Angin Segar Kembalinya Artefak Majapahit ke Nusantara
Kolonialisme Eropa dan perdagangan ilegal merupakan sumber
masalah hilangnya artefak-artefak dari sejumlah negara. Repatriasi artefak curian
butuh kolaborasi dan komitmen. Saat ini, Kejaksaan Negeri New York di AS dalam
proses mengembalikan 30 artefak kuno kepada Indonesia dan Kamboja. Di dalam
artefak-artefak itu, ada tiga arca dari zaman Kerajaan Majapahit di Nusantara.
Keseluruhan benda bersejarah itu diperoleh secara ilegal oleh para kolektor. Jaksa
Negeri New York A vin Bragg memimpin upacara penyerahan 30 artefak tersebut
pada Sabtu (27/4) siang waktu setempat atau Minggu (28/4) dini hari waktu Indonesia.
Secara keseluruhan, nilai artefak-artefak itu 3 juta USD (Rp 48,6 miliar).
”Kami mengembalikan 27 artefak yang dirampas dari Kamboja,
termasuk ukiran Dewa Shiwa, dan tiga arca Majapahit dari Indonesia ke negara masing-masing,”
ujar Bragg. Menurut VOA, 27 April 2024, salah satu artefak dari Indonesia
berupa sebuah batu relief yang menggambarkan dua patung kerajaan dari zaman
Majapahit (abad ke-13 hingga ke-16). Bragg mengungkapkan, dua warga AS, Subash
Kapoor dan Nancy Wiener, merupakan pelaku kejahatan internasional tersebut.
Benda-benda kuno tersebut disita oleh Kejaksaan New York pada tahun 2023 dalam
penyelidikan sindikat kejahatan internasional yang menyelundupkan benda-benda warisan
budaya negara-negara lain.
”Penyelidikan belum selesai karena sindikat ini harus dicabut
hingga ke akar-akarnya,” tutur Bragg. Artefak bersejarah menjadi polemik dunia
modern. Kebanyakan artefak ini merupakan hasil jarahan para penjajah Eropa dari
negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika. Terdapat perdebatan yang mengatakan
bahwa Barat harus mengembalikan artefak-artefak itu ke negara asal. Namun, juga
ada perdebatan bahwa Barat jangan merepatriasi artefak itu sebelum negara asal
memiliki kemampuan menyimpan, merawat, dan mengembangkan kajian atas
benda-benda tersebut. (Yoga)
Label Internasional Mubazir
Kita selalu mudah bangga dengan label internasional meski
kadang tak banyak memberi manfaat. Status bandara internasional juga sama saja,
tak memberi dampak. Kemenhub baru saja merampingkan bandara internasional, dari
34 menjadi 17 bandara. Tujuannya, mendorong sektor penerbangan nasional yang sempat
terpuruk saat pandemi Covid-19. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri (KM)
Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional pada 2 April 2024
(Kompas.id, 27/4/2024). Kita sepakat dengan keputusan pemerintah mencabut 17 bandara
berstatus internasional tetapi hanya melayani satu atau dua negara dan masyarakat
setempat tak mendapat banyak manfaat, semisal kedatangan arus wisatawan asing
dalam jumlah besar melalui bandara itu.
Malah, penduduk setempat berbondong-bondong berwisata ke luar
negeri. Perjalanan seperti ini menggerus devisa. Mereka membeli dollar AS atau
mata uang asing lainnya dan membelanjakannya ketika berada di luar negeri. Keputusan
Kemenhub diharapkan bisa mengembalikan volume penumpang hingga bisnis maskapai
kembali normal. Meski demikian, untuk perbaikan bisnis penerbangan, kita berharap
maskapai juga mulai memikirkan model bisnis baru ketika margin dari penjualan
tiket pesawat makin kecil. Beberapa maskapai di luar negeri telah melakukan
langkah ini dan melihat bisnis baru industri penerbangan bukan mengandalkan
penerbangan, melainkan pada pengelolaan bandara dan bisnis lainnya.
