui jalan tol justru
menurun. Kompas membandingkan data pergerakan pemudik Lebaran tahun 2024 dari
H-7 hingga H-2 atau dari 3 April hingga 8 April 2024 dengan periode yang sama
pada Lebaran 2023. Data yang digunakan berasal dari laman Sistem Informasi Angkutan
dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) yang dikelola Kemenhub RI.
Dibandingkan tahun 2023, pemudik tahun ini lebih banyak memilih
transportasi umum. Hingga H-2 Lebaran 2024, total keberangkatan menggunakan
transportasi umum 3,86 juta penumpang. Angka ini meningkat 11,5 % dibandingkan periode
yang sama tahun lalu sebanyak 3,46 juta penumpang. Keberangkatan penumpang
menggunakan kereta api mengalami peningkatan paling tinggi, yaitu 14,3 %.
Setelah itu, bus antarkota antarprovinsi sebesar 13,9 % dan pesawat terbang 8,1
%. Sedang jumlah kendaraan melalui jalan tol mengalami penurunan signifikan.
H-2 Lebaran 2024, total kendaraan via tol sebanyak 1,4 juta unit, turun 26 % dibanding
periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,9 juta unit kendaraan.
Di Jakarta dan sekitarnya, peningkatan pemudik menggunakan
transportasi umum meningkat 6,7%, mereka berangkat dari Stasiun Gambir, Stasiun
Pasar Senen, Terminal Pulo Gebang, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Kendaraan yang keluar Jakarta via jalan tol menurun 16,7 %. Sesuai prediksi Maraknya
pemudik yang lebih memilih moda transportasi umum sesuai dengan prediksi
sejumlah pengamat. Salah satunya Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan
Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno.
”Keinginan masyarakat cenderung menggunakan angkutan umum itu
bagus. Dan itu harus dijaga terus oleh pemerintah mempertahankan angkutan umum
yang sudah menarik,” katanya. Andri (29), warga Cipulir, Kebayoran Lama, memutuskan
menggunakan bus untuk mudik ke Prembun, Kebumen, Jateng, bersama ibunya. ”Penginnya
naik suite class, tapi enggak ada jurusan ke Prembun. Padahal jika ada mau naik
kelas itu karena harganya tidak jauh berbeda dengan kelas lainnya,” ujar Andri.
Ia mendapat tiket Rp 460.000 per orang. Dengan kenyamanan yang memungkinkan
istirahat maksimal. (Yoga)
Mengatasi Stagnasi Produktivitas
Eskalasi harga beras sangat tinggi sejak akhir 2023 karena
suplai turun signifikan. Produktivitas hanya tumbuh 0,25 % pada 2014-2023, dari
5,14 ton/hektar (ha) menjadi 5,23 ton/ha. Ketika pada 2019, kekeringan ekstrem melanda
Indonesia, produktivitas padi bahkan turun dari 5,20 ton/ha menjadi 5,11
ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas lima tahun terakhir nyaris tak membawa
hasil karena kapasitas produksi telah turun signifikan. Teknik budidaya
pertanian yang tidak berkelanjutan menyebabkan degradasi lahan dan erosi tanah
yang menurunkan produksi dan produktivitas pangan. Praktik pertanian
superintensif dan penggunaan bahan kimia secara berlebihan selama
bertahun-tahun telah menyebabkan kelelahan lahan (land fatigue) di banyak
sentra produksi padi dan pangan strategis lain. Bahan organic (BO) di dalam
tanah menurun drastis, bahkan dua pertiga lahan pertanian Indonesia hanya
memiliki kandungan BO di bawah 2 %.
Kekeringan ekstrem El Nino pada 2023 memperburuk penurunan
kapasitas produksi. Luas panen padi turun signifikan dan produksi paditurun hampir
1 juta ton gabah kering giling (GKG). Strategi peningkatan produktivitas ke depan
perlu lebih banyak menggunakan aplikasi teknik pertanian cerdas (smart farming),
pertanian presisi (precision farming), digitalisasi rantai nilai, dan lainnya.
