Paket Ekonomi Terkait PPN 12 Persen Diumumkan Hari Ini
Ini Peran Menkomdigi dalam Merger XL-Smartfren
Industri Modul Tenaga Surya Lokal penuh dilema
Rutinitas produksi berjalan normal di pabrik perakitan modul surya milik PT Indonesia Solar Global (ISG) Rabu (11/12) di Cikupa Industrial Complex, Tangerang, Banten. Dalam satu sif, terdapat 20 pekerja yang bertugas dalam perakitan, mulai dari menghubungkan sel surya dalam konfigurasi seri, melakukan enkapsulasi, yakni penyegelan sel fotovoltaik (PV) dengan komponen lain, hingga pengujian lewat pencitraan elektroluminesensi untuk memastikan tak adanya kecacatan mik-ro yang tak kasatmata dalam produk. Pabrik perakitan modul surya yang mulai aktif beroperasi pada 2022 ini memiliki kapasitas produksi hingga 65 megawatt (MW) per tahun. Kemampuan lini produksi PT ISG dapat mencapai 715 watt per modul surya. Terdapat dua produk utama yang dipasarkan dengan merek dagang ISGEN, yakni single glass monofacial dan double glass bifacial dengan daya 620 watt per modul.
Direktur Pelaksana PT ISG Rama Dinara menyebutkan, sepanjang 2024 perusahaannya menerima 290 penawaran proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ceruk pasar utama masih dari tiga instansi, yakni Kementerian ESDM, PLN, dan Pertamina. ”Saat ini pasar terbesar kami memang masih proyek PLTS dari BUMN dan yang menggunakan APBN,” ujar Rama. Diakuinya, permintaan produk modul surya lokal saat ini masih ditopang oleh regulasi yang mensyaratkan adanya sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Kendati masih mengimpor komponen terpenting, yakni sel surya dari China, Rama mengklaim modul surya yang ia produksi telah memenuhi syarat TKDN hingga 40 %, karena komponen lain seperti kaca pelindung, rangka aluminium, kotak sambungan (junction box), lapisan solar silikon, kepemilikan mesin, dan SDM berasal dari dalam negeri.
Rama mengklaim tidak ada perbedaan signifikan antara produk modul surya yang secara utuh dirakit di China dan produk rakitan lokal, mengingat teknologi yang digunakan produsen lokal mayoritas dari China serta komponen utama, yakni sel surya, juga diproduksi di China. Sayangnya, terdapat sejumlah regulasi yang membuat biaya impor komponen panel surya lebih mahal ketimbang impor barang jadi. Kondisi ini membuat harga jual panel surya buatan lokal lebih mahal dibanding impor dari China yang di negaranya sudah over-produksi. “Tanpa preemptive dari regulator, industri lokal yang ibaratnya saat ini baru take-off bisa babak belur,” ujarnya. (Yoga)
Ironi mahalnya Harga Obat
Mahalnya harga obat turut menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Data menunjukkan harga sebagian obat di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan dengan di luar negeri, terutama untuk obat impor. Mahalnya harga obat ini meningkatkan biaya kesehatan. Karena itu, tata kelola pengadaan obat perlu dikaji secara menyeluruh. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengakui, harga obat di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan India. Harga obat di Indonesia bisa lebih mahal 1,5 kali hingga lima kali lipat. Mahalnya harga obat di Indonesia ini tak hanya akibat besarnya pajak. Biaya pemasaran dan distribusi serta kompleksnya rantai pasok juga memengaruhi besarnya harga obat yang harus dibayar masyarakat (Kompas, 13/12/2024).
Ada tiga golongan obat yang beredar di Indonesia, yakni obat paten yang diimpor, obat yang habis masa patennya (off patent) impor, serta obat serupa dengan obat off patent buatan dalam negeri atau obat generik. Harga obat paten impor lebih mahal. Harga mahal tak hanya ditemukan pada obat, tetapi juga alat kesehatan. Hal ini dipicu tata kelola pengadaan obat dan jalur perdagangan yang tak efisien karena pembiayaan tak terduga dan tak transparan. Penyediaan obat di fasilitas kesehatan juga dipengaruhi pemasok. Rantai pasok obat yang panjang memengaruhi harga obat. Setiap pelaku dalam rantai pasok, dari produsen, distributor, sampai penjual, menerapkan margin. Sementara, regulasi yang membatasi harga eceran obat belum berjalan baik.