Model bisnis baru diharapkan tak lagi mengandalkan penjualan tiket.
Maskapai lebih banyak digunakan untuk mengumpulkan orang. Maskapai tetangga telah
melakukan langkah ini hingga penumpang bisa mendapat tiket dengan harga murah
tetapi uangnya akan dikeruk ketika mereka berada di negara asal maskapai. Untuk
itu, perusahaan penerbangan harus berkolaborasi dengan banyak pihak, seperti
pengelola bandara, industri makanan dan minuman, industri pariwisata, serta
industri konferensi, sehingga bisa memunculkan bisnis baru yang saling
menguntungkan. (Yoga)
Menjinakkan Gejolak Nilai Tukar Rupiah
Rapat Dewan Gubernur BI April 2024 menaikkan bunga acuan BI
Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 %. Pertama kalinya sejak BI Rate dipertahankan
pada level 6 % selama enam bulan berturut-turut sejak Oktober 2023. Dinamika
global mendorong keputusan BI menaikkan BI Rate dan ini masih konsisten dengan
stance kebijakan moneter pro-stability. Tak dapat dimungkiri, dunia masih
bertaut pada hegemoni USD sebagai mata uang global (reserve currency). Inflasi AS
pada tiga bulan pertama 2024 justru lebih tinggi dari prakiraan dengan tren
peningkatan ke level 3,5 % pada Maret 2024. Ditambah lagi, performa ekonomi AS
tetap resilien. Alhasil, USD tetap kuat akibat imbal hasil (yield) yang menarik
dari suku bunga tinggi di AS. Dampak penguatan USD dirasakan banyak negara di kawasan
Asia.
Kenaikan BI Rate kali ini terbaca lebih mengantisipasi
stabilitas nilai tukar di tengah risiko global yang meningkat. Bunga acuan
merupakan instrumen penting kebijakan moneter dalam meredam gejolak nilai
tukar. Pasar keuangan secara natural memiliki kecenderungan mengarahkan modal
menuju imbal hasil yang lebih tinggi (flight to quality). Bank sentral
menaikkan bunga acuan guna menjaga daya tarik imbal hasil dan aliran masuk
portofolio asing ke aset keuangan domestik. Efek bunga acuan di pasar harus
didukung dengan jalur transmisi yang efektif. BI tetap berada di pasar melalui
intervensi pasar valas dan surat berharga negara dipasar sekunder.
BI terus mendorong pendalaman pasar uang yang berorientasi pada
mekanisme pasar (pro-market) guna mendukung efektivitas kebijakan moneter. Instrumen
sekuritas valas BI dan sukuk valas BI memungkinkan pelaku pasar bertransaksi
dengan BI untuk mengelola risiko valas. Inovasi ini juga dapat menarik arus modal
masuk (inflows) yang makin besar karena instrument valas itu bisa
diperdagangkan di pasar sekunder dan boleh dimiliki oleh investor asing. Selain
itu, transaksi dengan menggunakan mata uang lokal (local currency transactions)
yang diinisiasi BI saat ini makin luas terjalin dengan tujuh negara mitra, bermanfaat
mengurangi dependensi ekonomi domestik terhadap penggunaan USD dalam transaksi
antarnegara.
Diperlukan dobrakan inovatif pelaku pasar serta sinergi bersama
otoritas guna membentuk disiplin pasar (market discipline) yang resilien dalam mendukung
perkembangan pasar derivatif. Respons tepat BI Seiring meningkatnya yield di AS
dan premi risiko global, kenaikan BI Rate kali ini dapat dipandang sebagai
langkah tepat dalam upaya menjaga stabilitas nilaitukar rupiah dari tekanan
global. Indonesia telah memiliki kerangka kebijakan moneter yang kokoh dan
resilien serta transparan dan jelas. Fakta ini pun memberikan dorongan positif
bahwa salah satu prasyarat perkembangan pasar keuangan domestik telah terpenuhi.
