;

Sinyal Risiko di Pasar Keuangan Semakin Kuat

Ekonomi Hairul Rizal 16 Dec 2024 Kontan (H)
Sinyal Risiko di Pasar Keuangan Semakin Kuat
Pekan ini, pasar keuangan akan fokus pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed, yang akan menentukan arah suku bunga acuan. Menurut Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, The Fed diproyeksikan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,25%-4,5%, sementara BI kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga di 6% untuk menopang nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp 16.000 per dolar AS.

Dimas Krisna Ramadhani, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menambahkan bahwa keputusan BI mempertahankan suku bunga dapat memperbesar selisih dengan Fed rate, yang diharapkan mendorong aliran dana masuk ke Indonesia. Namun, Oktavianus Audi, Vice President Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa kebijakan Donald Trump dapat memperlambat pemangkasan suku bunga The Fed di masa depan, meningkatkan volatilitas pasar.

Fikri C. Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, memproyeksikan depresiasi rupiah berlanjut hingga 2025, dengan kisaran Rp 16.000–Rp 16.100 per dolar AS. Ketidakpastian global dan kebijakan tarif AS menjadi faktor utama yang mengurangi minat investasi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sementara itu, untuk pasar saham, Ratih Mustikoningsih dan Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 7.200–7.550 hingga akhir tahun. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati (wait and see), menanti kepastian dari keputusan RDG BI dan FOMC.
Tags :
#Keuangan
Download Aplikasi Labirin :