;

Program Prioritas Prabowo menguntungkan sektor keuangan

Yoga 14 Dec 2024 Kompas

Sektor jasa keuangan diperkirakan akan turut mendulang keuntungan sekaligus memacu pertumbuhan seiring dengan efek berganda dari program prioritas pemerintah. Di tengah gejolak ketidakpastian global, sektor jasa keuangan masih terjaga stabil. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, program prioritas pemerintah, seperti pembangunan 3 juta rumah per tahun dan makan bergizi gratis, memiliki persebaran yang luas dan masif sehingga dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian. Program 3 juta rumah, akan berdampak positif bagi industri bahan bangunan dan material bangunan, jasa konstruksi dan infrastruktur, serta membuka lapangan pekerjaan.

Di sisi lain, program makan bergizi gratis juga berdampak positif bagi para produsen pangan lokal, mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga seluruh jejaring logistic dan distribusi rantai pasok. ”Dampak paling besar terhadap jasa keuangan adalah potensi untuk keuntungan dengan adanya peluang pembiayaan yang sangat besar. Pembiayaan yang ingin dicapai dengan target yang begitu tinggi diperkirakan tidak akan cukup hanya dari APBN, terutama untuk program pembangunan rumah,” kata Mahendra dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK November 2024, secara virtual, Jumat (13/12).

Kondisi tersebut pada gilirannya akan membuka kesempatan bagi sektor jasa keuangan, baik perbankan maupun pasar modal, untuk ikut berkontribusi dalam pembiayaan program prioritas pemerintah. Dalam hal ini, salah satu produk pembiayaan yang ditawarkan dalam pasar modal ialah efek berbasis aset (EBA). Selanjutnya, sekuritisasi dalam EBA akan memberikan pendanaan yang besar terhadap pembangunan perumahan sekaligus memberi peluang bagi perkembangan produk-produk di pasar modal. Hingga 29 November 2024, penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum mencapai Rp 219,45 triliun. (Yoga)  


Tak perlu mengalihkan fungsi lahan pertanian untuk program 3 juta rumah

Yoga 14 Dec 2024 Kompas

Pemerintah berencana membuat kebijakan tentang sawah atau lahan pertanian pangan di Jawa bisa dialihkan untuk pembangunan 3 juta rumah dan hilirisasi, yang berlawanan dengan program swasembada pangan dan berpotensi menambah jumlah petani gurem. Rencana kebijakan menyangkut kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) itu akan dimasukkan dalam Rancangan PP tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RPP RTRW) Nasional 2025-2045. RPP RTRW tengah disusun Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. KP2B akan mengakomodasi, alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan di Pulau Jawa untuk program 3 juta rumah per tahun serta program hilirisasi.

Pengembang yang memanfaatkan sawah di suatu daerah di Jawa tidak diwajibkan mencetak sawah pengganti di daerah itu, tetapi di luar Jawa. Menteri ATR dan Kepala BPN, Nusron Wahid menyebutkan, RPP RTRW itu ditargetkan tuntas pada triwulan I-2025. Kebijakan itu merupakan solusi untuk mengakomodasi kepentingan pangan, papan, dan hilirisasi. Lahan di Jawa yang sudah padat penduduk digunakan untuk perumahan dan hilirisasi, sedangkan lahan di luar Jawa yang masih luas untuk ketahanan pangan (Kompas, 12/12/2024).

Kepala Departemen Kampanye dan Manajemen Pengetahuan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Benny Wijaya, Jumat (13/12) berpendapat, rencana itu bertolak belakang dengan program swasembada pangan yang tengah digulirkan Presiden Prabowo. Rencana tersebut juga berpotensi menambah jumlah petani gurem yang memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar. ” Tak perlu mengalihkan fungsi lahan pertanian untuk progtam 3 juta rumah, justru seharusnya pemerintah memproteksi sawah yang masih tersisa, khususnya di Jawa. Jika perlu, penguasaan tanah petani gurem perlu ditambah melalui program redistribusi tanah,” ujar Benny. (Yoga)  