Tugas selanjutnya menggarap struktur pasar yang efisien dan merangsang permintaan
sehingga pada akhirnya pasar keuangan bisa mendukung penguatan transmisi
kebijakan (Yoga)
Akses KPR Subsidi Diusulkan Diperluas
Sejumlah kalangan mengusulkan agar masyarakat berpenghasilan maksimal
Rp 15 juta per bulan dapat ikut mengakses subsidi rumah. Untuk itu, mereka mendorong
skema subsidi selisih bunga untuk pembiayaan perumahan. Program subsidi
perumahan yang berlaku saat ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah
dengan penghasilan bulanan Rp 8 juta-Rp 10 juta menurut zonasi. Adapun harga
rumah tapak bersubsidi dipatok Rp 166 juta hingga Rp 240 juta, menurut zonasi. Direktur
Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Hirwandi Gafar mengemukakan,
subsidi rumah bagi masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 15 juta per bulan dan
skema subsidi selisih bunga kini dalam tahap pembahasan dengan pemerintah.
BTN mengusulkan cakupan subsidi rumah diperluas hingga menyasar
masyarakat berpenghasilan tanggung, dengan batasan harga rumah maksimal Rp 300
juta per unit yang bertujuan mendorong pasokan rumah bersubsidi tidak terlalu
jauh dari kota serta memiliki ukuran bangunan lebih luas. Ia mencontohkan, harga
unit rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Jabodetabek
saat ini maksimum Rp 180 juta. Namun, pasokan hunian bersubsidi itu berlokasi
jauh dari pusat kota. Luas bangunan rata-rata hanya 27 meter persegi. ”Rumah
bersubsidi diharapkan bisa dibangun di dekat-dekat kota, tidak terlalu jauh,” kata
Hirwandi, akhir pekan lalu, di sela-sela rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun
Ke-52 Realestat Indonesia (REI) diLabuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (Yoga)
Pemerintah Cabut Status Internasional 17 Bandara
Kemenhub baru saja merampingkan bandara internasional, dari
34 menjadi 17 bandara. Tujuannya untuk mendorong sektor penerbangan nasional
yang sempat terpuruk saat pandemi Covid-19. Hal ini tertuang dalam Kepmen (KM)
No 31/2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional pada 2 April 2024. Keputusan
ini disambut positif Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia Alvin
Lie. Berdasarkan data yang ia himpun, selama ini, dari 34 bandara internasional
yang beroperasi di Indonesia, hanya 15-17 bandara yang aktif memiliki jadwal.
Sisanya hanya tersemat status ”internasional” tanpa memiliki penerbangannya.
”Jadi, hanya statusnya bandara internasional, tapi enggak ada
penerbangannya. Kemudian, dari 15-17 bandara yang aktif ini, hanya segelintir yang
melayani penerbangan sejumlah negara,” ujar Alvin saat dihubungi dari Jakarta,
Sabtu (27/4). Dalam penilaiannya, selama ini bandara yang melayani beragam rute
internasional terbatas pada sejumlah bandara. Sejumlah bandar udara itu adalah
Bandara Soekarno-Hatta (Banten), Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara
Kualanamu (Sumut), dan Bandara Sam Ratulangi (Sulut). Selain keempat bandara tersebut,
Alvin melanjutkan, hanya melayani penerbangan internasional ke Singapura dan
Malaysia. Kondisi ini dinilai tak ideal bagi Indonesia, baik secara politik
maupun ekonomi.
