Lolos Pailit, Sriwijaya Air Berniat IPO
JAKARTA,ID-Setelah lolos dari pailit, Sriwijaya Air berniat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana ini akan menjadi bagian dari proposal perdamaian persero. Perwakilan Tim Pengurus Sriwijaya Air, Januardo Sihombing mengungkapkan, Sriwijaya Air menjalani sidang putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Rabu (12/7/2023) Hasilnya, Sriwijaya Air berhasil meyakinkan para kreditor dan mendapat dukungan untuk menyelesaikan kewajibannya kepada mitra bisnis dalam proses PKPU. Menurut januardo, hasil pungutan suara PKPU mencatat kehadiran kreditur separatis mencapai 100% dengan jumlah tagihan Rp3,62 triliun yang mewakili 362.702 suara ekuivalen dengan 100%. Sedangkan jumlah kehadiran kreditur konkuren mencapai 76 kreditur, di mana 70-nya menyatakan setuju terhadap rencana perdamaian. "Ke-70 kreditur tersebut mewakili 92% dari yang hadir terhadap jumlah tagihan Rp3,44 triliun ekuivalen dengan jumlah suara 344.395 atau 93,3 menyatakan setuju," tutur dia. (Yetede)
Wahana Inti Selaraskan Tawarkan Obligasi 3 T untuk Modal Kerja Anak Usaha
JAKARTA,ID-Unit Usaha Indomobil Group, PT Wahana Inti Selaras (Wisel), berencana menerbitkan obligasi II Wahana Inti Selaras Tahun 2023 dengan target maksimal Rp 3 triliun. Aksi ini dilakukan guna mendanai modal kerja lima anak usaha Wisel. Menurut Direktur Utama Wisel, Bambang Prijono, penerbitan obligasi dilakukan sejalan dengan perbaikan ekonomi pascapandemi, khusunya di sektor usaha pertambangan, konstruksi, dan perkebunan. Para pelaku usaha menilai sektor-sektor tersebut hingga semester I-2023 berkinerja positif. Fenomena ini, kata Bambang dapat dilihat dari maraknya pembangunan proyek infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah dan perluasan fasilitas produksi di berbagai sektor. Hal itu juga tercermin pada peningkatan anggaran belanja (budget) alat berat ketiga sektor tersebut. Prospek yang cerah itu, menurut dia, memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis alat berat yang menurut perkiraan Himpunan Industri Alat berat Indonesia (Hinabi) bakal tumbuh 30-40% tahun ini. "Dengan prosperk pertumbuhan yang psotif ini terutama pada segmen proyek konstruksi pemerintah, pelaku usaha terus melakukan evaluasi untuk mencanangkan belanja modal yang lebih besar di tahun mendatang," tutur dia. (Yetede)
Merangkai Eksotika lewat Warna Tenun
Kain tenun ikat di NTT beraneka warna. Masing-masing juga mempunyai motif tersendiri. Tenun ikat menjadi salah satu andalan UMKM di provinsi itu Mince Ledoh (55) asyik menenun di Rumah Tenun Ina Ndao, Kota Kupang, Rabu (21/6/2023). Ia tengah menenun kain dengan motif yang berasal dari Kabupaten Rote Ndao. Saat ini, rumah tenun itu melibatkan lima perajin. Hasil karya tangan Mince dan ribuan perajin dari seluruh NTT terpajang di galeri Ina Ndao, yang berdiri pada 1991. Berawal dari ruangan berukuran 3 meter x 3meter, kini menjadi 40 meter x 40 meter. Rumah Tenun Ina Ndao (RTIN) merupakan pusat tenun pertama dan terlengkap di NTT. Hari itu, Mince menenun sendirian. Empat perajin lain sedang liburan ke kampung asal. Mereka adalah mahasiswi di sejumlah perguruan tinggi di Kupang. Mince sekaligus instruktur tenun di situ. Ia bisa menenun satu lembar kain berukuran 275 sentimeter x 80 sentimeter dalam satu pekan. RTIN juga menjadi pusat pelatihan kelompok perajin dari seluruh NTT. Kehadiran mereka di Kupang atas kerja sama dengan pemda setempat.