Gunakan Pindar dengan bijak agar Terhindar dari Jerat Utang

Yoga 14 Dec 2024 Kompas

Layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi atau fintech peer-to-peer lending, atau fintech lending, menjadi salah satu produk inovasi teknologi di sektor keuangan yang memberi perubahan besar dalam model bisnis pinjam-meminjam. Kemudahan mengakses serta persyaratan yang terbilang mudah dan proses yang cepat menjadikan pinjaman daring atau pindar akrab bagi masyarakat yang belum dapat mengakses layanan perbankan (unbanked). Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyepakati penggunaan istilah pindar sebagai pengganti istilah pinjaman online (pinjol), untuk pinjol yang berizin dan diawasi OJK. Data OJK per September 2024 mencatat, dari Rp 68,462 triliun outstanding pindar, 50,56 % adalah peminjam dari gen Y dan gen Z.

Dimana, 1,73 5 tercatat sebagai kredit macet yang didominasi pinjaman gen Y dan gen Z (53,22 5). Mahasiswa menjadi salah satu target prioritas OJK dalam kampanye bijak menggunakan pindar. Pindar merupakan pinjaman yang harus dibayar di kemudian hari. Dana yang diperoleh dari pindar harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. pindar sejatinya dapat menjadi jawaban atas kebutuhan sumber pendanaan masyarakat, khususnya yang belum dapat mengakses pendanaan dari perbankan (unbanked). Ada beberapa hal yang harus dipahami dan dilakukan sebelum mengajukan pinjaman di pindar. Pertama, sadari bahwa dana pinjaman yang diajukan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan produktif, bukan untuk keinginan konsumtif.

Kedua, pahami segala persyaratan dari pindar yang diakses, misalnya jangka waktu pinjaman, cara pengembalian, bunga, biaya lain, kontak layanan konsumen, dan informasi lain, serta pastikan akses pindar berizin OJK. Ketiga, bijak dalam mengelola keuangan. Pastikan membayar cicilan pinjaman menjadi bagian dari alokasi anggaran bulanan, yang dibayar tepat waktu sehingga terhindar dari denda. Jumlah anggaran untuk utang maksimal 30 % dari total pendapatan. Keempat, evaluasi kondisi keuangan. Mencatat pengeluaran sehari-hari menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan dalam merencanakan keuangan dengan baik. Kelima, literasi keuangan sebagai pembelajaran hidup. Bijak gunakan pindar agar terhindar dari jeratan utang. (Yoga)  


Iffah Rachmi, Kampanyekan Sanitasi dengan kreatif

Yoga 14 Dec 2024 Kompas

Mengubah perilaku orang agar tidak buang air besar sembarangan tidaklah mudah. Bersama anak muda di Lampung, Iffah Rachmi membangkitkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya sanitasi dengan cara kreatif. Puluhan anak muda berkumpul di bantaran Sungai Way Belau di RT 046 Kampung Gudang Agen, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung, akhir November 2024. Mereka menggelar acara Musik Tepi Sungai bertajuk ”Toilets: A Place for Peace”. Kegiatan itu bertujuan mengampanyekan pentingnya sanitasi. Sejumlah instalasi seni dan panggung musik disiapkan. Yang menarik adalah instalasi seni rupa tiga dimensi yang menggambarkan peta Kota Bandar Lampung yang tercemar sampah. Tak hanya sampah plastik dari rumah tangga, limbah dari kotoran manusia juga digambarkan mencemari air tanah hingga kawasan pesisir.

Ada kloset duduk yang sengaja diletakkan di pinggir sungai, sebagai pengingat bahwa urusan buang air besar sembarangan bukan masalah sepele karena bisa sampai mencemari sungai. Konsep acara yang memadukan seni, musik, dan edukasi sengaja dibuat untuk menarik minat masyarakat, khususnya anak muda. Lewat kegiatan itu, isu sanitasi yang kerap dianggap tak populer diharapkan bisa diterima semua orang. Kegiatan dibuka dengan pembacaan puisi, dilanjutkan diskusi. Para peserta, mulai anak muda kampung, mahasiswa, hingga penggiat lingkungan di Lampung hadir. Ada pula ibu-ibu rumah tangga, ketua RT, lurah, hingga camat. Acara ditutup dengan penampilan grup-grup music lokal. Para pengunjung bernyanyi dan berjoget di pinggir sungai.