”Bandara-bandara kita hanya jadi pengumpan atau feeder untuk
bandara-bandara di Singapura dan Malaysia. Hal ini diperkuat dengan data pihak
imigrasi yang menunjukkan, dari total penumpang, 60-90 % berpaspor Indonesia,”
kata Alvin. Bandara-bandara berstatus internasional itu pada akhirnya hanya
memfasilitasi pelaku perjalanan Indonesia ke luar negeri. Namun, mereka tak
mendatangkan warga negara asing ke Indonesia. Alvin menambahkan, regulasi ini
merupakan proses penyederhanaan agar rute-rute penerbangan internasional dapat
dikonsentrasikan dengan lebih optimum. Bandara-bandara Indonesia juga tak hanya
menjadi pengumpan bagi negara tetangga. Harapannya, efektivitas perjalanan
udara ini juga dapat mendukung maskapai-maskapai penerbangan Indonesia. (Yoga)
Ekonomi Tak Pasti, Defisit APBN Berisiko Melebar
Kinerja keuangan negara sepanjang triwulan I-2024 terdampak
oleh dinamika politik dalam negeri serta volatilitas keuangan global dan
ketidakpastian geopolitik. Tanpa perbaikan di sisi penerimaan dan belanja
negara, defisit APBN 2024 berisiko melebar di atas target. Sepanjang
Januari-Maret 2024, realisasi penerimaan negara tercatat Rp 620 triliun, turun
4,1 % secara tahunan. Pajak sebagai sumber utama penerimaan negara turun 8,8 %
menjadi Rp 393,9 triliun. Sementara kepabeanan dan cukai turun 4,5 % menjadi Rp
69 triliun. Di sisi lain, belanja justru meningkat. Kemenkeu mencatat, belanja
pemerintah naik 18 % dibanding 2023 senilai Rp 611,9 triliun akibat penyelenggaraan
pemilu dan penyaluran bansos pada awal 2024.
Sebagai perbandingan, belanja pemerintah pada periode yang sama
pada 2023 adalah Rp 518,6 triliun. Memasuki triwulan II-2024, kondisi
perekonomian global justru makin bergejolak, menyusul sinyal The Fed bahwa
mereka akan mempertahankan tingkat suku bunga di level tinggi lebih lama dari
rencana awal. Langkah di luar ekspektasi pasar ini menyebabkan penguatan USD
terhadap berbagai mata uang lain, termasuk rupiah. Gejolak ekonomi semakin
bertambah dengan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah setelah serangan
udara Iran ke Israel pada 14 April 2024.
Kondisi ini semakin menekan nilai tukar rupiah yang sebelumnya
sudah melemah terhadap USD akibat keputusan The Fed, serta mendorong risiko
kenaikan harga minyak mentah dunia. Peneliti dari Center for Indonesia Taxation
Analysis (CITA), Fajry Akbar, mengatakan, tekanan bertubi-tubi di awal 2024
mesti diantisipasi dengan strategi penerimaan dan belanja yang tepat. Tanpa
terobosan penerimaan dan belanja yang lebih berhati-hati, defisit anggaran bisa
melebar daritarget 2,29 % terhadap PDB di APBN 2024. ”Jika tidak ada perbaikan,
defisit anggaran sudah pasti melebar. Sebab, sampai Maret ini kinerja
penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) terkontraksi sampai minus 8,2 %,
sedangkan asumsi kenaikan target penerimaan pajak dalam APBN 2024 sebesar 9 %,”
kata Fajry, Minggu (28/4). (Yoga)
Perubahan Iklim Ancam Keselamatan Kaum Pekerja
Minggu (28/4) adalah Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Internasional. Sejumlah PR klasik masih menghantui para pekerja. Namun,
belakangan muncul ancaman lain yang membuat persoalan semakin kompleks: perubahan
iklim. Organisasi Buruh Internasional (ILO), dalam laporan ”Ensuring Safety and
Health at Work in A Changing Climate” yang dirilis guna memperingati Hari
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Internasional pada 28 April 2024, memaparkan
ancaman perubahan iklim terhadap keselamatan dan kesehatan kaum pekerja. Suhu
rata-rata permukaan bumi pada 2023 mencatatkan rekor terpanas dan Juli 2023 menjadi
bulan terpanas yang pernah terekam. Selama periode 2011-2020, suhu rata-rata permukaan
bumi 1,1 derajat celsius lebih hangat dibanding suhu rata-rata akhir abad
ke-19.
