;

Titik Nadir Industri Manufaktur Indonesia

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kontan, 5 Mei 2020

Dari hasil survei IHS Markit, yang melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI)  Industri manufaktur Indonesia makin terpuruk akibat di titik nadir dan berada di posisi terendah sejak tahun 2011 dikarenakan pandemi virus korona Covid-19. Menurut Bernard Aw, Kepala Ekonom IHS Markit, ini merupakan Penurunan PMI posisi terendah sepanjang survei yang dilakukan IHS Markit hal ini dipengaruhi oleh penyebaran korona yang mengakibatkan penutupan pabrik. Di sisi lain permintaan anjlok, output produksi hingga permintaan baru terpuruk. Walhasil, kapasitas produksi berkurang besar sehingga kebutuhan tenaga kerja turun tajam. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pun mengintai. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia, terbukti memengaruhi tingkat produksi karena menyebabkan banyak perusahaan tutup sementara. Hal ini diperparah dengan penurunan permintaan baru, yang sebagian besar dari permintaan ekspor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja online dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR memperkirakan, penurunan kinerja manufaktur puncaknya terjadi di bulan April 2020, dan kemungkinan berlangsung sampai bulan Mei 2020. PMI ini yang terendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Penurunan kinerja manufaktur pada April juga turut berkontribusi terhadap penurunan kinerja impor dengan realisasi kuartal I-2020 mengalami kontraksi 3,7% terutama impor bahan baku dan modal.

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat tidak menampik kinerja industri manufaktur akan terus mengalami penurunan sampai dengan kebijakan PSBB dicabut, ia memperkirakan butuh waktu lebih panjang untuk melakukan penyesuaian dengan keadaan pasar. Sehingga tak menutup kemungkinan, indeks PMI juga akan terus mengalami penurunan

Daya Beli Ambruk, Ekonomi Makin Terpuruk

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kontan, 6 Mei 2020

Krisis ekonomi datang lebih awal di Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya diprediksi baru akan nampak pada kuartal II dan III tahun 2020 ini ternyata sudah nampak pada kuartal I-2020 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi hanya 2,97% yoy dan merupakan yang terendah dalam 19 tahun terakhir. Angka ini jauh dari prediksi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan bahkan beberapa ekonom.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan perlambatan Produk Domestik Bruto (PDB) dirasakanjuga negara-negara lain yang terdampak pandemi virus korona (Covid-19). Ia menambahkan bahwa salah satu biang kerok perlambatan ekonomi kuartal I adalah konsumsi rumah tangga yang ambruk. BPS mencatat konsumsi masyarakat hanya tumbuh 2,84% yoy disbanding periode sama tahun lalu tumbuh 5,02%.

Dilain sisi, Iskandar Simorangkir Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, meski capaian ekonomi di bawah perkiraan pemerintah namun masih merupakan prestasi bila membandingkan dengan negara-negara lain yang tumbuh negative. Pemerintah sendiri disebut sudah memasang kuda-kuda untuk menjaga ekonomi di tengah krisis akibat Covid-19 serta telah menambah anggaran belanja dan pembiayaan anggaran hingga RP 405,1 triliun untuk insentif penanganan efek Covid-19 terhadap perekonomian.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu menambahkan, pemerintah akan mempercepat penyaluran bantuan sosial untuk mencegah merosotnya daya beli masyarakat

Sementara dari sisi produksi, Masyita Crystallini, Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi mengatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan bantalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM. Program ini akan diluncurkan untuk meringankan tekanan ekonomi bagi pelaku usaha, terutama ultra mikro dan UMKM dan diharapkan ekonomi pada kuartal IV membaik.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Akhmad Akbar Susamto mengingatkan, salah satu cara mendongkrak daya beli dan konsumsi dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik, dan gas yang menjadi konsumsi sekaligus komponen terbesar pengeluaran warga miskin. Meski mobilitas masyarakat dibatasi, harga BBM tetap berperan besar dalam mobilitas barang logistik.

Ekonom Institut Kebijakan Strategis Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi menambahkan, penurunan harga BBM dan energi akan mendorong tigkat daya beli masyarakat kelas menengah atas yang akan turut mendongkrak konsumsi.

