Faktor Pemicu Pelemahan Kurs Rupiah
POTENSI eskalasi konfik Iran-Israel hingga pelemahan nilai tukar rupiah dipastikan berdampak pada perekonomian Indonesia. Berdasarkan kurs Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) kemarin, nilai tukar rupiah merosot dari level 15.873 pada 5 April ke level 16.176 per dolar AS. Kurs rupiah saat ini mendekati nilai terendah pada 6 April 2020 yang sebesar 16.556 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan melemahnya kurs rupiah dipengaruhi oleh pergerakan inflasi Amerika Serikat dan kebijakan moneter ketat bank sentral negara itu alias The Fed. Sejak pengetatan moneter pertama pada Maret 2022, suku bunga The Fed sudah naik 11 kali dengan total kenaikan 525 basis point.
Josua mengimbuhkan, perang Iran-Israel diperkirakan semakin merontokkan rupiah. “Rupiah bakal terus terdepresiasi jika konflik Timur Tengah memanas dan berlanjut,” katanya kepada Tempo. Berikut ini data pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS, dinamika suku bunga The Fed dan Bank Indonesia, surplus neraca dagang Indonesia yang terus menipis, serta nilai cadangan devisa yang sebagian dipakai untuk menstabilkan rupiah. (Yetede)
Tags :
#RupiahPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
03 Feb 2026
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
26 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
23 Jun 2025
Pasar Dalam Tekanan
23 Jun 2025
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023