;

Dunia Bergerak Mencegah Peningkatan Krisis Lebanon

Yoga 26 Sep 2024 Kompas (H)

Puluhan ribu orang terpaksa mengungsi akibat serangan Israel ke Lebanon. Pemerintah Indonesia tengah berupaya memulangkan WNI yang terdampa mengecam keras serangan Israel ke wilayah Lebanon yang menewaskan warga sipil dan pekerja kemanusiaan. Indonesia mengajak semua negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan respons cepat agar korban sipil tidak terus berjatuhan. Hingga Rabu (25/9/2024), militer Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Lebanon dengan alasan memburu anggota Hezbollah. Jet-jet tempur Israel menyerang kota-kota di perbatasan Israel-Lebanon. Presiden Joko Widodo mengatakan telah berkoordinasi untuk pemulangan warga negara Indonesia yang terdampak serangan Israel di Lebanon. ”Saya sudah menelepon Bu Menlu (Retno Marsudi). (Pemulangan WNI) sedang dalam proses,” kata Presiden ketika memberi ketika memberi keterangan pers seusai peresmian. 

peletakan batu pertama sejumlah infrastruktur di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu Indonesia resah dengan perkembangan di Lebanon. Ada 1.200 warga Indonesia menjadi anggota pasukan penjaga perdamaian PBB dan 159 warga sipil Indonesia di Lebanon. ”Kekerasan ini tidak boleh menjadi ’normal baru’. Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional harus mengambil langkah tegas untuk mendorong deeskalasi dan menghentikan kekerasan,” kata Retno yang tengah berada di New York, Amerika Serikat, untuk mengikuti Sidang Majelis Umum PBB. Israel telah melancarkan lebih dari 7.000 serangan ke Lebanon pada 17-25 September 2024. Setidaknya 4.000 serangan teror dilancarkan dengan meledakkan berbagai perangkat elektronik di Lebanon. Setelah itu, Israel meluncurkan lebih dari 3.000 serangan udara ke Lebanon. Dalam tiga hari terakhir, 591 warga tewas dan ribuan orang cedera akibat serangan Israel. Menteri Kesehatan Lebanon Firras Abiad mengatakan, warga Lebanon sedang dibantai Israel. (Yoga)

Persoalan Struktural dan Finansial Hambat Kontestasi Anak Muda di Pilkada 2024

Yoga 26 Sep 2024 Kompas
Koneksi politik terbatas, dukungan finansial yang rendah, serta skeptisisme generasi muda terhadap sistem politik dinilai menjadi hambatan utama generasi muda untuk terjun ke pemilihan kepala daerah atau pilkada. Padahal, kehadiran kaum muda berkualitas dalam politik elektoral sangat penting untuk menyelesaikan persoalan daerah sekaligus membawa Indonesia menghadapi bonus demografi 2045. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dihimpun dari setiap KPU di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menyebutkan, terdapat 2.047 calon kepala daerah di Pilkada 2024. Mayoritas calon kepala daerah ke depan berusia di atas 44 tahun.

Penelusuran Litbang Kompas, Rabu (25/9/2024), menjelaskan, 1.230 calon kepala daerah atau sekitar 60 persen. yang berkontestasi di Pilkada 2024 berusia 44-59 tahun. Sekitar 18 persen calon berusia di atas 60 tahun. Hanya 453 calon kepala daerah atau setara 22 persen dari total calon yang berusia muda, yakni kelompok milenial dan gen Z. Sebanyak 56 persen dari pemuda yang berkompetisi di pilkada mendatang mengambil porsi sebagai calon wakil kepala daerah. Sementara 208 orang lainnya berani mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Dosen senior di Departemen Ilmu Politik dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Hurriyah, mengatakan, ada beberapa faktor utama yang menjadi penghambat generasi muda masuk dalam politik elektoral. Hal itu mulai dari lemahnya komitmen partai politik dalam merekrut generasi muda hingga skeptisisme generasi muda terhadap sistem politik di Indonesia. (Yoga)