RTIN juga menjadi tempat studi banding siswa sekolah kejuruan menengah di NTT. Pemilik RTIN Kupang, Dorce Lusi Ina Ndao, mengatakan, sedikitnya 5.000 lembar kain tenun dipajang di galeri tenun. Tidak semuanya dihasilkan oleh perajin Ina Ndao. Sebagian besar datang dari kelompok binaan dan mitra tenun Ina Ndao di Rote Ndao, Timor, Sumba, Sabu, dan Flores. Para perajin mengirim tenunan ke Ina Ndao lalu menerima sejumlah uang sesuai kesepakatan, termasuk ongkos kirim. ”Perajin butuh modal usaha dan membiayai kebutuhan hidup lain. Kami saling menopang,” katanya. Rata-rata 200 lembar sarung per bulan dikirim ke Kupang. Harga kain tenun bervariasi mulai dari Rp 50.000 per lembar selendang sampai Rp 5 juta per lembar kain sarung. Kain tenun yang mahal pun ada peminatnya karena begitu indah untuk dijadikan cendera mata tamu, baik oleh instansi pemerintah maupun para pengusaha di NTT. Hendrika Uly, penenun di RTS (55) mengatakan, Mereka piawai menenun beraneka motif dan warna sesuai selera pembeli. Beberapa motif yang pernah mereka buat adalah gambar cicak, ikan, tulang ikan, ayam, burung, perahu, panah, parang, dan burung garuda. Terkadang, konsumen dating membawa contoh kain dan motif dari rumah. ”Konsumen bilang, warna yang kami hasilkan sangat eksotik. Mirip dari surga,” ujar Hendrika sambil tersenyum. (Yoga)
Kepercayaan dan Tarif Layanan Membuat Pasien Memilih Berobat ke Negeri Tetangga
Awal 2023, Presiden Jokowi menyatakan kegeramannya karena hampir 1 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri tiap tahun. Akibatnya, Indonesia kehilangan devisa Rp 170 triliun per tahun. Dana kesehatan yang seharusnya dibelanjakan di dalam negeri mengalir ke negeri tetangga. Seniman film Melati Noer Fajri (30) mencari informasi perawatan kanker tiroid di Malaysia. Setelah kehilangan asuransi kesehatannya, dia mencari alternatif pengobatan murah, tetapi berkualitas. ”Saya cari informasi biaya PET scanning untuk pemeriksaan, Rp 4 juta di Penang (Malaysia). Sementara di Jakarta Rp 14 juta-Rp 18 juta karena mereka hanya tawarkan paket total general check-up. Padahal, saya tidak butuh,” katanya, Kamis (8/6). Secara finansial, ia tak mampu lagi membayar asuransi kesehatan.
Sebelum pandemi, Melati mengandalkan asuransi kesehatan untuk berobat kanker tiroid di Singapura. ”Saya akan memilih Penang. Selain harganya murah, saya juga trauma dengan kualitas kesehatan di Indonesia,” ucap Melati. Pengalaman yang membuatnya kecewa pada layanan kesehatan di Tanah Air ialah ketika perawat sebuah RS di Kota Malang, Jatim, menyuntik ayahnya dengan insulin. Padahal, keluarganya sudah menjelaskan secara tertulis bahwa sang ayah mengidap diabetes dan alergi insulin. Akibatnya, ayahnya meninggal. Di awal menerima diagnosis, di RS khusus kanker di Jakarta, dokter yang memeriksanya bertanya apakah dia sudah menerima vonis berapa lama sisa umurnya, tanpa empati. Masih di Jakarta, ia tak menjalani pemeriksaan spesifik kanker yang dideritanya. Ia hanya menjalani pemeriksaan umum yang harganya lebih mahal karena dijual satu paket keseluruhan.
Padahal, kata Melati, untuk penyakitnya, ia hanya membutuhkan 30 % dari seluruh pemeriksaan, ia berpikir, ada motif komersial yang besar di layanan kesehatan Tanah Air. Rentetan pengalaman itu membulatkan tekadnya berobat di RS Mount Elizabeth di Singapura. Dengan biaya pengobatan yang ditanggung asuransi, Sekilas, biaya di Singapura mencapai Rp 70 juta sekali terapi. Di Indonesia, Melati hanya membayar sekitar Rp 4 juta untuk kemoterapi. Namun, setelah ia hitung-hitung, biaya total berobat di Jakarta lebih mahal karena waktu pengobatan yang lama. Terapi yang dijalaninya juga tidak menyeluruh, tetapi kecil dibandingkan dengan yang diterimanya di Singapura.
