Pariwisata Jadi Prioritas Pengembangan Ekonomi
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)
Pariwisata menjadi sektor yang memiliki peran sentral bagi perekonomian nasional. Buktinya, selama ini industri turisme menjadi salah satu mesin pendulang produk domestik bruto (PDB).
Sayangnya, pariwisata acapkali dipandang sebelah mata. Dukungan untuk memajukan industri ini relatif terbatas mulai dari anggaran hingga penyiapan sumber daya manusia unggul.
Sudah saatnya pariwisata menjadi 'anak emas'. Caranya adalah dengan meningkatkan investasi baik melalui fiskal negara maupun swasta, serta mengkaji ulang aneka kebijakan yang membatasi ekspansi industri ini.
Mengoptimalkan Potensi Besar yang Belum Digali
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Industri pariwisata Indonesia, meski kaya akan potensi alam, budaya, dan destinasi eksotis, masih tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menghadapi tantangan besar, terutama dalam meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional, yang saat ini hanya 4% dengan target 4,5% pada 2024, jauh di bawah angka prapandemi 6,3% pada 2019.
Minimnya dukungan anggaran menjadi salah satu penyebab utama. Pagu anggaran pariwisata Indonesia hanya Rp1,7 triliun untuk 2024, sangat jauh dibandingkan Thailand dan Singapura yang mengalokasikan hingga US$1 miliar untuk promosi dan pengembangan. Kebijakan seperti pengurangan bandara internasional dari 34 menjadi 17 juga dinilai kontraproduktif, menghambat konektivitas menuju destinasi potensial.
Ironisnya, wisatawan asing yang datang ke Indonesia memiliki pengeluaran tertinggi di ASEAN, rata-rata US$1.600 per kunjungan dengan durasi tinggal 13 hari. Namun, keterbatasan infrastruktur, konektivitas, dan mahalnya tiket penerbangan domestik menjadi kendala besar dalam memaksimalkan potensi tersebut.
Langkah-langkah strategis, seperti peningkatan anggaran, infrastruktur, dan promosi, diperlukan agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dan menjadikan pariwisata sebagai motor utama pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah didorong untuk melihat sektor ini sebagai investasi strategis dengan dampak jangka panjang yang signifikan.
Stok BBM Aman untuk Libur Akhir Tahun
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional aman hingga pengujung 2025. Stok BBM saat ini cukup untuk kebutuhan hingga lebih dari 20 hari, dengan rincian coverage day untuk beberapa jenis BBM seperti Pertalite (18,47 hari), Pertamax (20,58 hari), dan Solar (16,75 hari). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menambahkan bahwa distribusi BBM dilakukan oleh 1.910 badan usaha, dengan 583 penyalur BBM 1 Harga telah dibangun sejak 2017. Cadangan operasional BBM meningkat dari 11 hari menjadi 23 hari. Selain BBM, konsumsi LPG subsidi telah melampaui kuota, tetapi pagu anggaran subsidi energi dinilai masih fleksibel oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata, sehingga dapat disesuaikan untuk BBM, LPG, dan listrik.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pertamina menyiagakan 7.786 SPBU, ribuan agen LPG, dan berbagai fasilitas lainnya. Mereka juga membentuk Satgas Nataru yang beroperasi pada 16 Desember 2024—9 Januari 2025. Meski ada proyeksi peningkatan konsumsi gasoline sebesar 5% dan LPG 2,7%, konsumsi diesel diperkirakan turun 3,3% pada periode yang sama.
Namun, ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho dan analis ISEAI Ronny P. Sasmita mengingatkan bahwa kelangkaan energi dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa. Mereka menekankan pentingnya keandalan pasokan BBM di seluruh wilayah untuk memastikan momen Nataru berjalan lancar dan stabilitas harga terjaga. Momen ini dianggap sebagai pijakan bagi Pertamina untuk terus menjaga ketahanan energi sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8%.
Bisnis Ritel 2025 Dihadang Banyak Tantangan
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, memprediksi bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun penuh tantangan bagi sektor ritel, terutama akibat kenaikan upah minimum nasional (UMP) sebesar 6,5%. Ia menilai kenaikan UMP tersebut tidak sejalan dengan daya beli masyarakat yang melemah dan kondisi ekonomi global yang terkontraksi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaku usaha tidak dapat menolak keputusan kenaikan UMP tersebut.
