;

Layanan Bus Kota Butuh Kemauan Politik Pemerintah Daerah

Yoga 16 Jan 2025 Kompas
Kementerian Perhubungan akhirnya menggelontorkan subsidi untuk program pembeli layanan atau buy the service. Keterbatasan fiskal masih menjadi dalih pemerintah daerah untuk berharap pemberian subsidi. Kemauan politik pemda menentukan keberlanjutan transportasi umum di setiap kota.Padahal, manfaat bus kota ini telah dirasakan banyak orang.  Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, misalnya, menghentikan dua dari tiga koridor Trans Mamminasata yang beroperasi. Sebab, kontrak atas subsidi dari Kemenhub telah berakhir. Alhasil, banyak warga menyayangkan berhentinya moda transportasi tersebut. ”Moda transportasi ini membuat kami dapat menikmati moda transportasi umum yang nyaman dan murah. Apalagi, tersedia rute dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, ke pusat kota yang dianggap berbiaya mahal,” ujar dosen sekaligus salah satu pengguna Trans Mamminasata, Eko Saputro (30), saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Dengan bus Trans Mamminasata, ia hanya perlu merogoh kocek Rp 5.000 dari bandara ke pusat kota. Besarannya terpaut hingga 40 kali lipat jika ia menggunakan taksi daring yang mencapai Rp 200.000. Dalam laporan Kemenhub, program buy the service (BTS) terbesar terdapat di 11 kota pada 2024. Dari kota-kota tersebut, Makassar menjadi kota ketiga dengan tingkat keterisian (load factor) terbesar yang mencapai 58,9 persen. Sepanjang 2024, BTS itu mengakomodasi tiga koridor yang memfasilitasi rata-rata 3.204 penumpang per hari. Nota kesepahaman Kemenhub dengan pemda yang telah berakhir semestinya menjadi acuan pemda mengambil alih dengan melanjutkan program dengan mandiri. Namun, banyak pemda yang tidak siap melanjutkan program dengan dalih keterbatasan fiskal. Pada 2024, pemerintah pusat menganggarkan Rp 437,9 miliar. Kemudian, angkanya menyusut 59,5 persen menjadi Rp 177,5 miliar.

”Kami tetap membimbing dan saling berkoordinasi agar BTS tetap berlanjut. Komitmen pemda juga dibutuhkan karena ada kewajiban untuk menyisihkan anggaran daerah untuk transportasi publik. Ada pemda bisa dan komitmen. Pemda lainnya harus bisa juga,” ujar Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ernita Titis Dewi (Kompas.id, 14/1/2025). Pemerintah menggelontorkan subsidi untuk enam kota pada periode 2025-2028. Besaran dan periode setiap kota berbeda-beda, bergantung pada kesepakatan. Persebaran subsidi ini mencakup Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (JawaTimur), Banyumas (Jawa Tengah), Makassar (Sulawesi Selatan), Palembang (Sumatera Selatan), dan Balikpapan (Kalimantan Timur). Ada pula dua tambahan kota penerima subsidi, yaituManado (Sulawesi Utara) dan Pontianak (Kalimantan Barat). Pemda yang berhasil mengambil alih layanan bus umum ini adalah Kota Bandung (Jawa Barat), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Medan (Sumatera Utara). (Yoga)

Pemerintah Rencanakan KUR untuk UMKM

Yoga 16 Jan 2025 Kompas
Pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan kredit usaha rakyat atau KUR khusus peralatan produksi. Rencana kebijakan ini membutuhkan daftar spesifikasi peralatan yang benar-benar dibutuhkan serta upaya pendampingan bisnis kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Menteri Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, seusai acara pelantikan pejabattinggi pratama, madya, serta peluncuran logo kementerian, Rabu (15/1/2025), di Pasar Tanah Abang, Jakarta, mengatakan, pihaknya saat ini masih menggodok peraturan menteri untuk teknis implementasi kebijakan itu. Pembahasan peraturan akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan beberapa kementerian teknis lainnya.