Harga Komoditas Diprediksi Menurun

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kontan, 6 Mei 2020

Tahun ini sepertinya belum menjadi tahun yang membawa kabar gembira bagi harga komoditas ekspor Indonesia. Prediksi Bank Indonesia (BI), rata-rata harga komoditas sepanjang 2020 akan menurun 14,2%. Meski begitu, Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis, komoditas ekspor bisa meroket 2021 sehingga rerata harganya bisa tumbuh di kisaran 12,9%.

Lebih lanjut, orang nomor satu di bank sentral tersebut pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memprediksi bahwa rata-rata harga minyak di akhir tahun ini bisa di level US$ 35 per barel, meski saat ini harga minyak dunia sempat jatuh.

Senada dengan Perry, Ekonom BCA David Sumual juga memprediksi harga komoditas ekspor masih ada harapan untuk meningkat termasuk harga minyak mentah. Apalagi, setelah nanti pandemi virus Korona Covid-19 sudah ada tanda-tanda akan berakhir karena restocking pasca Covid-19 dan harga minyak akan pulih pasca itu, dengan kondisi seperti itu, ekspor Indonesia berpotensi naik 15% di tahun 2021.

Sebelumnya Staf Khusus Presiden Arif Budimanta mengatakan, ekspor komoditas masih menjadi tulang punggung perekonomian, untuk itu agar menghilangkan ketergantungan ini, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan hilirisasi. Arif menyebut ada dua keuntungan dari kebijakan hilirisasi ini, yakni memperoleh nilai tambah dari proses pengolahannya dan juga terbebas dari ancaman fluktuasi harga komoditas secara tiba-tiba.

Korona Bikin Ditjen Pajak Ekstensifikasi

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kontan, 6 Mei 2020

Upaya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengumpulkan penerimaan negara melalui ekstensifikasi basis pajak baru terhambat pembatasan sosial untuk mencegah pandemi virus korona. Kondisi ini membuat pajak tidak bisa melakukan pendekatan ke wajib pajak (WP) secara tatap muka. Hal ini tercermin dari realisasi surat pemberitahuan tahunan (SPT) yang turun 13,2% ketimbang periode sama tahun lalu padahal sebelumnya pajak mematok target realisasi SPT bisa mencapai tingkat kepatuhan formal wajib pajak di level 80%-85%.

Direktur Potensi dan Kepatuhan Pajak Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Ihsan Priyawibawa mengatakan tingkat kepatuhan SPT turun diantaranya disebabkan wajib pajak terutama orang pribadi (OP) masih mengandalkan layanan tatap muka saat pengisian SPT misalnya dengan kelas pajak yang diselenggarakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk konsultasi.

Lebih lanjut, untuk mengejar penerimaan pajak melalui ekstensifikasi tahun ini pihaknya fokus pada pengawasan berbasis kewilayahan. Bila virus korona sudah hilang, otoritas pajak akan turun langsung ke lapangan dengan memanfaatkan data yang tersedia di sistem Ditjen Pajak, baik internal maupun eksternal seperti data faktur, data keuangan dan lainnya.

Menurut pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam perluasan basis pajak berbasis kewilayahan menjadi penting saat ini karena Ditjen Pajak sudah kewalahan mengejar setoran pajak yang ditargetkan oleh pemerintah. Apalagi pemerintah sudah memberikan beragam stimulus pajak bagi banyak pihak untuk menjaga roda ekonomi mereka tidak terjatuh lebih dalam. Sebagai catatan, realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari-Februari 2020 sebanyak Rp 152,9 triliun turun 4,9% ketimbang 2019 yakni Rp 160,9 triliun.

Adapun saat membuat profil wajib pajak perorangan ini, Danny mengharapkan pajak sudah mencakup profil ekonominya dan sudah terstandardisasi supaya memudahkan dalam mengolah dan menyocokan data.


Antisipasi Lonjakan Penganggur

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kompas, 6 Mei 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ada tambahan 60.000 penganggur per Februari 2020. Jumlah penganggur itu diperkirakan akan terus melonjak pada triwulan II-2020, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok pada tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi ini harus diantisipasi pemerintah melalui kebijakan penanggulangan Covid-19 yang lebih terintegrasi antara aspek kesehatan, dunia usaha, dan ketenagakerjaan,

