399 Calon Dokter Spesialis Mengaku Ingin Akhiri Hidup
Mahasiswa program pendidikan dokter spesialis yang terindikasi
mengalami gejala depresi paling tinggi dari RS Cipto Mangunkusumo (22,4 %), RS
Hasan Sadikin(12,9 %), dan RS Sardjito (12 %). Dari hasil penapisan atau
skrining, seperti diungkap data Kemenkes, 22,4 % mahasiswa program pendidikan
dokter spesialis atau PPDS terdeteksi mengalami gejala depresi. Sebanyak 3,3 % atau
399 orang di antaranya bahkan mengaku lebih baik mengakhiri hidup atau ingin melukai
diri. Terungkapnya kerentanan tersebut membuat Menkes Budi Gunadi Sadikin,
Senin (15/4) memerintahkan segera dilakukan penanganan kepada para mahasiswa
calon dokter spesialis itu, terutama yang bergejala depresi berat. Ia juga
meminta penyebab gejala depresi tersebut dapat diketahui dengan tepat.
”Yang depresi berat kalau tidak ditangani bisa fatal akibatnya,
kasihan mereka,” kata Budi Gunadi Sadikin. Ia pun menekankan agar peserta PPDS
yang depresi berat tersebut segera dirawat. Secara rinci, dari 22,4 % mahasiswa
PPDS yang terdeteksi depresi itu menunjukkan 0,6 % di antaranya mengalami
gejala de-presi berat; 1,5 % depresi sedang-berat; 4 % depresi sedang; dan 16,3
% dengan gejala depresi ringan. Skrining kesehatan jiwa pada mahasiswa PPDS itu
dilakukan di 28 rumah sakit vertikal pada 21, 22, dan 24 Maret 2024. Skrining
dilakukan terhadap 12.121 mahasiswa PPDS dengan menggunakan kuesioner Patient
Health Questionnaire-9. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023