Empat Hari Kerja di Asia yang Menggoda

Yoga 26 Sep 2024 Kompas
Sebagian besar pekerja di Asia ingin mencoba bekerja empat hari per pekan. Namun, kekhawatiran akan stres akibat beban kerja jadi penghambat utama percobaan. Temuan itu diungkap dalam jajak pendapat lembaga perekrutan pekerja, Robert Walters, terhadap lebih dari 5.000 profesional dan pengelola perusahaan di 11 negara Asia. Hasilnya, hingga 89 persen responden mau menjajaki empat hari kerja. Dilaporkan media Singapura, The Straits Times, Rabu (25/9/2024), Robert Walters menyoroti fakta budaya kerja yang sangat keras di Asia. Saat dan selepas pandemi Covid-19, ada keterbukaan pada model kerja yang selama ini berlaku.

Di kalangan manajer, sekitar 70 persen responden menganggap kerja empat hari per pekan bisa menjadi insentif. Di tengah kesulitan perusahaan meningkatkan gaji dan tunjangan, tambahan waktu libur bisa menjadi pilihan insentif. Sebanyak 67 persen responden di kalangan manajerial mengatakan, produktivitas pekerja bisa meningkat dengan empat hari kerja. Selain itu, 78 persen responden menganggap kesejahteraan karyawan akan meningkat jika bekerja empat hari saja. Di Indonesia, 64 persen manajer dan 88 persen staf menganggap sistem empat hari kerja perlu dicoba. Di Singapura, gagasan itu disetujui 69 persen manajer dan 93 persen pekerja.

Manajer di Jepang dan Vietnam paling rendah persetujuannya, masing-masing 56 persen dan 54 persen. ”Kala Indonesia menjajaki pendekatan baru untuk mengatur waktu kerja, seiring inisiatif kesejahteraan, mereka mengarah pada percobaan dan adaptasi. Pandangan yang didapat akan menginformasika strategi perekrutan dan pencitraan pemberi kerja,” kata Kepala Robert Walters Indonesia dan Vietnam Eric Mary. Survei menemukan, para pekerja Indonesia menganggap sistem empat hari kerja akan susah diterapkan. Sekitar 61 persen khawatir stres akibat pekerjaan malah bertambah banyak dengan sistem itu. Ada 28 persen responden menganggap sistem itu akan menyebabkan pengurangan gaji. (Yoga)

Setelah Berjalan satu Dekade, Program JKN Menghadapi Kendala

Yoga 26 Sep 2024 Kompas

Setelah berjalan satu dekade, program Jaminan Kesehatan Nasional masih menghadapi kendala dalam meningkatkan jumlah kepesertaan aktif. Program tersebut juga menghadapi tantangan dalam memastikan keberlanjutan pembiayaan iuran. Optimalisasi jumlah kepesertaan penerima bantuan iuran (PBI) dinilai bisa menjadi salah satu cara untuk mendorong keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dukungan multisektor, termasuk pemerintah daerah, dibutuhkan untuk menambah jumlah peserta PBI. Hal itu mengemuka dalam lokakarya media bertajuk ”Potret Satu Dekade Perjalanan Membangun Indonesia Sehat dan Menjaga Keberlangsungan. Program JKN pada Pemerintahan Baru” di Jakarta, Rabu (25/9/2024) Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menuturkan, situasi sosial ekonomi saat ini mengimpit masyarakat. Daya beli warga kelas menengah turun akibat beban ekonomi yang dihadapi. Salah satu dampaknya, sejumlah warga tak lagi mampu membayar iuran kepesertaan JKN, khususnya iuran sebagai peserta mandiri. Alhasil, banyak masyarakat akhirnya tidak lagi aktif sebagai peserta JKN.
”Soal kepesertaan ini, apakah pemerintah bisa memberikan jaminan bagi masyarakat yang (tingkat ekonomi) turun kelas. Karena itu, jumlah PBI harus ditingkatkan sesuai Peraturan Presiden No 36/2023 113 juta peserta. Sampai sekarang jumlah PBI hanya 96,8 juta orang,” tuturnya. Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, per 1 Juni 2024 terdapat 58,3 juta peserta JKN dengan status nonaktif. Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Nunung Nuryanto memaparkan, kepesertaan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam keberlanjutan program JKN. Sekalipun jumlah peserta yang terdaftar mencapai 98 persen dari total penduduk Indonesia, hanya sekitar 80 persen peserta yang kepesertaannya aktif. Dengan status kepesertaan tidak aktif, seseorang tak bisa mengakses layanan kesehatan yang terjamin dalam program JKN. Status kepesertaan pun tidak bisa langsung aktif setelah pembayaran dilakukan. Masa reaktivasi kepesertaan butuh waktu sampai 14 hari. (Yoga)

.  



