;

Tekan Kerugian, Industri RI Butuh Inovasi Teknologi

Yuniati Turjandini 28 Sep 2024 Investor Daily (H)

Indonesian National Air Carriers Association (INACA) menyatakan, industri penerbangan di Tanah Air dituntut untuk mampu memanfaatkan inovasi teknologi terbaru agar bisa terhindar dari inefisiensi dan kerugian finansial yang signifikan. Wakil Ketua I INACA, Arif Wibowo mengatakan, sektor penerbangan Indonesia  masih perlu bekerja keras untuk memulihkan industri yang berdampak signifikan akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020 silam. Di tengah upaya tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi maskapai, salah satunya gangguan dalam operasional penerbangan.

"Sangat penting untuk mengatasi ganguan dalam operasional penerbangan karena  dampaknya dapat meningkatkan biaya operasional penerbangan tersebut," kata Arif di Jakarta. Ia memaparkan, sejumlah gangguan dalam operasioanl penerbangan di antaranya masalah terkait menajemen operasional dan awak pesawat serta penanganan penumpang. Hal  ini dapat menciptakan efek domino, yaitu menyebabkan efisiensi dan kerugian finansial bagi maskapai penerbangan. (Yetede)

Tren Bunga Menurun

Yuniati Turjandini 28 Sep 2024 Investor Daily
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan penarikan uang (prefunding) pada kuartal IV-2024. Hal ini agar pemerintah dapat memenuhi kebutuhan belanja pada awal tahun depan. Adapun pengumpulan penerimaan negara pada awal tahun baru akan terasa hasilnya pada Februari 2025. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) diperkirakan akan terus menurunkan suku bunga acuan. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan aliran modal asing dari negara maju ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak awal pandemi Covid-19 pada Rabu (18/9/2024). Keputusan tersebut membuat suku bunga acuan The Fed menjadi berada di kisaran 4,75-5%. Pemerintah Indonesia mencoba menangkap peluang tersebut agar dapat meningkatkan aliran modal asing yang masuk ke Indonesia melalui pasar obligasi. (Yetede)

Hakim Bakal Cuti Bersama Jika Gaji tak Naik

Yoga 27 Sep 2024 Kompas (H)
Para hakim muda menginisiasi gerakan cuti bersama hakim se-Indonesia pada 7-11 Oktober 2024. Gerakan cuti bersama tersebut merupakan bentuk protes damai atas tidak adanya kenaikan gaji dan tunjangan mereka selama 12 tahun terakhir. Mereka menilai pemerintah belum memperhatikan permasalahan kesejahteraan hakim yang merupakan pilar utama penegakan hukum dan keadilan. ”Ketidakmampuan pemerintah menyesuaikan penghasilan hakim ini jelas merupakan langkah mundur dan berpotensi mengancam integritas lembaga peradilan. Tanpa kesejahteraan yang memadai, hakim bisa saja rentan terhadap praktik korupsi karena penghasilan mereka tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata juru bicara Gerakan Cuti Bersama Hakim se-Indonesia, Fauzan Arrasjid, dalam siaran persnya, Kamis (26/9/2024). 

Pada 2012, pemerintah menaikkan gaji hakim secara signifikan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2012 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Hakim yang Berada di Bawah Mahkamah Agung. Dalam lampiran PP tersebut, gaji hakim nol tahun golongan III A Rp 2,05 juta, sedangkan gaji hakim dengan masa kerja 32 tahun golongan IV E Rp 4,9 juta. Tunjangan hakim berkisar Rp 8,5 juta untuk hakim pratama di pengadilan kelas II hingga Rp 24 juta untuk hakim utama di pengadilan kelas IA khusus. Sementara tunjangan ketua pengadilan dari Rp 17,5 juta hingga Rp 27 juta (tergantung dari kelas pengadilan) dan wakil ketua pengadilan antaraRp 15 juta untuk pengadilan kelas II dan Rp 24,5 juta untuk pengadilan kelas IA khusus. Nilai tersebut tidak berubah sejak tahun 2012 hingga tahun 2024. Padahal, angka inflasi aktual setiap tahun berkisar 1,68 persen (terendah tahun 2020) hingga 8,38 persen (tahun 2013). (Yoga)