Kisah yang sama diceritakan warga Tangsel, Banten, Sekar Harina (42), yang mengantarkan pamannya menjalani operasi bypass jantung di Penang, awal tahun 2023, karena biaya yang lebih murah di Penang daripada di Jakarta. ”DiPenang, biayanya waktu itu Rp 200 juta, sementara di rumah sakit ternama di Jakarta, sekitar Rp 500 juta. Kami pilih Penang karena murah dan layanan di sana terkenal baik,” ujarnya. Biaya akomodasi pesawat dan penginapan keluarga diperkirakan maksimal Rp 100 juta, sementara biaya di rumah sakit Rp 200 juta. Secara total, tarifnya masih Rp 200 juta lebih murah daripada operasi di Jakarta. (Yoga)
PERKARA MENARA BTS, Misteri Uang 1,8 Juta Dollar AS
Pernyataan Maqdir Ismail, kuasa hukum Irwan Hermawan dan Galumbang Menak Simanjuntak, dua terdakwa kasus korupsi pembangunan menara BTS 4G Bakti Kemenkominfo, pekan lalu, memantik pertanyaan. Ia menyampaikan ada pihak yang menyerahkan uang sampai 1,8 juta USD atau Rp 27 miliar ke kantornya di kawasan Jakpus. Uang disebut terkait kasus yang menimpa kliennya, yakni Irwan. Namun, siapa pihak yang menyerahkan uang sedemikian besarnya, Maqdir berdalih tidak tahu. Pernyataan penerimaan uang itu disampaikan Maqdir seusai sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Irwan, Galumbang, dan satu terdakwa lain, Mukti Ali, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (4/7).
Uang itu, menurut Maqdir, sebelumnya diberikan Irwan kepada pihak yang menjanjikan mengurus perkara ini, untuk menghentikan proses hukum terhadap komisaris PT Solitech Media Sinergy tersebut. Sepekan setelah Maqdir menceritakan penerimaan uang itu, Kamis (13/7), uang tersebut diserahkan ke Kejaksaan Agung. Penyidik pun lalu memeriksa Maqdir. Seusai diperiksa, Maqdir menyampaikan bahwa orang yang menerima uang tersebut di kantornya adalah advokat Handika Honggowongso. Sayangnya, saat ditanya soal sosok orang yang mengantar uang, Handika mengelak menjawab.
Meski serba tidak jelas, Maqdir berharap uang yang diserahkan diperhitungkan penyidik saat menangani perkara kliennya. Berbeda dari sebelumnya, Maqdir tidak mengatakan bahwa uang itu terkait upaya mengamankan kliennya dari jerat hukum, tetapi disebutnya terkait kewajiban Irwan karena pernah menerima uang dari pihak-pihak lain yang kemudian dikembalikan. Adapun Irwan didakwa telah menerima uang Rp 119 miliar dalam kasus menara BTS yang melibatkan bekas Menkominfo Johnny G Plate.
Tak mudah percaya dengan pernyataan Maqdir, penyidik mencoba menggali kebenaran dari cerita Maqdir sekaligus mengejar asal-usul uang 1,8 juta USD. Penyidik turut memeriksa Handika Honggowongso. Bersamaan dengan pemeriksaan, penyidik menggeledah pula sejumlah tempat. Dari hasil pemeriksaan, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi menyampaikan, pihaknya belum bisa mengungkap asal uang. Namun, ada sosok berinisial S yang diduga mengetahui asal-usul uang. Siapa sosok S, latar belakang, serta maksud dan tujuannya, masih belum diketahui. Jampidsus Febrie Adriansyah mengatakan uang itu terkait dengan kasus tindak pidana korupsi yang berasal dari proyek pembangunan menara BTS. Namun, soal asal-usul uang, jawabannya senada dengan Kuntadi : masih misterius. (Yoga)
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
Indonesia terus mengembangkan pertambangan dan industri nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik. Namun, ekspansi besar-besaran dari pertambangan nikel ini memicu deforestasi hingga mencapai 25.000 hektar di berbagai wilayah di Indonesia. Peneliti Auriga Nusantara, Dedy Sukmara, mengemukakan, masifnya pengembangan kendaraan listrik yang dipandang sebagai transportasi ramah lingkungan justru berpotensi mengancam kelestarian hutan alam. Sebab, ekspansi pertambangan nikel untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik telah menyebabkan deforestasi di berbagai wilayah di Indonesia. Perizinan pertambangan nikel hingga tahun 2023 berada di urutan kedua setelah emas dengan luas 900.000 hektar (ha). Namun, entitas pertambangan nikel menjadi yang terbanyak dengan jumlah mencapai 319 perizinan,” ujarnya dalam diskusi daring tentang deforestasi dalam industri nikel yang diselenggarakan Auriga Nusantara, Kamis (13/7).