BPS merilis, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 sebesar 2,97 persen. Sedangkan pemerintah dan Bank Indonesia kini memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 2,3 persen dan dalam skenario sangat berat minus 0,4 persen. BPS juga merilis, per Februari 2020, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun tipis menjadi 4,99 persen dibandingkan 5,01 persen pada Februari 2019 namun menurut Kepala BPS Suhariyanto, kondisi itu sebelum ditemukan kasus Covid-19 di Indonesia. Memasuki triwulan II-2020, angka pengangguran diperkirakan akan bertambah karena mulai terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Suhariyanto menambahkan, berdasarkan analisis mahadata ketenagakerjaan, terjadi penurunan jumlah iklan lowongan kerja yang mulai melambat pada Maret 2020 dan menurun drastis pada April 2020 sementara Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, hingga 4 Mei 2020, jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan mencapai 2,92 juta orang.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini mengarah pada skenario berat. Dengan pertumbuhan ekonomi 2,97 persen di triwulan I, jumlah penganggur pada April-Juni bisa bertambah 6 juta orang-9 juta orang dan berharap pemerintah segera mengantisipasi potensi lonjakan penganggur itu dikarenakan berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan belum berdampak signifikan. Hal senada dikatakan Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar. Ia menambahkan pemerintah harus lebih fokus pada program padat karya tunai di daerah untuk merekrut para pekerja yang terdampak Covid-19.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengemukakan Kementerian terus mempercepat program Padat Karya Tunai (PKT) yang dinilai dapat berdampak ganda pada ekonomi desa, mulai dari mengurangi penganggur, menyokong daya beli masyarakat, hingga meningkatkan infrastruktur pertanian dengan anggaran sebesar Rp 11,2 triliun


Menilik Dark Web Tempat Jualan Data Hingga Kokain

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kompas, 6 Mei 2020

Data Pribadi, mulai dari nama, alamat surat elektronik atau e-mail, nomor telepon, hingga tanggal lahir dari 91 juta akun pengguna Tokopedia telah diretas. Kini, tumpukan data itu dijual di ”dark web” alias jaringan gelap internet. Satrio Pangarso Wisanggeni arian Kompas, Senin (4/5/2020), mengunjungi dark web yang menggunakan jaringan Tor untuk menilik langsung sebuah situs marketplace bernama Empire Market yang disebut oleh si peretas sebagai tempat ia menjual basis data (database) Tokopedia tersebut. Melalui fitur pencarian cepat (quick search) di situs Empire Market, ditemukan item bernama ”Tokopedia 91M” yang dijual oleh akun bernama ShinyHunters seharga harga 5.000 dollar AS atau sekitar Rp 75,7 juta.

Membaca keterangannya, basis data Tokopedia ini dipasang di Empire Market sejak Minggu (3/5/2020). Sudah ada tiga orang yang membeli basis data tersebut hingga Senin malam (4/5). ShinyHunters tak hanya menjual basis data hasil retasan Tokopedia. Melalui lamannya, dapat dilihat bahwa pada hari Minggu lalu, akun itu juga menjual empat basis data hasil retasan di sejumlah situs.

Ia menjual 20 juta akun pengguna Unacademy, sebuah layanan edukasi digital yang populer di India. Basis data ini dijual dengan harga 2.000 dollar AS atau Rp 30,2 juta. Selain itu, ShinyHunters juga menjual basis data akun dari situs pencetakan buku foto di Amerika Serikat, Chatbooks. Tumpukan berisi 15 juta akun ini dijual dengan harga yang sama dengan akun pengguna Unacademy, yakni 2.000 dollar AS. Situs web milik media juga tak lepas dari aksi ShinyHunters. Ia menjual data 3 juta akun yang terdaftar di situs The Daily Chronicle dengan harga 1.500 dollar AS atau sekitar Rp 22 juta. Adapun 15 juta data dari layanan manajemen pelanggan (customer relationship management/CRM) real estat dan properti Knock dijual 1.200 dollar AS (Rp 18 juta). Meski demikian, tidak bisa dipastikan apakah basis data yang dijual tersebut dapat benar-benar dikonfirmasi isinya.

Semua transaksi di Empire Market menggunakan tiga mata uang kripto: bitcoin (BTC), litecoin (LTC), dan monero (XMR). Pengguna dapat bertransaksi dengan memasukkan bitcoin ke dalam deposit di Empire Market. Berdasarkan situs forum dark web, Dread, Empire Market adalah situs jual-beli paling populer dalam jaringan Tor. Empire Market memang menjual barang-barang yang ilegal. Di laman utamanya, terlihat sejumlah featured listings atau barang-barang yang mendapat lokasi tampilan utama. Barang-barang itu antara lain bibit ganja, minyak tetrahydrocannabinol yang didapatkan dari daun mariyuana, kokain, obat Adderall, hingga heroin. Sebanyak 2 gram kokain asal sebuah negara di Amerika Selatan dijual dengan harga 169 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta.