Kedai Kopi Bermekaran di Kendari

Yoga 27 Sep 2024 Kompas (H)
Serupa bunga dimusim semi, kedai kopi bermekaran di Kendari, Sulawesi Tenggara. Keberadaannya bak oase di hiruk pikuk kota.  Terang mulai meluruh saat Dea (30) dan Sasa (26) tiba di tepi danau di Perumahan Boulevard, Kambu, Kendari. Setelah memarkir kendaraan, keduanya bergegas turun ke kedai tepi danau yang menjadi tujuan sebelum matahari benar-benar menghilang, Sabtu (21/9/2024) petang. Mereka memasuki kedai Sky Lake Cafe, lalu mengambil tempat duduk di sisi yang paling dekat danau dan memesan secangkir kopi dingin. Sembari menanti minuman datang, karyawan swasta ini tidak melewatkan kesempatan berfoto di sore yang syahdu.

 ”Lihat di Tiktok, ada tempat baru di tengah perumahan. Makanya ke sini. Waktunya pas di akhir pekan habis bekerja sepekan,” tutur Dea. Setiap akhir pekan, ia rutin mencari tempat untuk kongko bersama rekan atau keluarga, sekadar menghilangkan lelah dan penat setelah rutin beker ja. ”Healing dulu,” katanya. Lokasi kedai kopi ini berada di dalam kawasan perumahan. Jarak dari jalan poros sekitar 2 kilometer. Untuk sampai kesana, pengunjung melewati jalan berbatu yang berdebu. Sejak sebulan terakhir, pemilik menyulap rumahnya menjadi kedai kopi. Lokasi kedai yang tepat berada di tepi danau kecil menjadi pembeda. Rasa kopi yang segar dan kekinian membuat tempat ini tepat untuk menikmati senja. (Yoga)

Satgas Pemberantasan Judi Daring Dinilai Tak Sungguh-Sungguh

Yoga 27 Sep 2024 Kompas
Satuan Tugas Pemberantasan Judi Daring yang dibentuk Presiden Joko Widodo dinilai tidak sungguh-sungguh menegakkan hukum. Pemerintahan mendatang diharapkan mengambil kebijakan tegas memberantas judi daring yang dikenal sebagai judi online atau judol. Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto, ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis (26/9/2024), berpandangan, satgas judi daring saat ini hanya seperti penabuh genderang. Meski suara tabuhannya terdengar kencang, pada praktiknya nyaris tak ada dampak signifikan pada judi daring. ”Judi daring masih banyak bertebaran di platform digital Bandar besarnya juga belum tersentuh. Masih sama seperti sebelum ada satgas,” kata Bambang.

Satuan Tugas Pemberantasan Judi Daring dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 21 Tahun 2024 pada 14 Juni 2024. Satgas Judi Daring langsung berada dibawah Presiden dengan masa tugas satgas berakhir pada 31 Desember 2024 dan bisa diperpanjang. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto ditunjuk sebagai ketua satgas dengan dibantu dua ketua harian, yakni ketua harian pencegahan dipegang Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi dan ketua penegakan hukum dipegang Kepala KepolisianNegaraRepublik Indonesia (Polri) Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo. Menurut Bambang, pembentukan satgas hanya langkah normatif. Di sisi lain, dia menengarai adanya indikasi aliran dana dari judi daring untuk memenuhi kebutuhan taktis pihak tertentu yang tak mungkin dibiayai negara, antara lain biaya pemenangan kontestan pilkada. (Yoga)