Data terakhir dari Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Kementerian ESDM menunjukkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia. Status tahun 2023, sumber daya nikel di Indonesia 17,33 miliar ton dengan cadangan 5,03 miliar ton. Berdasarkan pemetaan tutupan tambang 2000-2022 yang dilakukan Auriga, secara keseluruhan luas lubang pertambangan di Indonesia cenderung mengalami tren kenaikan. Luas lubang tambang untuk nikel juga meningkat signifikan sejak 2011. ”Ekspansi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi hutan alam yang terdapat di dalam konsesi pertambangan nikel seluas 560.000 ha. Wilayah hutan alam dalam konsesi nikel terbesar berada di Sulawesi Tengah, yakni lebih dari 200.000 ha,” kata Dedy. (Yoga)
Mendamba QRIS yang Bebas Tarif
Rabu (12/7) sore, Rahmat (45), pedagang gorengan yang mangkal di pinggir Jalan Margasatwa, Cilandak, Jaksel, melayani pembeli yang memesan lima gorengan dengan total harga Rp 10.000. Karena tidak membawa uang pas atau uang pecahan kecil, si pembeli ingin membayar menggunakan QRIS, tapi Rahmat menjawab tidak bisa. Akhirnya, pembeli memilih pergi ke toko ritel modern terdekat untuk membeli sebotol air mineral dan memperoleh kembalian pecahan uang kecil yang digunakannya untuk membayar gorengan. Saat ditanya Kompas mengapa ia tidak menggunakan QRIS, Rahmat mengatakan, sebelumnya, ia selalu memasang kode unik untuk pembayaran QRIS yang ditempel di kaca gerobak-nya. Namun, sepekan terakhir dia mencabutnya. Penyebabnya, mulai 1 Juli 2023, pembayaran menggunakan QRIS dikenai tarif 0,3 % dari nilai transaksi yang dibebankan kepada pedagang.
”Ya, mending suruh pembeli bayar pakai uang tunai. Enggak ada potongannya,” ujarnya terkekeh. Rahmat menjelaskan, dia bisa berjualan 200-300 potong gorengan dengan omzet berkisar Rp 400.000-Rp 600.000 dalam sehari. Andaikan semua transaksi menggunakan QRIS, maka dia akan kehilangan Rp 1.200-Rp 1.800 per hari. Dengan asumsi serupa, maka dalam sebulan dia kehilangan pendapatan Rp 36.000-Rp 54.000. ”Bagi kami, uang segitu besar lho, setara bisa buat beli minyak goreng,” ujarnya. Rahmat berharap pembayaran QRIS kembali dibebaskan dari biaya. Apalagi, omzet penjualannya belum sebaik seperti sebelum pandemi.
Dihubungi Kamis (13/7), Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Aku-mandiri) Hermawati Setyorinny mengatakan, keputusan memberikan tarif QRIS sebesar 0,3 % dari nilai transaksi jelas mem- beratkan pelaku usaha mikro dan ultramikro. Hermawati memahami penyelenggara jasa pembayaran (PJP) mungkin memerlukan biaya pemeliharaan jaringan atau infrastruktur agar layanan QRIS tetap berjalan. Namun, menurut dia, 0,3 % itu terlalu besar bagi pelaku UMKM. (Yoga)
Sumbangan Positif Industri Pulp dan Kertas
Pertumbuhan penjualan industri kertas dan bubur kertas atau pulp berdampak positif bagi perekonomian nasional dan regional, tercermin pada serapan tenaga kerja yang berasal dari aktivitas industri di hulu hingga hilir atau di tingkat konsumen. Sejumlah pemain industri kertas dan pulp menunjukkan pertumbuhan penjualan pada 2022. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dhenny Yuartha Junifta, saat dihubungi, Kamis (13/7) menilai, penyerapan tenaga kerja jadi salah satu indikator dampak ekonomi strategis dari industri kertas dan pulp lantaran aktivitas rantai pasok dari pengelolaan dan pengolahan hutan tanaman industri hingga hilirnya. Dengan menggandeng Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI), perusahaan penghasil pulp dan kertas APRIL Group memodelkan penggandaan (multiplier) kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional sepanjang 2016-2022, termasuk aspek ketenagakerjaan.
