;

Iffah Rachmi, Kampanyekan Sanitasi dengan kreatif

Iffah Rachmi, Kampanyekan Sanitasi dengan kreatif

Mengubah perilaku orang agar tidak buang air besar sembarangan tidaklah mudah. Bersama anak muda di Lampung, Iffah Rachmi membangkitkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya sanitasi dengan cara kreatif. Puluhan anak muda berkumpul di bantaran Sungai Way Belau di RT 046 Kampung Gudang Agen, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung, akhir November 2024. Mereka menggelar acara Musik Tepi Sungai bertajuk ”Toilets: A Place for Peace”. Kegiatan itu bertujuan mengampanyekan pentingnya sanitasi. Sejumlah instalasi seni dan panggung musik disiapkan. Yang menarik adalah instalasi seni rupa tiga dimensi yang menggambarkan peta Kota Bandar Lampung yang tercemar sampah. Tak hanya sampah plastik dari rumah tangga, limbah dari kotoran manusia juga digambarkan mencemari air tanah hingga kawasan pesisir.

Ada kloset duduk yang sengaja diletakkan di pinggir sungai, sebagai pengingat bahwa urusan buang air besar sembarangan bukan masalah sepele karena bisa sampai mencemari sungai. Konsep acara yang memadukan seni, musik, dan edukasi sengaja dibuat untuk menarik minat masyarakat, khususnya anak muda. Lewat kegiatan itu, isu sanitasi yang kerap dianggap tak populer diharapkan bisa diterima semua orang. Kegiatan dibuka dengan pembacaan puisi, dilanjutkan diskusi. Para peserta, mulai anak muda kampung, mahasiswa, hingga penggiat lingkungan di Lampung hadir. Ada pula ibu-ibu rumah tangga, ketua RT, lurah, hingga camat. Acara ditutup dengan penampilan grup-grup music lokal. Para pengunjung bernyanyi dan berjoget di pinggir sungai.

Iffah Rachmi(36) adalah inisiator terwujudnya kampanye kreatif itu. Sejak 2018, ia aktif menggerakkan anak muda agar peduli sanitasi. Lewat komunitas Youth Sanitation Concern (YSC) Indonesia, Iffah mengajak generasi Z dan milenial turun tangan mem benahi persoalan sanitasi di kwasan padat penduduk, yang bermula dari Youth Sannitation Camp yang digagas organisasi nirlaba Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Indonesia bekerja sama dengan beberapa lembaga organisasi masyarakat lokal di Lampung. Kala itu, Iffah aktif berkegiatan di SNV. Kegiatan Youth Sanitation Camp dibuat untuk menjaring anak-anak muda yang peduli pada isu sanitasi. Selama tiga hari, peserta yang berusia 17-30 tahun diajak berkemah bersama. Di sela-sela kegiatan, mereka diajak berdiskusi tentang berbagai persoalan sanitasi, khususnya yang ada di Bandar Lampung.

Dari situ, Iffah menginisiasi komunitas YSC Indonesia. Hingga kini ada sekitar 100 pemuda yang menjadi sukarelawan di komunitas YSC Indonesia. Saat pandemi Covid-19, YSC Indonesia menggagas gerakan cuci tangan pakai sabun di Kampung Gudang Agen. Berbagai kegiatan edukasi digelar guna meningkatkan kesadaran warga soal sanitasi. Tak berhenti di situ, YSC Indonesia juga membantu masyarakat membenahi persoalan sanitasi di kampung itu. Salah satu proyek kolaborasi adalah perbaikan toilet komunal. Renovasi dilakukan agar limbah tinja dari dalam tangki septik toilet tidak lagi mengalir dan mencemari sungai. Hingga saat ini setidaknya ada tiga lokasi toilet komunal yang sudah direnovasi dan manfaatnya dirasakan warga. YSC Indonesia mengembangkan tangki septik berbasis teknologi Tripikon-S untuk menangani limbah tinja dari rumah-rumah panggung di atas laut di pesisir Bandar Lampung. (Yoga)  


Download Aplikasi Labirin :