Tapera Diprioritaskan Bagi Pekerja Informal

Yoga 27 Sep 2024 Kompas
Pembiayaan rumah untuk pekerja sektor informal mulai dibidik. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat berencana menggandeng kepesertaan pekerja informal untuk tabungan perumahan rakyat. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat(BP Tapera) tengah mengkaji penetrasi kemasyarakat informal dalam mendapatkan pembiayaan perumahan subsidi. Skema pembiayaan rumah bersubsidi untuk pekerja informal akan disinkronkan dengan kebijakan sektor perumahan pada pemerintahan mendatang. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengemukakan, pihaknya tengah mengkaji kepesertaan Tapera untuk pekerja sektor informal. Pekerja informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masuk kriteria masyarakat berpenghasilan rendah dan belum layak bank (bankable) dapat mengakses kredit pemilikan rumah (KPR).

”Masih kita bahas regulasi dan tata kelolanya serta akan disinkronkan dengan kebijakan di sektor perumahan rakyat kedepan,” kata Heru saat dihubungi, Kamis (26/9). Heru menilai kepesertaan pekerja sektor informal dan UMKM sangat potensial, terutama peserta yang belum memiliki rumah. Konsep kepesertaan itu meliputi pekerja informal yang menjadi peserta. Tapera dan menabung minimal setahun. Selanjutnya, peserta yang mengajukan pembiayaan perumahan akan masuk prioritas antrean pembiayaan. Skema pembiayaan tengah dikaji, termasuk bauran akses antara KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) ataupun KPR Tapera. 

Terkait bauran skema KPR FLPP dan KPR Tapera kebijakan tingkat suku bunga akan diperhitungkan di bawah tingkat suku bunga pasar. ”Besarannya tentu menunggu kebijakan ke depan,” lanjutnya. Dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 yang dirilis Badan Pusat Statistik, 7,4 juta rumah tangga informal menempati rumah tidak layak huni. Sementara 4,3 juta rumah tangga belum memiliki rumah sendiri. Rentang penghasilan sektor informal meliputi penghasilan di bawah upah minimum provinsi (UMP) sebanyak 19,33 juta rumah tangga (62,2 persen), dikisaran UMP hingga Rp 8 juta sejumlah 11,64 juta rumah tangga (37,4 persen), dan penghasilan di atas Rp 8 juta sejumlah 1,1 juta rumah tangga (0,4 persen). (Yoga)

Saham Kembali Menjadi Primadona

Yoga 27 Sep 2024 Kompas
Pelonggaran kebijakan moneter global serta pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, dan Bank Indonesia telah menciptakan gelombang baru di pasar modal dan keuangan. Kebijakan ini mengubah profil risiko dan peluang imbal hasil instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Pada Rabu (18/9/2024), Bank Indonesia (BI) mulai mengakhiri rezim suku bunga tinggi dengan memangkas 25 basis poin (bps) dari nilai suku bunga acuan 6,25 persen menjadi 6,0 persen. Kurang sehari, The Federal Reserve (The Fed) menyusul memangkas lebih banyak suku bunga yang telah setahun ditahan di level 5,25-5,50 persen sebesar 50 bps. Kebijakan monumental tersebut menciptakan dinamika dipasar keuangan dalam negeri. Kepercayaan para investor membuat arus modal asing kembali melimpah sejak awal paruh kedua 2024.

Dalam sepekan sampai Senin (23/9), pasar keuangan Indonesia kelimpahan arus modal masuk sebesar 81,6 juta dollar AS di produk saham dan 865,1 juta dollar AS ke produk obligasi. Bagi investor yang hendak masuk atau memilih instrumen investasi di pasar modal, saat ini investasi saham yang paling berpotensi memberikan keuntungan lebih. Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang diikuti penguatan nilai tukar rupiah menandakan terkendalinya inflasi dan potensi peningkatan pembiayaan sektor riil yang ujungnya menggairahkan perekonomian. Hal ini menghasilkan sentimen positif yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh sekitar 11 persen dalam tiga bulan terakhir hingga ke level 7.700-7.900. 