Pengoperasian smelter bukti keseriusan hilirisasi

Yoga 26 Sep 2024 Kompas

Dalam sehari pada awal pekan ini, Presiden Joko Widodo meresmikan tiga smelter sekaligus. Pengoperasian smelter ini disebut sebagai bukti keseriusan hilirisasi. Sejak diluncurkan Januari 2000, kita melihat program hilirisasi mineral terus mengalami penguatan momentum kendati menuai kritik dari sebagian kalangan di dalam negeri dangugatandari sejumlah negara, bahkandipersengketakan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Dimulai dari nikel, program hilirisasi kemudian diperluas kemineral lain, seperti tembaga, bauksit, aluminium, besi, mangan, timbal, seng, emas, perak, dan timah. Hilirisasi, sebagai strategi meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, dilakukan melalui pelarangan ekspor dalam bentuk mentah dan pengembangan industri yang mengolah mineral. Presiden, di berbagai kesempatan, menyebut pengoperasian smelter dan hilirisasi sebagai fondasi baru perekonomian Indonesia dan pijakan untuk menjadi negara industri maju. Sampai 2024, pemerintah menargetkan 53 fasilitas smelter atau pabrik pengolahan mineral siap beroperasi. Sebagian sudah beroperasi, sebagian lain dalam proses pembangunan atau persiapan. 

Sayangnya, absennya peta jalan kebijakan hilirisasi yang komprehensif membuat kita kemudian seperti kehilangan arah dan hilirisasi jadi terkesan setengah hati. Dampak hilirisasi memang sudah kita rasakan, antara lain, berupa peningkatan investasi, lonjakan ekspor produk hasil hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi ke penerimaan negara atau PDB. Namun, nilai tambah yang menjadi jargon utama hilirisasi masih sangat terbatas realisasinya. Sebab, faktanya, dari struktur ekspor, yang bisa kita hasilkan baru sebatas produk setengah jadi bernilai tambah minim. Belum lagi kritik lain terkait pelaksanaan hilirisasi sejauh ini. Termasuk soal nilai tambah yang tak dinikmati masyarakat di area pertambangan, padahal sudah banyak kemudahan dan insentif diguyurkan. Juga permasalahan sosial dan lingkungan yang dianggap sangat merugikan masyarakat. Termasuk di antaranya fakta bahwa hampir semua provinsi lokasi pertambangan mineral justru mengalami peningkatan kemiskinan.

Hilirisasi sejauh ini dinilai lebih banyak menguntungkan investor atau pemilik modal. Belum lagi isu banyaknya tenaga kerja asing dan diskriminasi pekerja lokal. Jatuhnya korban jiwa, baik dalam beberapa kali peristiwa bentrok pekerja maupun ledakan di smelter nikel di Morowali, akibat masih buruknya prosedur keselamatan kerja tahun lalu, juga bagian dari ekses program hilirisasi yang dianggap membabi buta. Semua ekses itu harus menjadi perhatian agar tak terulang ke depan. Terlebih di era pemerintahan mendatang, di mana program hilirisasi bahkan menjadi tumpuan utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun. program hilirisasi bahkan menjadi tumpuan utama untukmencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun. (Yoga)

Anggaran untuk Penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional Ditetapkan Rp 290 miliar.

