;

PT Unilever Akan Lepaskan Bisnis Ice Cream

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Investor Daily (H)
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) hari ini akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana melepas bisnis es krim perseroan, agar dapat lebih fokus ke bisnis inti. Keputusan besar tersebut menjadi sorotan banyak pihak, di tengah kerja kesar perseroan untuk kembali membangkitkan kejayaan Unilever didalam negeri yang terus melemah dalam beberapa tahun terakhir. Harga sahamnya telah terkoreksi dalam pun, diharapkan bisa kembali terangkat. Perseroan bakal menggelar RUPSLB di Jakarta dengan tiga agenda, yakni persetujuan rencana perubahan susunan direksi perseroan, persetujuan perubaan remunerasi direksi perseroan untuk tahun buku 2025, dan persetujuan melakukan penjualan atas bisnis es krimnya kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia senilai Rp 7 triliun. Manajeman Unilever Indonesia menyebut, penjualan bisnis es krim ini akan meningkatkan laba bersih perseroan sebesar Rp3,51 triliun. Selain itu, kas setara kas perseroan kemungkinan naik Rp7.73 triliun menjadi Rp8,27 triliun setelah transaksi, atau naik 15,3x lipat. (Yetede)

Bukalapak Stop Penjualan Produk Fisik. Apa Dampaknya terhadap Persaingan E-Commerce

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Tempo
DI tengah tekanan persaingan e-commerce di Tanah Air, Bukalapak memutuskan mengubah strategi bisnisnya. Platform yang didirikan pada 2010 itu berencana menghentikan layanan penjualan produk fisik mulai Februari 2025. Bukalapak akan berfokus pada penjualan produk virtual, seperti pulsa prabayar, paket data, token listrik, dan layanan pembayaran. Head of Media and Communication Bukalapak Dimas Bayu menjelaskan, keputusan itu dibuat demi menjaga pendapatan perusahaan yang berkelanjutan. "Perubahan ini adalah langkah yang diperlukan untuk berfokus pada lini bisnis yang telah kami kembangkan dan yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 13 Januari 2025.

Penjualan produk fisik melalui platform Bukalapak berkontribusi hanya sekitar 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Dimas mengatakan penutupan layanan tersebut dilakukan demi mencapai earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang positif. EBITDA menghitung pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. Pada kuartal ketiga 2024, EBITDA perusahaan berkode saham BUKA ini tercatat minus Rp 168 miliar. CEO Bukalapak Willix Halim, dalam keterangan resmi pada 30 Oktober 2024, menyatakan kondisi itu tidak sejalan dengan target profitabilitas pada 2024. 

Pendapatan Bukalapak pada Januari-September 2024 meningkat 2 persen secara tahunan menjadi Rp 3.400 miliar. Karena itu, EBITDA membaik, meski masih minus Rp 68 miliar. Adapun menurut laporan keuangan kuartal ketiga 2024, Bukalapak mencatatkan kas, setara kas, dan investasi yang likuid setara dengan Rp 19 triliun.  Bukalapak mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk BUKA sebesar Rp 597,34 miliar atau lebih kecil dibanding periode sebelumnya pada 2023 yang sebesar Rp 776,22 miliar. Namun Bukalapak masih mencatatkan rugi usaha Rp 1,32 triliun atau naik 2,12 persen secara tahunan dibanding pada 2023 yang sebesar Rp 1,28 triliun. (Yetede)


Beberapa Alasan Mengapa Indonesia Masih Juga Impor Minyak

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Tempo
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara kaya akan sumber daya alam, termasuk minyak dan gas bumi. Namun, Indonesia tercatat menjadi salah satu negara yang melakukan impor minyak. Fenomena ini sering memicu pertanyaan, mengapa negara dengan cadangan minyak melimpah masih bergantung pada impor BBM? Berikut deretan alasan yang mendasari kondisi tersebut.  1. Kapasitas kilang minyak yang terbatas. Salah satu alasan utama adalah kapasitas pengolahan kilang minyak di Indonesia yang tidak mencukupi. Kilang-kilang minyak yang ada saat ini, seperti di Cilacap, Balikpapan, dan Balongan, sebagian besar dibangun pada era 1970-an hingga 1990-an. Teknologi yang digunakan pun sudah cukup tua, sehingga kapasitasnya terbatas dalam memenuhi kebutuhan konsumsi domestik.  