Iffah Rachmi(36) adalah inisiator terwujudnya kampanye kreatif itu. Sejak 2018, ia aktif menggerakkan anak muda agar peduli sanitasi. Lewat komunitas Youth Sanitation Concern (YSC) Indonesia, Iffah mengajak generasi Z dan milenial turun tangan mem benahi persoalan sanitasi di kwasan padat penduduk, yang bermula dari Youth Sannitation Camp yang digagas organisasi nirlaba Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Indonesia bekerja sama dengan beberapa lembaga organisasi masyarakat lokal di Lampung. Kala itu, Iffah aktif berkegiatan di SNV. Kegiatan Youth Sanitation Camp dibuat untuk menjaring anak-anak muda yang peduli pada isu sanitasi. Selama tiga hari, peserta yang berusia 17-30 tahun diajak berkemah bersama. Di sela-sela kegiatan, mereka diajak berdiskusi tentang berbagai persoalan sanitasi, khususnya yang ada di Bandar Lampung.

Dari situ, Iffah menginisiasi komunitas YSC Indonesia. Hingga kini ada sekitar 100 pemuda yang menjadi sukarelawan di komunitas YSC Indonesia. Saat pandemi Covid-19, YSC Indonesia menggagas gerakan cuci tangan pakai sabun di Kampung Gudang Agen. Berbagai kegiatan edukasi digelar guna meningkatkan kesadaran warga soal sanitasi. Tak berhenti di situ, YSC Indonesia juga membantu masyarakat membenahi persoalan sanitasi di kampung itu. Salah satu proyek kolaborasi adalah perbaikan toilet komunal. Renovasi dilakukan agar limbah tinja dari dalam tangki septik toilet tidak lagi mengalir dan mencemari sungai. Hingga saat ini setidaknya ada tiga lokasi toilet komunal yang sudah direnovasi dan manfaatnya dirasakan warga. YSC Indonesia mengembangkan tangki septik berbasis teknologi Tripikon-S untuk menangani limbah tinja dari rumah-rumah panggung di atas laut di pesisir Bandar Lampung. (Yoga)  


Cukai Eksesif Picu Banjir Rokok Ilegal yang Merugikan Industri

Yuniati Turjandini 14 Dec 2024 Investor Daily (H)
Kebijakan cukai berlebihan atau eksesif dinilai menjadi biang keladi banjir rokok ilegal yang merugikan industri dan menggerus penerimanaan negara. Selama 2020 sampai 2024, tarif cukai naik 60%, sehingga membuat disparitas makin jauh. Hal itu mendorong orang untuk beralih ke rokok ilegal. Berdasarkan data Indodata Research Center, persentase konsumsi rokok ilegal tahun 2024 mencapai 46,95%, naik dari 2021 dan 2022 masing-masing 28% dan 30%. Imbasnya, negara dirugikan. Mengacu pada data Kementerian Keuangan, potensi kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal pada tahaun 2023 dari penerimanaan cukai berkisar Rp15-28% dan 30%. Itu sebabnya, pemerintah diminta meninjau ulang kebijakan cukai yang membuat harga rokok legal naik tajam. Sebab kebijakan itu tidak berhasil menekan jumlah perokok, melainkan malah  memicu orang beralih ke rokok ilegal. Pemerintah juga harus tegas memberantas peredaran rokok ilegal yang disebut sebagai kini sudah sangat meresahkan. Bahkan rokok ilegal kini disebut kejahatan luar biasa. Artinya penanganannya tidak bisa dengan cara biasa, melainkan luar biasa. (Yetede)