Kepala Grup Kajian Ekonomi Regional dan Kebijakan Sumber Daya Negeri LPEM FEB UI Uka Wikakarya menyatakan, hasil pemodelan itu menunjukkan, sepanjang 2016-2022, peningkatan penjualan kertas dan pulp sebanyak Rp 1 juta berdampak pada perekonomian nasional senilai Rp 3,48 juta dan perekonomian Riau, provinsi lokasi perusahaan beroperasi, Rp 2,27 juta. Di segi ketenagakerjaan, penambahan 10 lapangan kerja di APRIL Group setara dengan terbukanya kesempatan kerja bagi 57,6 orang di tingkat nasional dan 40,4 pekerja di tingkat provinsi. Uka memaparkan, nilai penggandaan itu muncul dari perputaran aktivitas ekonomi dalam rantai pasok APRIL Group. ”Ketika produksi (kertas dan pulp) tumbuh, permintaan terhadap log kayu, energi, dan bahan penolong ikut meningkat. Kegiatan ekonomi lainnya yang ikut bergerak ialah transportasi, pergudangan, perdagangan, dan pemotongan kertas,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/7). Dari angka pemodelan, kontribusi perusahaan terhadap PDB Indonesia sepanjang 2016-2022 mencapai Rp 484,3 triliun. Perusahaan juga menambah PDB Riau Rp 245,6 triliun. (Yoga)
Literasi Digital untuk Naikkan Kelas UMKM
Program literasi digital oleh perbankan berpotensi menaikkan kelas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Direktur Mikro Bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Supari, Kamis (13/7/2023), mengatakan, pihaknya memiliki program tahunan yang memuat pemberdayaan UMKM, yakni Pekan Rakyat Simpedes (PRS) 2023. Beda dengan sebelumnya, PRS kali ini lebih fokus pada literasi digital guna mendorong UMKM naik kelas. Dengan mengusung tema ”Pede Raih Peluang”, PRS 2023 akan digelar di 362 titik di 20 kota di Indonesia pada Juli-September 2023. PRS akan dimulai di Kota Bandung, Jawa Barat. (Yoga)
Menjawab Tantangan Industri Properti
Industri properti di Indonesia berperan strategis dalam menumbuhkan perekonomian nasional. Hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) memperlihatkan sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan selama periode 2018-2022 berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar Rp 2.349 triliun-Rp 2.865 triliun per tahun atau setara 14,63-16,3 % total PDB. Kontribusi industri properti terhadap Pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 31,9 %. Selain itu, sektor properti tercatat memiliki keterkaitan dengan 175 sektor industri lain, mulai dari bahan bangunan hingga aksesori rumah. Total penyerapan tenaga kerja langsung dan tidak langsung di sektor properti mencapai 15 juta-17 juta orang.
Calon ketua umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) 2023-2026, Joko Suranto, menuturkan, meski industri properti memiliki peran strategis terhadap perekonomian nasional, sejumlah kendala masih dihadapi pengembang, antara lain kebijakan yang kontraproduktif dan kurang berpihak kepada pengembang. Hambatan regulasi di antaranya perizinan bangunan gedung (PBG) yang memakan waktu lebih lama. Di sisi lain, struktur pembiayaan properti masih cenderung tidak ideal. Sebanyak 75 % pengembang mengakses kredit perbankan dengan suku bunga lebih dari 10 % sehingga memunculkan biaya tinggi. ”Industri ini sudah memberikan (kontribusi) banyak, tetapi masih banyak kendala yang harus diselesaikan,” ujar Joko dalam Sosialisasi Calon Ketua Umum DPP REI 2023-2026, di Kuta, Bali, pekan lalu. Dari 6.200 pengembang anggota REI, 80 % pengembang menggarap rumah sederhana bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara anggota REI yang melantai di bursa berjumlah 52 developer dengan kapitalisasi pasar 33 % atau setara Rp 800 triliun. (Yoga)