Yoga 26 Sep 2024 Kompas

Anggaran untuk penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional atau Peparnas XVII 2024 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, ditetapkan Rp 290 miliar. Jumlah itu hanya sekitar separuh dari pengajuan awal panitia pelaksana. Alokasi anggaran itu dibahas dalam rapat koordinasi Kemendagri, Kemenpora, dan Panitia Besar (PB) Peparnas XVII di Kota Surakarta, Senin (23/9/2024) sore. Sumber anggaran sebesar Rp 290 miliar berasal dari alokasi Kemenkeu melalui Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (Rp 215 miliar) dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenpora (Rp 75 miliar). Anggaran yang ditetapkan itu besarannya hanya sekitar separuh dari pengajuan awal panitia sebesar Rp 530 miliar. ”Mendagri dan Menpora menyampaikan agar dioptimalkan ketersediaan anggaran yang ada. Jadi, dengan waktu yang mepet ini diharapkan percepatan anggaran sehingga kita bisa terus berjalan,” kata Ketua Pelaksana PB Peparnas XVII DB Susanto, Selasa (24/9) pagi.

Wakil Sekretaris Jenderal Komite Paralimpiade Nasional (NPC Indonesia) Rima Ferdianto menyatakan, persiapan gelaran Peparnas mencapai 90 persen. Ihwal keterbatasan anggaran, pihaknya sebisa mungkin akan mengoptimalkannya. Namun, ia perlu rapat kembali mendetailkan pemanfaatan anggaran tersebut. ”Tadi sudah dijabarkan, sebanyak Rp 174 miliar akan dibagi untuk delapan bidang. Sisanya Rp 116 miliar digunakan untuk yang lain-lain. Ini yang kami agak bingung, apa kah nomor menembak itu termasuk dicover karena untuk menembak itu setidaknya butuh Rp 8 miliar,” kata Rima. Kebutuhan lain yang tidak kalah besar jumlahnya, menurut dia, ialah urusan sarana dan prasarana arena pertandingan. Biaya untuk keperluan pendukung lomba seperti tenda dan genset juga memakan biaya tinggi.

Menurut rencana, Peparnas XVII akan diadakan pada 6-13 Oktober 2024. Total akan ada 3.100 atlet dan 1.500 ofisial yang berlaga di Kota Surakarta mewakili 34 kontingen dari seluruh Indonesia. Ada sebanyak 20 cabang olahraga yang dipertandingkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 arena pertandingan sudah disiapkan. Arena-arena pertandingan itu tersebar disejumlah wilayah, yakni Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo. Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Boyolali. ”Soal venue ini paling tinggal mengecat velodrom lalu menyiapkan akses jalan untuk GOR Bung Karno (Sukoharjo),” kata Rima. Sebelumnya, Menpora Dito Ariotedjo mengungkapkan, Surakarta dipilih menjadi pe- nyelenggara Peparnas XVII karena lebih siap dibandingkan kota lain. Apalagi kota itu baru saja menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022. (Yoga)

Menjaga PBB Tetap Relevan

Yoga 26 Sep 2024 Kompas

Desakan reformasi kembali menguat dalam rangkaian Sidang Ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dunia perlu menjaga PBB tetap relevan. Pasal1Piagam PBB dengan jelas menyebut, tujuan pendirian lembaga ini adalah memelihara keamanan dan perdamaian, dan mengambil tindakan kolektif untuk mengenyahkan ancaman terhadap perdamaian. Selain itu, untuk membangun persahabatan, menjalin kerja sama internasional untuk memecahkan masalah di berbagai bidang, serta menyelaraskan tindakan anggota mencapai tujuan bersama. Dalam konteks itu, bisa dipahami mengapa desakan untuk mereformasi PBB dan perangkatnya, seperti Dewan Keamanan, Dewan HAM, dan sistem keuangan internasional, terus mengemuka dalam empat dekade terakhir. PBB dinilai tidak berhasil mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini, yang ironisnya menjadi tujuan lembaga ini saat didirikan pada 24 Oktober 1945.


Gugatan atas peran PBB semakin kuat menyusul sejumlah konflik bersenjata tiga tahun terakhir. Invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 mengguncang perdamaian di Eropa, menewaskan puluhan ribu warga sipil. Di Sudan, pertempuran antara tentara pemerintah dan kelompok milisi pada 15 April 2023 memperburuk krisis yang telah berlangsung dua dekade dan menyebabkan lebih dari 10 juta orang mengungsi. Puncaknya, serbuan pasukan Israel ke Jalur Gaza sebagai respons serangan kilat kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023 menambah pahit penderitaan warga Palestina. Lebih dari 40.000 warga Palestina tewas dan jutaan warga Gaza kehilangan tempat tinggal. Beberapa hari terakhir, pertempuran meluas melibatkan kelompok Hezbollah di Lebanon, yang memicu eksodus warga mencari tempat aman. Gugatan terbesar diarahkan kepada Dewan Keamanan PBB, yang dianggap tak bergigi untuk menghentikan perang. 