Apabila masuk lebih dalam, pengunjung juga bisa melihat bahwa barang ilegal yang dijual di Empire Market tidak hanya narkoba, tetapi juga uang palsu, dari dollar AS hingga euro. Suratizin mengemudi palsu dari sejumlah negara hingga kunci TSA untuk membuka tas di bandara juga dijual. Beberapa basis data hasil peretasan pun dijual di Empire Market. Informasi dari 164 juta akun Linkedin yang dibobol pada 2016 dijual dengan harga 9,99 dollar AS. Basis data yang berisis 49 juta data kependudukan warga Turki yang bocor pada 2016 pun terlihat masih tersedia di Empire Market, juga dengan banderol 9,99 dollar AS.

Empire Market adalah situs dark web yang berada dalam jaringan Tor, kependekan dari The Onion Router. Ketua Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja mengatakan, Tor adalah jaringan dark web yang paling populer. ”Selain Tor, ada I2P dan banyak lainnya,” kata Ardi saat dihubungi Kompas.

Menurut Ardi, ada tiga jenis jaringan internet. Ia menggambarkannya sebagai sebuah gunung es. Bagian pertama adalah bagian gunung es yang tampak berada di atas permukaan laut. Ardi menyebut bagian ini sebagai internet biasa; yang terlihat oleh mesin pencari, Google misalnya. Bagian kedua adalah deep web. Bagian ini mengacu pada konten atau situs dalam jaringan internet yang harus diakses menggunakan en kripsi atau password. Kaspersky mengatakan, 90 persen internet adalah deep web, yang tidak selalu bersifat berbahaya.

Adapun bagian ketiga disebut dark web. Di area ini, situs tidak terdeteksi oleh mesin pencari dan harus menggunakan aplikasi perambah (browser) khusus. Situs-situs dalam dark web bersifat anonim. ”Nah, area ini menjadi tempat aktivitas ilegal, kegiatan kriminal,” kata Ardi. Tor merupakan salah satu jaringan yang berada dalam kategori dark web.

Operation Onymous, operasi pembongkaran jaringan Tor yang digawangi oleh Europol, FBI, pada November 2014 berhasil membongkar 410 situs marketplace ilegal. Sebanyak 17 vendor dan administrator ditangkap. Otoritas juga menyita bitcoin senilai 1 juta dollar AS dan 180.000 euro dalam bentuk narkoba serta logam mulia. Operation Notarise yang digelar oleh National CrimeAgency (NCA) Inggris pada 2014-2015 juga dilaporkan BBC telah berhasil menangkap 746 paedofil yang berada di dalam dark web.

Dalam jaringan Tor, identitas pengguna dan server mengalami proses anonimisasi sehingga tak bisa dimonitor. Hal ini dilakukan dengan melewatkan jaringan pengguna melewati ribuan lapis titik pengguna.

Berdasarkan dokumentasi resmi Tor, per 3 Mei 2020, ada 6.780 lapisan relay. Karakteristik berlapis inilah yang menjadi alasan mengapa disebut onion atau bawang. Seluruh alamat dalam Tor menggunakan .onion sebagai domainnya. Berdasarkan dokumentasi resmi Tor, kini terdapat 193.750 situs yang berada dalam jaringan Tor.

Alamat dalam jaringan Tor tidak sesederhana dalam jaringan internet biasa.Alamat situs dalam jaringan Tor berisi kombinasi huruf dan angka yang panjang. Alamat Empire Market yang diakses Kompas pada Senin malam terdiri dari kombinasi angka dan huruf yang acak sepanjang 56 digit.

Tor bermula pada 1990-an ketika sejumlah pakar komputer di Pusat Riset Angkatan Laut Amerika Serikat memikirkan cara untuk membuat jaringan internet anonim. Pada 2006, proyek Tor menjadi sebuah yayasan nonprofit. Yayasan ini dibiayai donasi pribadi dari puluhan ribu orang hingga sejumlah instansi dan organisasi besar dunia.

