;

Empat Hari Kerja di Asia yang Menggoda

Empat Hari Kerja di Asia yang Menggoda
Sebagian besar pekerja di Asia ingin mencoba bekerja empat hari per pekan. Namun, kekhawatiran akan stres akibat beban kerja jadi penghambat utama percobaan. Temuan itu diungkap dalam jajak pendapat lembaga perekrutan pekerja, Robert Walters, terhadap lebih dari 5.000 profesional dan pengelola perusahaan di 11 negara Asia. Hasilnya, hingga 89 persen responden mau menjajaki empat hari kerja. Dilaporkan media Singapura, The Straits Times, Rabu (25/9/2024), Robert Walters menyoroti fakta budaya kerja yang sangat keras di Asia. Saat dan selepas pandemi Covid-19, ada keterbukaan pada model kerja yang selama ini berlaku.

Di kalangan manajer, sekitar 70 persen responden menganggap kerja empat hari per pekan bisa menjadi insentif. Di tengah kesulitan perusahaan meningkatkan gaji dan tunjangan, tambahan waktu libur bisa menjadi pilihan insentif. Sebanyak 67 persen responden di kalangan manajerial mengatakan, produktivitas pekerja bisa meningkat dengan empat hari kerja. Selain itu, 78 persen responden menganggap kesejahteraan karyawan akan meningkat jika bekerja empat hari saja. Di Indonesia, 64 persen manajer dan 88 persen staf menganggap sistem empat hari kerja perlu dicoba. Di Singapura, gagasan itu disetujui 69 persen manajer dan 93 persen pekerja.

Manajer di Jepang dan Vietnam paling rendah persetujuannya, masing-masing 56 persen dan 54 persen. ”Kala Indonesia menjajaki pendekatan baru untuk mengatur waktu kerja, seiring inisiatif kesejahteraan, mereka mengarah pada percobaan dan adaptasi. Pandangan yang didapat akan menginformasika strategi perekrutan dan pencitraan pemberi kerja,” kata Kepala Robert Walters Indonesia dan Vietnam Eric Mary. Survei menemukan, para pekerja Indonesia menganggap sistem empat hari kerja akan susah diterapkan. Sekitar 61 persen khawatir stres akibat pekerjaan malah bertambah banyak dengan sistem itu. Ada 28 persen responden menganggap sistem itu akan menyebabkan pengurangan gaji. (Yoga)
Download Aplikasi Labirin :