Kinerja produktivitas padi di Indonesia sebenarnya tak terlalu berbeda dengan
di negara produsen beras lain di Asia Tenggara. Thailand dan Myanmar juga
mengalami pelandaian produktivitas (levelling-off) dua dekade terakhir. Berbeda
dengan Vietnam dan Filipina yang mengalami lompatan produktivitas cukup
signifikan, terutama karena penggunaan varietas unggul, yang lebih adaptif
terhadap perubahan iklim. Selain itu, penggunaan varietas unggul oleh petani
padi Indonesia masih sangat rendah.
Strategi peningkatan produktivitas, khususnya pangan pokok,
perlu mengandalkan inovasi baru dan perubahan teknologi melalui proses
penelitian dan pengembangan (R&D) jangka panjang. Para ilmuwan pertanian Indonesia
telah sangat mumpuni untuk menghasilkan invensi baru dari hasil R&D
tersebut. Invensi baru ini perlu segera menjadi inovasi baru, yang dapat
diadopsi oleh masyarakat atau telah masuk pada tahapan komersialisasi ke depan.
Rekomendasi kebijakan Pertama, penyediaan benih berkualitas, baik melibatkan
industri benih domestik, maupun asing, untuk mampu menjangkau seluruh pelosok
dan bisa diakses oleh petani dari segenap lapisan. Kedua, perbaikan sistem
pemupukan, yang mampu memperbaiki keseimbangan hara tanah yang dibutuhkan tanaman.
Selain butuh pupuk urea, banyak daerah atau sentra produksi memerlukan tambahan
fosfat dan kalium.
Ketiga, penyehatan tanah secara menyeluruh melalui
pengembalian BO seperti jerami ke dalam tanah, agar rasio karbon terhadap
nitrogen (rasio C/N) naik pesat, misalnya penambahan ameliorant tanah, pupuk
hayati, dan sistem pertanian organik. Keempat, revitalisasi sistem penyuluhan
pertanian, yang memberdayakan petani untuk mampu menolong diri sendiri,
mengembangkan sistem kelembagaan ekonomi petani, pendidikan, pelatihan, dan
pemberdayaan petani untuk mengadaptasi serta mengadopsi inovasi baru yang mampu
meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kelima, pengembangan
diversifikasi produksi pertanian ke arah yang mampu meningkatkan skala ekonomi
untuk mendukung strategi diversifikasi konsumsi pangan yang mampu menyehatkan
dan meningkatkan gizi masyarakat. (Yoga)
Selebritas dan Elpiji ”Melon”
Elpiji ”melon” alias elpiji tabung 3 kg sedang menjadi topik
hangat di kalangan warganet, berawal dari video yang diunggah selebritas Prilly
Latuconsina di akun Instagram-nya, tentang kegiatannya memasak di dapur untuk
persiapan Lebaran 2024, karena elpiji melon yang tampak digunakan sebagai bahan
bakarnya. Sontak warganet menghujani perempuan muda itu dengan kritik. Sebagai
respons, Prilly pun membuat klarifikasi sekaligus minta maaf pada Kamis (11/4)
pukul 14.30 WIB, yang mendapatkan 6.653 komentar. Salah satunya dari akun quins_bee.
”Gas melon, kan, itu subsidi untuk warga kurang mampu. Salah satu faktor gas
melon langka, ya, kayak gini dipakai oleh pihak yang sebenarnya mampu,” katanya.
Elpiji melon adalah elpiji subsidi dari pemerintah untuk
masyarakat miskin, namun banyak warga bukan kategori miskin menggunakan barang
yang distribusinya terbuka itu. Akibatnya, volume penyalurannya terus
membengkak setiap tahun. Anggaran negara untuk menyubsidi pun menggelembung. Persoalan
kian pelik karena 77 % kebutuhan elpiji dalam negeri dipenuhi impor. Dengan
demikian, beban keuangan negara menjadi kian berat, apalagi jika nilai tukar
dollar AS melonjak atau kurs rupiah anjlok. Mengutip informasi dari Kementerian
ESDM, konsumsi elpiji melon tujuh tahun terakhir melonjak 2,9 juta metrik ton
(MT). Pada 2007, distribusinya mencapai 6,29 juta MT. Pada 2023, distribusinya
telah menggelembung menjadi 8,0 juta MT.