Data menunjukkan bahwa kilang minyak nasional hanya mampu mengolah sekitar 700-800 ribu barel minyak mentah per hari. Padahal, kebutuhan BBM dalam negeri mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari. Kekurangan inilah yang memaksa Indonesia mengimpor BBM untuk menutupi kebutuhan konsumsi domestik.   2. Konsumsi BBM yang terus meningkat Seiring dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi, konsumsi BBM di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM, mengingat tingginya jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah.  Dilansir dari esdm.go.id, konsumsi BBM meningkat rata-rata 4-5 persen per tahun. Hal ini tidak sebanding dengan peningkatan produksi minyak mentah dan kapasitas pengolahan kilang, sehingga kebutuhan impor menjadi tidak terhindarkan.  

3. Penurunan produksi minyak mentah. Meskipun Indonesia memiliki cadangan minyak, produksi minyak mentah dalam negeri cenderung menurun selama beberapa dekade terakhir. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya cadangan di sumur-sumur minyak yang sudah tua, terutama di wilayah seperti Riau, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.   Dilansir dari esdm.go.id, kurangnya investasi dalam eksplorasi dan pengembangan sumur baru juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Akibatnya, kemampuan produksi minyak mentah Indonesia tidak mampu mengejar kebutuhan konsumsi domestik.  4. Keterbatasan infrastruktur energi. Selain kapasitas kilang yang terbatas, infrastruktur pendukung seperti pipa distribusi dan fasilitas penyimpanan BBM juga belum mencukupi. Kondisi ini menyebabkan distribusi BBM dari kilang ke konsumen akhir tidak efisien, sehingga impor menjadi solusi jangka pendek yang lebih praktis.  (Yetede)


KAI Jakarta Tambah Tujuh Kereta untuk Libur Imlek

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Tempo
 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mengumumkan pengoperasian tujuh kereta api tambahan. Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat yang ingin memanfaatkan libur panjang akhir Januari 2025 yang bertepatan dengan Isra Mi'raj dan Tahun Baru Imlek 2576. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyampaikan bahwa kereta tambahan ini tersedia untuk sejumlah tujuan favorit seperti Yogyakarta, Solo, Bandung, dan Surabaya. Tiket perjalanan sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI atau mitra penjualan tiket resmi.

“Pengoperasian kereta tambahan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, terutama di masa long weekend seperti ini. Kami menghimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan ini dengan melakukan pemesanan tiket lebih awal,” ujar Ixfan dalam keterangan resminya pada Selasa,14 Januari 2025. Mengetahui Asal-usul Imlek dan Tradisi Perayaan yang Penuh Makna
Daftar Kereta Api Tambahan dari Daop 1 Jakarta

KA Tambahan PSE-LPY (10908) – Relasi Pasar Senen - Lempuyangan (23-30 Januari 2025).
Sembrani Tambahan (7010A) – Relasi Gambir - Surabaya Pasarturi (24-31 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-YK (7004B) – Relasi Gambir - Yogyakarta (24-30 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-YK (7002B) – Relasi Gambir - Yogyakarta (24-30 Januari 2025).
KA Tambahan GMR-SLO (7016B) – Relasi Gambir - Solo Balapan (24-30 Januari 2025).
KA Argo Cheribon (30F) – Relasi Gambir - Cirebon (28-29 Januari 2025).

Sementara untuk volume penumpang dan pilihan sarana hingga 14 Januari 2025 pukul 08.00 WIB, KAI mencatat volume penumpang yang berangkat dari Daop 1 Jakarta untuk periode libur panjang (27-29 Januari 2025) mencapai 24.307 orang, dengan rincian 27 Januari: 8.923 penumpang, pada 28 Januari: 7.539 penumpang, pada 29 Januari: 7.845 penumpang. Kereta tambahan yang dioperasikan dilengkapi dengan berbagai pilihan sarana modern, mulai dari kereta eksekutif Mild Steel, eksekutif New Image, hingga kereta Ekonomi Premium Stainless Steel. Selain itu, tersedia juga kereta ekonomi long seat yang praktis untuk perjalanan jarak pendek dan menengah. (Yetede)

