;

Cari Peluang Pada Program Perumahan

Hairul Rizal 18 Jan 2025 Kontan
Program 3 juta rumah yang diusung pemerintah Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berdampak positif bagi sektor properti tetapi juga membuka peluang besar bagi industri asuransi, terutama melalui produk asuransi jiwa kredit (AJK).

Hengky Djojosantoso, Presiden Direktur Ciputra Life, menjelaskan bahwa produk AJK melindungi nasabah debitur kredit pemilikan rumah (KPR) dengan memberikan jaminan pelunasan kredit jika debitur meninggal dunia. Program ini akan meningkatkan volume pencairan kredit KPR, khususnya di bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara). Hengky juga optimistis bahwa bisnis AJK akan tumbuh seiring dengan target pembangunan pemerintah, daya beli masyarakat, dan pertumbuhan kredit.

Selain itu, regulasi baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu POJK 20 Tahun 2023, yang mulai berlaku pada Desember 2024, diharapkan memperbaiki pengelolaan produk AJK sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi debitur.

Pengamat asuransi dan Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI), Wahyudin Rahman, juga menyatakan bahwa program ini membawa potensi besar untuk industri asuransi, dengan proyeksi premi asuransi jiwa kredit mencapai Rp 1,1 triliun per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa program 3 juta rumah tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga memberikan dampak luas pada sektor asuransi.

Kentanix Bidik Keuntungan dari Bisnis Properti

Hairul Rizal 18 Jan 2025 Kontan
PT Kentanix Supra Internasional (KSIX), emiten properti baru yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2025, telah beroperasi selama lebih dari empat dekade dengan menghadirkan 40.000 hunian di berbagai segmen. Dipimpin oleh Ferdinand Aryanto sebagai Direktur Utama, KSIX saat ini fokus pada pengembangan proyek di Bogor, Cileungsi, Cilegon, dan Bekasi.

Dari dana IPO sebesar Rp 144,94 miliar, KSIX berencana menggunakan 61,55% untuk modal kerja, 28,84% untuk setoran modal ke proyek Vila Bogor Indah 6, dan sisanya untuk operasional. KSIX memiliki portofolio properti meliputi Grand Nusa Indah, Vila Bogor Indah, dan proyek kolaborasi seperti Telaga Kahuripan dan Gading Icon Apartment, dengan target marketing sales sebesar Rp 300 miliar pada 2025, meningkat dari Rp 230 miliar pada 2024.

Sebagian besar saham KSIX dikuasai oleh perusahaan milik famili mendiang Boenjamin Setiawan, pendiri PT Kalbe Farma (KLBF), dengan figur utama seperti Franciscus Bing Aryanto dan Gerda Veronica sebagai pengendali utama. Meski memiliki landbank 200 ha dan proyek berjalan, saham KSIX terkoreksi tajam sebesar 33,62% menjadi Rp 300 per saham pada 17 Januari 2025, dibandingkan harga awal IPO.

KSIX tetap optimistis dengan pertumbuhan laba bersih 10% pada 2025, didukung oleh fokus pengembangan lahan seluas 30 hektare hingga 2026 dan diversifikasi proyek properti untuk masyarakat menengah.

Bank Kucurkan Dividen Besar Berkat Modal yang Kuat

Hairul Rizal 18 Jan 2025 Kontan
Bank-bank besar di Amerika Serikat mulai berani mengembalikan lebih banyak dana kepada pemegang saham melalui pembayaran dividen dan pembelian kembali saham (buyback). Berdasarkan data Bloomberg, enam bank terbesar di AS telah mengalokasikan lebih dari US$ 100 miliar untuk dividen dan buyback saham pada tahun 2024, menjadi nilai tertinggi sejak 2021.

Citigroup Inc. menjadi sorotan setelah akhirnya memutuskan buyback saham senilai US$ 20 miliar, meskipun sebelumnya fokus pada investasi di manajemen risiko. CFO Citigroup, Mark Mason, menyebut buyback saham sebagai strategi untuk menunjukkan kepada investor bahwa nilai saham perusahaan masih undervalued.

Jeremy Barnum, Direktur Keuangan JPMorgan Chase & Co., menyatakan bahwa perusahaan memiliki cukup banyak modal berlebih yang dihasilkan dari operasi dan laba. Dengan minimnya peluang investasi jangka pendek, JPMorgan memilih mengembalikan modal kepada pemegang saham melalui buyback. Aksi ini disukai investor karena dapat mengurangi jumlah saham beredar, sehingga meningkatkan nilai saham.

David Solomon, CEO Goldman Sachs Group Inc., optimistis terhadap kondisi perbankan AS. Ia berharap ada perubahan kebijakan di bawah pemerintahan baru, yang memungkinkan bank memiliki lebih banyak uang tunai untuk disalurkan sebagai kredit, tanpa tekanan untuk menambah modal berlebih.

Aksi ini menunjukkan bahwa bank-bank besar AS kembali fokus pada peningkatan nilai bagi pemegang saham, didukung oleh kondisi ekonomi yang lebih stabil dan peluang bisnis yang cerah.