Perusahaan teknologi seperti Google, Reddit, sejumlah perguruan tinggi, organisasi nonprofit seperti Human Rights Watch, hingga instansi pemerintahan dari sejumlah negara pernah menjadi donatur Tor. Salah satu sponsor aktif Tor saat ini adalah Biro Demokrasi, Ketenagakerjaan dan HAM Kementerian Dalam Negeri AS.

Sejumlah media ikut membuat situs dalam jaringan dark web, seperti New York Times, BBC, dan Propublica. Platform media sosial Facebook juga menyediakan situs dalam jaringan Tor sejak 2014.

”Konten BBC World Service kini tersedia di jaringan Tor untuk melayani pemirsa yang berada di negara-negara yang menutup akses terhadap BBC. Hal ini segaris dengan misi BBC World Service untuk menyediakan berita tepercaya di seluruh dunia,” ungkap BBC pada 23 Oktober 2019.

Waspadai Lanjutan Perlambatan Ekonomi

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kompas, 6 Mei 2020

Perekonomian Indonesia tumbuh 2,97 persen pada triwulan I-2020. Konsumsi rumah tangga dijaga agar perlambatan tak berlanjut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka pertumbuhan ini merupakan yang terendah dalam dua dasawarsa terakhir atau sejak triwulan I-2001. Sebagaimana disampaikan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), awal April, pertumbuhan ekonomi RI pada 2020 dalam skenario berat sebesar 2,3 persen. Adapun berdasarkan skenario sangat berat bisa minus 0,4 persen. Sedangkan Dana Moneter Internasional memproyeksikan perekonomian tumbuh 0,5 persen

Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, berpendapat, realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2020 mengindikasikan perlambatan lanjutan. Perekonomian triwulan II-2020 berpotensi tumbuh minus karena aktivitas ekonomi menurun lebih signifikan sejak awal April ketika kebijakan pembatasan sosial berskala besar diberlakukan berbagai daerah

Dalam keterangan pers seusai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, 14 April 2020, disebutkan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada triwulan II dan III tahun ini, akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan akan mulai pulih pada triwulan IV-2020.

Josua menambahkan, ekspektasi pertumbuhan ekonomi memiliki deviasi yang cukup lebar, dengan mempertimbangkan ketidakpastian akibat Covid-19. Berkaca pada data pertumbuhan ekonomi triwulan I-2020, respons kebijakan pemerintah perlu diarahkan pada percepatan realisasi anggaran belanja jaring pengaman sosial. Realokasi anggaran juga dititikberatkan pada penanganan Covid-19. Josua menambahkan, daya beli masyarakat mesti dijaga, sehingga konsumsi rumahtangga perlu disokong. Dengan cara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa diupayakan tetap positif.

Sebagaimana disampaikan Kepala BPS Suhariyanto, Selasa, perlambatan pertumbuhan ekonomi dipengaruhi dampak awal penyebaran Covid-19 dan respons kebijakan pembatasan sosial di sejumlah negara. Namun, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia tak berubah, yang didominasi konsumsi rumah tangga.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, konsumsi rumah tangga yang turun tajam memperkuat urgensi percepatan bantuan sosial pada triwulan II-2020. Di sisi produksi, program pemulihan ekonomi nasional untuk UMKM perlu dilaksanakan secepatnya agar dapat membantu meringankan tekanan terhadap rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah menyiapkan solusi—yang mengacu pada kondisi normal baru—agar dampak pandemi Covid-19 tidak merambat ke berbagai sektor

Start-up Gudang Ada Raih Pendanaan Seri A Rp 372 M

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 6 Mei 2020

Gudang Ada, startup yang bergerak di bidang fast moving consumer goods (FMCG) business-to-business (B2B) di Indonesia, mengumumkan pendanaan Seri A sejumlah US$ 25,4 juta, atau setara Rp 372 miliar. Pendanaan tersebut dipimpin oleh firma modal ventura Sequoia India dan Alpha JWC Ventures, dengan partisipasi dari Wavemaker Partners. Dengan pendanaan Seri A, kali ini, Gudang Ada telah berhasil mendapatkan total pendanaan sebesar US$ 36 juta, atau sekitar Rp 528 miliar hanya dalam 15 bulan sejak perusahaan berdiri.