Situasi ini menyebabkan perubahan yang luas dan cepat pada
atmosfer, daratan, lautan, dan wilayah es. Perubahan iklim telah mengakibatkan
cuaca dan iklim ekstrem di semua benua sehingga meningkatkan risiko K3 bagi
pekerja. ILO membagi enam risiko perubahan iklim yang berdampak pada K3 secara
global, meliputi panas berlebihan, paparan sinar ultraviolet, peristiwa cuaca
ekstrem, polusi udara, penyakit yang ditularkan lewat vektor, dan agrokimia. ”Keenam
risiko K3 yang ada dalam laporan tersebut sangat dekat dengan kehidupan pekerja. Semuanya bisa mengganggu
produktivitas dalam bekerja,” ujar National Programme Officer ILO untuk
Indonesia dan Timor Leste Abdul Hakim, Jumat (26/4) di Jakarta. Dalam laporan
yang terbit Senin (22/4) itu, ILO memperkirakan lebih dari 2,4 miliar orang
akan terpapar panas berlebih selama bekerja.
Jika dihitung sebagai bagian dari angkatan kerja global,
proporsinya meningkat dari 65,5 % menjadi 70,9 % sejak 2000. Pada 2020 saja 26,2
juta orang di seluruh dunia menderita penyakit ginjal kronis akibat tekanan
panas di tempat kerja, sekitar 1,6 miliar pekerja diperkirakan terpapar radiasi
ultraviolet, dengan lebih dari 18.960 kematian terkait pekerjaan setiap
tahunnya akibat kanker kulit nonmelanoma. Pekerja usia muda, misalnya, sering
kali terpapar panas berlebih. Apalagi, jika mereka bekerja di sektor-sektor
seperti pertanian, konstruksi, dan pengelolaan limbah. Dalam Laporan ”Working
on a Warmer Planet” yang dirilis pada 2019, ILO memproyeksikan, pada 2030, 2,2
% total jam kerja di seluruh dunia akan hilang akibat suhu tinggi. ”Selain
penyakit fisik, risiko panas berlebih yang ditimbulkan perubahan iklim juga
berdampak terhadap mental. Pekerja lebih rentan stres dan akhirnya
produktivitasnya menurun,” ucapnya. (Yoga)
Pungutan Tambahan Tiket Pesawat
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi mewacanakan pungutan
tambahan pada tiket pesawat untuk dana pariwisata Indonesia atau ”Indonesia
tourism fund” (ITF). Sejumlah pemangku kepentingan bersuara. “Apabila kenaikan
harga tiket cukup tinggi, tentu akan memberatkan masyarakat. Hal ini juga jauh
dari harapan bahwa pungutan pariwisata dapat meningkatkan sektor pariwisata.
Justru, harga yang terlalu tinggi dapat menekan pergerakan wisatawan. Meski pungutan
pariwisata diberlakukan kepada wisatawan mancanegara pun, semestinya aspek ini
bisa disisipkan dalam komponen visa wisata. Jadi, mereka pun tidak kebingungan
dengan banyaknya komponen biaya,” ucap AB Sadewa, Corporate Strategy Panorama
Group.
Tri Wahyuni, karyawan swasta di Bekasi, mengatakan “Sebagai
orang yang doyan jalan-jalan, wacana ini menyebalkan. Harga tiket pesawat, sudah
ada hitung-hitungannya, ada pajaknya, iuran asuransinya, sampai biaya tambahan.
Sudah ada biaya tambahan, masih juga ditambah-tambahin? Tahun 2022 KPPU sudah
menetapkan tujuh maskapai melakukan kartel tiket dan tahun ini dugaan kartel
itu ada lagi. Bagaimana kalau pemerintah selesaikan masalah itu dulu?”