Dari tahun ke tahun, tingkat migrasi pengguna dari elpiji
nonsubsidi ke elpiji subsidi semakin tinggi. Kementerian ESDM mencatat,
realisasi penyaluran elpiji subsidi pada 2020-2022 meningkat 4,5 %. Sementara
penyaluran elpiji nonsubsidi turun 10,9 %. Pada 2023, dari total 8,6 juta ton
realisasi elpiji, 8,03 juta ton di antaranya adalah elpiji 3 kg. Artinya, secara
proporsi, elpiji melon dominan dengan persentase mencapai 93,3 %, karena
disparitas harga jual elpiji subsidi dan nonsubsidi di penyalur/agen yang kian
lebar. Pada Januari 2021, selisih harga elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi
ialah Rp 7.333 per kg.
Disparitas ini melebar hingga Rp 13.500 per kg pada Juli
2023. Berdasarkan regulasi, baik Perpres maupun Permen ESDM, harga jual eceran
(HJE) elpiji 3 kg di agen/penyalur adalah Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per
tabung. Sejak 2008 hingga sekarang, harga itu tak berubah. Terus melebarnya disparitas
harga antara elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi membuat migrasi ke elpiji melon
semakin tidak terhindarkan. Pemerintah berulang kali menekankan, elpiji 3 kg
hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Namun, selama tidak ada regulasi
yang tegas untuk mengaturnya, celah ketidaktepatan sasaran selalu terbuka. Selain
itu, kondisi ini juga rentan penyalahgunaan lewat pengoplosan. (Yoga)
Mengobati Kerinduan Mudik, Berwisata Keliling Jakarta
Saat libur Lebaran, ribuan pengunjung menyerbu sejumlah obyek
pariwisata di Jakarta. Pengelola tempat wisata berlomba menyajikan acara dan
atraksi menarik. Tasirin (40) menyaksikan acara di anjungan Provinsi Bali di
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Kamis (11/4). Warga Bekasi ini mengajak
keluarga dan tetangganya untuk berlibur bersama. Tasirin juga melihat beberapa
anjungan lain, salah satunya anjungan DIY tempat kelahirannya. Melihat anjungan
DIY, seakan menjadi obat rindu bagi Tasirin yang tidak bisa mudik. Menurut
Tasirin, kunjungan kali ini menghadirkan nostalgia saat berkunjung ke TMII pada
1993.
Dulu, untuk berkeliling ke anjungan, pengunjung harus jalan
kaki, sekarang sudah ada kendaraan listrik. Wakil Presiden Komunikasi Marketing
TMII Erika Silviana berujar, nostalgia merupakan hal yang otentik yang tak dimiliki
tempat wisata yang lain. ”Nostalgia inilah yang ingin kami perkuat untuk
menarik minat para wisatawan,” kata Erika. Bedanya, atraksi dan kekayaan
teknologi sudah disematkan ketika TMII direvitalisasi pada 2023. Untuk itu, program
libur Lebaran, 8 April-15 April 2024, TMII mengusung tema Jelajah Seru Lebaran
di Festival Pulang Kampung.
Harapannya, setiap pengunjung bisa merasakan nostalgia pulang
kampung. Misalnya, di anjungan Sumut, pengunjung akan disambut dengan bahasa,
pakaian, dan makanan khas Sumut. ”Semua itu agar pengunjung merasakan suasana
kampung halaman,” kata Erika. Di hari biasa, tingkat kunjungan 10.000 orang per
hari, di masa libur Lebaran, hingga tengah hari, jumlah kunjungan menyentuh
20.000 dan bahkan lebih. Pengelola TMII menargetkan pengunjung selama liburan
sebanyak 157.000 orang. Pada malam hari, pengunjung lebih banyak karena ingin
menyaksikan air mancur menari (dancing fountain) di anjungan Tirta Cerita, yang
merupakan nomor lima terbaik di dunia dan terbesar se-Asia Tenggara.