Periode 3 Tahun ini, Tapera Berhasil Menyalurkan Dana FLPP Rp 76 Triliun

Hairul Rizal 18 Jan 2025 Kontan
BP Tapera telah menyalurkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sejak 2022 hingga kini total mencapai Rp 76,04 triliun. Pendanaan ini untuk membiayai 655.300 unit rumah. Adapun total penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang telah disetor ke rekening investasi bendahara umum negara (RIBUN) sampai Desember 2024, diproyeksikan sebesar Rp 1,37 triliun atau sekitar Rp 450 miliar lebih per tahun.

Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemupukan Dana Tapera Doddy Bursman menjelaskan, pada 2022, dana FLPP yang tersalurkan sebesar Rp 25,15 triliun untuk 226.000 unit rumah. Lalu, penyaluran di 2023 mencapai Rp 26,32 triliun untuk 229.000 unit rumah. "Sedangkan tahun 2024, telah terealisasi sebanyak 200.300 unit rumah senilai Rp 24,57 triliun," ujar Doddy dalam keterangan pers, Jumat (17/1).

PT Petrindo Jaya Kreasi Serap Dana IPO RP 245 Miliar

Yuniati Turjandini 17 Jan 2025 Investor Daily (H)

PT Pentrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) telah  menyerap dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sejumlah Rp245,64 miliar, atau mencerminkan kurang lebih 68% dari jumlah dana hasil bersih IPO sebesar Rp363,93 miliar. Petrindo resmi mencatatkan (listing) saham perdananya pada 8 Maret 2023 dengan berhasil menghimpun dana sejumlah Rp317,8 miliar. Namun, setelah dikurangi  biaya penawaran umum sebesar Rp7,86 miliar, hasil bersih yang diraup Petrindo dari IPO menjadi Rp363,93 miliar. Dari hasil bersih ini, Petrindo kemudian merealisasikan penggunaan dana IPO tersebut sesuai dengan pengumuman dalam prospectus yaitu 39,95% untuk alokasi belanja modal (capital ekspenditure/capex) pembangunan stockpile (ISP) dan 60,05% setoran modal ke PT Tamtamma Perkasa (TP) selaku entitas anak perseroan. Sampai kini, emitan tambang milik konglomerat Prajogo Pangestu itu telah merealisasikan dana hasil IPO sebesar Rp27,1 miliar dari 39,95% atau setara Rp 145 miliar yang direncanakan. Sedangkan setoran modal  kerja untuk PT Tamtama Perkasa yang sebesar Rp 218 miliar, seluruhnya sudah terserap. (Yetede)

Kembali Satu, Kadin Diminta Jaga Kekompakan dan Kerukunan

Yuniati Turjandini 17 Jan 2025 Investor Daily (H)
Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada seluruh anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menjaga kerukunan dan kekompakan, serta mengingatkan bahwa perbedaan adalah hal biasa. Kadin yang kompak diyakini dapat berkontribusi untuk mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8%. "Saya ucapkan selamat kepada Kadin yang telah berhasil melaksanakan Musyawarah Konsolidasi Persatuan ini. Ini yang selalu kita harapkan yaitu bahwa setiap unsur penting dalam bangsa kita, mesti menjaga persatuan, menjaga kerukunan, menjaga kekompakan," ujar Prabowo. Presiden tak menyinggung soal dualisme kepengurusan yang sempat terjadi dalam tubuh Kadin Indonesia yaitu antara kepengurusan Kadin Indonesia hasil musyawarah nasional (munas) 2021 dibawah ketua umum Arsjad Rasjid dan kepengurusan Kadin Indonesia di bawah Ketua Umum Anindya Novyan Bakrie versi hasil munas luar biasa (munaslub) 14 September 2024 (Yetede)

IIMS Diharapkan Bisa Jadi Pendongkrak Sektor Otomotif

Yuniati Turjandini 17 Jan 2025 Investor Daily

Pergerakan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 pada 13-23 Februari 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta diharapkan dapat menjadi pendongkrak industri otomotif. Direktur Industri Maritime Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dodiet Prasetya menerangkan kehadiran IIMS yang diperkenalkan line up teknologi industri otomotif terbaru, diharapkan bisa menjadi pengungkit  naiknya kembali sektor produktivitas sektor otomotif. “Tentu saja Kemenperin sangat optimis bahwasanya bisa mencapai target produksi 1 juta unit di tahun ini,” kata dia. IIMS 2025 merupakan suatu ajang bagi sesama pelaku industri untuk berkolaborasi.