Hal ini menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah merusak kredibilitas organisasi secara keseluruhan. Hambatan terbesar pada efektivitas DK PBB ini adalah hak veto yang dimiliki lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Perancis. Resolusi untuk konflik Israel-Palestina, misalnya, selalu diveto oleh AS, sekutu terdekat Israel. Adapun resolusi untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina selalu terhambat veto Rusia. Harapan untuk membuat PBB kembali bertaji ini termuat dalam KTT untuk Masa Depan PBB. Pakta Masa Depan dengan 56 rencana aksi diharapkan bisa menyusun sistem multilateral yang mampu menghadapi tantangan global. Salah satunya dengan reformasi di DK PBB. Selain itu, memperbaiki sistem keuangan internasional untuk memudahkan negara-negara mendapat akses pembiayaan pembangunan. Tantangan yang dihadapi dunia akan semakin kompleks. PBB perlu terus berbenah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Reformasi badan utama PBB pun menjadikeniscayaan. Tidak mudah, tetapi hal ini harus dilakukan. (Yoga)

Revisi UU Pariwisata

Yoga 26 Sep 2024 Kompas
Faktor yang paling memengaruhi responden berbelanja secara dalam jaringan ialah pemengaruh dan iklan media massa atau media sosial. Konsumen yang lebih suka berbelanja daring, terutama belanja produk nonmakanan, mudah terpengaruh oleh pemengaruh atau influencer. Situasi ini menunjukkan para pemengaruh telah berhasil menciptakan koneksi yang tulus dengan konsumen. Sesuai laporan survei kuantitatif Litbang Kompas bertajuk Perilaku Belanja Online Tahun 2024, pada saat belanja daring untuk produk nonmakanan, faktor yang paling memengaruhi responden berbelanja ialah pemengaruh media sosial (56,4 persen); iklan media massa atau media sosial (41,7 persen); produsen atau penyelenggara jasa (36,1 persen); keluarga, teman, atau orang sekitar (22,6 persen); dan diri sendiri/tidak ada (18,5 persen).

”Terkait dengan perilaku belanja dengan source of influencer, respondenyang lebih suka belanja daring terpengaruh oleh pemengaruh. Sementara responden yang lebih suka belanja langsung produk makanan terpengaruh oleh keluarga/teman/orang sekitar. Adapun responden yang lebih suka belanja langsung produk nonmakanan biasanya dipengaruhi keputusan sendiri,” ujar peneliti senior Litbang Kompas, Putri Arumsari, saat paparan hasil survei di acara E-commerce Expo 2024, di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Rabu (25/9/2024). Survei Litbang Kompas itu menyasar 1.200 responden usia 17-65 tahun di 38 provinsi. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dan pengumpulan data dengan wawancara tatap muka.

Waktu pengumpulan data 27 Mei-6 Juni 2024. Tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error lebih kurang 2,83 persen. Putri mengatakan, responden berasal dari latar belakang kelas ekonomi atas, menengah bawah, menengah atas, dan bawah. Sementara dilihat dari sisi kelompok usia, responden terbanyak berasal dari usia 42-55 tahun atau generasi X (27 persen) dan usia kurang dari 26 tahun atau generasi Z (26 persen). Mengenai perilaku belanja, dia mengatakan, hasil survei menunjukkan bahwa saat belanja makanan untuk kebutuhan sehari-hari, 94,2 persen responden lebih suka belanja langsung/datang ke toko/warung/pasar dan 4,6 persen lebih suka belanja daring. (Yoga)

Konsumsi listrik Indonesia Baru Sekitar 1.300 Kilowatt Jam (kWh) Per Kapita

Yoga 26 Sep 2024 Kompas
Konsumsi listrik Indonesia baru sekitar 1.300 kilowatt jam (kWh) per kapita atau jauh tertinggal dari negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura. Pemerintah berangan-angan menaikkannya menjadi 5.300 kWh per kapita pada 2060. Satu pekerjaan berat mengingat target 2.500 kWh per kapita pada 2025, seperti tertuang pada Kebijakan Energi Nasional, saja hampir pasti tak tercapai. Konsumsi listrik (per kapita) ialah total pengeluaran energi listrik dibagi jumlah penduduk dalam satu tahun.