Wahana dilengkapi musik aransemen khas daerah dan dimeriahkan
dengan pertunjukan pesawat nirawak. Serbuan pengunjung juga terlihat di Taman
Margasatwa Ragunan, Jaksel. Bahkan, di hari pertama periode Lebaran, jumlah
kunjungan mencapai 75.000 orang. Wahyudi Bambang dari Humas Taman Margasatwa Ragunan
mengatakan, program libur Lebaran berlangsung pada 11 April-21 April, dengan target
kunjungan wisatawan 800.000 orang. Target itu mengacu pada pencapaian tingkat
kunjungan tahun lalu yang menyentuh 756.000. ”Kemungkinan puncak kunjungan terjjadi
akhir pekan,” kata Wahyudi. (Yoga)
Transjakarta Sediakan Rute Khusus Wisata
Transjakarta menyediakan rute khusus bagi warga yang hendak
mengisi libur Lebaran dengan berwisata ke Ancol Taman Impian dan Taman
Margasatwa Ragunan pada 11-15 April 2024. Warga yang hendak menge lilingi Kota
Jakarta juga dapat memanfaatkan bus wisata atau bus tingkat dengan jam
operasional yang diperpanjang dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Transjakarta
menyambut libur Lebaran 2024 dengan mengoperasikan rute khusus liburan pada
11-15 April, yaitu 4H Pulo Gadung-Ragunan, 5H Juanda-Ancol, dan 13D Puri Beta-Ragunan.
Warga juga tetap bisa menggunakan rute lain, seperti 5
Kampung Melayu-Ancol, 5D Cililitan-Ancol, 14B Tanjung Priok-Senen, mikrotrans
Jak88 Tanjung Priok-Ancol Barat, Jak89 Tanjung Priok-Taman Kota Intan, dan
Jak90 Tanjung Priok-Rusun Kemayoran. Pengunjung Ragunan dapat mengakses Koridor
6 Ragunan-Galunggung, 6A Balai Kota-Ragunan, 6B Monas-Ragunan, 6V Ragunan-Gelora
Bung Karno, 7E Kampung Rambutan-Ragunan, 5N Kampung Melayu-Ragunan, 6N Ragunan-Blok
M via Kemang, mikrotrans Jak45 Lebak Bulus-Ragunan, Jak46 Pasar
Minggu-Jagakarsa, dan Jak47 Pasar Minggu-Ciganjur via Ragunan.
Bus wisata gratis ini melayani tujuh rute berbeda. Semuanya
menelusuri ikon dan landmark Kota Jakarta. BW 1 Sejarah Jakarta, BW 2 Jakarta
Baru, BW 3 Kesenian dan Kuliner, BW 4 Pencakar Langit, BW 5 Ruang Terbuka, BW 6
Cagar Budaya Jakarta, dan BW 7 Belanja Jakarta. Keberangkatan bus wisata
Jakarta dimulai dari Halte Balai Kota atau IRTI. Warga bisa langsung menuju
titik awal keberangkatan jika ingin berwisata keliling Jakarta sesuai variasi
yang tersedia.
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut, sebagian
warga sudah mudik dan sebagian lain tetap berada di Jakarta. Warga kota ini
tetap bisa menikmati beragam pilihan wisata dan hiburan yang ada, seperti Ragunan,
Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah. ”Jika melakukan kegiatan semasa liburan
tetap jaga keselamatan. Tempat wisata akan padat, tetap bersabar dan tertib. Manfaatkan
layanan yang ada,” ujar Heru selepas shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal,
Jakarta, Rabu (10/4). (Yoga)
Luis Hay Penjaga ”Burung Surga” Papua
Kerusakan hutan mengancam ruang hidup burung cenderawasih di
Tanah Papua. Melalui ekowisata di Pulau Misool, Raja Ampat, yang dikelolanya sejak
tujuh tahun lalu, Luis Hay (39) menjaga kelestarian ”burung surga” itu dari
kepunahan. Rabu (27/3) subuh, bersama sejumlah pengunjung, Luis menyusuri
perairan di sisi barat Kampung Kapatcol, Misool Barat, Raja Ampat, Papua Barat
Daya, menuju kawasan ekowisata yang menjadi habitat berbagai jenis burung, salah
satunya cenderawasih. Ia harus berangkat pagi-pagi buta. Sebab, biasanya burung
cenderawasih bermain di kawasan ekowisata itu pukul 06.00-09.00 WIT. ”Kita
harus tiba di lokasi sebelum cenderawasih datang. Kalau cuaca bagus,
cenderawasih akan keluar dan jelas terlihat,” ujarnya.