Selain itu, pajak yang diterapkan untuk obat dan alat kesehatan belum mendukung perkembangan industri di dalam negeri. Saat ini produk alat kesehatan impor tak dikenai bea masuk, tetapi komponen pembentuk alat kesehatan dikenai bea masuk sekitar 15 %. Mahalnya harga obat dan alat kesehatan meningkatkan pembiayaan layanan kesehatan. Sebagian obat itu tak masuk formularium dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Akibatnya, warga sulit mengakses obat yang dibutuhkan di fasilitas kesehatan. Karena itu, relaksasi pajak bisa diterapkan untuk obat-obatan impor yang belum bisa diproduksi di dalam negeri untuk menekan harga obat-obatan, terutama obat inovatif impor, yang dibutuhkan untuk layanan kesehatan di Indonesia. Juga perbaikan tata kelola pengadaan obat di Indonesia. (Yoga)
Tidak Meratanya Besaran Kenaikan Tunjangan Guru
Skema peningkatan kesejahteraan guru ASN dan non-ASN bersertifikat pendidik tidak merata sebesar Rp 2 juta seperti yang dijanjikan pemerintah.Besarannya bergantung sertifikat pendidik yang dimiliki guru. Guru yang akan mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp 2 juta adalah guru non-ASN yang lulus sertifikasi pendidik tahun 2024, bagi guru non-ASN yang sudah bersertifikasi pendidik sebelum tahun 2024, TPG akan dinaikkan Rp 500.000 dari sebelumnya Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Untuk guru ASN yang lulus sertifikasi mulai 2024, TPG diberikan sesuai dengan aturan yang sudah berjalan, yakni satu kali gaji pokok. Sementara guru ASN yang sudah tersertifikasi sebelum 2024 tidak ada kenaikan tunjangan.
Hal itu diungkapkan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun PGRI di Jakarta, Sabtu (14/12). Mu’ti meminta maaf jika keputusan ini tidak memuaskan semua pihak. ”Mohon maaf, mungkin jumlahnya belum sebanyak yang diharapkan oleh bapak dan ibu sekalian. Maka, sekali lagi kami mohon maaf belum dapat memberikan tunjangan yang setinggi-tingginya,” katanya. Mu’ti berpesan agar peningkatan kesejahteraan ini digunakan sebaik-baiknya, utamanya untuk meningkatkan kompetensi diri para guru. Dia meminta para guru fokus mendidik anak bangsa. ”Jangan digunakan untuk memperbanyak tunggakan. Saya khawatir kalau tunjangan meningkat, kreditnya jadi meningkat,” ucapnya. (Yoga)
Tiga program Presiden Prabowo bersaing membutuhkan lahan
Tiga program utama Prabowo - Gibran sama-sama butuh lahan, yaitu swasembada pangan, pembangunan 3 juta rumah, dan hilirisasi. Pembangunan 3 juta rumah butuh 26.000 hektar tanah. Per 8 November 2024 sudah mendapat 1.200 hektar, dari sitaan koruptor, aset BUMN, eks HGU dan HGB, wakaf, donasi, serta program tanggung jawab sosial korporasi. Swasembada pangan, beras, jagung, dan gula setidaknya butuh 3 juta hektar lahan. Meskipun belum terdata secara pasti kebutuhannya, hilirisasi pun butuh lahan, baik untuk perluasan kawasan industri atau ekonomi khusus atau pembangunan kawasan industri perkebunan terintegrasi. Upaya mengakurkan pangan, papan, dan hilirisasi tengah digulirkan.
Bahkan, upaya itu diklaim tak bakal menumbalkan lahan pertanian pangan. Pemerintah berencana membuat kebijakan tentang dialihkannya lahan pertanian pangan berkelanjutan di Jawa untuk pembangunan 3 juta rumah dan hilirisasi. Rencana kebijakan menyangkut kawasan lahan pertanian berkelanjutan (KP2B) itu akan dimasukkan dalam Rancangan PP tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RPP RTRW) Nasional 2025-2045. RPP RTRW tengah disusun Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait. Salah satunya, Kementerian ATR / BPN.
