PROYEKSI PASAR SAHAM : Tenaga IHSG Masih Lemah
Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi cenderung melemah pada perdagangan pekan ini atau usai libur panjang Idulfitri 2024. Gejolak nilai tukar, inflasi tinggi, dan memanasnya tensi geopolitik membayangi gerak pasar saham.Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali dibuka pada Selasa (16/4). Sebelum libur Lebaran, IHSG parkir di level 7.286,88 pada Jumat (5/4). IHSG menguat tipis 0,19% year-to-date. Pada saat yang sama, akumulasi net buy investor asing terus menyusut menjadi Rp16,63 triliun. Head of Research Panin Sekuritas Nico Laurens dalam risetnya memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar pada April 2024 dengan kecendrungan melemah. Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pergerakan tersebut.
Pertama, inflasi yang masih tinggi, lalu resesi di beberapa negara, dan pelemahan nilai rupiah setelah outflow pada beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, lanjutnya, pelaku pasar mencermati keputusan The Fed yang menjaga suku bunga di level 5,25%—5,5% pada pertemuan Maret 2024. Selain itu, The Fed juga menegaskan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2024. Dalam riset terpisah, Tim Analis MNC Sekuritas memperkirkan IHSG kembali terkoreksi dalam jangka pendek. Indeks komposit diperkirakan bergerak pada level support 7.045—7.099 dan resistance 7.396—7.454. Pada perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham BBCA dengan rekomendasi speculative buy. Selain itu, saham ELSA, ESSA, dan MAHA mendapat rekomendasi buy on weakness.Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyarankan investor mencermati saham INDF, BBCA, ASII, JSMR, AALI, BSDE, dan PWON.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023