Setengah jam berlayar, Luis tiba di dermaga kayu di pintu
masuk kawasan ekowisata. Dari kejauhan terlihat dua gubuk bertiang kayu dan
beratap daun-daun kering. ”Kita tunggu di gubuk ini. Semoga sebentar lagi
langit cerah. Kalau tetap hujan cenderawasih jarang keluar. Masih ada waktu menunggu
hujan berhenti,” ucapnya. Ketika hujan reda, kicau burung dengan suara beragam
mulai terdengar. Luis yang semula berdiri segera berjongkok. Para wisatawan pun
mengikutinya. Dari berbagai kicauan itu, ia bisa mengidentifikasi jenis-jenis burung
yang datang, seperti cenderawasih, kakatua, mambruk, nuri, dan maleo. Tak
berselang lama, mata Luis berhasil menemukan posisi burung cenderawasih.
Tangannya menunjuk pohon setinggi sekitar 25 meter. Sembari mengikuti
cenderawasih itu, beberapa wisatawan membidikkan kamera untuk memotret.
Sejak 2017, Luis mengembangkan kawasan ekowisata di hutan
yang berdekatan dengan kebun miliknya. Maraknya perburuan cenderawasih menjadi alasan
yang mendorongnya mengelola ekowisata tersebut. Kepala Kampung Kapatcol itu menjaga
kawasan hutan dari perburuan satwa, dibantu beberapa warga. ”Kalau cenderawasih
terus-terusan diburu dan hutannya ikut dirusak, lama-lama akan punah. Suatu
saat, generasi masa depan Papua mungkin cuma bisa mendengar tentang cenderawasih
tanpa bisa melihatnya hidup di alam bebas,” katanya. Menurut Luis, melalui
ekowisata, hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sebab, tanpa menebang pohon dan menangkap satwa-satwa liar
yang hidup di sana, warga tetap bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan
wisata. Selain pelancong lokal, kawasan ekowisata itu telah dikunjungi
wisatawan banyak negara, seperti Korsel, Australia, Perancis, India, Jerman, AS
dan Swedia. Pengunjung dikenai biaya transportasi perahu motor Rp 200.000-Rp
300.000. ”Ekowisata itu menjadi salah satu cara menyelamatkan lingkungan. Sejumlah
pengunjung dari luar negeri datang hanya untuk melihat cenderawasih di hutan.
Kalau cenderawasih ditangkap lalu dijual, di masa depan kami tidak akan mendapatkan
apa-apa lagi,” ujarnya. (Yoga)
Menuju Desa Berdaulat Desa Berbudaya
Hiruk-pikuk revisi UU Desa telah selesai dengan disetujuinya
perubahan terhadap UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Ada lima poin yang paling
disorot, yaitu tentang penambahan penghasilan kepala desa, alokasi anggaran
dana desa, insentif RT dan RW serta masa jabatan kepala desa. Melalui negosiasi
dan kompromi masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun dan dapat dipilih kembali
sekali. Dengan disahkannya UU Desa pada 28 Maret 2024, sudah waktunya melakukan
pembenahan dan percepatan agar target dan capaian yang direncanakan bisa
terwujud. Terutama mewujudkan desa yang berdaulat dalam berkebudayaan.
Masyarakat di desa-desa pada masa lalu selalu memproduksi
sumber pangan yang berasal dari umbi-umbian dan sumber lain di sekitarnya, yang
mulai banyak ditinggalkan. Dalam menanggulangi gizi buruk, tetumbuhan dan
tanaman obat yang sudah tumbuh di mana-mana dan dipraktikkan sejak dulu kala,
telah mampu menjadi sumber yang cukup penting dalam menjaga kesehatan dan
bersahabat dengan alam. Melihat potensi kebudayaan yang ada, Sustainable
Development Goals (SDGs) Desa merupakan upaya konkret dalam mencapaitujuan
pembangunan berkelanjutan.