KP2B akan mengakomodasi, alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan di Pulau Jawa untuk program 3 juta rumah per tahun serta program hilirisasi. Pengembang yang memanfaatkan sawah di suatu daerah di Jawa tidak diwajibkan mencetak sawah pengganti di daerah itu, tetapi di luar Jawa. Dasar hukumnya adalah UU No 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, yang memuat perlindungan terhadap lahan pertanian pangan. UU itu juga membolehkan lahan pertanian pangan berkelanjutan dialihfungsikan demi kepentingan umum dengan menyediakan lahan pengganti.
Lahan pengganti itu sedikitnya tiga kali luas lahan yang akan dialihfungsikan. Adapun untuk lahan tak beririgasi, lahan penggantinya paling sedikit seluas satu kali luas lahan yang dialihfungsikan. Tapi lahan pengganti di luar Jawa belum tentu akan sesubur di Jawa. Belum tentu juga lahan pengganti itu bisa langsung digunakan untuk menanam padi atau tanaman pangan lain. Bagaimana nasib petani di Jawa yang sawahnya dialihfungsikan? Karena itu, sebelum nasi menjadi bubur, pemerintah lebih baik memanfaatkan lahan lain selain lahan pertanian pangan berkelanjutan. (Yoga)
Pacu Pertumbuhan Domestik dengan Stabilitas Makroekonomi
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, kondisi global terus bergejolak akibat perang dagang, ketegangan geopolitik, serta fragmentasi ekonomi dan keuangan. Kondisi itu kian tak menentu seiring terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS dengan kebijakannya yang lebih mengutamakan kepentingan domestik. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan melambat, dari 3,2 % pada 2024 menjadi 3,1 % pada 2025 dan 3 % pada 2026. Dalam lanskap global tersebut, kata Perry, Indonesia memiliki visi untuk memacu pertumbuhan. Terdapat lima agenda kebijakan transformasi ekonomi nasional yang dapat dilakukan, yakni penguatan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, sinergi mendorong pertumbuhan domestik, serta peningkatan produktivitas dan kapasitas nasional. Kemudian, sinergi pendalaman pasar keuangan untuk perekonomian dan digitalisasi sistem pemba-yaran sektor jasa.
”Pertama harus stabil. Tak bisa memacu pertumbuhan kalau negara tak stabil, baik dari sisi makroekonomi, sistem keuangan, maupun politiknya,” katanya dalam Seminar Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (Kafegama) bertajuk ”Memacu Pertumbuhan Menuju Indonesia Maju”, secara hibrida, Sabtu (14/12). BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar, baik melalui kebijakan suku bunga, intervensi dan pendalaman pasar keuangan dengan instrumen Sekuritas Rupiah BI (SRBI), maupun koordinasi antara fiskal dan moneter. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menambahkan, upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 % membutuhkan kolaborasi dari berbagai sektor. Dalam program makan bergizi gratis, misalnya, pelaku usaha jasa keuangan dapat berkontribusi dalam hal pembiayaan terhadap program tersebut. (Yoga)
Harga Telur Naik jelang natal
Menambah stok telur ayam ras di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (15/12/2024). Pedagang mengakui harga telur ayam ras naik sejak sepekan terakhir. Saat ini di tingkat pedagang pengecer di pasar, harga telur mencapai Rp 31.500 per kilogram. Padahal, sepekan sebelumnya masih dijual Rp 26.000 per kilogram. Kenaikan harga telur terjadi menjelang perayaan Natal 2024.(Yoga)
Apa yang Paling Dicari pada Harbolnas
Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) kerap ditunggu-tunggu konsumen. Ini adalah kesempatan bagi penjual dan pembeli yang berharap harga murah karena diskon besar. Apa saja yang dibeli?
Berikut respons warga. Bagi saya, Harbolnas tetap menjadi pilihan untuk membeli barang perawatan kulit, khususnya untuk wajah, perawatan rambut, dan kosmetik. Barang-barang itu sering diobral dengan harga murah. Selain itu, algoritma yang bekerja memudahkan saya mencari barang-barang yang diperlukan di lokapasar. Namun, pengiriman barang pada masa Harbolnas lebih lama dari biasanya karena banyak orang lain yang juga berbelanja. (AVE) Anindita (28) Dosen di Bandung, Jawa Barat.
