Menguji Ketahanan di Batas Psikologis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,02% ke level 7.016,88 pada Senin (13/1) akibat pelemahan saham-saham kapitalisasi besar (big cap), terutama di sektor perbankan, serta keluarnya dana asing senilai Rp 383,46 miliar. Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa penurunan ini diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 16.283 per dolar AS. Hal ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS usai rilis data tenaga kerja AS.
Valdy memproyeksikan IHSG akan menguji support psikologis di level 7.000 pada Selasa (14/1), mengingat adanya pola negatif pada indikator teknikal, seperti death cross pada MACD. Sementara itu, Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas, memperkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.953 dan resistance di 7.080. Herditya juga mencatat, perhatian investor saat ini tertuju pada data producer price index (PPI) AS dan yield US Treasury 10 tahun yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.
Dalam situasi ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Sementara Herditya menyarankan untuk memperhatikan saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai opsi perdagangan di area tertentu.
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
30 Jun 2025
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
26 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
23 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Pasar Dalam Tekanan
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023