”KUR peralatan memang diberikan kepada UMKM sektor produktif, tetapi wujudnya bukan uang tunai. Bentuknya adalah alat untuk menunjang kebutuhan usaha mereka,” kata Maman Alokasi anggaran KUR peralatan, menurut rencana, sebesar Rp 20 triliun. Rencana kebijakan ini bertujuan membantu pelaku UMKM, seperti petani, peternak, dan pengusaha UMKM di sektor perikanan, dalam mendapatkan alat usaha dengan plafon hingga Rp 2 miliar. ”Para UMKM di sektor tekstil juga sedang kami kaji (bisa menerima KUR peralatan).Kami sedang menyusun bagaimana skema penyalurannya,” ucapnya. Maman juga mengungkapkan bahwa saat ini dari 46 lembaga penyalur KUR, sebanyak 75 persen di antaranya Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Namun, untuk memperluas jangkauan ke UMKM di daerah, dia berharap agar peran bank pembangunan daerah bisa ditingkatkan.

Secara terpisah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atma Jaya, Benedictus Elnath Aldi, mengatakan, rencana kebijakan pemerintah untuk menyalurkan KUR peralatan adalah positif. Namun, hal yang perlu menjadi catatan pemerintah ialah bagaimana menyeleksi UMKM yang akan mendapatkan pinjaman alat. Apalagi, rencana kebijakan ini bertujuan membantu UMKM sektor produktif untuk mendapatkan alat usaha dengan plafon hingga Rp 2 miliar. Pemberian KUR peralatan harus dilengkapi dengan kemampuan pemerintah, terutama kementerian UMKM, untuk memberikan pengembangan kapasitas bagi UMKM. Diharapkan, pinjaman peralatan bisa membantu meningkatkan produktivitas UMKM. ”Saya berharap pemerintah mempunyai mekanisme yang transparan untuk proses seleksi dalam merealisasikan rencana kebijakan itu. (Yoga)

Harun Masiku Dikabarkan Masih di Indonesia

Hairul Rizal 16 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Harun Masiku, yang menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2020, dipastikan berada di Indonesia. Hal ini berdasarkan data perlintasan imigrasi yang menunjukkan bahwa Masiku kembali ke Tanah Air pada 7 Januari 2020. Pernyataan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar M. Godam, yang juga diperiksa oleh KPK terkait peranannya dalam kasus ini. Selain itu, Saffar mengungkapkan bahwa Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, turut terlibat dalam pembentukan tim yang memeriksa riwayat keimigrasian Masiku. KPK terus mendalami kasus suap penetapan anggota DPR 2019-2024 yang melibatkan Harun Masiku dan sejumlah tersangka lainnya.

Perang Dagang Memicu Risiko pada Perdagangan Global

Hairul Rizal 16 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Pada Desember 2024, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan barang sebesar US$2,24 miliar, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$4,42 miliar. Penopang utama surplus ini berasal dari perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) dan India, dengan ekspor komoditas utama seperti bahan bakar mineral, besi dan baja, serta kendaraan. Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa AS dan India menjadi mitra dagang terbesar Indonesia sepanjang 2024.

Namun, Indonesia menghadapi tantangan dari potensi perang dagang antara AS dan China yang dapat memengaruhi kinerja ekspor. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Indonesia siap menghadapi situasi perdagangan ini. Sementara itu, Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menilai bahwa perubahan kebijakan perdagangan AS di era Presiden Donald Trump bisa menjadi peluang bagi Indonesia dalam hal perdagangan dan investasi, meskipun tantangan tetap ada.

Ekonom dari Center for Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, memprediksi bahwa kebijakan Trump yang melibatkan perang dagang dengan China dapat menghambat perekonomian Indonesia, terutama dalam sektor ekspor, karena penurunan permintaan dari pasar China dan AS. Dampak dari kebijakan ini bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebelumnya hanya tumbuh sekitar 5% selama periode pertama pemerintahan Trump.



Presiden Dukung Proyeksi Pembatasan Akses Media Sosial

Hairul Rizal 16 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mendukung rencana pembatasan penggunaan media sosial untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun. Pembatasan ini meliputi larangan akses terhadap platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa kebijakan ini mendapat sinyal positif dari Presiden, yang sangat peduli dengan menciptakan ruang digital yang sehat untuk pendidikan anak-anak.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang mengkaji penerapan kebijakan tersebut, dengan mempertimbangkan baik sisi positif maupun negatif media sosial bagi anak-anak. Nezar mengimbau agar orang tua aktif mengawasi penggunaan media sosial anak-anak mereka. Saat ini, pemerintah sedang berdiskusi dengan berbagai pihak terkait untuk merumuskan kebijakan yang melibatkan perlindungan perempuan dan anak.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga mengungkapkan bahwa pembatasan media sosial sesuai usia seperti yang diterapkan di Australia sedang dipertimbangkan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk melindungi anak-anak di era digital, sambil terus memperkuat kajian perlindungan anak dan melibatkan DPR dalam pembuatan aturan yang lebih ajeg.