Sebagai warga gemar berbelanja daring lantaran ada promo atau diskon, perhelatan Harbolnas sangat membantu. Harbolnas juga bisa menjadi ajang cuan karena barang yang dibeli dengan harga murah, bisa dijual kembali. Lalu, ada komunitas yang kerap membagikan info mengenai promo-promo barang tertentu di aplikasi percakapan, seperti Telegram. Ini juga cukup membantu bagi yang gemar berbelanja daring. (ERK) Techi Pardede (26) Karyawan Swasta di Jakarta.(Yoga)
Ilham Pinastiko, Pala Nusantara, Jam Tangan Kayu untuk Nusantara
Impian Ilham Pinastiko (38) dan teman-teman membuat jam tangan yang merepresentasikan Indonesia tercapai. Pala Nusantara, jam tangan kayu buatannya, tak hanya penunjuk waktu, tetapi juga daya tarik untuk mengenal Tanah Air. Desain jam tangan Pala Nusantara ini unik. Selain terbuat dari kayu, bentuknya juga besar dan tebal, dengan knop pengatur berwarna merah menyala. ”Sengaja saya desain bulky seperti ini untuk menonjolkan kayu yang menjadi bahan dasarnya. Namun, kayu bukan dianggap barang mahal di Indonesia karena bahannya melimpah,” ujar Ilham di Kantor PT Kreasi Pala Nusantara, Kota Bandung, Jabar, Jumat (6/12). Untuk menambah kesan mewah, jam tangan Pala Nusantara dilengkapi strap atau pengikat berbahan kulit. ”Dalam fashion, penggunaan kulit itu pasti untuk menunjukkan kemewahan. Jadi, kayu yang identik dengan hal yang murah bisa diimbangi dengan strap kulit,” katanya.
Desain unik ini mampu menarik perhatian, yang menjadi awal memperkenalkan Indonesia. Dalam setiap produknya, Pala Nusantara selalu menonjolkan narasi soal Indonesia. Produk Pala Arwana, memadukan warna coklat muda dengan ikat jam tangan berwarna biru, merepresentasikan fauna endemik Indonesia, yaitu ikan arwana atau ikan siluk, yang menjadi simbol kemakmuran. Pala Cemani berupa jam kayu hitam polos, terinspirasi dari ayam cemani yang berwarna hitam dan menjadi legenda dari kerajaan di Nusantara. Pala Mega Mendung, terinspirasi dari kebudayaan Nusantara, salah satunya motif batik Cirebon, yaitu mega mendung, yang bermakna kemakmuran, divisualisasikan dengan gambar awan bergulung. ”Desain jam tangan kami memiliki cerita yang erat kaitannya dengan Nusantara. Saya harap pemakainya menjadi dalang menceritakan Tanah Air di mana saja dan Pala Nusantara menjadi jam tangan nasional,” kata Ilham.
Impian itu menemukan jalannya saat Pala Nusantara menjadi buah tangan KTT G20 di Bali tahun 2022. Jam tangan ini diberikan kepada undangan serta pejabat dan petinggi negara yang hadir. Dari sana, Pala Nusantara kian mengokohkan diri sebagai jenama lokal yang diakui secara nasional. Pada 2024, Pala Nusantara meraih perunggu dalam Most Collaborative Brand di ajang Wonderful Indonesia Co-Branding Awards (WICA) 2024. Ini merupakan nominasi paling bergengsi dari Kemenparektraf. Setahun sebelumnya, Pala Nusantara diganjar penghargaan serupa. Produk besutan Ilham ini meraih emas dalam Rising Star Brand dalam WICA 2023. Ilham merintis Pala Nusantara sejak 2015. Pala Nusantara bukanlah jam tangan kayu pertama buatan Ilham.
Sejak 2010, Ilham membuat jam tangan kayu, tetapi untuk perusahaan lain. Jam tangan itu sukses dan menarik banyak pembeli. Saat itu, dia tidak diperkenalkan sebagai perancang.Dia memperkenalkan produknya melalui berbagai kompetisi desain. ”Butuh dua tahun bagi kami untuk bisa ikut berbagai kompetisi. Akhirnya, pada 2017 kami masuk Good Design Indonesia. Dari sana, pintu relasi hingga investor terbuka, hingga di tahun 2018 kami menemukan angel investor,” kata Ilham. Setelah mendapat dukungan moril dan materiil, Pala semakin melejit. Produksi jam tangan yang semula hanya ratusan per bulan kini mencapai ribuan unit. Hingga 2024, Ilham telah mempekerjakan lebih dari 60 orang. (Yoga)