”Kami melihat peluang yang lebih tinggi bagi IHSG untuk mencapai skenario kenaikan indeks di 8.000 pada akhir tahun ini,” katanya, Rabu (25/9/2024). Keyakinan pada skenario itu didasari proyeksi Mandiri Sekuritas pada kelanjutan pemangkasan suku bunga BI hingga total 75 bps menjadi 5,5 persen hingga akhir tahun 2024 dan total 150 bps menjadi 4,75 persen di tahun depan. Siklus pemangkasan suku bunga, kata Adrian, akan dirasakan sektor-sektor yang cukup sensitif terhadap penurunan suku bunga dan penguatan nilai tukar rupiah, seperti keuangan, kebutuhan harian, dan properti. ”Saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah juga tetap menjadi pilihan kami,” ujarnya. Praktisi pasar modal dan dosen Pascasarjana Manajemen Keuangan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan, saham di sektor perbankan akan mendapat keuntungan dari siklus penuruna suku bunga selain pertambangan, perkebunan, dan teknologi. (Yoga)

Perekonomian Diharapkan Terdongkrak oleh Industri Halal

Yoga 27 Sep 2024 Kompas
Pengenalan aneka produk halal sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat diharapkan dapat mendongkrak potensi ekonomi industri halal domestik. Apalagi, pemerintah akan menerapkan wajib sertifikasi produk halal bagi para pelaku usaha secara bertahap. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto dalam pembukaan Halal Indonesia International Industry Expo 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/9/2024). Pameran diharapkan dapat dihadiri 15.000 pengunjung dari 35 negara sehingga dapat meningkatkan kerja sama dan investasi pada industri halal.

Acara yang berlangsung pada 26-29 September 2024 tersebut diikuti 200 tenant pelaku industri halal Indonesia. Mereka berasal dari industri mode dan apparels, kosmetik, makanan dan minuman, keramik dan tableware, farmasi, industri aneka, serta kawasan industri halal. Eko mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal. Potensi tersebut harus terus dikembangkan agar Indonesia dapat menjadi pusat produksi halal dunia dan menjadi bagian dari rantai pasok produk halal global. Merujuk data State of the Global Islamic Economy Report, konsumsi masyarakat Muslim dunia terus meningkat, dari 1,62 triliun dollar AS menjadi 2,4 triliun dollar AS pada 2024. Hal ini terutama berasal dari produk makanan halal, obat-obatan, kosmetik, mode, perjalanan, dan media. 

”Kami berharap bahwa kegiatan ini akan berdampak besar bagi pertumbuhan industri di Indonesia, khususnya industri halal, dan juga meningkatkan kesadaran dari masyarakat terhadap aspek-aspek produk halal industri,” kata Eko. Dari sisi domestik, sektor unggulan rantai nilai halal (halal value chain) pada triwulan I-2024 tumbuh 1,94 persen secara tahunan. Capaian tersebut ditopang oleh sektor makanan dan minuman halal serta mode yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 5,87 persen secara tahunan dan 3,81 persen secara tahunan. Eko menyebut, terdapat aneka produk halal buatan industri lokal yang telah mengantongi sertifikasi halal. Namun, produk-produk tersebut belum dikenal masyarakat luas sehingga perlu ada upaya untuk memperkenalkannya, salah satunya melalui pameran. (Yoga)

Penjualan Tiket Masih Mahal

Yoga 27 Sep 2024 Kompas
Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional yang dibentuk pada Juli 2024 telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan beragam pihak. Namun, rangkaian rapat yang dilakukan untuk menekan harga tiket pesawat hingga kini belum membuahkan hasil. Rangkaian rapat telah dilakukan dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, PT Pertamina (Persero),  dan Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA). Pemerintah perlu memburu waktu karena kurang dari sebulan lagi rezim akan berganti. Sementara itu, tak ada kepastian dari rezim baru melanjutkan inisiatif ini. ”Rapat-rapat harus ada tindak lanjut nyata karena diburu waktu. Kalau setuju, dibuat aturannya saja.

Pelaksanaannya bisa pada pemerintahan baru,” ujar pengamat penerbangan Gatot Rahardjo di Jakarta, Kamis (26/9/2024). Sejauh ini kementerian-kementerian terkait belum juga mengeluarkan keputusan yang mendukung pengurangan harga tiket pesawat. Kementerian Keuangan, misalnya, semestinya bisa mengeluarkan keputusan tentang penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan bea masuk komponen pesawat. Jika tidak segera dilakukan, lanjut Gatot, upaya penurunan harga tiket pesawat akan memakan waktu lebih lama lagi. Andaikan dilanjutkan pun, pemerintah baru masih membutuhkan waktu untuk konsolidasi. Kuncinya memang pada pemerintahan saat ini yang harus bergerak cepat. Apalagi tiga bulan lagi musim puncak libur akhir tahun, Natal dan Tahun Baru, akan terjadi. Pemerintah dan stakeholder terkait berisiko mendapat protes besar dari masyarakat karena mereka belum merasakan dampak positif dari inisiatif pemerintah yang dicanangkan sebelumnya.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan, sejauh ini belum ada tindak lanjut dari Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional ke pihaknya. Namun, pihak maskapai siap mengikuti perubahan yang ada. ”Kami menunggu saja. Kami ikut saja kalau memang ada perubahan policy,” ujar Irfan Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional dibentuk oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Kemaritiman). Kemenko Kemaritiman mengusulkan lima langkah efisiensi penerbangan untuk menurunkan harga tiket. Pertama, efisiensi operasi biaya pesawat. Kedua, pembebasan bea masuk dan pembukaan larangan terbatas barang impor tertentu. Ketiga, penghitungan ulang skema tarif. Keempat evaluasi pendapatan kargo. Kelima, insentif PPN Ditanggung Pemerintah. (Yoga)

Pelonggaran Kebijakan Moneter Yang Berimbas Pada Menguatnya Rupiah

Yoga 27 Sep 2024 Kompas

Pelonggaran kebijakan moneter yang berimbas pada menguatnya rupiah bisa menjadi ”angin segar” yang mengerek kinerja manufaktur setelah terkontraksi dua bulan berturut-turut. Namun, itu saja tidak cukup. Industri pengolahan tetap membutuhkan kebijakan suportif yang bisa melindungi pasar domestik dari serbuan impor Era suku bunga tinggi (higher for longer) yang terjadi selama dua tahun terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda melandai. Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), pada 18 September 2024 menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari 5,25-5,5 persen menjadi 4,75-5,25 bps. Sebelum keputusan The Fed itu, Bank Indonesia (BI) juga telah terlebih dulu memangkas suku bunga acuannya 25 bps menjadi 6 persen. Keputusan itu diambil BI setelah mencermati adanya kejelasan tentang arah penurunan suku bunga acuan The Fed. 

Sesuai ekspektasi, pelonggaran kebijakan moneter tersebut pun berimbas pada menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Pada Rabu (25/9/2024), rupiah bahkan menyentuhRp 15.090per dollar AS alias posisi terkuat sejak 31 Juli 2023. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini, kondisi penurunan suku bunga dan penguatan rupiah itu bisa mengerek kinerja industri manufaktur yang belakangan ini melemah. Berdasarkan data S&P Global, Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia terkontraksi selama dua bulan berturut-turut, yakni Juli 2024 di level 49,3 dan Agustus 2024 di level 48,9. Airlangga menilai, tekanan eksternal secara moneter itulah  yang menyebabkan persepsi kinerja industri manufaktur melemah hingga terkontraksi selama dua bulan terakhir. Kenaikan suku bunga dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS membuat biaya produksi yang ditanggung industri membengkak akibat mahalnya harga bahan baku impor dan tingginya beban bunga pinjaman. (Yoga)

Pilihan Editor