Asa Indonesia Lampaui Vietnam

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Investor Daily (H)
Vietnam kini menjadi primadona baru tujuan investasi di Asia. Negara ini menjadi salah satu pilihan prioritas investor asing, khususnya dari industri semi konduktor dan industri teknologi tinggi. Indonesia bisa menyamai bahkan melampaui Vietnam, karena masih dimiliki banyak potensi, namun harus membenahi sejumlah faktor yang selama ini menghambat iklim investasi. Seperti dilansir Voive of Vietnam, hingga saat ini, terdapat total 111 negara dan teritori yang menanam investasi di Vietnam. Kriteria yang membuat Vietnam menjadi kandidat yang terpercaya bagi perusahaan asing untuk memilih berinvestasi meliputi lokasi, tenaga kerja, sumber pasokan material, infrastruktur, kebijakan hukum, undang-undang, prioritas pajak dan sebagainya. Dengan slogan "Kesuksesan investor juga kesuksesan Vietnam", Vietnam selalu menyambut baik dan menciptakan syarat yang kondusif kepada para investor untuk bersama menang dan bersama berkembang dengan Vietnam. Menurut perkiraan para ahli arus modal Foreign Direct Invesment (FDI) ke Vietnam akan terus tumbuh dengan baik pada tahun 2024 dan tahun-tahun berikutnya, terutama dalam konteks Vietnam telah menandatangani 16 Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan lebih dari 60 negara, dan mempunyai hubungan kemitraan dengan banyak negara di kelompok G20. (Yetede)

Apindo Minta Pemerintah Meneliti Kembali Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Tempo
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyebut pemerintah perlu mengkaji lebih lanjut ihwal implementasi cukai terhadap minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Shinta menilai kebijakan tersebut tidak boleh diterapkan secara gegabah. “Kami melihat ini perlu sosialisasi dan edukasi yang lebih jelas untuk masyarakat yang akan mengkonsumsi, jadi saya rasa ini kita nggak bisa terlalu terburu-buru untuk menetapkan sebuah kebijakan karena perlu jelas pengetahuan yang lebih luas,” ucap dia ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin malam, 13 Januari 2025.

Pada saat penerapan cukai tersebut, menurut Shinta, industri bakal membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kadar pemanis atau gula dalam produknya dengan aturan yang diterapkan pemerintah. “Ini kan sesuatu yang masih baru,” ucap dia. “Karena banyak produk Indonesia juga, nggak bisa langsung mengganti kadar (pemanis) seperti itu, jadi itu perlu waktu.” Pemerintah dan DPR Sepakat Cukai Minuman Berpemanis Hanya 2,5 Persen, YLKI: Main-main Shinta mengatakan pemerintah perlu memastikan penerapan pungutan tarif minuman berpemanis ini tak hanya memperhatikan unsur kesehatan saja, tetapi juga para pelaku usaha. “Jangan kemudian malah menjadi sesuatu yang merugikan untuk industri,” ujarnya. 

Apindo bersama dengan pelaku industri maupun retail, kata Shinta, terus bekomunikasi intens dengan pemerintah untuk memberikan masukan-masukan mengenai pengenaan tarif terhadap MBDK. “Di sini kami mau melihat yang penting implementasinya bakal seperti apa,” ujar dia. Bahaya Makanan Olahan Ultra, Penyakit Jantung, Diabetes, sampai Kematian Dini Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memastikan implementasi cukai untuk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) mulai berlaku pada paruh kedua tahun 2025. “Saat ini target untuk implementasi memang sesuai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) di semester kedua,” tutur Kasubdit Tarif Cukai dan Harga Dasar DJBC Akbar Harfianto di Jakarta pada Jumat, 10 Januari 2025. (Yetede)

Pelni Mencatat Penumpang Kapal Periode Nataru Mencapai 551 Ribu

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Tempo
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) mencatat melayani 551.383 penumpang selama periode Nataru, naik 8,7 persen dibandingkan proyeksi awal sebanyak 507.054 orang. Angka itu merupakan kalkulasi masa Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup 467.143 penumpang yang menggunakan kapal penumpang reguler dan 84.240 penumpang yang diangkut dengan kapal perintis. Periode puncak perjalanan berlangsung dari 11 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025 “Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang tetap setia menggunakan layanan kapal Pelni sebagai moda transportasi pilihan selama periode Nataru. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik,” ujar Tri dalam keterangan resminya dikutip Senin, 13 Januari 2025.

KM Kelud Disulap jadi Hotel Terapung selama PON Aceh - Sumatera Utara, Intip Fasilitasnya Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 20 Desember 2024 dengan jumlah penumpang mencapai 26.614 orang. Sementara itu, puncak arus balik berlangsung pada 5 Januari 2025 dengan total penumpang sebesar 24.575 orang. Adapun lima pelabuhan favorit yang menjadi tujuan utama penumpang selama periode ini adalah Ambon, Makassar, Belawan, Batam, dan Sorong. Pelni juga memantau pergerakan penumpang berdasarkan tiga wilayah utama, yaitu barat, tengah, dan timur Indonesia. Dari total penumpang, wilayah tengah mencatat j umlah tertinggi dengan 222.759 orang (40,4 persen), disusul wilayah timur dengan 202.358 orang (36,7 persen), dan wilayah barat sebesar 126.267 orang (22,9 persen). Apa Saja Fasilitas Mudik Gratis Kemenhub 2024? Dengan pencapaian ini, PT Pelni terus berkomitmen memberikan layanan transportasi laut yang andal dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penumpang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pelni, terutama di momen-momen penting seperti Nataru. (Yetede)


