Arah Suku Bunga Global di Tahun Depan
Pekan ini menjadi momentum penting bagi arah kebijakan moneter global, dengan 22 bank sentral dari berbagai negara menggelar pertemuan, termasuk The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat yang menjadi perhatian utama. The Fed diprediksi memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), meski ancaman inflasi akibat kebijakan tarif pemerintahan Presiden Donald Trump dapat membatasi penurunan lebih lanjut. David Wilcox, Direktur Penelitian Ekonomi AS di Bloomberg Economics, menyebut kebijakan Trump menambah tantangan bagi The Fed dalam menentukan langkah ke depan.
Setelah The Fed, Bank of Japan (BOJ) dan Bank of England (BOE) diperkirakan akan menahan suku bunga, dengan negara-negara Eropa lainnya juga cenderung mempertahankan kebijakan moneter mereka. Namun, Riksbank Swedia kemungkinan akan memangkas suku bunga untuk kelima kalinya tahun ini.
Di Asia Tenggara, Bank Indonesia dan bank sentral Filipina diproyeksikan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps, sementara Bank of Thailand diperkirakan menahan suku bunga di level 2,25%. Sementara itu, People's Bank of China (PBOC) berencana melonggarkan kebijakan moneter tahun depan dengan memotong suku bunga dan menurunkan giro wajib minimum. Wang Xin, Direktur Biro Penelitian PBOC, menyatakan langkah ini bertujuan mendorong pembiayaan untuk sektor ekonomi riil yang saat ini melambat.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023