CBD PIK2 Incar Dana IPO Rp2,3 Triliun

Yuniati Turjandini 14 Dec 2024 Investor Daily (H)
PT Bangun Kosambi Sejahtera Tbk (CBDK) atau  CBD PIK2, perusahaan kongsi  Agung Sedayu dan Salim Group,  akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 566,89 juta saham (10%) dengan harga Rp3.000-4.060 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan pengelola Business Park Menara Syariah PIK2 tersebut, menargetkan  penghimpunan dana Rp 2, triliun, yang akan dipakai untuk membiayai proyek pembangunan gedung meetings, incentives, conference, dan exhibitions (MICE). Majaemen CBD PIK2 dalam prospektus yang dipublikasikan Jumat (13/12/2024), mengungkapkan, perseroan akan melakukan penawaran awal (book building) pada 13-20 Desember 2024, disusul perkiraan tanggal efek pernyataan pendaftaran dari OJK pada 30 Desember mendatang. Dengan demikian, diharapkan perseroan dapat melakukan penawaran umum pada 3-9 Januari 2025, diikuti tanggal penjatahan pada 9 Januari, distribusi saham secara elektronik pada 10 januari, dan pencatatan (listing) saham di BEI pada 13 Januari 2025. (Yetede)

Penyelenggara Usaha Bullion Bank Tidak Muncul Secara Tiba-tiba

Yuniati Turjandini 14 Dec 2024 Investor Daily (H)
Penyelenggara usaha bullion bank tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan sudah dirancang sejak lama dan diamanatkan oleh UU P2SK. Sejalan dengan itu, OJK juga telah menerbitkan peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelengaraan Kegiatan Usaha Bullion pada 18 Oktober 2024. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Venture, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah, pelaku  industri, dan pihak terkait guna mendorong kegiatan usaha bullion yang dinilainya bermanfaat bagi sektor jasa keuangan (SJK) dan tentu saja perekonomian nasional. "OJK juga tengah berkoordinasi denan lembaga terkait guna menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan dan penguatan usaha bullion di Indonesia, yang dalam jangka panjang diharapkan memberikan gambaran mengenai visi kegiatan bullion di Indonesia, target, strategi, dan program kerjanya yang akan dilakukan  untuk mencapai apa yang diharapkan," kata Agusman. (Yetede)

Menanti Paket Kebijakan Pendorong Ekonomi dan Menjaga Daya Beli Masyarakat

Yuniati Turjandini 14 Dec 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah akan mengumumkan  paket kebijakan ekonomi untuk mendorong pertumbuhan  dan menjaga daya beli masyarakat. Paket kebijakan tersebut akan berlaku pada tahun depan.  Adapun rencana pengumuman paket kebijakan ekonomi tidak hanya terkait perpajakan tetapi juga meliputi sejumlah kebijakan ekonomi nonperpajakan. "Ada kegiatan yang lain, yang nonperpajakan juga. Dalam bentuk paket ada yang insentif, tunggu hari Senin," kata Menteri Koordinator  Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Paket kebijakan ekonomi, jelas dia, juga akan memuat sejumlah kebijakan terkait insentif fiskal. Meski demikian, dia belum bersedia merinci tentang paket kebijakan ekonomi tersebut. Salah satu insentif fiskal yang terkait adalah relaksasi pajak untuk UMKM. Pemerintah sedang mengkaji perpanjangan  pemberlakuan pajak 0,5% bagi para pengusaha UMKM dengan omzet tahunan tertentu. "Ada (insentif untuk UMKM juga), tunggu hari Senin. Beli tiket ya buat hari Senin," kata Airlangga seraya berkelakar. (Yetede)

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait Mengusulkan Program 3 Juta Rumah Menjadi PSN

Yuniati Turjandini 14 Dec 2024 Tempo
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengusulkan program 3 juta rumah menjadi proyek strategis nasional (PSN). Ia mengatakan usul tersebut sudah dirumuskan dengan matang dan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, langkah ini dapat menciptakan kepastian sehingga lebih menarik bagi perusahaan swasta untuk bekerja sama. Politikus Partai Gerindra itu menilai pelibatan swasta sangat dibutuhkan dalam merealisasi program 3 juta rumah lantaran anggaran negara untuk proyek ini sangat terbatas. "Supaya nanti program ini bisa kami endorse lebih besar lagi, walaupun variabelnya adalah kemampuan fiskal negara juga," tutur Maruarar di Hotel Movenpick, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2024.