Optimisme dan Realisme Ekonomi Indonesia 2025

Hairul Rizal 16 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Survei yang dilakukan oleh Inigo Insurance, bagian dari Lloyd Group, mengenai prospek perekonomian global pada 2025 menunjukkan bahwa perekonomian global diperkirakan hanya sedikit lebih kuat dibandingkan 2024. Sebanyak 51% responden yakin akan adanya peningkatan, sementara 49% tidak yakin. Meskipun negara-negara besar seperti AS, Zona Euro, Jepang, Kanada, dan Korea memiliki outlook negatif, negara-negara berkembang seperti Indonesia, India, dan China diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Indonesia menempati posisi teratas dengan outlook positif yang sangat kuat, dengan 82% responden meyakini perekonomian Indonesia akan semakin kuat pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5,2% pada 2025, lebih tinggi dibandingkan dengan China yang diperkirakan hanya 4,7%. Meskipun demikian, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2027, pemerintah Prabowo perlu fokus pada industrialisasi dengan mengembangkan sektor manufaktur berteknologi tinggi yang berorientasi ekspor, seperti industri otomotif, elektronik, semikonduktor, dan pesawat terbang. Pemerintah juga harus mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi tinggi.



Kredit Perbankan Menghadapi Tantangan Baru

Hairul Rizal 16 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)

Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 15 Januari 2025. Langkah ini memberikan dampak positif bagi industri perbankan, karena membantu meningkatkan margin keuntungan bank dan membuka peluang ekspansi kredit yang lebih luas. Gubernur BI, Perry Warjiyo, optimistis bahwa kebijakan ini akan mendorong pertumbuhan kredit perbankan sebesar 11%-13% pada 2025.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan dukungan bagi sektor perbankan dengan mereaktivasi kebijakan sektor perumahan dan memperkenalkan berbagai inisiatif untuk mendukung kredit bagi UMKM. Beberapa tokoh dari industri perbankan, seperti Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dan Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, menyambut baik penurunan BI Rate ini, meskipun ada harapan agar penurunan tersebut diikuti oleh penurunan bunga Sekuritas Rupiah BI (SRBI) untuk mengurangi ketatnya likuiditas. Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin, juga melihat penurunan suku bunga sebagai kesempatan bagi pengusaha, terutama UMKM, untuk memperoleh modal dengan bunga yang lebih ringan dan melanjutkan ekspansi.


Saham Sektor Bank Kena Downgrade dari Over Weight Menjadi Netral

Yuniati Turjandini 15 Jan 2025 Investor Daily (H)
Saham sektor perbankan kena downgrade dari overweight (OW)  menjadi netral, menyusul proyeksi perlambatan pertumbuhan kredit dan laba bersih 2025.Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), kredit perbankan diprediksi tumbuh melambat menjadi 9,9% tahun 2025 dari 2024 sebesar 13,4%. Sejalan dengan itu, pertumbuhan laba bersih per saham (EPS) bank diprediksi melambat menjadi 5,8% dari 6,7%. Sumber pertumbuhan kredit 2025, tulis BRIDS, adalah segmen korporasi, sedangkan segmen pertambangan serta UMKM masih dalam fase pemulihan kualitas aset. "Didorong oleh likuiditas yang baik dan cost fund (CoF) resilen, kami memprediksi empat bank besar mencetak pertumbuhan kredit 9,9% dan terus melanjutkan performa di atas industri," tulis BRIDS. BRIDS mempreiksi likuiditas masih ketat tahun 2025, didorong oleh yield dan penerbitan SRBI yang masih tinggi, rasio secondary reserves rendah, dan minimnya imbas insentif giro wajib minimum (GWM). Per September 2024, broker ini mencatat, rasio secondary reserves mencapai 16%, lebih rendah dari rata-rata sebelum pandemi Covid-19 sebesar 20%. Adapun insentif GWM 4% bisa dimanfaatkan bank untuk menarik likuditas maksimal Rp 44 triliun, lebih rendah dari bertahun-tahun sebelum Rp148 triliun. (Yetede)

