;

Menjinakkan Gejolak Nilai Tukar Rupiah

Ekonomi Yoga 29 Apr 2024 Kompas
Menjinakkan Gejolak
Nilai Tukar Rupiah

Rapat Dewan Gubernur BI April 2024 menaikkan bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 %. Pertama kalinya sejak BI Rate dipertahankan pada level 6 % selama enam bulan berturut-turut sejak Oktober 2023. Dinamika global mendorong keputusan BI menaikkan BI Rate dan ini masih konsisten dengan stance kebijakan moneter pro-stability. Tak dapat dimungkiri, dunia masih bertaut pada hegemoni USD sebagai mata uang global (reserve currency). Inflasi AS pada tiga bulan pertama 2024 justru lebih tinggi dari prakiraan dengan tren peningkatan ke level 3,5 % pada Maret 2024. Ditambah lagi, performa ekonomi AS tetap resilien. Alhasil, USD tetap kuat akibat imbal hasil (yield) yang menarik dari suku bunga tinggi di AS. Dampak penguatan USD dirasakan banyak negara di kawasan Asia.

Kenaikan BI Rate kali ini terbaca lebih mengantisipasi stabilitas nilai tukar di tengah risiko global yang meningkat. Bunga acuan merupakan instrumen penting kebijakan moneter dalam meredam gejolak nilai tukar. Pasar keuangan secara natural memiliki kecenderungan mengarahkan modal menuju imbal hasil yang lebih tinggi (flight to quality). Bank sentral menaikkan bunga acuan guna menjaga daya tarik imbal hasil dan aliran masuk portofolio asing ke aset keuangan domestik. Efek bunga acuan di pasar harus didukung dengan jalur transmisi yang efektif. BI tetap berada di pasar melalui intervensi pasar valas dan surat berharga negara dipasar sekunder.

BI terus mendorong pendalaman pasar uang yang berorientasi pada mekanisme pasar (pro-market) guna mendukung efektivitas kebijakan moneter. Instrumen sekuritas valas BI dan sukuk valas BI memungkinkan pelaku pasar bertransaksi dengan BI untuk mengelola risiko valas. Inovasi ini juga dapat menarik arus modal masuk (inflows) yang makin besar karena instrument valas itu bisa diperdagangkan di pasar sekunder dan boleh dimiliki oleh investor asing. Selain itu, transaksi dengan menggunakan mata uang lokal (local currency transactions) yang diinisiasi BI saat ini makin luas terjalin dengan tujuh negara mitra, bermanfaat mengurangi dependensi ekonomi domestik terhadap penggunaan USD dalam transaksi antarnegara.

Diperlukan dobrakan inovatif pelaku pasar serta sinergi bersama otoritas guna membentuk disiplin pasar (market discipline) yang resilien dalam mendukung perkembangan pasar derivatif. Respons tepat BI Seiring meningkatnya yield di AS dan premi risiko global, kenaikan BI Rate kali ini dapat dipandang sebagai langkah tepat dalam upaya menjaga stabilitas nilaitukar rupiah dari tekanan global. Indonesia telah memiliki kerangka kebijakan moneter yang kokoh dan resilien serta transparan dan jelas. Fakta ini pun memberikan dorongan positif bahwa salah satu prasyarat perkembangan pasar keuangan domestik telah terpenuhi. Tugas selanjutnya menggarap struktur pasar yang efisien dan merangsang permintaan sehingga pada akhirnya pasar keuangan bisa mendukung penguatan transmisi kebijakan (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :