;

Persoalan Struktural dan Finansial Hambat Kontestasi Anak Muda di Pilkada 2024

Ekonomi Yoga 26 Sep 2024 Kompas
Persoalan Struktural dan Finansial Hambat Kontestasi Anak Muda di Pilkada 2024
Koneksi politik terbatas, dukungan finansial yang rendah, serta skeptisisme generasi muda terhadap sistem politik dinilai menjadi hambatan utama generasi muda untuk terjun ke pemilihan kepala daerah atau pilkada. Padahal, kehadiran kaum muda berkualitas dalam politik elektoral sangat penting untuk menyelesaikan persoalan daerah sekaligus membawa Indonesia menghadapi bonus demografi 2045. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dihimpun dari setiap KPU di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menyebutkan, terdapat 2.047 calon kepala daerah di Pilkada 2024. Mayoritas calon kepala daerah ke depan berusia di atas 44 tahun.

Penelusuran Litbang Kompas, Rabu (25/9/2024), menjelaskan, 1.230 calon kepala daerah atau sekitar 60 persen. yang berkontestasi di Pilkada 2024 berusia 44-59 tahun. Sekitar 18 persen calon berusia di atas 60 tahun. Hanya 453 calon kepala daerah atau setara 22 persen dari total calon yang berusia muda, yakni kelompok milenial dan gen Z. Sebanyak 56 persen dari pemuda yang berkompetisi di pilkada mendatang mengambil porsi sebagai calon wakil kepala daerah. Sementara 208 orang lainnya berani mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Dosen senior di Departemen Ilmu Politik dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Hurriyah, mengatakan, ada beberapa faktor utama yang menjadi penghambat generasi muda masuk dalam politik elektoral. Hal itu mulai dari lemahnya komitmen partai politik dalam merekrut generasi muda hingga skeptisisme generasi muda terhadap sistem politik di Indonesia. (Yoga)

Tags :
#Dalam Negeri
Download Aplikasi Labirin :