Solihin, yang juga menjabat sebagai Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart), menyebut bahwa pengusaha ritel kemungkinan besar akan mengambil langkah efisiensi sebagai respons terhadap tantangan ini. Efisiensi tidak selalu berarti pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan dapat berupa langkah seperti penutupan gerai yang merugi akibat tingginya biaya operasional, seperti sewa, sementara penjualan melemah.
Ia mengungkapkan bahwa Alfamart, misalnya, telah menutup 300–400 gerai sepanjang tahun ini karena kerugian, meskipun pada saat yang sama perusahaan juga membuka gerai baru di lokasi lain dengan prospek lebih baik. Hal ini mencerminkan strategi untuk menyeimbangkan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Dengan kondisi tersebut, Solihin menekankan bahwa pelaku usaha ritel harus mampu beradaptasi dan mengelola efisiensi dengan bijak agar tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi dan regulasi yang ada.
Kereta Cepat Jadi Alternatif Wisata Baru
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Tingkat okupansi kereta cepat Whoosh selama libur sekolah mencapai 98%, menunjukkan popularitas moda transportasi berbasis rel ini sebagai pilihan perjalanan sekaligus rekreasi. Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menjelaskan bahwa waktu perjalanan yang cepat menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta ini, karena memungkinkan mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tujuan bersama keluarga.
Selain itu, konektivitas kereta cepat dengan destinasi wisata populer juga menjadi daya tarik tersendiri. Pada periode 13–15 Desember 2024, penjualan tiket Whoosh mencapai 65.000 tiket, dengan 13.000 tiket terjual hingga siang hari pada 15 Desember. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan kereta cepat Whoosh, terutama pada momen liburan.
Sinyal Risiko di Pasar Keuangan Semakin Kuat
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Kontan (H)
Pekan ini, pasar keuangan akan fokus pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed, yang akan menentukan arah suku bunga acuan. Menurut Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, The Fed diproyeksikan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,25%-4,5%, sementara BI kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga di 6% untuk menopang nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp 16.000 per dolar AS.
Dimas Krisna Ramadhani, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menambahkan bahwa keputusan BI mempertahankan suku bunga dapat memperbesar selisih dengan Fed rate, yang diharapkan mendorong aliran dana masuk ke Indonesia. Namun, Oktavianus Audi, Vice President Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa kebijakan Donald Trump dapat memperlambat pemangkasan suku bunga The Fed di masa depan, meningkatkan volatilitas pasar.
Fikri C. Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, memproyeksikan depresiasi rupiah berlanjut hingga 2025, dengan kisaran Rp 16.000–Rp 16.100 per dolar AS. Ketidakpastian global dan kebijakan tarif AS menjadi faktor utama yang mengurangi minat investasi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sementara itu, untuk pasar saham, Ratih Mustikoningsih dan Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 7.200–7.550 hingga akhir tahun. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati (wait and see), menanti kepastian dari keputusan RDG BI dan FOMC.
Fluktuasi Rupiah Bisa Ganggu Anggaran Negara
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Kontan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, menimbulkan risiko signifikan bagi stabilitas anggaran negara. Pada Jumat (13/12), rupiah ditutup di Rp 15.987 per dolar AS, melampaui asumsi APBN 2024 sebesar Rp 15.000.
Fikri C. Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, menyebut pelemahan rupiah ini dipicu volatilitas pasar global, yang membuat investor lebih berhati-hati. Meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi, pelemahan rupiah tetap meningkatkan beban APBN, khususnya pembayaran utang luar negeri, yang dapat melonjak lebih besar di tahun 2025.
Myrdal Gunarto, dari Bank Maybank Indonesia, menyoroti dampak depresiasi rupiah terhadap subsidi energi dan stabilitas fiskal. Setiap pelemahan Rp 100 per dolar AS, berpotensi menambah defisit APBN hingga Rp 3,4 triliun. Ia juga menekankan dampak negatif pelemahan rupiah terhadap sektor yang bergantung pada impor, seperti industri otomotif.
Namun, Myrdal optimistis ekonomi Indonesia masih memiliki cadangan devisa kuat senilai US$ 150,24 miliar per November 2024, yang dapat mengurangi dampak buruk pelemahan rupiah. Meskipun begitu, ekonomi Indonesia akan tetap terpengaruh oleh kebijakan global, terutama dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dan kebijakan The Fed.
Harapan pada Program Makan Gratis
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Kontan
Kinerja sektor unggas diprediksi akan tetap positif di tahun 2025, didorong oleh program makan bergizi gratis dan perbaikan harga di pasar. Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai program ini akan meningkatkan permintaan daging ayam, membantu mengurangi oversupply, serta mendorong kenaikan harga anak ayam umur sehari (DOC) dan ayam hidup (livebird). Selain itu, program swasembada pangan juga berpotensi menstabilkan harga, mengurangi biaya, dan meningkatkan margin.
