;

Dana Asing Pergi, IHSG Tergelincir

Ekonomi Hairul Rizal 15 Jan 2025 Kontan (H)
Dana Asing Pergi, IHSG Tergelincir
Pada 14 Januari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 6.956,66, turun 0,86% dalam sehari dan 2,88% secara year-to-date. Ini adalah pertama kalinya IHSG berada di bawah 7.000 pada 2025, dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan aksi jual asing.

Faktor-faktor utama pelemahan IHSG,  Aksi jual asing Menurut Felix Darmawan dari Panin Sekuritas, asing melepas saham-saham big four perbankan (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) dengan total penjualan terbesar pada BBCA senilai Rp 286,4 miliar. Saham-saham big cap lain seperti BREN, AMMN, dan TLKM juga tertekan.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS Mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Pelemahan kurs rupiah akibat tingginya kebutuhan dolar AS, dengan utang luar negeri jatuh tempo mencapai US$ 6,8 miliar pada Januari 2025. Kebijakan moneter dapat menyebabkan Pengetatan suku bunga oleh The Fed dan Bank Indonesia menimbulkan kekhawatiran terhadap likuiditas, terutama di sektor perbankan.

Kenaikan saham konstruksi BUMN, di tengah pelemahan IHSG, saham-saham konstruksi BUMN seperti WIKA (+14,02%), ADHI (+6,25%), dan PTPP (+6,06%) justru melejit. Daniel Agustinus dari Kanaka Hita Solvera menilai kenaikan ini tidak didorong fundamental, tetapi karena aksi jenuh jual.

Proyeksi ke depan menurut Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas memperkirakan tekanan IHSG akan mulai mereda seiring rilis kinerja emiten tahun buku 2024. Sukarno Alatas, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menyatakan tekanan IHSG dapat bertahan hingga musim pembagian dividen kuartal I-2025, dengan potensi penurunan IHSG ke 6.698. Daniel Agustinus memproyeksikan IHSG berada di level 7.000–7.100 pada akhir Januari 2025, tergantung pada hasil kinerja emiten dan stabilitas ekonomi.

Investor disarankan berhati-hati dengan fluktuasi pasar hingga valuasi saham big cap mencapai harga ideal.
Download Aplikasi Labirin :