;

Konsumsi listrik Indonesia Baru Sekitar 1.300 Kilowatt Jam (kWh) Per Kapita

26 Sep 2024 Kompas
Konsumsi listrik Indonesia Baru Sekitar 1.300 Kilowatt Jam (kWh) Per Kapita
Konsumsi listrik Indonesia baru sekitar 1.300 kilowatt jam (kWh) per kapita atau jauh tertinggal dari negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura. Pemerintah berangan-angan menaikkannya menjadi 5.300 kWh per kapita pada 2060. Satu pekerjaan berat mengingat target 2.500 kWh per kapita pada 2025, seperti tertuang pada Kebijakan Energi Nasional, saja hampir pasti tak tercapai. Konsumsi listrik (per kapita) ialah total pengeluaran energi listrik dibagi jumlah penduduk dalam satu tahun.

Besarnya jumlah penduduk Indonesia, yang mencapai lebih dari 278 juta jiwa pada 2023, turut memengaruhi angka tersebut. Di sisi lain, konsumsi listrik per kapita juga menjadi salah satu indikator peningkatan kesejahteraan, perekonomian, dan kemajuan satu negara. Data Kementerian Energ dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan realisasi konsumsi listrik Indonesia pada 2023 sebesar 1.337 kWh per kapita atau tertinggal dari negara-negara lain. Berdasarkan data International Renewable Energy Agency (Irena), pada 2023, konsumsi listrik Thailand sekitar 2.700 kWh per kapita, Malaysia 5.200 kWh per kapita, dan Singapura 9.600 kWh per kapita.

Realisasi Indonesia di bawah rata-rata ASEAN yang sekitar 3.600 kWh perkapita.  Kementerian ESDM kini menargetkan peningkatan konsumsi listrik menjadi lebih dari 5.300 kWh per kapita, bahkan 6.500 kWh per kapita pada 2060. Perkiraan kebutuhan listrik hingga 2060 tersebut akan diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan pembangkit listrik dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 2024-2033 yang masih diproses. Dosen Program Studi Magister Energi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang, Jaka Windarta, Minggu (22/9/2024), mengatakan, penghitungan target konsumsi listrik mesti jelas dan logis. (Yoga)
Tags :
#Listrik
Download Aplikasi Labirin :