Besarnya jumlah penduduk Indonesia, yang mencapai lebih dari 278 juta jiwa pada 2023, turut memengaruhi angka tersebut. Di sisi lain, konsumsi listrik per kapita juga menjadi salah satu indikator peningkatan kesejahteraan, perekonomian, dan kemajuan satu negara. Data Kementerian Energ dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan realisasi konsumsi listrik Indonesia pada 2023 sebesar 1.337 kWh per kapita atau tertinggal dari negara-negara lain. Berdasarkan data International Renewable Energy Agency (Irena), pada 2023, konsumsi listrik Thailand sekitar 2.700 kWh per kapita, Malaysia 5.200 kWh per kapita, dan Singapura 9.600 kWh per kapita.

Realisasi Indonesia di bawah rata-rata ASEAN yang sekitar 3.600 kWh perkapita.  Kementerian ESDM kini menargetkan peningkatan konsumsi listrik menjadi lebih dari 5.300 kWh per kapita, bahkan 6.500 kWh per kapita pada 2060. Perkiraan kebutuhan listrik hingga 2060 tersebut akan diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan pembangkit listrik dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 2024-2033 yang masih diproses. Dosen Program Studi Magister Energi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang, Jaka Windarta, Minggu (22/9/2024), mengatakan, penghitungan target konsumsi listrik mesti jelas dan logis. (Yoga)

Upaya Mengonservasi Sejumlah Patung Cagar Budaya di Jakarta Terus Dilanjutkan

Yoga 26 Sep 2024 Kompas
Upaya mengonservasi sejumlah patung cagar budaya di Jakarta terus dilanjutkan. Tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonservasi Monumen Pembebasan Irian Barat di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Pada 2023, Monumen Patung Dirgantara rampung dikonservasi setelah terakhir kali dilakukan pada 2014. Kali ini giliran Monumen Pembebasan Irian Barat yang dikonservasi setelah konservasi terakhir dilakukan satu dekade lalu. Sampai Rabu (25/9/2024) ini, konservasi sudah mencapai tahap pembersihan patung perunggu setinggi 11 meter dengan bobot 8 ton di puncak tiang beton berlapis marmer setinggi 25 meter.

Konservasi ditargetkan rampung dalam kurun sebulan, terhitung sejak 13 September hingga 13 Oktober 2024. ”Jika program one year one monument or statue (satu tahun satu monumen atau patung) berlanjut, konservasi bisa berjalan rutin setiap lima tahun untuk satu patung besar. Patung atau monumen di Jakarta juga lebih terjaga atau terawat kelestariannya,” kata KepalaPusatKonservasi Cagar Budaya DKI Jakarta Norviadi Setio Husodo. Secara umum, lanjut Norviadi, konservasi meliputi pembersihan kering, basah, dan lapisan. Khusus pembersihan basah menggunakan aquades atau air murni dan bahan kimia lainnya sesuai dengan jenis materi patung.

Selain ahli konservasi, pekerjaan ini melibatkan pengawas kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pekerja di ketinggian yang bersertifikasi, dan ahli waris atau anak cucu pembuat patung sebagai salah satu sumber informasi. Sebelum konservasi Monumen Pembebasan Irian Barat, misalnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana bersama Panogu Silaban (anak dari arsite Friedrich Silaban), Yusa Permana. mana (cucu pematung Edhi Sunarso), dan lainnya meninjau lokasi. Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana menuturkan, pemerintah wajib merawat serta melestarikan karya seni dan budaya. Hal itu terutama untuk karya bernilai sejarah bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. (Yoga)

Pilihan Editor