Namun, risiko tetap ada, seperti potensi kenaikan harga pakan akibat fluktuasi harga komoditas global dan kemungkinan penurunan daya beli masyarakat. Nafan Aji, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyoroti bahwa tekanan harga pakan masih dapat dikelola jika kenaikannya bersifat moderat.
Victor Stefano, Analis BRI Danareksa Sekuritas, memperkirakan oversupply ayam broiler akan berkurang pada 2025, dari 600.000 ekor pada 2024 menjadi 397.000 ekor. Hal ini didorong oleh penurunan kuota impor grand parent stock sebesar 15% pada 2024 serta pertumbuhan permintaan yang sejalan dengan pertumbuhan PDB nasional. Program makan bergizi gratis yang akan diluncurkan pada Januari 2025 oleh Badan Gizi Nasional juga akan membantu menyerap kelebihan pasokan ayam, membuka pasar baru, dan memungkinkan emiten menjual dengan margin yang lebih baik.
Victor memperkirakan harga jagung dan bungkil kedelai masing-masing naik 5,3% dan 5,4% secara tahunan (yoy) pada 2025. Meski margin pakan cenderung lebih rendah, margin di bisnis peternakan komersial dan pembibitan diproyeksikan lebih tinggi, sehingga mempertahankan prospek sektor unggas yang positif.
Investor Asing Tetap Percaya pada Saham Perbankan
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Kontan
Menjelang akhir tahun, harga saham sektor perbankan, terutama bank besar, terus mengalami tekanan akibat aksi jual investor asing yang signifikan. Data menunjukkan bahwa selama sebulan terakhir, investor asing menjual saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar Rp 7,27 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 1,23 triliun, Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 595 miliar, dan Bank Central Asia (BBCA) Rp 1,29 triliun.
Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst di Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyebut salah satu faktor aksi jual ini adalah ketidakpastian terkait rumor pembentukan lembaga baru, Danantara, yang dikabarkan akan mengelola bank pelat merah. Hal ini membuat investor asing lebih berhati-hati. Namun, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai bahwa faktor global lebih dominan dibanding isu Danantara.
Sementara itu, Kiswoyo Adi Joe, Head of Investment di Nawasena Abhipraya Investama, menganggap keluarnya investor asing merupakan bagian dari strategi dan tidak perlu dikhawatirkan. Ia optimistis saham perbankan akan mengalami pemulihan, bahkan merekomendasikan pembelian saham BBRI dengan target harga Rp 7.000, BBCA Rp 11.500, BMRI Rp 8.500, dan BBNI Rp 7.000. Nico juga memperkirakan saham perbankan berpeluang naik dalam jangka panjang, terutama bank-bank dalam kategori KBMI 4.
Arah Suku Bunga Global di Tahun Depan
Hairul Rizal
16 Dec 2024 Kontan
Pekan ini menjadi momentum penting bagi arah kebijakan moneter global, dengan 22 bank sentral dari berbagai negara menggelar pertemuan, termasuk The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat yang menjadi perhatian utama. The Fed diprediksi memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), meski ancaman inflasi akibat kebijakan tarif pemerintahan Presiden Donald Trump dapat membatasi penurunan lebih lanjut. David Wilcox, Direktur Penelitian Ekonomi AS di Bloomberg Economics, menyebut kebijakan Trump menambah tantangan bagi The Fed dalam menentukan langkah ke depan.
Setelah The Fed, Bank of Japan (BOJ) dan Bank of England (BOE) diperkirakan akan menahan suku bunga, dengan negara-negara Eropa lainnya juga cenderung mempertahankan kebijakan moneter mereka. Namun, Riksbank Swedia kemungkinan akan memangkas suku bunga untuk kelima kalinya tahun ini.
Di Asia Tenggara, Bank Indonesia dan bank sentral Filipina diproyeksikan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps, sementara Bank of Thailand diperkirakan menahan suku bunga di level 2,25%. Sementara itu, People's Bank of China (PBOC) berencana melonggarkan kebijakan moneter tahun depan dengan memotong suku bunga dan menurunkan giro wajib minimum. Wang Xin, Direktur Biro Penelitian PBOC, menyatakan langkah ini bertujuan mendorong pembiayaan untuk sektor ekonomi riil yang saat ini melambat.