Pemerintah akan menyediakan 2 juta rumah di perdesaan dan 1 juta apartemen di perkotaan per tahun. Satuan Tugas Perumahan menghitung kebutuhan dana untuk pembangunan 3 juta rumah bersubsidi ini sebesar Rp 53,6 triliun, sedangkan anggaran yang tersedia pada 2025 hanya Rp 5,1 triliun. Karena itu, keterlibatan swasta dan badan usaha milik negara dibutuhkan untuk program 3 juta rumah. Maruarar menyebutkan sudah ada sejumlah perusahaan swasta yang berkomitmen menyukseskan program 3 juta rumah. Misalnya, PT Berau Coal Energy Tbk. Perusahaan ini akan membangun rumah susun di Kalimantan Timur. 

Beberapa konglomerat Indonesia juga ikut terlibat dalam program 3 juta rumah ini. Garibaldi Thohir, kata Maruarar, akan membantu pembangunan rumah lewat program corporate social responsibility (CSR) perusahaannya, yakni PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Adaro akan melakukan groundbreaking pembangunan rumah susun di Kalimantan Timur. Selain itu, Maruarar menyebutkan Franky Wijaya, pemilik Sinarmas Group; Sugianto Kusuma (Aguan), pemilik Agung Sedayu Group; Lawrence Barki, pemilik Harum Energy; dan Prajogo Pangestu, pemilik Barito Pacific, juga turut mendukung program 3 juta rumah. Namun dia belum merinci berapa nilai investasi para konglomerat ini untuk program 3 juta rumah. (Yetede)


Penumpang Kereta Cepat Whoosh Mengalami Peningkatan yang Signifikan

Yuniati Turjandini 14 Dec 2024 Tempo
General Manager Corporate Secretary Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC, Eva Chairunisa menyebutkan bahwa volume penumpang kereta cepat Whoosh mengalami peningkatan yang signifikan. peningkatan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada Jumat, 13 Desember 2024 lalu. Eva juga mengatakan, selama periode 13 hingga 15 Desember 2024, KCIC mencatat total penjualan tiket Whoosh telah mencapai 60 ribu tiket. Selain itu, berdasarkan catatan KCIC, sejak Rabu, 11 Desember 2024, jumlah penumpang harian Whoosh di hari kerja sudah mencapai rata-rata 20 ribu penumpang per hari. Angka ini meningkat hingga 12 persen dari rata-rata jumlah penumpang Whoosh di hari biasa yang ada di angka 16 sampai 18 ribu penumpang.

"Tren peningkatan ini diperkirakan terjadi karena semakin banyak masyarakat yang memulai liburan karena periode ujian anak sekolah selesai dan sekarang mulai memasuki masa libur sekolah yang cukup panjang," kata Eva dalam keterangan resminya, Sabtu, 14 Desember 2024. Feeder Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terlambat, PT KAI Ungkap Gangguan Sistem Pembakaran Menurut Eva, jumlah penumpang tertinggi tercatat pada Jumat, 13 Desember 2024. Dimana total penumpang pada hari tersebut menembus angka 23 ribu penumpang atau meningkat 15 persen dibandingkan hari sebelumnya.  Ia memproyeksikan tren kenaikan ini akan terus berlangsung hingga puncak libur Natal dan Tahun Baru atau libur Nataru. Hal ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarga. 

"Sekarang mulai memasuki masa libur sekolah yang cukup panjang karena akan berlanjut hingga libur pada momen Natal dan tahun baru nanti," ujar dia. Iaa menyebutkan, untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang menyambut akhir tahun ini, KCIC telah mengoperasikan sebanyak 48 perjalanan Whoosh dengan total 28 ribu tempat duduk setiap harinya. Ia juga menghimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal untuk menghindari kehabisan tiket atau penumpukan antrean di loket stasiun. "KCIC berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan demi kenyamanan dan kemudahan perjalanan," ucapnya. (Yetede)

Pilihan Editor