Denon Prawiraatmadja, Ketua Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan
Nasional Indonesia, mengatakan “Pungutan pariwisata di tiket pesawat berimbas pada
bertambahnya beban bagi penumpang dan maskapai penerbangan. Pengenaan pungutan
pariwisata pada tiket pesawat menjadi kontraproduktif karena menyebabkan harga
tiket naik, jumlah penumpang turun, dan kondisi bisnis maskapai penerbangan
turun. Program perluasan konektivitas transportasi udara dari pemerintah
menjadi tidak tercapai.” (Yoga)
Warung Madura Boleh Buka 24 Jam
Kemenkop dan UKM menegaskan, warung madura boleh beroperasi 24 jam. Kemenkop dan UKM bahkan Sekretaris Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim menyatakan telah meninjau Perda Kabupaten Klungkung No 13 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Pihaknya menyimpulkan tidak ada aturan yang melarang secara spesifik warung Madura untuk beroperasi 24 jam. ”Dalam perda tersebut, pengaturan terkait jam operasional justru berlaku bagi pelaku usaha ritel modern, minimarket, hypermarket, department store, serta supermarket, dengan batasan jam operasional tertentu,” kata Arif dalam keterangan resmi pada Sabtu (27/4).
Pihaknya akan segera meminta penjelasan lebih lanjut kepada pemda ter kait aturan pembatasan jam operasional yang sedang berkembang di masyarakat. ”Kami juga akan mengevaluasi kebijakan daerah yang kontraproduktif dengan kepentingan UMKM, termasuk evaluasi program dan anggaran pemda untuk mendukung UMKM,” kata Arif. Ia membantah adanya keberpihakan Kemenkop dan UKM terhadap minimarket atau usaha besar lainnya. Bahkan, ia menegaskan, Kemenkop dan UKM akan melindungi UMKM dari ancaman ritel modern yang ekspansif sekaligus mengajak masyarakat untuk berbelanja di warung-warung milik pelaku UMKM. (Yoga)
PENYAKIT MULUT KUKU, Pengawasan Diperketat di Boyolali
Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak kembali ditemukan di Kabupaten Boyolali, Jateng. Berdasarkan temuan awal, kasus ini bermula dari sapi yang berasal dari luar Boyolali. Upaya antisipasi di- gencarkan melalui pengetatan lalu lintas ternak dan vaksinasi. Berdasarkan laporan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali, kasus PMK muncul lagi pada Januari 2024. Hingga April 2024, terdapat 41 ekor ternak yang tertular penyakit tersebut. Sebaran kasus ditemukan di tiga kecamatan, yaitu Cepogo, Ampel, dan Tamansari. ”Pada Januari ada yang melapor ke kami. Setelah dicek kelapangan bersama Balai Besar Veteriner Wates, (ternak) memang positif PMK. Yang dicek itu belum divaksinasi dan sapi yang baru dibeli dari daerah lain,” kata Kadis Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciyati saat dihubungi, Minggu (28/4). Lusia menyatakan, ternak-ternak yang tertular PMK itu langsung diberi pengobatan begitu dilaporkan kepada jajarannya.
Pengobatan itu menjadi salah satu kunci penanganan agar kondisi ternak tidak semakin parah setelah tertular. Saat ini, katanya, sebagian ternak yang sempat tertular pun keadaannya berangsur membaik. Pemicu penularan, kata Lusia, adalah pembelian sapi dari luar Boyolali. Namun, ia enggan menyebutkan asal daerah dari sapi yang kemudian menulari sejumlah sapi lainnya itu. Meski demikian, ia mendapatkan informasi, tahun ini kasus PMK mencuat kembali di wilayah Jatim. ”Kami sudah membuat surat edaran agar pedagang berhati-hati untuk membeli sapi baru. Kalau bisa yang sudah divaksinasi, jika belum (divaksinasi), nanti laporkan ke kami, maka akan kami vaksinasi. Intinya harus membawa sapi yang sehat kalau beli dari luar daerah,” kata Lusia. Di sisi lain, pengawasan lalu lintas ternak juga semakin diperketat. Pengecekan kesehatan hewan dilakukan untuk ternak-ternak yang akan masuk ke pasar-pasar hewan di daerahnya. (Yoga)









