Harapan pada Program Makan Gratis
Kinerja sektor unggas diprediksi akan tetap positif di tahun 2025, didorong oleh program makan bergizi gratis dan perbaikan harga di pasar. Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai program ini akan meningkatkan permintaan daging ayam, membantu mengurangi oversupply, serta mendorong kenaikan harga anak ayam umur sehari (DOC) dan ayam hidup (livebird). Selain itu, program swasembada pangan juga berpotensi menstabilkan harga, mengurangi biaya, dan meningkatkan margin.
Namun, risiko tetap ada, seperti potensi kenaikan harga pakan akibat fluktuasi harga komoditas global dan kemungkinan penurunan daya beli masyarakat. Nafan Aji, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyoroti bahwa tekanan harga pakan masih dapat dikelola jika kenaikannya bersifat moderat.
Victor Stefano, Analis BRI Danareksa Sekuritas, memperkirakan oversupply ayam broiler akan berkurang pada 2025, dari 600.000 ekor pada 2024 menjadi 397.000 ekor. Hal ini didorong oleh penurunan kuota impor grand parent stock sebesar 15% pada 2024 serta pertumbuhan permintaan yang sejalan dengan pertumbuhan PDB nasional. Program makan bergizi gratis yang akan diluncurkan pada Januari 2025 oleh Badan Gizi Nasional juga akan membantu menyerap kelebihan pasokan ayam, membuka pasar baru, dan memungkinkan emiten menjual dengan margin yang lebih baik.
Victor memperkirakan harga jagung dan bungkil kedelai masing-masing naik 5,3% dan 5,4% secara tahunan (yoy) pada 2025. Meski margin pakan cenderung lebih rendah, margin di bisnis peternakan komersial dan pembibitan diproyeksikan lebih tinggi, sehingga mempertahankan prospek sektor unggas yang positif.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023