“Selain berkolaborasi acara ini diharapkan juga mampu memperkenalkan produk terbaru serta menjangkau bagi konsumen yang luas,” kata Dodiet. Hal utama yang diminta pemerintah dalam ajang ini yakni adanya pemberian diskon. Dia mengatakan, pemerintah sangat mengharapkan serta mendorong bagi para pabrikan dapat memberikan diskon yang istimewa, diskon yang special, sehingga harga kendaraan  tersebut nantinya semakin bersaing dan mampu memenuhi ekspektasi daya beli masyarakat. Dodiet mengharapkan adanya penkanan dari promotor untuk selalu menyampaikan  pesan ini pada seluruh eksibitor untuk selalu memberikan yang terbaik bagi para calon konsumen. (Yetede)

Sinyal Positif Penurunan Suku Bunga

Hairul Rizal 17 Jan 2025 Kontan
Prospek PT Ciputra Development Tbk (CTRA) di tahun 2025 diproyeksikan positif seiring dengan pemangkasan suku bunga acuan dan insentif fiskal pemerintah, seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa penurunan suku bunga BI hingga level 5,5% akan meningkatkan daya beli masyarakat melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dan apartemen (KPA), yang mendorong pendapatan berulang (recurring income) dan marketing sales. Pada 2024, CTRA mencatatkan marketing sales Rp 11,02 triliun, pertumbuhan 8% year-on-year (yoy), tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas menyoroti kontribusi insentif pajak pemerintah pada 2024, yang membebaskan sekitar 26,3% dari total marketing sales CTRA dari PPN, serta peluncuran proyek-proyek baru seperti CitraLand Gresik dan klaster di wilayah strategis lainnya. Axell juga menyebut program tiga juta rumah Presiden Prabowo Subianto sebagai pendorong tambahan bagi sektor properti.

Namun, risiko masih ada, seperti daya beli masyarakat yang lesu atau ketidakpastian suku bunga acuan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Ismail Fakhri Suweleh, menekankan bahwa CTRA konsisten membagikan dividen, bahkan selama pandemi, berkat kemampuannya memonetisasi aset. Portofolio produk CTRA yang terdiversifikasi, khususnya rumah tapak di kisaran harga Rp 1-5 miliar, membuatnya unggul di pasar properti Jakarta Raya.

Dividen Final Bank: Harapan Investor Tahun Ini

Hairul Rizal 17 Jan 2025 Kontan
Investor pasar saham menaruh perhatian besar pada dividen dari bank-bank besar (big caps), yang dikenal royal dalam pembagian dividen. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi yang paling dermawan dengan rasio pembayaran dividen mencapai minimal 80% dalam tiga tahun terakhir. Bank Mandiri (BMRI) membagikan dividen sebesar 60% dari laba dalam empat tahun terakhir, sementara Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menunjukkan tren kenaikan payout ratio.

Direktur Utama BBNI, Royke Tumilaar, mengungkapkan rencana menaikkan rasio dividen BBNI untuk tahun buku 2024 menjadi 55%-60%, naik dari 50% pada 2023. Keputusan ini mempertimbangkan kondisi permodalan yang cukup untuk ekspansi dan mitigasi risiko dalam lima tahun mendatang. EVP Corporate Communication BBCA, Hera F. Haryn, juga menyatakan bahwa penetapan dividen BBCA akan tetap seimbang dengan kebutuhan pengembangan bisnis dan pemutakhiran teknologi.

Analis CEO Edvisor, Praska Putrantyo, melihat saham perbankan seperti BBRI, BBNI, dan CIMB Niaga (BNGA) menarik untuk dikoleksi karena memiliki rekam jejak pembagian dividen yang tinggi dan valuasi yang relatif murah, dengan rata-rata dividend yield 6% dalam dua tahun terakhir. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, memproyeksikan bahwa meskipun rasio dividen perbankan mungkin tidak berubah signifikan, potensi kenaikan tetap ada untuk menjaga daya tarik investor.

Meski kinerja bank besar pada 2024 tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya, dividen dari sektor perbankan diprediksi tetap menjanjikan, mengingat kestabilan pertumbuhan laba dan upaya manajemen mempertahankan daya tarik pasar.

Dampak Family Office dan Pengampunan Pajak pada Penerimaan Negara

Hairul Rizal 17 Jan 2025 Kontan
Pemerintah sedang menggodok dua kebijakan, yakni tax amnesty jilid III dan family office, yang dinilai lebih menguntungkan orang superkaya di tengah meningkatnya ketimpangan ekonomi. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan family office, yang bertujuan menarik kekayaan keluarga kaya di Indonesia, mulai bergulir pada Februari 2025. Luhut menegaskan pentingnya kebijakan ini agar Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia.

Namun, kebijakan ini menuai kritik. Direktur Eksekutif The Prakarsa, Ah Maftuchan, menilai family office berpotensi menjadi sarana penghindaran pajak tanpa menjamin investasi langsung (FDI) akan masuk ke Indonesia. Ia memberikan contoh praktik serupa di Dubai, di mana investasi family office sering diarahkan ke luar negeri.

Sementara itu, ekonom Celios, Nailul Huda, menyoroti kegagalan tax amnesty jilid II sebelumnya dalam meningkatkan penerimaan pajak dan memicu perilaku penghindaran pajak di kalangan pelaku usaha. Pengamat pajak CITA, Fajry Akbar, juga mengkritik kebijakan ini sebagai tidak adil, mengingat peran pajak seharusnya mendistribusikan kekayaan dari kelompok kaya ke kelompok bawah. Ia menilai kebijakan tersebut dapat membahayakan realisasi janji politik Presiden Prabowo, seperti program makan bergizi gratis, karena bertentangan dengan semangat keadilan pajak.

Pilihan Editor