Gudang Ada akan menggunakan pendanaan untuk terus mengembangkan sistem teknologinya, meluncurkan lini bisnis baru, dan memperkuat tim internal. Pendiri dan CEO Gudang Ada Stevensang mengatakan, melalui platform Gudang Ada, pihaknya dapat menyokong rantai pasok (supply chain), membantu menjamin ketersediaan sembako dan kebutuhan sehari-hari lain, serta membantu pelaku industri agar tetap berjalan optimal di masa PSBB di banyak daerah Tanah Air.

Tak hanya platform transaksi, Gudang Ada juga telah meluncurkan layanan logistik di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Medan, dan Lampung untuk membantu menjamin ketersediaan pasokan barang. Hingga saat ini, Gudang Ada berhasil menghubungkan lebih dari 50.000 pedagang di 500 kota serta mencakup hampir 100% dari pedagang grosir FMCG di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui pendekatan sebagai penyokong (enabler) simbiosis yang lebih baik antarpemain industri FMCG, bukan sebagai pengganggu (disruptor) ekosistem maupun rantai pasok.


Rupiah dan IHSG Menguat

R Hayuningtyas Putinda 09 May 2020 Republika, 06 May 2020

Melemahnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020 tak memengaruhi nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kurs rupiah dan IHSG tetap menguat kendati ekonomi Tanah Air hanya tumbuh 2,97 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi kuartal pertama lebih rendah dari perkiraan, masih dapat diterima oleh pasar.

Inflasi April yang rendah di 0,08 persen dan tingginya tingkat pengangguran, yaitu di atas dua juta jiwa, di perkirakan akan membuat pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pelonggaran PSBB diharapkan akan membantu roda perekonomian kembali berjalan secara normal sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp 15.104 per dolar AS dibanding pada hari sebelumnya di posisi Rp 15.073 per dolar AS.

Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan, IHSG ditopang oleh data PDB kuartal satu. Meskipun di bawah konsensus, masih positif, beda dengan negara besar lain, seperti Cina dan Amerika yang pertumbuhan ekonominya di kuartal satunya negatif.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp 429,94 miliar.


Pelemahan Pasar Sektor Energi - Duo Emas Hitam Makin Gelagapan

R Hayuningtyas Putinda 09 May 2020 Bisnis Indonesia, 08 May 2020

Tekanan terhadap dua penopang sektor energi yakni minyak bumi dan batu bara kian berat. Ini tampak dari turunnya harga acuan kedua komoditas yang sama-sama kerap disebut emas hitam itu.

Harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada April tercatat anjlok ke angka US$20,66 per barel. Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga merilis bahwa harga batu bara acuan (HBA) untuk Mei 2020 juga tercatat turun menjadi US$61,11 per ton. 

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dan Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan rendahnya harga minyak mentah Indonesia akan berdampak terhadap kinerja bisnis perseroan di sektor hulu. Pihaknya melakukan sejumlah inisiatif dengan efisiensi dan menerapkan efektivitas operasional. 

Kendati demikian, dia menyatakan Pertamina dan Pertamina EP masih bisa mencetak profit di tengah kondisi tersebut dengan cara efisiensi besar-besaran. 

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman mengatakan pihaknya masih memantau terus mengenai perkembangan harga minyak global dan ICP ini dalam merumuskan rekomendasi kebijakan di hulu migas. 

Senada, Pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, untuk menghitung keekonomian bisnis tidak hanya tecermin berdasarkan dengan harga per bulannya, melainkan rata-rata harga selama setahun. 

Dia memproyeksikan, ICP akan merangkak naik apabila terjadi pemulihan dampak Covid-19 secara global.   

Sementara itu, untuk batu bara, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan melambatnya perekonomian global akibat pandemi Covid-19 berdampak pada turunnya permintaan komoditas itu dari konsumen utama batu bara di kawasan Asia a.l. China, Korea Selatan, India dan Jepang. 

Direktur & Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk (BRMS) Dileep Srivastava menuturkan memang harga batu bara saat ini tengah tertekan. Namun, efisiensi masih bisa diterapkan untuk produk batu bara dari produsen berbiaya rendah yang efisien. Saat ini harga minyak juga tengah merosot sehingga akan dapat membantu perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. Arviyan Arifin mengatakan perusahaan mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara di Asia di tengah fluktuasi HBA. 

Penjualan batu bara perusahaan terkena dampak akibat kebijakan protokol penguncian atau lockdown, salah satunya yang dilakukan oleh India yang sempat tak lagi menerima kapal masuk termasuk tongkang batu bara.

Pilihan Editor