Saham Blue Chip Kehilangan Daya Tarik

Hairul Rizal 14 Jan 2025 Kontan (H)
Pasar saham Indonesia sedang mengalami tekanan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,02% ke level 7.016,88 pada Senin (13/1). Saham-saham blue chip, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), melemah meskipun memiliki fundamental yang baik dan valuasi yang murah. Hal ini didorong oleh aksi jual investor asing, meskipun investor lokal masih menunjukkan minat pada saham-saham ini.

Sementara itu, saham-saham growth stock seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan kenaikan harga signifikan meskipun valuasinya sudah mahal. Direktur Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menjelaskan bahwa saham-saham ini cenderung lebih stabil karena partisipasi publik yang rendah dan minimnya pengaruh dana asing.

Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy, mencatat bahwa kehadiran market maker memengaruhi pergerakan harga saham growth stock seperti BREN. Di sisi lain, saham blue chip seperti ASII tidak memiliki mekanisme serupa, sehingga harga sahamnya lebih dipengaruhi oleh faktor pasar umum.

Maximilianus Nico Demus, dari Pilarmas Investindo Sekuritas, menyarankan investor untuk memanfaatkan kombinasi analisis fundamental dan teknikal, sambil mempertimbangkan jangka waktu dan profil risiko masing-masing. Daniel Agustinus juga memprediksi bahwa saham-saham blue chip akan kembali pulih saat investor asing kembali masuk, terutama jika The Fed mulai menurunkan suku bunga.

Tekanan Biaya Dana di Perbankan Diprediksi Naik

Hairul Rizal 14 Jan 2025 Kontan
Tahun 2025 menjadi tahun yang menantang bagi likuiditas perbankan di Indonesia. David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), mengungkapkan bahwa dengan jatuh temponya Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 833 triliun dan Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 922,4 triliun, pemerintah dan Bank Indonesia kemungkinan akan menerbitkan surat utang baru untuk menutupi kebutuhan. Hal ini berpotensi memicu persaingan perebutan likuiditas antara perbankan, pemerintah, dan BI.

Royke Tumilaar, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), menyebut kondisi ini sebagai tantangan besar karena bank harus menghadapi tekanan moneter dan fiskal sekaligus. Senada, Muhammad Iqbal, Direktur SME dan Retail Funding Bank Tabungan Negara (BTN), menilai penerbitan SBN dan SRBI akan mempersulit bank dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK). Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke, juga memperingatkan risiko beralihnya dana dari bank ke SBN dan SRBI.

Untuk mengatasi tantangan ini, berbagai bank mengadopsi strategi inovasi diantaranya BTN memperkenalkan aplikasi "Bale by BTN" untuk mempermudah nasabah mengakses produk, dengan target pertumbuhan DPK sebesar 15% dan rasio CASA lebih dari 54%. Bank Oke fokus pada diversifikasi produk, inovasi digital, dan program loyalitas dengan target pertumbuhan DPK dan kredit 8%. 

BNI, menurut Royke, meningkatkan digitalisasi layanan transaksi untuk menjaring dana murah. CIMB Niaga, seperti disampaikan Presiden Direktur Lani Darmawan, fokus menjaring CASA melalui payroll, merchants, dan cash management, dengan target pertumbuhan DPK 7%-8%.

Meski menghadapi tekanan likuiditas yang ketat, bank-bank besar optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan melalui inovasi digital dan diversifikasi layanan.

Menguji Ketahanan di Batas Psikologis

Hairul Rizal 14 Jan 2025 Kontan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,02% ke level 7.016,88 pada Senin (13/1) akibat pelemahan saham-saham kapitalisasi besar (big cap), terutama di sektor perbankan, serta keluarnya dana asing senilai Rp 383,46 miliar. Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa penurunan ini diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 16.283 per dolar AS. Hal ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS usai rilis data tenaga kerja AS.

Valdy memproyeksikan IHSG akan menguji support psikologis di level 7.000 pada Selasa (14/1), mengingat adanya pola negatif pada indikator teknikal, seperti death cross pada MACD. Sementara itu, Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas, memperkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.953 dan resistance di 7.080. Herditya juga mencatat, perhatian investor saat ini tertuju pada data producer price index (PPI) AS dan yield US Treasury 10 tahun yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Dalam situasi ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Sementara Herditya menyarankan untuk memperhatikan saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai opsi perdagangan di area tertentu.

Pilihan Editor