Pada SDGs Desa ada 18 tujuan, yaitu desa tanpa kemiskinan,
desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera; pendidikan desa berkualitas;
desa berkesetaraan jender; desa layak air bersih dan sanitasi; desa berenergi
bersih terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, inovasi dan
infrastruktur desa; desa tanpa kesenjangan; kawasan permukiman desa berkelanjutan;
konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan. Mengacu pada data Indeks Desa
Membangun (IDM) 2023, desa di Indonesia jumlahnya 74.400-an. Terbagi dalam
beberapa kategori: desa maju sebanyak 23.030 desa; desa mandiri 11.456 desa.
Melalui pemanfaatan ragam kebudayaan yang ada seperti penyelenggaraan
festival dan bazar, akan memperkuat kohesi sosial antar masyarakat sehingga
nilai-nilai gotong royong yang sudah ada sejak lama dapat terus terbangun. Peran
kepala desa yang masa jabatannya delapan tahun dan bisa mencapai 16 tahun, diharapkan
dapat menggali dan mengajak generasi muda dan kaum terpelajar melihat potensi
yang ada di desa. Dengan adanya dana desa yang jumlah semakin meningkat dari
tahun ke tahun, sudah waktunya desa mengalokasikan sebagian dananya untuk
pemajuan kebudayaan desa untuk membantu menyelesaikan problem lainnya, terutama
yang berkaitan dengan SDGs Desa. (Yoga)
China, Faktor Pemicu Relasi
Presiden AS Joe Biden dan PM Jepang Fumio Kishida dalam
pertemuan Rabu (10/4) petang mengungkap rencana strategis kerja sama militer
dan berbagai proyek dari peluru kendali hingga pendaratan di bulan. Langkah
tersebut memperkuat hubungan AS-Jepang sekaligus mengimbangi pertumbuhan China-
Rusia. Dalam jumpa pers bersama di Gedung Putih, Biden dan Kishida
mengungkapkan, mereka juga membahas isu Gaza, Israel, Ukraina-Rusia, Korut, dan
sejumlah hal penting lainnya. ”Ini adalah pertemuan yang menyepakati
peningkatan kerja sama secara mendasar sejak hubungan ini dilakukan,” kata
Biden seusai menggelar pertemuan bilateral selama dua jam dengan Kishida. Mereka
juga membahas ketegangan di Indo-Pasifik dan tindakan China di kawasan.
AS dan sekutunya, termasuk Jepang, sedang memperkuat postur
militer mereka demi membendung apa yang mereka sebut sebagai ancaman China di Laut
China Selatan dan Laut China Timur, termasuk isu Taiwan. Secara keseluruhan,
AS-Jepang menyepakati 70 jenis kerja sama di bidang pertahanan, termasuk upaya
meningkatkan struktur komando militer AS di Jepang sehingga dapat lebih baik
dalam kerja sama dengan Jepang di masa krisis. Selanjutnya, Biden dan Kishida
akan menggelar pertemuan trilateral dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos
Jr. Isu utama yang akan mereka bahas adalah isu keamanan di kawasan Laut China
Selatan. Selain isu keamanan, pertemuan trilateral itu juga akan menyoroti isu
ekonomi.
The Strait Times menyebut, Filipina mengincar kesepakatan
investasi hingga 100 miliar USD dari pertemuan trilateral dengan AS dan Jepang.
”Kita berbicara tentang 100 miliar USD dalam lima hingga 10 tahun ke depan,”
kata Dubes Filipina untuk AS, Jose Manual Romualdez, seperti dikutip dalam
pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan. Sebelum meninggalkan Manila pada
Rabu, Marcos mengatakan akan menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi
dengan Jepang dan AS demi memajukan ketangguhan ekonomi dan keamanan. PNA
menyebut Marcos ingin mengeksplorasi cara-cara meningkatkan kerja sama,
terutama di ranah infrastruktur krusial, semikonduktor, digitalisasi, keamanan
siber, mineral penting, energi terbarukan, serta kerja sama maritim dan pertahanan.
(Yoga)