Ekspor Cip Ancam 120 Negara Mengikuti Aturan AS

Yoga 15 Jan 2025 Kompas
Serikat terus berupaya mengembalikan kejayaan sebagai pemimpin industri cip dan semikonduktor. Menjelang hari-hari terakhir pemerintahannya, Presiden Joe Biden mengusulkan kerangka kerja baru tentang ekspor cip canggih untuk pengembangan kecerdasan artifisial. Jika aturan itu berlaku, 120 negara bisa merugi. Kerangka kerja baru tersebut menetapkan, akses cip untuk sekitar 20 negara sekutu dan mitra utama tidak akan dibatasi. Negara-negara itu, antara lain, Australia, Belgia, Kanada, Denmark, Perancis, Jepang, Belanda, Korea Selatan, dan Inggris. Taiwan masuk dalam kelompok itu. Beberapa negara lain akan menghadapi pembatasan pada cip yang dapat diimpor. Meski target dari ketentuan itu adalah China, kebijakan itu menimbulkan kekhawatiran pada pelaku industri dan pejabat Uni Eropa. Penyebabnya, tidak semua anggota UE mendapat akses. Negara lain yang terancam memperoleh akses terbatas pada cip, antara lain, Meksiko, Portugal, Israel, dan Swiss.

”Jika China, dan bukan AS, yang menentukan masa depan kecerdasan artifisial atau AI di planet ini, saya rasa taruhannya sangat besar,” kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan, Senin (13/1/2025). Ia menekankan, kerangka kerja itu akan memastikan aspek AI termutakhir berkembang di AS dan sekutu ketimbang di negara-negara lain. Dengan demikian, negara di luar sekutu dapat membeli hingga 50.000 pemrosesan grafis per negara. Di samping itu, ada kesepakatan antarpemerintah untuk menaikkan batas pembelian sampai 100.000 unit apabila tujuan energi terbarukan dan keamanan teknologi negara itu selaras dengan kepentingan Washington. Lembaga di negara tertentu boleh mengajukan status hukum yang memungkinkan pembelian hingga 320.000 pemrosesan grafis canggih selama dua tahun. Namun, akan ada batasan seberapa banyak kapasitas komputasi AI yang bisa ditempatkan di luar negeri oleh perusahaan dan lembaga lain.

Di samping itu, pesanan cip komputer yang setara dengan 1.700 pemrosesan grafis canggih tidak memerlukan lisensi impor atau masuk hitungan batas cip nasional di antara standar lain yang ditetapkan oleh kerangka kerja tersebut. Pengecualian ini bisa membantu memenuhi kebutuhan universitas dan lembaga medis, bukan pusat data Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan, sangat penting untuk mempertahankan kepemimpinan AS dalam bidang AI dan pengembangan cip komputer terkait AI. Teknologi AI yang berkembang pesat memungkinkan komputer menulis novel, membuat terobosan penelitian ilmiah, mengotomatisasi kendaraan, serta mendorong transformasi ekonomi dan peperangan. ”Usulan kerangka kerja tersebut dirancang untuk menjaga teknologi AI yang paling canggih dan memastikannya terhindar dari tangan musuh, tetapi juga memungkinkan penyebaran dan pembagian manfaat yang luas dengan negara-negara mitra,” kata Raimondo. (Yoga)

Perbankan Nasional Biayai Hilirisasi Batu Bara

Yuniati Turjandini 15 Jan 2025 Investor Daily (H)
Proyek hilirisasi batu bara akan masif seiring dengan peluang mendapatkat biaya dari perbankan maupun lembaga keuangan nonbank nasional. Pembiayaan itu diberikan atas rekomondasi Satuan  Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi. Satgas ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Beleid yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 3 Januari 2025 itu antara lain memberi wewenang untuk mengindentifikasi dan merekomondasikan proyek strategis guna mendapatkan pembiayaan dari perbankan maupun lembaga keuangan nonbank dalam negeri. Pendanaan merupakan salah satu isu terpenting dalam pengembangan hilirisasi batu bara. Pasalnya, proyek berbasis batu bara sulit mendapatkan pembiayaan dari perbankan maupun lembaga keuangan internasional karena diangap sebagai sumber energi kotor yang berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Plt Direktur EKsekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani mengatakan pelaku usaha berkomitemn dalam meningkatkan nilai tambah batu bara melalui hilirisasi. Dia membenarkan faktor pendanaan proyek hilirisasi menjadi salah satu kendala dalam proses pengembangannya. (Yetede)

Pilihan Editor