;

Raih Peluang dari Kenaikan Harga Minyak

Ekonomi Hairul Rizal 15 Jan 2025 Kontan
Raih Peluang dari Kenaikan Harga Minyak
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan pada awal 2025, dengan minyak Brent mencapai US$ 80,7 per barel (naik 8%) dan WTI di level US$ 78,6 per barel (melonjak 9,6% dalam sebulan terakhir). Sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia, yang melibatkan perusahaan seperti Gazprom Neft dan Surgutneftegas, menjadi salah satu penyebab utama kenaikan ini. Analis Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dari Indo Premier Sekuritas memprediksi, jika sanksi terus berlanjut, harga Brent dapat mencapai US$ 90 per barel.

Namun, terdapat tiga faktor yang berpotensi mengubah dinamika harga minyak, yaitu pelonggaran sanksi Rusia oleh pemerintahan Donald Trump, peningkatan kapasitas produksi OPEC+, dan rekonsiliasi antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, M. Thoriq Fadilla dari Lotus Andalan Sekuritas menyoroti bahwa potensi stimulus ekonomi dari China juga dapat mendukung kenaikan permintaan energi global.

Meski kenaikan harga minyak menjadi peluang ekspor bagi emiten migas, Indonesia tetap rentan terhadap kenaikan harga minyak karena ketergantungannya pada impor, yang dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan migas domestik.

Rekomendasi saham, Christian Sitorus dari MNC Sekuritas memproyeksikan harga Brent di kisaran US$ 82–US$ 84 per barel pada kuartal I-2025 dan merekomendasikan strategi trading jangka pendek. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menyarankan trading buy pada saham-saham seperti ENRG, ELSA, MEDC, dan RAJA. Thoriq Fadilla merekomendasikan buy untuk MEDC (target harga Rp 1.290) dan ELSA (Rp 458–Rp 476).

Namun, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap fluktuasi harga minyak dan mempertimbangkan strategi wait and see, mengingat volatilitas pasar saham dan ketidakpastian global.
Download Aplikasi Labirin :