Distribusi Kuat Menahan Margin Tetap Stabil
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), meskipun menghadapi tantangan seperti kenaikan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) dan ketatnya persaingan pasar, tetap mempertahankan kinerja positif berkat strategi pemasaran dan distribusinya. Abdul Azis Setyo Wibowo, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut bahwa kebijakan kenaikan cukai dapat meningkatkan biaya produksi, namun optimis kinerja CMRY masih bisa tumbuh karena strategi distribusi yang kuat melalui modern trade, general trade, Miss Cimory, serta penjualan langsung ke hotel, restoran, dan kafe.
Rifdah Fatin Hasanah dari Ina Sekuritas menyoroti kontribusi program Miss Cimory terhadap pendapatan yang meningkat dari 9,5% pada 2023 menjadi 13% pada 2024. Model penjualan ini dinilai hemat biaya dan mendukung pertumbuhan pasar. Selain itu, pemasaran digital, termasuk melalui Tiktok dan kolaborasi dengan influencer, turut memperkuat merek CMRY seperti Kanzler, yang kini berada di peringkat ketiga Top Brand Index.
Menurut Rifdah, pendapatan CMRY pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp 10,34 triliun dengan laba bersih Rp 1,93 triliun, menghasilkan laba per saham Rp 243,5. Vita Lestari, analis Sinarmas Sekuritas, menambahkan bahwa produk baru, pemulihan yogurt, dan kenaikan harga susu UHT akan mendorong kinerja CMRY, meski persaingan harga di segmen yogurt cukup ketat.
Analis berbeda dalam rekomendasi saham CMRY. Rifdah menyarankan "buy" dengan target harga Rp 6.150, Vita merekomendasikan "add" dengan target Rp 6.100, sementara Patricia Gabriela dari BNI Sekuritas merekomendasikan "hold" dengan target harga Rp 5.000. Hal ini mencerminkan optimisme terhadap potensi pertumbuhan, meski dengan kewaspadaan terhadap tantangan pasar.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023